Fashion Rescue

Well, I know the headline just Le-to the-Bay. Tapi dengan keadaan cuaca gak karu-karuan seperti yang terjadi belakangan ini, cukup sulit untuk menentukan “pakaian apa yang akan dikenakan hari ini?”. Saat kita bangun pagi, menatap keluar jendela, matahari bersinar cerah cenderung terik, tentu kita berharap sepanjang hari itu akan sama cerah ceria nya. Tapi siapa yang bisa menyangka bahwa selepas makan siang, awan bergulung hitam, petir menyambar dan hujan turun begitu derasnya… Shoot! I don’t bring my coat, and apperantly wear my best stiletto!

Hal tersebut juga berlaku sebaliknya, saat subuh kita bangun, hujan deras tak memberi tanda akan usai, sehingga turun dari tempat tidur aja begitu sulit membayangkan mandi dengan air dan udara yang sangat dingin. Dengan bijak kita memilih memakai pakaian paling tebal yang ada dilemari, memilih sepatu boot setinggi dengkul dengan kekhawatiran akan terjadi banjir dibeberapa tempat, and voila.. Tepat selepas waktu dhuha matahari muncul dan dengan sadisnya bersinar terik hingga petang, dan kita sukses saltum dan kuyup kepasanan.

Jadi hal paling tepat untuk dilakukan adalah memilah dan memilih jenis pakaian yang ada di lemari.

1. Keluarkan seluruh baju hangat mu, such as jacket, cardigan, trench coat, coat, shrug or what ever, as long as dia bisa dipakai terpisah (bukan sweater yang harus sekali lep). Segala jenis dan model boleh dipakai, even the weirdest one yang biasanya terlalu malu buat dipakai harian.

Continue reading →

Sexy n Cantik gak harus selalu menderita

3girls-1“Kenapa ya, kalau yang sexy-sexy pasti bikin gak nyaman? Gak cowo, gak sepatu sama aja! Pengen tampil keren nan gaya pake sepatu cantik dan sexy, kaki sakit menderita, tapi kan ya.. Orang-orang bilang, beauty is painful baby… Duh gimana donk??” Begitu keluh kesah salah satu sahabat kami dipagi hari sambil sarapan di kantin.

Diriku melirik kesebelah, ingin tau reaksi miss Pumpidora. Beliau tampak adem ayem aja, tumben biasanya langsung nyerocos kalo denger sepatu. Ternyata oh ternyata, dia sedang mengerenyitkan kening dan berfikir keras.

“Kenapa say?” Tanyaku.

“Itu.. Kalimat barusan mengingatkan gw akan sesuatu, tapi apa yaa… Kok lupa.. Bentar gw inget-inget dulu, baru nanti gw komen ya cyiinn.”

Lalu Ms Pumpidora berfikir sambil menghabiskan morning coffeenya. Dan kamipun meneruskan sarapan kami.

Setelah kelar makan, Ms Pumpidora melipet serbet lalu duduk manis, menandakan bahwa dia siap dengan segala kicauan nya tentang sepatu.

Continue reading →