<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve&#187; lomba</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/lomba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 01:26:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Akses Layanan Kesehatan yang Merata</title>
		<link>http://di-ta.com/akses-layanan-kesehatan-yang-merata/</link>
		<comments>http://di-ta.com/akses-layanan-kesehatan-yang-merata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 05:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[akses kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[campaign]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi blog]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[phillips]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[the plus project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=3338</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, ibu saya mengalami kejadian patah gigi palsu nya. Beliau sangat panik, yang mengakibatkan sayapun  ikut panik. Kenapa panik? Oke kalau hal tersebut terjadi di hari kerja, kami berdua tidak akan panik karena dokter gigi praktek di hari kerja, kami panik, karena pada weekend terutama minggu sangat jarang sekali ditemui dokter gigi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu, ibu saya mengalami kejadian patah gigi palsu nya. Beliau sangat panik, yang mengakibatkan sayapun  ikut panik. Kenapa panik? Oke kalau hal tersebut terjadi di hari kerja, kami berdua tidak akan panik karena dokter gigi praktek di hari kerja, kami panik, karena pada weekend terutama minggu sangat jarang sekali ditemui dokter gigi yang praktek.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/Accesstohealthcare_challeng.png"><img class="alignleft size-full wp-image-3342" title="Accesstohealthcare_challeng" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/Accesstohealthcare_challeng.png" alt="" width="188" height="150" /></a>Mungkin cerita pengalaman ibu saya itu sangat sederhana dan gak penting. Karena dokter gigi memang jarang membuka praktek nya di hari libur, dikarenakan tindakan di kedokteran gigi agak jarang yang darurat, dan toh kalau sakit gigi, orang masih bisa sembarang minum obat penghilang rasa sakit yang ada di rumahnya saja dulu, baru ke dokter gigi di hari Seninnya. Tapi lain cerita bila misalnya ibu saya mengalami kedaruratan medis lain yang tidak berhubungan dengan gigi. Seperti terkena serangan Jantung, pingsan, atau apapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang banyak Praktek dokter umum yang buka di hari libur, ataupun 24 jam, tapi itu semua biasanya ada di kota besar. Kebayang gak kalau masyarakat yang tinggal bukan di kota besar mengalami suatu kedaruratan medis. Mereka terpaksa nunggu hingga besoknya dan itupun harus menempuh jarak yang begitu jauh, dan tak jarang harus menyebrang ke kota sebelah, iya kalau penyakit mereka gak parah, kalau parah mungkin mereka akan segera menemui ajalnya bila tidak langsung ditangani.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-3338"></span>Di Indonesia, ibu Hamil aja masih banyak yang meninggal ketika melahirkan. Padahal melahirkan itu sendiri bukan merupakan suatu penyakit. Bayangkan gimana banyaknya orang-orang yang meninggal karena penyakitnya tidak sempat ditangani oleh dokter karena jauh nya tempat praktek si dokter atau karena mahalnya biaya berobat ke dokter. Alangkah sedihnya bangsa ini. Alangkah tidak adilnya akses kesehatan bagi sebagian masyarakat yang tinggal di Negara kita. Padahal Negara kita bukan Neraga yang masih terlibat peperangan, tapi kenapa akses untuk kesehatan aja begitu sulitnya?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/masthead_accesstohealthcare.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3343" title="masthead_accesstohealthcare" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/masthead_accesstohealthcare.jpg" alt="" width="616" height="513" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di postingannya <a href="http://restlessangel.wordpress.com/2012/01/20/the-plus-project/">mba Memeth</a>, ada komik &#8220;<a href="http://blogsindiran.wordpress.com/2011/06/28/orang-miskin-dilarang-sakit/">Orang Miskin di Larang ke Rumah Sakit</a>&#8220;. Pada kenyataannya yang terjadi memang seperti itu kan? Kesannya SEHAT itu hanya untuk orang-orang yang punya UANG saja. Padahal seharusnya itu HAK untuk semua orang tanpa terkecuali. Gak usah orang sakit, Korban tabrakan Tugu Tani beberapa waktu yang lalu saja, untuk membawa pulang jenazah, keluarga harus merogoh kocek sebesar 7,5 JUTA! Betapa banyak ibu yang meninggalkan anak yang baru dilahirkannya di Rumah Sakit karena gak mampu menebus biaya persalinan.</p>
<p><a style="text-align: justify;" href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/about_accesstohealthcare_2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3341" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="about_accesstohealthcare_2" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/about_accesstohealthcare_2.jpg" alt="" width="591" height="341" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Di Indonesia penyediaan layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri. Tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan membuat pengobatan menjadi sangat terbatas bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Walau sudah ada program pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan bagi bagi masyarakat yang kurang mampu, masih banyak kekurangan yang terjadi sehingga akses untuk layanan kesehatan sulit didapatkan dan tak terjangkau bagi masyarakat yang kurang mampu dan tinggal di daerah terpencil. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang tetap saja susah berobat walau sudah memiliki surat keterangan kurang mampu, atau punya kartu Askes.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu masih ada banyak tantangan lain yang muncul dan menghambat peningkatan kesehatan dan kesejahteraan di Indonesia diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Rendahnya kesadaran akan bahaya kanker payudara di kalangan wanita Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Kurangnya pengetahuan ibu hamil dibeberapa bagian Indonesia tentang proses melahirkan dan hanya mengandalkan pengalaman, bantuan bidan atau dukun saat melahirkan yang bisa menyebabkan kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Tidak semua Tenaga Medis yang sudah ada memiliki akses ke teknologi terbaru di bidang ilmu kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Meningkatnya penyakit-penyakit kardiovaskular, ginjal, pernapasan, artritis, dan kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah terbersit di pikiran kita, kira-kira apa ya yang bisa saya/kita bantu agar lebih banyak lagi orang yang mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik? <strong><a href="http://philips.co.id/plus">Phillips</a></strong> mengajak masyarakat Indonesia mengambil peran dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui <strong>The ‘+’ Project</strong>. Ada hadiah bagi ide-ide terbaik yang dipilih. Kalau kita memang peduli, yuk bikin perubahan positif untuk Indonesia!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/akses-kesehatan.gif"><img class="aligncenter  wp-image-3340" title="akses kesehatan" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/01/akses-kesehatan.gif" alt="" width="588" height="289" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau mau ikutan, caranya gampang:</p>
<p style="text-align: justify;">a. Daftarkan diri di website <a href="http://philips.co.id/plus">http://philips.co.id/plus</a></p>
<p style="text-align: justify;">b. Pilih tantangan dan submit ringkasan ide tidak lebih dari 1000 kata. Jika ada, materi pendukung berupa foto atau video bisa ditambahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">c. Mekanisme kompetisi selengkapnya bisa dibaca di: <a href="http://www2.yourhealthandwellbeing.asia/indonesia/health-and-wellbeing-in- indonesia/how-it-works">sini</a></p>
<p style="text-align: justify;">Oh iya, kategori yang dikompetisikan selain  <strong>Akses terhadap Layanan Kesehatan (Access to Healthcare)</strong>, ada juga <strong>Kota Layak Huni (Livable Cities)</strong> dan <strong>Hidup Sehat (Healthy Living)</strong>. Kontes ini berakhir tanggal 29 Januari 2012. Jadi yang mau ikut, buruan, soalnya sudah hampir berakhir. Oh satu lagi, tidak ada batasan dalam jumlah ide. Jadi, siapapun bisa mengirim sebanyak mungkin entry di kategori manapun. <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Anyway, di akhir program, Philips akan membantu mewujudkan ide terbaik dari pemenang yang terpilih. Makin semangatkan buat sumbang ide <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Aku ikutan juga ahh&#8230; <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">gambar diambil dari <a href="http://www2.yourhealthandwellbeing.asia/indonesia/access-to-healthcare/about">sini</a>, <a href="http://www.yourhealthandwellbeing.asia/access-to-healthcare">sini</a> dan <a href="http://www.yourhealthandwellbeing.asia/challenges/reducing-the-rise-of-breast-cancer-cases">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/akses-layanan-kesehatan-yang-merata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dokter gigi lalu&#8230;??</title>
		<link>http://di-ta.com/dokter-gigi-lalu/</link>
		<comments>http://di-ta.com/dokter-gigi-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 15:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[others]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini genap 25 tahun usia ku, dengan keadaan berbaring di tempat tidur karena sakit, dita memikirkan kembali 25 tahun hidup yang telah dita jalani ini. Apa saja yang telah aku lakukan untuk kedua orang tuaku, bahkan apa yang telah dita perbuat untuk Indonesia negri tumpah darah ku ini, nothing, nihil&#8230; malu rasanya udah umur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini genap 25 tahun usia ku, dengan keadaan berbaring di tempat tidur karena sakit, dita memikirkan kembali 25 tahun hidup yang telah dita jalani ini. Apa saja yang telah aku lakukan untuk kedua orang tuaku, bahkan apa yang telah dita perbuat untuk Indonesia negri tumpah darah ku ini, nothing, nihil&#8230; malu rasanya udah umur segini masih bergantung kepada kedua orang tua, belum bisa mandiri dan memberikan sesuatu yang berguna kepada Indonesia tercinta.</p>
<p>Tapi dita tetap berpikiran positif saja, karena dita sedang menjalani masa klinik (semacam ko-as bagi anak kedokteran gigi), jadi dita anggep aja, sebagai masa-masa persiapan untuk menyongsong masa depan yang luas didepan sana nanti. apa lagi, kedokteran dan kedokteran gigi ada PTT walaupun sekarang sudah tidak wajib.</p>
<p>Sedikit flashback ke belakang (ya iyalah masa kedepan). Alasan kenapa dita dulu milih jurusan kedokteran gigi adalah untuk pengabdian masyarakat. Orang-orang yang denger pasti langsung mencibir atau mencomooh tidak percaya. Biarlah orang berkata apa. Dita tadinya ingin mengambil jurusan kedokteran umum, cuman karena inget kalo dokter umum itu wajib jaga malem (soalnya ada papanya temen dita yang spesialis tapi tetep harus jaga malem), jadi dita milih jadi dokter gigi saja, soalnya dita gampang sakit. kalo ikutan jaga malem nanti sakit terus domz&#8230; Nah kenapa milih yang ada kata-kata dokternya, sebab dokter itu bisa menyembuhkan penyakit atau yang paling tepat adalah meringankan beban penderitaan orang. dokter adalah suatu profesi mulia.</p>
<p>Selain itu, setelah mendengar cerita mama tentang seorang dokter legendaris (Prof. DR. dr. Sujudi), ketika itu mama dan papa baru saja menikah, masih kere lah ceritanya, mama sakit dan berobat ke beliau. sampai disana mama tidak diaruskan membayar biaya berobat malah dikasih ongkos buat pulang, ketika di dalam, ditanya &#8220;ibu baru nikah ya?&#8221; (maklum tampang-tampangnya masih kere). ternyata bukan hanya ke dua orang tua dita saja yang ditanya macem itu, Beliau bahkan memberikan beras dan uang juga kepada orang lain yang berobat. Ternyata ada kode-nya, mana yg harus dikasi beras, mana yang harus di beri sangu uang, mana yang harus diberi macem2&#8230; susternya di depan yang bisa baca kodenya&#8230;</p>
<p>Saat mendengar cerita mama itulah dita memantapkan hati bahwa dita nanti kalo udah besar harus jadi dokter yang hebat (ya iyalah hebat udah dokter, doktor, profesor pula) juga baik dan dermawan seperti beliau.</p>
<p>nah bila sekarang pertanyaan tersebut diajukan ulang, masihkah dita ingin menjadi dokter yang seperti itu??</p>
<p>jawabnya tentu saja iyah&#8230; walau konteksnya mungkin sekarang agak berbeda, sekarang dita punya pola pemikiran lain tentang hal tersebut.</p>
<p>Tahu donk berapa ongkos yang dikeluarkan setiap kali anda berobat ke dokter gigi, yang pasti lebih mahal dari pada ke dokter umum kan? nah yang dita mau bahas bukan berapa ongkos berobat ke dokter gigi, melainkan apa yang bisa dita perbuat kelak, atau kalo ada yang setuju dan mau ikutan sama ide dita ini syukur alhamdulillah banget. Begini ide dita tersebut, (ide ini terilhami oleh adanya mobil keliling yang ada dikampus dita), kalo misalnya praktek kita laris manis, selain membayar pajak, kita sebagai orang islam kan juga wajib bayar zakat, kenapa ndak kita sisihkan saja zakat kita itu dalam bentuk memberikan pengobatan gigi gratis kepada masyarakat yang tidak mampu berobat ke dokter gigi. Nominal uangnya dibelikan ke bahan2, lalu jasa kita mengobati di gratiskan saja, hal tersebut bisa dilakukan sebu<a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/02/rewww-81.jpg"><img class="size-medium wp-image-565 alignright" title="mobkel" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/02/rewww-8-300x225.jpg" alt="mobkel" width="240" height="180" align="right" /></a>lan sekali, atau terserah enaknya saja, se terkumpul uangnya saja. lebih baik lagi kalo bisa dilakukan bersama-sama, sehingga bisa membeli atau mencari sponsor sebuah mobil yang dapat digunakan untuk mengobati pasien sambil keliling dari satu gang ke gang lainnya. saat ini dita bicara jakarta saja dulu, sebab di jakarta saja masih banyak banget orang-orang yang tidak care terhadap kesehatan gigi dan mulutnya. Kesehatan gigi dan mulut itu penting loh&#8230; jangan salah,<span style="text-decoration: underline;"> menurut penelitian kerusakan dini gigi anak dapat mengurangi kepintaran, mengurangi konsentrasi dalam menyerap pelajaran, serta mempengaruhi pertumbuhan</span>, jadi jangan disepelekan begitu saja. Masa dokter2 gigi mau kalah, kan udah banyak tuh SIM keliling, Bank keliling, perpustakaan keliling, dan mobil-mobil keliling lainnya. Sekalian juga sambil mengantri diperiksa dan diobati, calon pasien yang lain bisa disuguhi film-film tentang penyuluhan masalah kesehatan gigi dan mulut biar tidak bosen dan pengetahuan mereka juga bertambah.</p>
<p>kayaknya idenya sederhana banget yah,  cuman ya begitulah dita, dita hanya menuangkan ide yang sesuai dengan profesi yang dita tekuni, dengan harapan bisa membantu mengurangi masyarakat-masyarakat yang sakit gigi dan takut pergi ke dokter gigi sekaligus membantu mencerdaskan anak bangsa (dalilnya ada diatas, hehe)&#8230;</p>
<p>segini dulu deh merenungnya&#8230; kepala udah kembali pening&#8230; dita kembali ke pulau bantal dulu yah&#8230; kali aja nemu ide briliant lain&#8230; hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/dokter-gigi-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

