Produk Budaya yang berbasis Lingkungan

Kemarin sambil jaga saya iseng browsing-browsing batik untuk project saya yang lain. Halaman demi halaman ditelusuri baru saya kemudian ngeh kenapa ada batik yang mahal banget, mahal aja dan murah. Terlepas dari proses pembuatannya yang secara ‘tulis’, ‘cap’ dan ‘print’, ternyata proses pewarnaannya juga dapat mempengaruhi kualitas dan harga jualnya. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan bagaimana cara para pengrajin batik itu mewarnai kainnya agar dapat memiliki warna-warna yang sering kita lihat itu. Fokus utama kita ketika membeli batik adalah jenis pembatikannya.

Batik merupakan kerajinan khas Indonesia yang sudah diakui dunia. Seni kerajinan batik adalah teknik melukis di atas kain yang menggunakan malam sebagai tintanya dan canting atau cetakan yang terbuat dari tembaga sebagai alat lukisnya dengan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Teknik ini dikenal sebagai wax resist dyeing.

Kita sudah mulai mengerti, “belilah batik tulis, atau paling tidak cap” karena dengan begitu kita membantu kehidupan dan mata pencaharian para pengrajin batik tersebut.¬†Yang jarang kita ketahui adalah bagaimana cara pewarnaan batik.

Continue reading →