<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve&#187; jogja</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/jogja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 01:26:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Oleh-oleh liburan!</title>
		<link>http://di-ta.com/oleh-oleh-liburan/</link>
		<comments>http://di-ta.com/oleh-oleh-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 19:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[mie nyemek]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sate wekwek]]></category>
		<category><![CDATA[spbu]]></category>
		<category><![CDATA[sppbe]]></category>
		<category><![CDATA[tanda nomer kendaraan bermotor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1521</guid>
		<description><![CDATA[Selama 8 hari, kami sekeluarga (saya, bapak dan ibuk) ceritanya pergi berlibur akhir tahun. Kenapa saya bilang &#8220;ceritanya&#8221;? karena ternyata pulangnya kami semua pada tepar, dari yang varises nyokap kumat, pinggang, punggung dan betis saya dan bokap yang serasa dilindes Stomwalsh, karena kami bergantian nyupir sebagai pilot dan co-pilot *saya menyebutnya begitu agar terdengar keren*, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selama 8 hari, kami sekeluarga (<em>saya, bapak dan ibuk</em>) ceritanya pergi berlibur akhir tahun. Kenapa saya bilang<em> &#8220;ceritanya&#8221;</em>? karena ternyata pulangnya kami semua pada tepar, dari yang varises nyokap kumat, pinggang, punggung dan betis saya dan bokap yang serasa dilindes Stomwalsh, karena kami bergantian nyupir sebagai pilot dan co-pilot <em>*saya menyebutnya begitu agar terdengar keren*</em>, serta Flu tahunan saya kambuh. Dan karena satu dan banyak hal lainnya, kami bahkan ndak sempat blanja blenji yang mengakibatkan perjalanan kali ini tampak kurang afdol. Jadi mohon maaf kepada teman-teman, handai taulan, tidak ada buah tangan dari perjalanan kami kali ini <em>*akan dijelaskan dibawah*</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1521"></span>Kota tujuan adalah <strong>Jogjakarta</strong> (4 malam), pergi melalui <strong>Bandung</strong> (nginep 2 malam), dan pulang melalui <strong>Cirebon</strong> (1 malam). Berangkat tanggal 26 Pagi, kembali tanggal 2 malam (ditahun depannya). Terus terang ini merupakan perjalanan terjauh saya mengendarai mobil, selama ini jarak terjauh yang pernah saya tempuh hanyalah Jakarta-Bandung, serta Jakarta-Anyer. Tapi kali ini bokap tampaknya ingin menguji kemampuan saya menyetir dengan mengizinkan saya bergantian dengannya dalam mengemudikan si besar (panggilan saya untuk mobil Teranno bokap). Walau mba <a href="http://restlessangel.wordpress.com/">Memeth</a> mengatakan saya cocoknya jadi <strong>AKDP</strong> aja dulu (Antar Kota Dalam Propinsi) tapi berhubung ketika perjalanan menuju Jogja, saya yang mengantarkan kami bertiga melalui Propinsi Jawa Barat menuju Jawa Tengah, maka dengan bangga saya menahbiskan diri saya sendiri resmi jadi supir <strong>AKAP</strong> &gt;&gt; Antar Kota Antar Propinsi. <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sedang tidak menyupir, saya duduk manis di kursi cadangan sebagai co-pilot yang baik, yaitu mengamati rambu lalu lintas, tanda petunjuk arah jalan, membaca peta, memberi bisikan arah tujuan seperti kekanan atau kekiri, terta memiliki tujuan mulia lainnya seperti menanyakan kepada pilot apakah dia haus, atau ingin mengemut permen?</p>
<p style="text-align: justify;">Oh iya, kenapa perjalanan liburan kali ini menjadikan sesuatu yang sangat menarik sekaligus menggembirakan buat saya pribadi, sebab seumur-umur saya ndak pernah ngerasain namanya Pulang Mudik. Maklum, walau lahir dan dibesarkan di Jakarta, tapi kedua orang tua saya berasal dari Padang Asli, dan menurut adat kami, tidak ada kata Mudik dalam kamus. seperti kata film Merantau, Merantau asli orang Padang itu, artinya mencari peruntungan di negri orang (tempat orang) hingga sukses. Bukan berarti ndak inget sama kampung halaman dan orang tua, tapi yang namanya pulang ke Kampuang Halaman tidak musti dilakukan pada satu Hari saja Hari Raya Lebaran. Pulang Kampuang dapat dilakukan kapan saja, dan tidak terikat aturan, bahkan banyak orang Padang yang serta merta memboyong kedua orang tuanya ke Kota (baca: tempat dia mencari nafkah) sehingga tidak lagi perlu direpotkan sama yang namanya urusan mudik. atau bila dia benar-benar merasa telah sukses, banyak yang kembali ke Kampuang Halaman untuk membesarkan dan membangun kampung halamannya tercinta tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ok, stop. sekarang saya terdengar sangat seksis dan facis. Back to the topic.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya menjadi co-pilot, saya mengatakan pada diri saya sendiri supaya jangan tertidur dan tetap mengajak sang pilot sesekali berbincang agar beliau tidak mengantuk. Salah satu cara agar tidak kehabisan topik, saya memperhatikan lingkungan sekitar, adakah yang luchu atau apalah buat dijadikan topik pembicaraan. setelah mengamati banyak hal, saya menemukan beberapa yang luchu, dan saya catat di PinkBerry tercinta agar tidak lupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, hanya dalam melintasi 3 Propinsi saja, DKI Jakarta-Jawa Barat-Jawa Tengah, saya menemukan banyak sekali Plat mobil yang jarang-jarang bisa saya temukan di Jakarta, tepatnya 23 macam (itu yang terlihat, dan saya yakin masih banyak lagi yang terlewat). Sedikit rasa penasaran dan mendapatkan bantuan dari bertanya di <a href="http://twitter.com/fairyteeth">twitter</a> serta membuka situs <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_Nomor_Kendaraan_Bermotor">ini</a>, akhirnya berhasil menemukan berasal dari kota mana saja kah, plat-plat nomer kendaraan yang saya temui itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/plat-nomor1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1524" title="plat-nomor" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/plat-nomor-254x300.jpg" alt="plat-nomor" width="254" height="300" align="right" /></a>Sumatera</strong><br />
BD = Bengkulu<br />
BE = Lampung</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat</strong><br />
B = DKI Jakarta, Kab/Kota Tangerang, Kab/Kota Bekasi, Kota Depok<br />
D = Kab/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab Bandung Barat<br />
E = Kab/Kota Cirebon, Kab Indramayu, Kab Majalengka, Kab Kuningan<br />
F =  Kab/Kota Bogor, Kab Cianjur, Kab/Kota Sukabumi<br />
T = Kab Purwakarta, Kabu Karawang, sebagian Kab Bekasi, Kab Subang<br />
Z = Kab Garut, Kab/Kota Tasikmalaya, Kab Sumedang, Kabu Ciamis, Kota Banjar</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jawa Tengah, DI Yogyakarta</strong><br />
G = Kab/Kota Pekalongan, Kab/Kota Tegal, Kab Brebes, Kab Batang, Kab Pemalang<br />
H = Kab/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kab Kendal, Kab Demak<br />
K = Kab Pati, Kab Kudus, Kab Jepara, Kab Rembang, Kab Blora, Kab Grobogan, Kec Cepu<br />
R = Kab Banyumas, Kab Cilacap, Kab Purbalingga, Kabn Banjarnegara<br />
AA = Kab/Kota Magelang, Kab Purworejo, Kab Kebumen, Kab Temanggung, Kab Wonosobo<br />
AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kab Bantul, Kab Gunung Kidul, Kab Sleman , Kab Kulon Progo<br />
AD = Kota Surakarta, Kab Sukoharjo, Kab Boyolali, Kab Sragen, Kab Karanganyar, Kab Wonogiri, Kab Klaten</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jawa Timur</strong><br />
L = Kota Surabaya<br />
N = Kab/Kota Malang, Kab/Kota Probolinggo, Kab/Kota Pasuruan, Kab Lumajang, Kota Batu<br />
P = Kab Bondowoso, Kab Situbondo, Kab Jember, Kab Banyuwangi<br />
W = Kab Sidoarjo, Kab Gresik<br />
AE = Kab/Kota Madiun, Kab Ngawi, Kab Magetan, Kab Ponorogo, Kab Pacitan<br />
AG = Kab/Kota Kediri, Kab/Kota Blitar, Kab Tulungagung, Kab Nganjuk, Kab Trenggalek</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bali, Nusa Tenggara</strong><br />
DK = Bali</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sulawesi</strong><br />
DD = Sulawesi Selatan</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selain memperhatikan Plat kendaraan, tentu ada juga beberapa hal remeh-temeh lainnya yang saya perhatikan, seperti:</p>
<p style="text-align: justify;">Disekitar Cilacap sana (Majenang, Wangon, Rawalu, Buntu, dan seterusnya) disepanjang jalannya saya melihat adanya rambu seperti ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Awas Pipa BBM Bertekanan Tinggi / Awas Sepanjang Jalur BBM Pertamina</p>
<p><em>Dilarang:</em><br />
1. Mendirikan Bangunan<br />
2. Membakar Sampah<br />
3. Menanam Pohon Keras</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saya bertanya sama bapak, kenapa begitu? kata bapak saya, kalau mendirikan bangunan, dikhawatirkan ketika menggali buat pondasi akan mengenai pipa, bila membakar sampah dikhawatirkan panasnya akan meninggikan suhu BBM dalam pipa sehingga dapat timbul hil-hil yang ndak diinginkan, sedang menanam pohon keras dapat mengakibatkan pipa rusak oleh akarnya (pohon keras itu pohon-pohon yang memiliki akar tunggak luruk ke bawah).</p>
<p style="text-align: justify;">ada poster yang berisi pengumuman:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kambing Hilang!! Harap Lapor</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&gt;&gt; sepertinya warga situ ada yang kehilangan Kambing</p>
<p style="text-align: justify;">ada juga berbagai rumah makan seragam, yang bila di satu daerah ada menjual suatu makanan maka dijamin satu daerah tersebut akan penuh rumah makan yang menyajikan makanan serupa, contohnya:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Sate wek-wek</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-1525" title="sate-wek-wek" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/800px-Sate_bebek_071006-0267_tbk-300x155.jpg" alt="sate-wek-wek" width="300" height="155" /></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&gt;&gt; sate bebek pasti ini maksudnya</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Mie Nyemek</p>
<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG01032-20091020-19401.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1526" title="mie-nyemek" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG01032-20091020-1940-300x225.jpg" alt="mie-nyemek" width="300" height="225" /></a></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&gt;&gt; adakah yang tau??? Terus terang saya ndak tau apa itu mie nyemek. Kata nyokap mie nyemek itu keras, setengah matang dan belum empuk, entah benar atau tidaknya ndak diketahui, sebab kami tidak mampir tuk mencicipi</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, ada juga jembatan <strong>timbang barang</strong>, yang tentu saja fungsinya menimbang truk-truk yang akan lewat apakah memenuhi standar atau kelebihan muatan, dan luchunya ternyata ada juga <strong>tempat Periksa Hewan Ternak</strong>, mungkin fungsinya memeriksa apakan mobil yang memuat ternak, ternaknya itu sehat atau tidak, kali-kali bisa menularkan ke ternah setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, saya melihat gedung-gedung yang di luarnya bertuliskan <strong>SPPBE</strong>. Apa pula itu?? selama ini saya taunya hanya <strong>SPBU</strong> (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), ituloh tempat kita biasa ngisi bensin. Ternyata setelah gugling, barulah saya mengetahui bahwa SPPBE itu adalah <strong>Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji</strong>, tempat pengangkutan LPG curah hingga ke pengisian tabung Gas Elpiji.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah segitulah oleh-oleh yang dita bawa dari perjalanan kali ini, lumayan bikin timbul banyak pertanyaan di otak saya, dan bikin juga sibuk menggugling ketika sempat&#8230; untung ada yang namanya teknologi&#8230; <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">oh iya, soal kenapa pulang ndak bawa oleh-oleh fisik, disambung di postingan berikutnya aja deh&#8230; :mgreen:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/oleh-oleh-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

