Baginya, hidup itu adalah takdir. Sudah digariskan yang Kuasa, kita tinggal menjalankannya sekuat tenaga tanpa mengeluh. Bagi saya, selalu ada banyak jalan menuju Roma, disaat satu pintu tertutup akan terbuka pintu atau jendela lain. Perbedaan itu yang sempat menjadi diskusi diantara kami. Mimpi. Selama kita masih bermimpi, suatu saat semua yang kita impikan itu akan kita raih. Saat kita berhenti bermimpi, maka semua itu hanya akan jadi ilusi belaka. Hilang, bagai lilin yang nyala apinya ditiup, padam menjelma menjadi kumpulan asap, lalu raib.
Imperfect Metamorphosis
March 1, 2010





























