<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve &#187; life</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/life/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 02:59:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kemana mereka pergi??</title>
		<link>http://di-ta.com/kemana-mereka-pergi/</link>
		<comments>http://di-ta.com/kemana-mereka-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 18:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1419</guid>
		<description><![CDATA[saat ku menyusuri jalanan nan becek di pasar tersebut, ada sesuatu yang berbeda dari yang biasa tertangkap oleh sudut mataku. Mayestik. ya itu pasar yang kerap kali ku kunjungi. dalam seminggu paling sedikit sekali aku datang. seluruh pelosok sudah khatam dijelajahi. bila lagi banyak keperluan bisa sampai 3 kali seminggu aku datang kesana. dari membeli segala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farm3.static.flickr.com/2657/4047539720_487d1d339d_o.gif"><img class="alignright" title="pasar" src="http://farm3.static.flickr.com/2657/4047539720_487d1d339d_o.gif" alt="" width="320" height="218" /></a>saat ku menyusuri jalanan nan becek di pasar tersebut, ada sesuatu yang berbeda dari yang biasa tertangkap oleh sudut mataku. Mayestik. ya itu pasar yang kerap kali ku kunjungi. dalam seminggu paling sedikit sekali aku datang. seluruh pelosok sudah khatam dijelajahi. bila lagi banyak keperluan bisa sampai 3 kali seminggu aku datang kesana. dari membeli segala kebutuhan dapur pengisi kulkas. sampai peralatan mandi, make-up sampai baju jadi dan kerudung, tak lupa juga segala perintilan buat bahan jahitan yang kadang suka mendadak aku kerjakan.</p>
<p><span id="more-1419"></span>seminggu belakangan ini, suasana pasar agak sedikit terasa berbeda. yang biasanya ramai, riuh sesak. sekarang sepi melenggang. ku tengok kanan kiri, sepi terasa. bahkan dengung lalat pun tak terdengar. pasar seperti kota mati. banyak los-los yang tutup tersekat oleh kayu-kayu penutupnya. padahal matahari belum lagi bergeser dari atas kepala. jam masih menunjukan waktu yang sangat siang. sungguh tak biasa.</p>
<p>biasanya jam 4 sore saja, manusia tampak masih menyemut. sibuk memilih dan memilah, menimbang dan mengantongi. tapi kini tidak. pasar tampak sesepi kuburan. kemanakah gerangan. para lautan manusia yang terbiasa menyerbu pasar dan membawa pulang aneka daging, sayur, buah, ikan dan lainnya. kemanakah para pedagang, yang biasanya sibuk menyapa dan membujuk kita untuk datang dan mampir di kios nya. aneh sungguh aneh.</p>
<p>kemarin minggu ketika aku datang dengan ibu ku, dan menemukan pasar sepi, kami berfikir kalau</p>
<blockquote><p><em>&#8220;oh kok udah pada tutup? karena hari minggu kali ya?&#8221;.</em></p></blockquote>
<p>tapi ketika senin kami kembali dan menemukan pasar tetap dalam keadaan yang sama, kami terpekur. ada apakah gerangan? mengapa bisa terjadi hal seperti ini? apa para manusia konsumtif itu sedang pada puasa atau <em>on diet</em>? tentu tidak bukan. apa karena kini masih termasuk dalam suasana habis lebaran? tentu tidak juga. lalu apa yang sesungguh nya terjadi?</p>
<p>selidik demi selidik. tanya sana sini, masih tak bisa membendung rasa penasaran ini. sayang sekali hendikem mini saya tertinggal dirumah, sehingga tidak bisa ngesyut wajah sayu para pedagang disitu.</p>
<p>tukang sayur berbelanja hanya setengah dari hari2 biasanya dan masih tersisa, padahal para sayur itu akan layu dan busuk esok hari jika tersisa. tukang tahu yang sehari-harinya memasok 100-200 buah, sekarang hanya menyediakan 20 buah, itupun tidak habis. bahkan sampai penjual makanan jadi, buat pelepas dahaga dan lapar para penjaja dagangan, maupun pemebeli mengurangi jauh omset nya, karena sedikitnya manusia yang datang ke sana. tukang ayam bakar langganan ibu ku. tutup sejak 3 hari yang lalu, konon katanya jatuh bangkrut karena tidak ada yang makan ditempatnya. begitu juga dengan beberapa pedagang lain nya.</p>
<p>lalu sesungguhnya apakah yang terjadi?? apakah daya beli masyarakat sedang menurun, atau terlalu banyak hypermarket, supermarket yang kian menjamur di ibukota membuat orang enggan belanja ke pasar tradisional? heran sungguh heran.</p>
<p>sampai malam ini pun aku masih teringat-ingat bagaimana pemandangan dipasar tadi siang. kalau keadaan itu berlangsung lama, bagaimana nasib mereka? yang sehari-harinya berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga dan perekonomiannya melalui berdagang sayur dan lainnya? lalu bagaimana juga nasib pelanggan setia seperti aku dan ibu ku, yang selalu mencari kebutuhan dapur di pasar tradisional?</p>
<p>ah&#8230; dilain sisi, kita mendengar selentingan bahwa gaji mentri akan (entah jadi atau tidak) dinaikkan, mereka akan diberikan mobil mewah sebagai jatah. ah&#8230; entah bagaimana nasib bangsa ini kelak. semoga Bapak Presiden dan Wakil Presiden kita yang baru saja dilantik, beserta para mentrinya yang duduk dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, dapat memberikan ketenangan di hati rakyatnya, seperti kami-kami ini&#8230;</p>
<p>amiin&#8230; semoga tidur saya bisa nyenyak dan ndak terlalu kepikiran apa yang terlihat dan terekam oleh mata saya ini. walau sepertinya tidak akan terluapakan untuk sementara waktu ini. semoga&#8230;.</p>
<p> <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/kemana-mereka-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini pengalaman saya, kamu?</title>
		<link>http://di-ta.com/saya-bisa-ini/</link>
		<comments>http://di-ta.com/saya-bisa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 16:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[kalau nyetir mobil ada karma nya, kira-kira karma saya berapa yah? (thinking) menurut pengalaman yang sudah-sudah, *ngelist-nya dari yang terbaru, di sambi nginget-inget* saya pernah nyetir dalam keadaan hujan badai sangat deras tanpa wiper dan alhamdulillah salamat, saya bisa nyetir sampai rumah dengan selamat, dengan keadaan kopling dan rem slip *berkali-kali*, saya bisa nyupir sambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kalau nyetir mobil ada karma nya, kira-kira karma saya berapa yah?  (thinking)</p>
<p>menurut pengalaman yang sudah-sudah, <em>*ngelist-nya dari yang terbaru, di sambi nginget-inget*</em></p>
<ul>
<li>saya pernah nyetir dalam keadaan hujan badai sangat deras tanpa wiper dan alhamdulillah salamat,</li>
<li>saya bisa nyetir sampai rumah dengan selamat, dengan keadaan kopling dan rem slip <em>*berkali-kali*</em>,</li>
<li><span id="more-1105"></span>saya bisa nyupir sambil makan makanan berkuah, <strong>(don&#8217;t try this at your car)</strong></li>
<li>saya bisa nyupir sambil dandan (bedakan, blush-on-an, lipstikan, yg belom bisa cuman eye liner-an), <strong>(don&#8217;t try this at your car)</strong></li>
<li>saya bisa nyupir sambil BB-an <em>*dan tidak bangga*</em> sekarang sih udah dikurangin, SMS ato BB-an hanya bila lampu merah atau macet, <strong>(don&#8217;t try this at your car)</strong></li>
<li>saya bisa nyupir sambil belajar, baca komik atao baca majalah, <strong>(don&#8217;t try this at your car)</strong></li>
<li>saya bisa nyupir sambil nelepon <em>*relatip lebih aman dari pada SMS-an, sebab ada taknologi bernama headset*</em></li>
<li>saya pernah nyetir dengan keadaan ban depan kempes dari radio dalam sampai cipete, di malam yg sunyi sepi <em>*alasan sebenernya takut digarong kalo minggir*</em></li>
<li>saya pernah nyupir jakarta-bandung dalam cuaca sangat buruk, hujan sangat deras dan berkabut dalam kecepatan 120km/jam dan alhamdulillah selamat sampai tujuan,</li>
<li>saya biasanya selalu nyupir sendiri kalo pergi kebandung PP,</li>
<li>saya pernah ngalamin nyupir kebanjiran yang airnya masuk sampai setinggi rem tangan, dan kaki nyaris tidak bisa meraba yang mana gas, rem maupun kopling, (walau diiringi tangisan) dan alhamdulillah masih bisa sampai ke tempat sebelomnya dengan perjuangan mempertahankan kehidupan sang mesin,</li>
<li>saya pernah nyetir koplingnya putus yg terpaksa dilanjutkan dengan masukin gigi 1 setiap kali lampu merah dan tak bisa pindah ke lain gigi, hingga akhirnya AKI saya abis dini,</li>
<li>saya parkir mundur cukup sekali mundur (maksimal 2 kali lah) tidak sampai bikin macet mobil yg ngatri <strong><em>*ini salah satu kebanggaan saya*</em></strong></li>
<li>kecepatan maksimal yang pernah saya lakukan adalah 140km/jam (ndak bisa dibanggakan banget lah) <em>*tapi sekarang udah gag berani*</em> (okok) maksimal 110 sahaja&#8230;</li>
<li>orang bilang saya nyupirnya kayak supir angkot karena gag sabaran dan tukang salib kanan kiri, <em>*gag bangga*</em></li>
<li>bukan penganut prinsip alon-alon asal klakon,</li>
</ul>
<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/06/bluecarflop1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1106" title="mobil_biru" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/06/bluecarflop1.jpg" alt="mobil_biru" width="275" height="170" /></a>apa lagi yah??  (hassle) yang inget baru segitu&#8230;</p>
<p>kira-kira kalo ada acara Fear Factor edisi khusus mobil saya udah pantes belom ya ndaptar&#8230;  (evilsmirk)</p>
<p><strong>jadi kamu pernah punya pengalaman nyetir apa aja?</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/saya-bisa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>what a day!</title>
		<link>http://di-ta.com/what-a-day/</link>
		<comments>http://di-ta.com/what-a-day/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 09:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[matahari bersinar terik ditambah kemacetan lalu lintas yang biasa ia  hadapi setiap hari, bising suara klakson terdengar diluar  bersahut-sahutan, mobil dan motor yang tak mau saling mengalah,  ditambah dengan lampu hijau yang bertukar begitu cepat. gadis itu berulang kali menatap jam yang terletak di dashboard mobil.  semakin lama, wajahnya semakin tertekuk. jarinya sibuk  menganti  channel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>matahari bersinar terik ditambah kemacetan lalu lintas yang biasa ia  hadapi setiap hari, bising suara klakson terdengar diluar  bersahut-sahutan, mobil dan motor yang tak mau saling mengalah,  ditambah dengan lampu hijau yang bertukar begitu cepat.</p>
<p>gadis itu berulang kali menatap jam yang terletak di dashboard mobil.  semakin lama, wajahnya semakin tertekuk. jarinya sibuk  menganti  channel radio. dia sudah pasrah. tak mungkin dia dapat tepat waktu tiba  di tempat janjian dengan kawannya.</p>
<p><span id="more-1098"></span>saat itu waktu menunjukan pukul 16.15 sedangkan dia belom menempuh  seperempat jarak yang harus ditempuh. waktu yang ditentukan adalah  16.50 dan sudah dapat dipastikan dia akan telat datang. perlahan rasa  pasrah menghinggapi gadis itu, dia semakin santai dan bisa duduk tenang  sambil menatapi lautan mobil diluar sana.</p>
<p>jari-jemarinya tidak lagi dimainkan di tombol radio, dan berpindah ke  tombol-tombol imut blackberry yang digenggamnya. diambilnya earphone  dan dipasang ke kupingnya. radio dimatikan dan lagu kesayanganpun mulai  mengalun. dia semakin rileks.</p>
<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/06/2008-chevrolet-spark-side-rear1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1100" title="2008-chevrolet-spark-side-rear" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/06/2008-chevrolet-spark-side-rear-300x225.jpg" alt="2008-chevrolet-spark-side-rear" width="300" height="225" /></a>begitu pusat kemacetan dilalui, perlahan tapi pasti ribuan kendaraan  diluar sana mulai bergerak. di lihatnya celah kecil, gadis itu langsung  menekan kuat gas mobilnya dan menderu mendahului mobil-mobil lainnya.  dengan kelincahannya, dia bermain kopling, gas dan rem.</p>
<p>akhirnya, ketika dirasa jalanan mulai bersahabat dan sang gadis hendak  bernapas lega, timbul satu masalah baru. sahabat sejatinya yang selalu  setia menemaninya kemanapun dia pergi, memutuskan untuk ngambek. dicoba di gas tapi kecepatan tidak bertambah.</p>
<p><strong><em>&#8220;Damn!&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em>&#8220;Ayolah, please. jangan sekarang!&#8221;</em></strong></p>
<p>si sahabat mungilnya itu tampak tidak mau mendengar. dia bersikeras untuk ngambek, mungkin lelah menamani kebrutalan sang gadis dalam berkendara.</p>
<p>raut wajah si gadis semakin buruk. habis sudah harapannya untuk bisa sampai, walau sudah pasti telat. akhirnya dia ikuti permainan sahabatnya itu. perlahan mereka melambat mengukur jalanan yang seakan tiada habisnya. untuk hujan pun tidak memutuskan untuk mencurahkan air matanya saat itu, jadi sang gadis masih punya sedikit harapan.</p>
<p>saat tempat tujuan sudah didepan mata, sang mentari sudah jauh berada diufuk barat mulai meninggalkan siang. dia memainkan jari-jari lentiknya di tombol mungil berry-nya, menghubungi sang kawan yang ingin ia temui.</p>
<p><strong><em>&#8220;aku udah mau nyampe&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em>&#8220;kamu dimana?&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em>&#8220;ok, tunggu ya. aku parkir dulu&#8221;</em></strong></p>
<p>setelah berputar mengelilingi gedung yang tempat parkirnya sangat aneh, seperti labirin yang tiada habisnya, akhirnya di suatu pojok, gadis itu melihat satu tempat kosong, dan dia langsung mengarahkan sahabat mungilnya kesana.</p>
<p>dimasukkannya karcis parkir ke tas pink yang setia menemaninya kemanapun, di tengoknya sebentar penampilannya setelah berjuang menembus kemacetan di kaca spion, lalu dia keluar.</p>
<p>dikuncinya mobil kecilnya itu, sambil berusaha tersenyum tuk perbaiki mood, dia langkahkan kakinya ke dalam. dan dilihatnya sang kawan sudah menanti.</p>
<p><strong><em>&#8220;hai&#8230;&#8221;</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/what-a-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agregat bikin pusing</title>
		<link>http://di-ta.com/agregat-bikin-pusing/</link>
		<comments>http://di-ta.com/agregat-bikin-pusing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 12:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[themes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[kenapa yah banyak banget yang bilang blog ku musingin&#8230; contoh si Dafhy dia bilang &#8220;baca postinganmu kok mumet yo mbak (doh) (idiot) &#8220;. makjan&#8230; sedih ndak tuh pas baca komeng tersebut&#8230;plus ditambahin nanya di plurk &#8220;blogmu tuch kmpulan agregator y mbak. kok tiap bc posting ada di blog laen&#8221;. dita jawab: &#8220;iyah&#8230; tapi yang aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa yah banyak banget yang bilang blog ku musingin&#8230; contoh si <a href="http://dafhy.net/" target="_blank">Dafhy</a> dia bilang <em>&#8220;baca postinganmu kok mumet yo mbak  (doh)  (idiot) &#8220;</em>. makjan&#8230; sedih ndak tuh pas baca komeng tersebut&#8230;plus ditambahin nanya di plurk <em>&#8220;blogmu tuch kmpulan agregator y mbak. kok tiap bc posting ada di blog laen&#8221;.</em> dita jawab: <em>&#8220;iyah&#8230; tapi yang aku agregat kan blog ku semua&#8230;&#8221;</em></p>
<p>emang sih ini salah dita sendiri, walau pas anuan di citoz yg setelah <a href="http://chikastuff.wordpress.com/2009/03/19/kado-gila/" target="_blank">ulang tahun chika</a> itu, sempet terjadi perbincangan antara diriku dan beberapa orang yang ada disitu (<a href="http://waterbomm.web.id/blog/" target="_blank">imam</a>, dan <a href="http://blog.ichanx.net/" target="_blank">ichanx</a>). ntah karena alasan apa, tau2 terbersit keinginan untuk mengagregat seluruh blog di-ta ke halaman depan blog inih&#8230; (maklum, dita doyan bikin blog, tapi ndak doyan ngapdet) dita pikir, kalo semua blog itu di agregat ke satu tempat, bisa memotifasi diri sendiri supaya jadi sering apdet&#8230; malu doms, kalo setiap dikunjungi isi halaman depan blog ini, masih postingan yang itu lagi-itu lagi. (gaya banget yah&#8230; padahal pembaca juga ndak ada)   (lonely)</p>
<p>setelah keinginan tersebut terbersit, segera putar otaklah diriku ini, gimana caranya biar bisa menjadikan halaman depannya jadi agregator <strong>[cuman halaman depan kok, kalo udah masuk kepostingan waras2 ajah]</strong>. utak sana, utik sini, tweak sana, tweak sini&#8230; jadi lah blog <a href="http://di-ta.com" target="_self">di-ta.com</a> ini, tampilan home nya semacam sekarang ini&#8230; tapih&#8230; ternyata terlalu banyak yg protes ribet, bingung, musingin&#8230; apa mungkin pengaruh dari themes juga yak&#8230; soalnya dita itu suka bongkar2 dan ganti2 themes, berhubung banyak yg luchu, jadi kenapa ndak semua dipasang ajah&#8230; oleh karena itu, halaman depan, sama halaman postingan themesnya beda&#8230; dan itu sekali lagi membuat orang bingung lagi&#8230;  (tears) tapi ya masa dita harus nyamain themes semua blog dita biar cuman yg baca ndak pusying&#8230;  (okok)</p>
<p>apa perlu didepannya diberi tulisan:</p>
<blockquote><p><strong>AWAS jangan pusing! halaman depan memang fungsinya sebagai agregat dari seluruh blog ku!! kalo pusing, silahkan pegang meja yg ada didekat anda&#8230;</strong></p></blockquote>
<p>tentu ndak begitu kan mau nya&#8230; apa perlu ditulis gituh aja&#8230;</p>
<p>apa dita ganti aja themesnya ndak yg gaya magazine macam ini, biar lebih prenly&#8230;</p>
<p>btw, ngomong2 soal agregat, padahal dita udah punya LifeStream juga, yg bikinnya pake <a href="http://www.sweetcron.com/" target="_blank">Sweet Cron</a> (atas anjuran <a href="http://suprieaja.com/blog/" target="_blank">suprie</a>) ini dia&#8230; <a href="http://di-ta.com/ditastream" target="_blank">DitaStream</a>, isinya ya agregat dari <a href="http://fairyteeth.wordpress.com/" target="_blank">blog</a>-<a href="http://akyunix.di-ta.com/" target="_self">blog</a> <a href="http://di-ta.com" target="_self">dita</a>, <a href="http://www.flickr.com/photos/31293354@N02/" target="_blank">flickr</a>, <a href="http://www.youtube.com/user/ditadisini" target="_blank">youtube</a>, <a href="http://vidiviciveni.tumblr.com/" target="_blank">tumblr</a>, <a href="http://ditasukamakan.posterous.com/" target="_blank">posterous</a>, dll  :-D  tapi kok ya masih nekad bikin yg life di blog utama ku ini&#8230; ya ini deh nasib orag keras kepala&#8230;  (okok)</p>
<p>yak segitu aja curahan hati dita kali ini&#8230; (hassle)</p>
<p>oh iya, ini skrinsyurnya&#8230;</p>
<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/04/screenhunter_12-apr-15-19211.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-993" title="screenshoot" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/04/screenhunter_12-apr-15-1921-300x225.jpg" alt="screenshoot" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/agregat-bikin-pusing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Untitled) 2.0</title>
		<link>http://di-ta.com/untitled-2/</link>
		<comments>http://di-ta.com/untitled-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 05:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=964</guid>
		<description><![CDATA[saya adalah orang yang terbiasa mendapatkan segala yang diinginkan (bukan masalah hati atau cinta loh). seperti prinsip &#8216;the Secret&#8217; &#8220;kalau kamu yakin kamu bisa, maka kamu bisa&#8221; segala nya itu ada dalam kekuatan pikiran.. saya adalah orang yang terbiasa berkompetisi dengan diri sendiri &#8220;menetapkan cita2 setinggi langit lalu berusaha keras menggapainya&#8221; bukan jenis yang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya adalah orang yang terbiasa mendapatkan segala yang diinginkan (bukan masalah hati atau cinta loh). seperti prinsip &#8216;the Secret&#8217; <em><strong>&#8220;kalau kamu yakin kamu bisa, maka kamu bisa&#8221;</strong></em> segala nya itu ada dalam kekuatan pikiran.. saya adalah orang yang terbiasa berkompetisi dengan diri sendiri &#8220;<span style="color: #000080;">menetapkan cita2 setinggi langit lalu berusaha keras menggapainya</span>&#8221; bukan jenis yang yang iri karena rumput tetangga lebih hijau, atau terganggu oleh prestasi yang dicapai orang lain&#8230; <strong>hell no!!</strong> dari kecil saya tidak pernah diajarkan untuk takut atau kalah sama sesuatu ataupun seseorang.</p>
<p>diriku lebih takut bila kalah sama diri sendiri n damn, itu beneran terjadi  (idiot)</p>
<p>saat satu-persatu apa yang dicita2kan / diinginkan gugur, atau tidak tercapai dalam target yang ditentukan (oleh diri sendiri) semakin goyahlah keseimbangan dalam diri dita&#8230; *<em>ini tidak berkaitan sama ke PD an dita loh</em>* ini masalah yang ada jauh didalam sana&#8230; saya mah tetep PD abis, tanya aja ama orang2&#8230; (LOL)</p>
<p>mungkin juga terpengaruh sama posisi dita sebagai anak tunggal, jadi seakan2 ada beban, untuk membahagiakan dan mensejahterakan ke2 orang tua dita&#8230; apa lagi kalo ngeliat orang2 seumuran sudah pada bisa ngasih uang kepada orang tuanya, sedang diriku hanya bisa nyusahin ajah.. padahal dari pihak ortu ndak pernah tuh terlontar percakapan macam itu&#8230; cuman sayanya kali yang terlalu keras terhadap diri sendiri&#8230; (idiot)</p>
<p>seperti kata ibu Jane Rubietta,</p>
<blockquote><p>Someone may have stolen your dream when it was young and fresh and you were innocent. Anger is natural. Grief is appropriate. Healing is mandatory. Restoration is possible.</p></blockquote>
<p>saat ini, mungkin dita lagi berada dalam tahap <em>Griefing</em>&#8230; so now, it&#8217;s time to <em>healing</em>&#8230;</p>
<p>menurutku, keyakinan akan kemampuan itu yang paling susah disembuhkan&#8230; mungkin kok kesannya gimana banget yah, rapuh, mudah terluka&#8230; walaupun begitu saya masih cukup PD sama segala kemampuan saya yang lain&#8230; hanya sama 1 hal aja itu runtuh, dan sampai saat ini saya masih percaya dan yakin seyakinnya kalo saya BISA  (woot) dan saya masih mampu berjuang dijalan itu&#8230; tapi rasa nya kok udah mati yah  (thinking) mati rasa kamsudnya&#8230; mungkin dita lagi butuh pelarian ajah&#8230; a great escape&#8230;</p>
<p>lalu&#8230; kemana saya akan pergi?? apakah ke hati mu?? hihihihi&#8230; (haha)</p>
<p># eits jangan Ge-eR  <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>saat ini diriku sedang mengumpulkan serpihan2 itu, mencoba merekatkannya kembali (ndak pake aibon loh)&#8230; entah akan memakan waktu berapa lama, sampai bisa pulih dan kembali membentuk hati yang utuh. coz, daku itu lama dalam memaafkan, terutama memaafkan kesalahan diri sendiri. it took a year&#8230; jadi mari kita sudahi bermuram durja ini, dan kembali menggali potensi diri.. so&#8230;</p>
<h2>Conquer Yourself And Not The World</h2>
<p>or&#8230; <strong>Conquer yourself before you can Qonquer the World&#8230;</strong></p>
<p>God please help me find my old dita.. amiin&#8230;  (worship)</p>
<p><strong>**sekali lagi diingatkan, ini bukan postingan patah hati ato patah cinta. tidak hati yang terluka dalam proses pembuatan postingan ini kecuali hati ku sendiri**</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/untitled-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Untitled) 1.0</title>
		<link>http://di-ta.com/untitled-1/</link>
		<comments>http://di-ta.com/untitled-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 18:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[friends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[**disclaimer: taken from my bestfriend notes at facebook** (scenic) To be able to stand up straight, and always face life with a smile&#8230; Don&#8217;t know when I can actually achieve that&#8230; Looking back at the years that&#8217;s passed, realising how much I&#8217;ve grown&#8230; but still, that impatience, that feeling of &#8220;I&#8217;m still soo far away [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>**disclaimer: taken from my bestfriend notes at facebook**  (scenic)<br />
</strong></p>
<blockquote><p>To be able to stand up straight, and always face life with a smile&#8230;<br />
Don&#8217;t know when I can actually achieve that&#8230;</p>
<p>Looking back at the years that&#8217;s passed,<br />
realising how much I&#8217;ve grown&#8230;<br />
but still,<br />
that impatience,<br />
that feeling of &#8220;I&#8217;m still soo far away from where I need to be&#8230;<br />
and nowhere closer to who I need to become&#8230;&#8221;,<br />
comes back to me every now and then,<br />
as if it has never actually gone away&#8230;</p>
<p>Time and time again,<br />
I tell myself to be patient&#8230; with me&#8230;<br />
but still,<br />
I turned out to be the worst patient I can have&#8230;<br />
hesitant&#8230; but also soo damn stubborn&#8230;</p>
<p>It&#8217;s been a while since my birthday,<br />
but I think I&#8217;d like to add one more wish&#8230;<br />
&#8220;If in the first 25 I only got around getting to know me&#8230;<br />
may in the next 25 I can get around accepting and loving me, for who I am&#8230;&#8221;<br />
Amiinn&#8230;. <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>kami berdua emang cukup mirip, baik fisik maupun yang lain2 (kalo ndak salah pas test IQ pas SMA dulu hasilnya juga mirip) dimulai dari ulang tahun yang tanggalnya berdekatan (dita tgl 10 dia tgl 15), rumah kami juga berdekatan..</p>
<p>Ternyata ndak hanya sampai disitu saja masalah kemiripan kami&#8230; bahkan masalah hati pun kami mirip&#8230; saat ini kami berdua sedang dilanda suatu masalah hati (kasus nya kebetulan kali ini berbeda) masalahnya walau kasus berbeda tidak membuat apa yang kami rasakan jadi beda juga&#8230;  curahan hatinya di notes pesbuk tersebut pada saat yang sama juga mewakili perasaan dita secara tepat, percis, plek!! ndak tau kenapah, padahal kami ndak janjian untuk mellow bareng&#8230;</p>
<p>sangat bodoh kalo dikatakan &#8220;<em>saya tidak atau belum mencintai diri saya</em>&#8221; dulu sekali saya pernah sangat mencintai diriku&#8230; dengan segala kekurangan dan kelebihannya&#8230; saat masih naif. tapi saat ini, dita lagi dalam taraf ndak bisa nerima diri sendiri aja kali&#8230; seperti di tret <a href="http://www.plurk.com/p/mzcdt" target="_blank">plurk dita tadi pagi</a> &#8220;right now,<span></span> I&#8217;m just trying to love myself&#8230; again&#8221; after &#8216;quarter of a century&#8217; and I think now I know who am I, I must try to love my self too&#8230;</p>
<p>and yes, seperti di <a href="http://www.plurk.com/p/n38ae" target="_blank">plurk dita malam ini</a> &#8220;I can&#8217;t ever trust GOD&#8217;s creature named `men`&#8221; mahluk yang berjenis kelamin lelaki itu cukup berperan dalam merusak segalanya &#8230; kenapa dan bagaimananya, cukup dita yang tau&#8230; dibilang trauma sih ndak, yang jelas terluka mungkin.. kalo saat ini ada beberapa orang yang menilai dita &#8216;player&#8217;, it&#8217;s up to him, baby&#8230; I don&#8217;t care&#8230; I just wanna have fun with my self right now&#8230; persetan dengan segala keinginan menikah muda dan punya anak 7. saat ini girl just wanna have fun.  (haha) so kalo kelihatannya flirting sana sini maap yah&#8230;  (ninja) lagi bosen kok sama cowo&#8230; (woot) eh bukan berarti ganti haluan sama cewek loh&#8230;<br />
just wanna be alone right now&#8230; <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dita lagi berusaha memahami mahluk yang bernama lelaki ituh, sekalian berusaha memahami diri sendiri. dita tau, saat kita tidak bisa mencintai diri kita sendiri, kita tidak akan pernah bisa mencintai orang lain (ini general loh yah, bukan hanya pacar)..</p>
<p>dimanakah diriku berada?? I just loose my self.. kalo cinta ilang bisa dicari gantinya&#8230; kalo harga diri yang terluka, kemana mencari penggantinya??  (okok)</p>
<p>*bersambung*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/untitled-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
