WordPress A to Z oleh Valent Mustamin

Jadi begini, beberapa hari yang lalu, saya impulsif meng-klik link di twitter nya Bangaip soal A Half Day Workshop: WordPress A to Z.

photo (16)Nah, workshop-nya tuh Basic Introduction to WordPress. Berhubung tempatnya terbatas, hanya untuk 10 orang, maka buru-burulah saya mendaftar, tentu saja di sertai alasan donk ya, biar terpilih ikutan workshop-nya. Alasan saya saat itu: Ingin memaksimalkan bbrp web & blog saya. Pengen lebih tau soal penggunaan plugin & theme yg efisien. 

Nah acara yang seharusnya berlangsung dari jam 9-15 Sabtu 23 Maret 2013 kemarin, agak molor sejam, tapi yang penting puas deh ikutan workshop ini. Cukup basa basinya, mari kita masuk ke isi acara kemaren.

What blog platform is best for you. There are many platforms… To blog.
Four of the most popular:
-TypePad (paid)
-WordPress (free and paid option)
-Blogger (free)
-Tumblr (free)

Paid platform tend to offer additional functionality and control over your blog’s look and feel, while free options are generally more basic.

Berhubung ini WordPress A to Z, maka kita hanya akan membicarakan WordPress, kata mas Valent Mustamin.

WordPress sendiri ada dua layanan yang berbeda. WordPress.com dan WordPress.org, brand-nya sama-sama WordPress. WP.com adalah layanan blogging service, terdiri dari tiga pilihan: Free. Paid (upgrade dari Free) dan VIP (contoh yang menggunakan WP VIP: CNN, NASA, WhiteHouse, the Tartine, dll). Mesin penggerak dari WP.com adalah Automattic. Sedangkan WP.org berada dibawah WP foundation.

WP.org itu, kalau mengambil keterangan yang berada di websitenya: WordPress is web software you can use to create a beautiful website or blog. We like to say that WordPress is both free and priceless at the same time. Iya juga sih keduanya free, free nge downloadnya, tapi bayar sendiri buat beli domain dan hostingnya. WP disini bisa berupa content management system (CMS), platform blog, website, e-commerce, portfolio, atau bahkan yang terbaru nanti 3.6, yang baru akan dilauncing akan menyediakan layanan berupa publishing (buat media-media online, akan ada beberapa tahapan sebelum bisa di post melalui beberapa editor misalnya).

Perbedaan Self-Hosted (WordPress.org) dan Free (WordPress.com)

Full Theme Support                                         | Limited WordPress Themes
All Plugins Allowed                                          | No Plugin Upload
Monthly Expense                                             | Free!
Ability to sell ADS                                            | No ADS
Site Maintenance                                             | No Maintenance
Full Control                                                       | Limited Control
Your Own Brand                                              | Not For Brands

Selanjutnya, saya sendiri sudah mulai lupa apa isi workshopnya, bukan karena saya yang tidak perhatian tapi mungkin karena isinya terlalu teknis, kata mas Valent, kalau ingin mempelajari lebih dalam gimana cara menggunakan WP, bisa main-main ke get.wp.com dan ke  learn.wordpress.com. Mas Valent menerangkan apa saja fungsi menu yang terletak di sidebar sebelah kiri dashboard WP kita dan juga menjelaskan apa saja perbedaan dari kedua tipe WordPress tersebut. Sebenarnya kalau cuma buat ngeblog aja, menggunakan WP.com sudah lebih dari cukup. Kecuali kita ingin membuat onlineshop, atau sebagai portfolio karya-karya kita, dll. Sebelumnya ada baiknya kalau kita belajar menggunakan WP.com sampai ngelotok dulu, baru pindah ke WP.org biar gak gelagapan.

get wp com

Rangkuman yang saya bisa peroleh dari Half Day WordPress Workshop kemarin adalah:

- Gunakan selalu themes yang asli (terutama yang berbayar) selain untuk menghargai pembuatnya, juga agar terhindar dari trojan, dll.
– Kalau mau pake plugin, perhatikan rate/star nya. Makin tinggi makin bagus/populer. Tapi perhatikan juga last update nya. Kalau plugin itu last updatenya tahun lalu, ada kemungkinan pengembangan plugin itu sudah di hentikan oleh pembuatnya.
– Selain itu perhatikan kompatibilitas plugin tersebut dengan versi WP mu.
– Plugin yang tidak terpakaipun tetap harus di update setiap patch nya muncul. Untuk menghindari hal-hal buruk yg bisa terjadi.
– Tapi, kalau kata mas Valent, sebaiknya sih plugin2 yang tidak terpakai di delete saja, jangan sekedar di deactive. Bikin berat. Karena ketika WP pertama kali loading, dia akan membaca seluruh plugin yang terinstal di WP kita.

Oh selain itu, berikut beberapa plugin yang biasanya banyak digunakan orang:

Contact Form 7
Google Analytic
Jetpack
WP Event Organizer
WP Scan/WP security
Event Espresso
Nextgen gallery
Smugmug
WPML

Selain itu, bila ingin menggunakan WP untuk e-commerce, bisa menggunakan beberapa plugin ini:

WP e-Commerce
Woo commerce
WP-invoice
WP Job Board
Piklist (CRM)
E-Newslatter

Sekian rangkuman dari workshop WordPress A to Z dari saya.. Semoga bahasanya ndak njelimet yak… :D

12 comments

    • fairyteeth says:

      iya mas.. ini pake WP yang download, lalu di instal di Hostingan sendiri.. enaknya karena bisa di oprek mas.. Soalnya dulu pas senggang, aku suka nyoba bikin themes sendiri, sama suka nyoba berbagai plugin.. :D

      Tapi kalau yang cuman pengen url nya pake nama sendiri dan cuman buat blog aja, sih cu WP.com cukup kayaknya ya, nanti domainnya tinggal di redirect..

Leave a Reply

CommentLuv badge