<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve&#187; sandal jepit</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/sandal-jepit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 01:26:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>cerita sandal jepit</title>
		<link>http://di-ta.com/cerita-sandal-jepit/</link>
		<comments>http://di-ta.com/cerita-sandal-jepit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 17:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[funny]]></category>
		<category><![CDATA[sandal jepit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1410</guid>
		<description><![CDATA[gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="sandaljepit" src="http://ngerumpi.com/images/small/1889-sendaljepit.jpg" alt="" width="240" height="180" />gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani melirik ubertwit di blekberi nya. semakin lama, semakin santai dan yakin, bahwa dirinya ndak bakalan diusir keluar sama satpam.</p>
<p><span id="more-1410"></span>padahal sebelumnya, ia yakin banget bakalan diusir keluar, seperti beberapa waktu sebelomnya, gadis itu pernah menyaksikan sendiri, bagaimana petugas keamanan, &#8220;mengamankan&#8221; seorang bapak, yang mungkin berpakaian sedikit tidak layak, yang mungkin bisa dikatai gembel dan sebagainya, padahal, siapa yang tahu, hendak apa bapak itu kesana, siapa tahu dia ingin membeli sesuatu, toh kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya bukan?</p>
<p>ah, manusia memang hanya melihat penampilan, dengan nada suara tegas, nyaris membentak, si pengaman menyuruh bapak itu untuk pergi, dijawab oleh si bapak, tapi jawabannya tidak dapat terdengar, karena jarak diantara mereka begitu jauh, lalu tiba2 sang petugas sudah &#8220;menggandeng&#8221; si bapak nan malang itu, dan menggiringnya keluar.</p>
<p>sang gadis tadinya berfikir bahwa dia akan mengalami nasib naas yang sama, sial baginya terpeleset dan membuat sendal cantiknya putus, namun ia cerdik, dan kebetulan di warung terdekat ada yang menjual sendal jepit, maka memakai sendal jepit berwarna kuning gonjrenglah dia. makanya, ketika gadis itu mampir ke dept store, tempat dimana petugasnya pernah mengusir seorang bapak yang mengenakan sendal jepit, dia agak khawatir. apakah dirinya akan mengalami nasib yang sama? karena setahu nya, ada peraturan bahwa pengunjung dilarang menggunakan sendal jepit.</p>
<p>tapi rupanya dewi fortuna masih berpihak kepadanya, tidak ada satu orang petugas pun yang menyadari kalau si gadis hanya memakai sendal jepit. apakah karena ia berpakaian pantas, atau karena dia menggenggam blekberi?</p>
<p>ah, dimana-mana memang masih memandang sesuatu atau seseorang dari kulit luarnya saja&#8230; sungguh picik..</p>
<p>=============================================</p>
<p>ya, gadis itu saya. bahkan saya sempat memfoto kaki saya yang memakai sendal jepit itu ditengah keramaian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/cerita-sandal-jepit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

