Latih Sarafmu, Kurangi Risiko Neuropati

Tau gak kalau dokter gigi adalah satu profesi yang para pekerjanya berisiko terkena neuropati? Dalam suatu kesempatan, ketika sedang berbincang dengan seorang dokter gigi senior, beliau menasehati kami para dokter gigi muda agar sering berolah raga. Entah yoga, aerobik, yang penting gerak badan ya (bukan olah raga ekstrim loh). Selain itu beliau juga berkata agar sering melemaskan pergelangan tangan, karena beliau sendiri ternyata menderita CTS.

Badannya di jaga ya. Terutama tangan, karena gimanapun tangan itu aset bagi praktisi kedokteran gigi (dokter gigi). ~ Begitu pesan seorang dokter gigi senior itu.

Eh apa itu Neuropati? Penyakit jenis apapula CTS itu?

Jadi, hari Kamis minggu lalu (28 Mei 2015), Neurobion mengadakan “Media Workshop” di Singosari Room Hotel Borobudur. Sebagai dokter gigi tentunya saya sih sering mendengat dua istilah tersebut, namun belum tentu buat kalian yang awam. Di Media Workshop tersebut tentunya dijelaskan apa itu Neuropati dan bagaimana cara menghindarinya. Saya selalu seneng dateng ke acara yang pembicaranya ada dokternya. Anggep nambah2in ilmu lah, soalnya ilmu kedokteran lintas bidang masih bersinggungan. Saya sendiri terus terang pernah beberapa kali meresepkan Neurobion bagi pasien saya di klinik.

Continue reading →