Yuk Jadi Konsumen Cerdas!

Siapa disini yang suka belanja? Perempuan mana sih yang gak mudah tergiur untuk berbelanja, kalau gak, gak bakalan ada tuh yang namanya istilah “Retail Theraphy”.

Kalau suka belanja, berarti posisi kita sebagai konsumen dong ya? Nah, tadi pagi saya melihat talkshow di salah satu tv swasta yang lagi ngebahas soal Konsumen Cerdas!

Ternyata, kita-kita ini sebagai konsumen tuh dilidungi oleh undang-undang, dan tanggal 20 April adalah hari Konsumen Nasional. Katanya kenapa dipilih tanggal segitu, karena Undang-undang Perlindungan Konsumen di sahkan pada 20 April 1999.

Sebagai konsumen kita punya hak dan kewajiban. Walau dilindungi oleh (pemerintah) undang-undang, bukan berarti kita boleh seenaknya, jadi konsumen kita harus pintar dan teliti, karena bila terjadi apa-apa yang pertama kali dirugikan kan kita ya.. Disini ada yang sudah berkeluarga dan memiliki anak? Sebagi istri dan ibu, juga harus jeli ketika membeli kebutuhan keluarga terutama anak.

Kementrian Perdagangan Republik Indonesia sendiri punya campaign “Ayo Jadi Konsumen Cerdas!” dan memiliki empat pesan:

1. Teliti sebelum membeli
Perhatikan bentuk kemasan, nama produk yang tertulis, dll.

2. Perhatikan label dan masa kadaluarsa
Lihat manual dan kartu garansi untuk beberapa tipe produk, kalau barang yang hendak dibeli adalah makanan atau obat, perhatikan apakah sudah terdaftar di Badan POM, bila beragama muslim, perhatikan apakah Halal. Lalu perhatikan apakah di labelnya ada keterangan yang memakai bahasa Indonesia.

3. Pastikan produk bertanda jaminan mutu SNI
Contoh beberapa produk yang wajib SNI: tepung terigu, kipas angin, ban mobil, helm, kompor gas, kakao bubuk, air minum kemasan.

4. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan
Konsumen harus cerdas menyikapi berbagai tawaran diskon yang menggiurkan dari pusat-pusat perbelanjaan. Kadang belum tentu harganya di diskon, bisa jadi itu hanya akal-akalan penjualnya. Tidak semua produk yang dijajakan benar-benar dibutuhkan.

Selain itu YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) juga memiliki 10 kiat agar konsumen menjadi cerdas.

1. Cari dan bandingkan informasi (harga, merek, spesifikasi produk, layanan purna jual).

2. Dapatkan saran dari pihak lain (teknis, cara pakai, pengalaman menggunakan merek tertentu dari orang lain).

3. Simpanlah bukti tertulis (kartu garansi, ke mana akan mengadu apabila terdapat masalah pada barang atau jasa yang dikonsumsi).

4. Kenali hak Anda dan lakukan langkah yang benar (apabila masalah tidak selesai, laporkan kepada lembaga konsumen atau pemerintah terkait).

5. Kontrol diri Anda saat membeli produk (buat daftar belanja).

6. Jangan ragu membeli produk lokal.

7. Biasakan membaca label produk. (yang berisi kandungan bahan, masa kadaluarsa, dan petunjuk penggunaan).

8. Beli dari sumber yang terpercaya (hindari rantai distribusi yang panjang atau dari perusahaan yang tidak dikenal)

9. Laporkan langsung setiap komplain yang ada.

10. Lindungi generasi mendatang (dengan membeli produk daur ulang, gunakan isi ulang, dsb).

Bila kita bisa menerapkan tips-tips di atas dan menjadi konsumen cerdas, secara otomatis peredaran barang-barang tidak layak akan berkurang dengan sendirinya.

Selain itu sebagai konsumen cerdas alangkah lebih baik lagi bila kita lebih mencintai produk dalam negeri ketimbang produk impor. Gerakan mencintai dan membeli produk lokal akam membuat industri dalam negeri tumbuh dan pengangguran pun semakin berkurang.

Apakah kita selama ini sudah jadi konsumen yang cerdas? :)

3 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge