Random: Kunyit, Kunir, Tumeric (?)

Beberapa hari terakhir secara random, mencoba rajin minum kunyit asem, atas rekomendasi Riwis. Isinya cuma kunyit di blender tanpa disaring (malas) dikasih peresan jeruk nipis.

Jadi apa sih sebenarnya Kunyit, atau  yang bagis sebagian orang dikenal dengan nama Kunir, itu?

Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Dalam bahasa Banjar kunyit atau kunir ini dinamakan Janar.

photo (2)Setelah melihat saya membuat ‘kunyit asam‘ dengan resep suka-suka itu, mama bilang, “kok gak pake asam? Kalau mau bikin kunyit asem ya pake asam (yang item itu) sama gula jawa. Kunyit asam, adalah kata/nama yang tentu sudah familiar kita dengar, terutama bagi masyarakat Jawa yang gemar mengkonsumsi  jamu. Oleh karena ini, browse-ing lah saya resep-resep ‘kunyit asam’ apa saja yang lazim/normal beredar. Continue reading →

Suka, bukan berarti harus selalu sama

Suka, bukan berarti harus selalu sama. Gak sama, bukan berarti harus disama-samain. Sama, bukan berarti lantas harus suka.

Menurutku, hal tersebut di kalimat diatas tadi merupakan lingkaran setan. Ada orang yang karena lagi suka sama seseorang, biar PDKT nya smooth, maka mulailah dia meniru atau mirip-miripin kesukaan sama si gebetan. Di satu sisi, ada juga yang kekeuh nyari pasangan yg semakin mirip (hobi, sifat, kesukaan, dll) nya sama dia semakin okeh.

Padahal tuh ya, menurutku gak perlu lah tuh nyama-nyamain hobi, tontonan favorite, selera musik, makanan kesukaan, sama orang yang kamu suka. Berbeda itu indah! Karena sesungguhnya lebih mendingan mencari kecocokan dibalik perbedaan yang, dibanding memaksa menyamakan padahal beda. Seperti kata teman saya berikut ini:

Continue reading →

Hujan

rain-love2

Hujan. membawa sejuta angan.

Tetes hujan yang turun sejak pagi, berhasil memporak porandakan hati yang sudah ku susun rapi.

Hujan memang suka datang tiba-tiba, seperti kenangan yang menyeruak tak kenal waktu kunjung tiba.

Hujan yang turun sedari pagi, rintik rinai menyusup ke sanubari. Membasahi sudut hati membongkar memori, pelan tapi pasti.

Hujan yang juga tak kunjung reda, seperti debar di dada setiap kamu ada maupun tak ada.

Hujan turun terus, aku punya payung, tapi mengapa diriku tetap basah? Oh aku lupa, itu air mata.

Gerimis di luar jendela meringis miris, cerminan hatiku yang teriris.

Aku seperti tanah yang merindukan belaian hujan, setiap tetes yang turun tak pernah terasa cukup memuaskan angan.

Teguk, rengkuh, sebanyak yang kau bisa. Sesak, penuh, isilah selagi ada. Hujan.

Siapa yang tahu, mungkin ini hujan terakhir yang dapat kau rasa. Sebelum kemarau panjang tiba, dan jarak kembali memisahkan kita.

Di-telepon atau Me-nelepon?

Sesungguhnya dalam setiap menjawab pertanyaan di twitter itu terselip curhat. ~ Imam, 2012

Senin 24, Desember lalu, saya sedang duduk-duduk bersantai bersama Mamski di suatu kedai di bilangan Cikini sana, Lalu terjadilah suatu adegan yang membuat saya menelurkan sebuah twit berbunyi:

Dan ternyata banyak mention (baik yang berupa jawaban singkat ataupun curhat) yang saya terima. Berikut diantaranya: Continue reading →

Bayangkan dan Sebutlah dalam Doamu..

Kalau sedang berfikir random,  jangan memvisualizekan sesuatu terlalu detail di dalam kepala, soalnya ntar pasti kejadian… Dalam seminggu doank sudah mengalami dua kali…

Alhasil Selasa kemarin jadi hari marathon ketemuan sedunia versi aku. Untung sempat membatalkan dua janji lagi, kalo gak dalam semalem harus pindah ke enam lokasi. Gara-gara paginya dah pusing duluan harus ada di 4 tempat sekaligus, walaupun sudah berusaha menggabungkan beberapa urusan di satu tempat, tetap saja jadi berabe, dan tetap harus pindah-pindah lokasi.

Hari Minggu kemarin itu juga mengalami hal yang mirip, sekilas mikir abis nganterin @nonawiina ke kosan di mampang, aku pengen keluar ke jalan yang dari arah pancoran, bukan mampang.. Akibat ngebatinnya cuma pancoran (tanpa menyebutkan detail), alhasil aku beneran nyampe ke bawah patung pancoran, which is sebenernya jauh banget… (T____T)

 The power of pikiran tuh sesuatu yaaa…

So, ketika menginginkan sesuatu.. Bayangkan dan sebutlah dalam doamu secara detail. Continue reading →