<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve&#187; ficfact</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/ficfact/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:58:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kamu. #tentangkamu #haripertama</title>
		<link>http://di-ta.com/kamu/</link>
		<comments>http://di-ta.com/kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 16:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[#haripertama]]></category>
		<category><![CDATA[#tantangkamu]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=3481</guid>
		<description><![CDATA[Kamu. Setiap pagi aku terbangun, dengan bayang suram wajahmu dalam mimpiku. Samar. Sulit untukku memastikan siapa kamu yang selalu hadir di mimpi itu. Apakah aku mengenalmu?  Atau kamu hanyalah khayalanku? Semua terasa begitu sempurna, we&#8217;re a perfect couple, hingga aku tersadar bahwa itu hanya mimpi. Siapa kamu sebenarnya? Dimana aku bisa menemukanmu? Seseorang dari masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/03/mimpi-dimalam-hari.jpg"><img class="alignright  wp-image-3482" title="mimpi-dimalam-hari" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2012/03/mimpi-dimalam-hari.jpg" alt="" width="264" height="382" /></a>Kamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap pagi aku terbangun, dengan bayang suram wajahmu dalam mimpiku. Samar. Sulit untukku memastikan siapa kamu yang selalu hadir di mimpi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah aku mengenalmu?  Atau kamu hanyalah khayalanku? Semua terasa begitu sempurna, <em>we&#8217;re a perfect couple</em>, hingga aku tersadar bahwa itu hanya mimpi.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa kamu sebenarnya? Dimana aku bisa menemukanmu? Seseorang dari masa laluku, atau datang dari masa depan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya wajahmu yang selalu terlupakan di pagi hari. Aku ingat renyah suaramu. Harum tubuhmu, gelak tawamu. Rengkuh lenganmu di tubuhku. Ah, aku lupa, ternyata namamu juga aku tak tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memanggilmu kakak, dalam mimpiku. kita begitu dekat di hati, namun jauh dalam jarak.<span id="more-3481"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Makin hari, makin malas rasanya untuk bangun dari tidur. Aku tak ingin kehilanganmu. Tidur menjadi hal yang ku tunggu-tunggu setiap malamnya, karena ku yakin, kamu akan kembali menemuiku di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumpah mati aku penasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kau ada. Atau hanya bunga tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin sulit bagiku membedakan mana bayangan dan realita. Kadang aku seperti merasakan hadirmu dalam siang hariku. Tapi tiap kali aku melihat ke belakang dan mencari, tidak ada kamu disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam-malamku mulai dilanda kecemasan. Kadang kamu tak lagi hadir dalam mimpiku. Apa salahku? Tidurku hampa dan kosong. Hanya keheningan malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak cinta lagikah kau padaku? Hilang semua rasa yang kita pupuk bersama?<br />
Atau kamu marah karena aku meninggalkan setiap pagi?</p>
<p style="text-align: justify;">Aku harus memastikannya. Malam ini aku sudah mempersiapkan sesuatu yang istimewa. Yang akan mengikat kita selamanya. Cukup satu teguk, kita akan selalu bersama. Aku cuma ingin&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tragedi bunuh diri di kota besar semakin sering ditemukan&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Polisi menemukan mayat seorang wanita yang mengakhiri hidupnya dengan menelan racun, di sebuah apartment di tengah kota&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">#tentangkamu <a href="http://ceritatentangkamu.posterous.com/hari-pertama">#haripertama</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://twitter.com/#!/fairyteeth">@fairyteeth</a></p>
<p style="text-align: justify;">Gambar dipinjam dari <a href="http://niesyaputri.blogspot.com/">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>baik salah! jahat salah! gimana donk?</title>
		<link>http://di-ta.com/baik-salah-jahat-salah/</link>
		<comments>http://di-ta.com/baik-salah-jahat-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 04:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[baik hati]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jual mahal]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1861</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu sore yang cerah seorang teman datang mengadu padaku, &#8220;kamu tau gak&#8230; aku binguuunnggg&#8230;.&#8221; &#8220;kamu bingung kenapa?&#8221; tanya ku &#8220;aku bingung dit. serba susah.&#8221; &#8220;ya apanya yg serba sulit&#8221; aku semakin gemes mendengarnya. &#8220;kamu tau kan si anu?&#8221; &#8220;iya, kenapa dia?&#8221; aku makin tertarik begitu dia menyebutkan nama. &#8220;aku sebel! masa dia bilang ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/05/bingung1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1862" title="bingung" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/05/bingung-300x294.jpg" alt="" width="300" height="294" /></a>Di suatu sore yang cerah seorang teman datang mengadu padaku,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;kamu tau gak&#8230; aku binguuunnggg&#8230;.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;kamu bingung kenapa?&#8221; tanya ku</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;aku bingung dit. serba susah.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;ya apanya yg serba sulit&#8221; aku semakin gemes mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;kamu tau kan si anu?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;iya, kenapa dia?&#8221; aku makin tertarik begitu dia menyebutkan nama.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>&#8220;aku sebel! masa dia bilang ke orang2 kalo aku suka sama dia&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;lalu kamu suka juga apa ndak?&#8221;</em> aku semakin penasaran sama dirinya.. maklum temanku sudah terlalu lama menjomblo&#8230;</p>
<p><em>&#8220;ntah lah dit. sepertinya sih ndak. kalau pun misalnya aku suka jadi ilfill</em>.&#8221; begitu jawaban teman ku itu.</p>
<p><em>&#8220;childish banget dit. masa aku kasih perhatian dikit, dia langsung ngadu kalo aku suka sama dia. padahal aku kan juga bisa berbuat yang sama ke orang lain, kebetulan saja saat itu yang ada dia&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;kamu tau kan dit, aku orangnya gimana? aku emang begini, baik sama semua orang, gag cewe gag cowo.&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1861"></span>&#8220;iya saayy&#8230; aku tauuu&#8221; jawabku sambil merengkulnya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>&#8220;kamu tau dit, setelah kejadian itu, aku sempet mendapat perlakuan tidak enak. aku didiemin, dianggap ndak ada.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;padahal siapa dia. kok jadi orang ke ge-eran banget.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;apa semua cowo begitu dit?&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">waduh aku harus jawab apa ini? aku sendiri bingung sama jawabannya, soalnya kadang cowo emang nyebelin. &#8220;ya ndak lah say&#8230; gag semua cowo kayak teman mu itu&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;sudahlah cowo kayak gitu ngapain kamu pikirin.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;iya dit&#8230; sungguh bodohnya diriku. selama ini aku pikir dia baik. ternyata sama aja piciknya dengan pria kebanyakan lainnya&#8221;</em> masih sambil sesengukan temanku berkata.</p>
<p style="text-align: justify;">sekarang teman saya itu dan si anu sudah temenan lagi seperti biasa, mungkin akhirnya si anu jadi waras pikirannya, bahwa teman saya memang sifatnya seperti itu, dan bukan karena suka sama dia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">disuatu siang yang terik, teman saya itu kembali datang dengan muka kalut seperti sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;ditaaaaaaa&#8230;..&#8221;</em> dia berhambur kepelukanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;iya saayy&#8221; menyambut pelukan hangat penuh tangisnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;aku melakukan kesalahan yang samaaa&#8230;.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;apalagi saay&#8221; aku berusaha mengingat-inget kesalahan apa yg telah dia perbuat.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;sungguh bodoh, aku kok ya ndak kapok-kapok&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;iyaa&#8230; kapok kenapa?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;ituuu&#8230; yg kayak waktu itu, aku berbuat baik sama cowo.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;oooo bulet&#8230; lalu? si anu nyuekin kamu lagi?&#8221; aku udah mulai mudeng masalahnya apaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;nope. this is different case&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;oooo lain lagi orangnya?&#8221; mulai menyimak dengan serius.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>&#8220;hooh&#8221;</em> jawabnya sambil mengangguk.</p>
<p><em>&#8220;sekarang lebih dari satu diitt&#8230; aku salah apa yaaa&#8230; kok hidup ku susah banget&#8221;</em> dia mulai kembali sesengukan.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;loh ya ndak salah apa-apa toohh&#8230; kamu kan cuman mau berbuat baik sepertia biasa&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;nah itu dia&#8230; yg kali ini ndak ge-er an seperti yg waktu itu&#8230; cumaannnn&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;cuman?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;mereka jadi serius. mereka pikir aku emang suka juga sama mereka&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">mataku membulat mendengarnya&#8230; sebab itu seharusnya menjadi kabar baik buat teman ku itu&#8230; siapa tau dia mau mengakhiri masa jombonya sekarang. &#8220;lalu&#8230; lalu&#8230; kamu suka juga sama dia?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;ndak!&#8221;</em> jawab temanku datar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;hah?&#8221; aku terconclang mendengarnya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>&#8220;aku bukannya ndak suka&#8230; aku emang baik seperti biasa, dan tadinya emang aku pikir kali-kali aja bakalan cocok, tapi ternyata ndak.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;tapi maksudku kan kita temenan aja duluuu&#8230; temen sama semuaaa&#8230; kita temenan ajaaa..&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;emang susah ya&#8230; cewe sama cowo gag bisa apa kalo cuman temenan, selalu ada aja yang minta lebih&#8230; padahal aku mengganggap mereka semua itu temaaann</em><em>nn&#8221;</em> makin tergugu teman ku itu&#8230;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;lha ya bisa toh.. aku punya banyak&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;nah maka itu dit.. aku harus gimana?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;ya gag gimana-mana, kalau kamu emang gag suka juga sama dia, kamu tinggal tolak secara halus khan&#8221; nasihat ku</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;udah dit&#8230; gag mempan&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;berarti harus secara gamblang. atau bilang kita cuman temenan aja ya.. gag lebih.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;baiklah&#8230; akan kucoba&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">lalu teman ku pulang dengan hati sedikit lega.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">si suatu malam yang dingin kawan ku tersayang itu datang lagi mengadu kepadaku.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;ditaaa&#8230;&#8221;</em> dia datang dengan muka agak pucat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;kenapa ciin?&#8221; tanya ku.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;I did it again.&#8221;</em> katanya bermuka masam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;kamu ngapain lagii ciiin?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;seperti biasa dit, kebaikanku berbuah kemasaman&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;nah loh&#8230; apaan tuh?&#8221; aku jadi bingung.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;hal yang sama terulang lagi. aku baik dan perhatian sama orang, padahal gag punya maksud apa-apa. tapi kok ya akhir-akhir ini, aku merasa dia agak menjauhi aku, atau berkata-kata secukupnya aja.&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;waduh&#8230; ciiin&#8230; kamu kok ya ndak belajar dari pengalaman toohh&#8221; aku semakin gemes dengan dirinya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>&#8220;itulah masalahnya.aku ndak merasa kayak yg dulu itu kok.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;kalau yg dulu itu, setelah aku pikir-pikir kok ya aku emang kayak ngasih harapan, padahal ndak. makanya si anu bisa pede banget dan berkoar-koar seakan-akan aku naksir dia.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;padahal ndak!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;nah yang ini, mungkin aneh, aku biasa aja perhatian sama dia, aku juga perhatian sama teman yang lain dengan kadar yang sama kok.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;emang dia nya aja yang aneh. udah gitu malah bikin sebel. dan bikin bingung aku diiit. aku kan udah mulai pinteran dikit nih, setelah kaumceramahin mulu.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;saat aku rasa aku sudah terlalu baik, aku mundur. takut si teman ge-er. eh, aku dibilang sombong. aku dibilang jual mahal.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;padahal aku kan cuman gak mau dia salah sangka. ntar dikira aku naksir dia.&#8221; </em>temen ku manyun.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;trus pas kamu dibilang jual mahal, kamu ngapain?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;ya aku kembali baik sama dia&#8221; </em>:<em>|</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Adezig&#8230; ya gag bingung deh kalo orang suka salah sangka sama sikap temanku itu&#8230; sebagai seorang wanita. dia sangat baik. SANGAT BAIIIKKKK. tapi kadang, keBAIKannya itu menjadi bumerang buat dirinya. kebaikannya jadi terasa biasa saja. banyak cowo yang suka salah sangka sama sikapnya. jadi banyak cowo nempel, tapi ya dia gag mau. juga banyak cowo menjauh <em>(nah yang ini biasanya tipe-tipe konvensional, yang ngerasa cewe suka duluan sama cowo itu NDAK PANTES. padahal belom tentu sang kawan emang suka sama dia.)</em> nah sedangkan cowo-cowo yang seharusnya bisa mendekatinya juga jadi ragu, karena si cewe terlihat dekat dengan semua teman lelakinya. temanku ini sangat baik dan gag tegaan buat menolak permintaan orang. sungguh halus hatinya. tapi sekali lagi sikapnya itu bikin bingung banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pria-pria yang tidak suka sama dia, tapi karena dia baik, jadi salah sangka. Pria-pria yang suka sama dia, tapi belom tentu dia suka, juga tersakiti oleh dengan sikap baiknya. belom lagi Pria-pria ragu yang berada dipersimpangan yang bisa jadi suka, bisa juga gag suka, bingung sama sikapnya yang baik ke setiap pria <em>(mungkin mereka khawatir kebaikan teman saya kepada seluruh pria itu akan tetap, bahkan setelah teman saya menjalin hubungan denga salah seorang pria tersebut).</em></p>
<p style="text-align: justify;">masalahnya sebenrnya cukup sederhana. teman saya itu paling takut dibilang jahat. dia paling anti di bilang sombong, jual mahal dan sebagainya&#8230; dia paling senneg membahagiakan orang lain<em> (teman cewe maupun teman cow</em><em>o)</em> jadi jangan heran kalau dia temannya banyak. anaknya supel periang, baik hati, pengertian dan disayang banget sama semua temannya. sehingga orang umum juga heran kenapa saat ini dia tidak punya pasangan. dia dicap suka pilih-pilih dan sebagainya. padahal justru karena kebaikannya itulah dia cilaka&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><span>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>menurut kalian nasihat apa yang sebaiknya saya sampaikan ke teman saya ini, agar dia tidak menyakiti perasaan teman-temannya, tapi dia juga tidak <em>&#8220;disakiti&#8221;</em> oleh teman-temannya itu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>teman saya ini orangnya gag bisa nolakkan&#8230; </strong><em><strong>(bukan nolak cowo</strong></em><strong><em>)</em> kalau orang bilang atau minta tolong apapun pasti dia IYA in. saya sendiri khawatir, dia bakal dikerjain orang gak ya&#8230; Moto hidupnya adalah pantang berkata tidak pada teman. <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>tolongin teman saya yaa&#8230; <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-weight: normal;"><em>*iya saya tau ini postingan lama saya di </em><a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/16/baik-salah-jahat-salah-gimana-donk"><em>ngerumpi</em></a><em>*</em></span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/baik-salah-jahat-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayang.. pacarmu itu kakakmu!</title>
		<link>http://di-ta.com/pacarmu-kakakmu/</link>
		<comments>http://di-ta.com/pacarmu-kakakmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 03:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[family afair]]></category>
		<category><![CDATA[secret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1848</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Papa kan udah pernah bilang kalau kamu gak boleh deket-deket dia lagi!&#8221; &#8220;emangnya kenapa sih pa? Dhika kan baik!&#8221; Teriak Astrid. &#8220;nilai-nilainya selalu bagus, wajahnya juga tidak jelek, dia selalu mengantar Astrid pulang. Dia peduli dan sayang sama Astrid&#8221; &#8220;Dia selalu ada buat Astrid! gag kayak papa!&#8221; Astrid berlari ke kamar lalu membanting pintu. &#8220;Selalu! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/05/secret1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1849" title="secret" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/05/secret-207x300.jpg" alt="secret" width="207" height="300" /></a>&#8220;Papa kan udah pernah bilang kalau kamu gak boleh deket-deket dia lagi!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;emangnya kenapa sih pa? Dhika kan baik!&#8221; Teriak Astrid.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;nilai-nilainya selalu bagus, wajahnya juga tidak jelek, dia selalu mengantar Astrid pulang. Dia peduli dan sayang sama Astrid&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dia selalu ada buat Astrid! gag kayak papa!&#8221; Astrid berlari ke kamar lalu membanting pintu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selalu! kamu selalu lari kalau papa lagi ngomong!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Terdengar teriakan dari dalam kamar &#8220;Astri bosen, denger papa ngomong jelek mulu tentang Dhika! Astrid pusiiiiiinggg!!!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi yang papa bilang itu kan bener.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bodo!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Astrid menangis didalam kamar, tidak mengerti mengapa papanya akhir-akhir ini selalu marah soal Pacarnya itu. padahal sebelumnya papa sangat baik pada Dhika, ntah kenapa sejak sebulan belakangan sikap papa berubah 180 derajat. Papa yang tadinya juga sayang sama Dhika, sekarang menjadi sangat benci seakan-akan Dhika merupakan kutu yang harus diinjek sampai mati.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1848"></span>Astrid sungguh tidak mengerti, dan merasa tidak ada kekeliruan yang telah diperbuat sang pacar terhadap ayahanda. Tapi sikap papa justru semakin keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dengan rasa sebal masih menggondok, astri bangun dan mencuci muka, sambil membayangkan kembali pertemuan pertamanya dengan Dhika.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu Astrid masih anak baru dikampusnya&#8230; Karena Astrid tidak banyak mengenal teman-teman kuliahnya, dia jadi terbiasa menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan, disanalah ia berkenalan dengan Adhika. Senior 2 tingkat diatasnya. Orangnya ramah, supel, baik, pinter pula. Beberapa mata kuliah yang agak sulit dirasakan Astrid, dapat dengan mudah diajarkan oleh Dhika. Dhika selalu menyempat kan diri untuk belajar bersama, mengantarkan Astrid pulang dengan sepeda motor bututnya. Dan mamapun langsung suka dengannya, begitu jugalah papa pada awalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa dibilang kami berdua sangat mirip satu sama lain, baik sifat, maupun &#8216;kata orang&#8217; wajah kami berdua. ketika itu kupikir, &#8220;Ah itu mungkin artinya kami emang jodoh&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berdua terlalu sehati, kalau Astrid merasa susah, tau-tau Dhika nelepon bilang kalau perasaannya gag enak. Baru kali ini Astrid ngerasa aada orang yang bener-bener bisa ngertiin dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sejak sebulan yang lalu, sikap papa ke Dhika berubah total. Tidak tahu karena apa, papa mulai mengungkit-ungkit masalah orang tua Dhika.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, Dhika pernah bilang kalau ia dibesarkan hanya oleh Ibunya, dan menurut ibunya, Ayahnya meninggal ketika ia masih dalam kandungan. Tapi entah kenapa sekarang ayah bilang kalau latar belakang keluarga Dhika bermasalah. Yang katanya gag punya bapak lah, yang katanya ibunya wanita nakal lah. Padahal sepengetahuan Astrid ibu nya Dhika adalah wanita yang bersahaja.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada, aja alasen papa untuk memisahkan kami. Dimulai dari membelikan mobil, dan menggajikan supir untuk mengantar jemput, menyewa mata-mata biar kami tidak bisa bertemu, dan lain sebagai nya. Sungguh aneh!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan yang lalu. di suatu pusat perbelanjaan</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Papanya Astrid sedang berbelanja, dan tau-tau dia merasa seperti melihat orang yang dulu sangat dia kenal. Pelan-pelan dia dekati, dan hendak menyentuh bahu perempuan setengah baya itu, ketika tiba-tiba wanita itu membalik badanya sehingga mereka berdua saling berhadapan.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Laras?&#8221;</p>
<p>&#8220;Prabu?&#8221; kata wanita itu kaget, hingga menjatuhkan kantung belanjaan yang sedang dia pegang.</p>
<p>&#8220;Laras. Sudah 25 tahun kita tidak pernah bertemu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak pernah bisa melupakan mu. Kamu tidak berubah Laras. tetap cantik seperti Laras yang aku kenal dulu&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Wajah wanita itu memucat, dia sungguh tidak percaya, bahwa lelaki yang dulu pergi meninggalkannya begitu saja, sekarang berdiri dihadapannya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Kamu masih inget aku kan? Aku Prabu.&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja Laras masih ingat. Prabu adalah satu-satunya pria dihatinya, seluruhnya telah dia persembahkan untuk lelaki itu, hidupnya, jiwanya, cintanya sampai tubuhnya. Tapi apa yang ia dapatkan kekecewaan. Lelaki itu pergi meninggalkannya untuk menikah dengan wanita lain. Dia Meninggalkannya beserta anak yang ada dalam kandungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan air mata jatuh menitik dari mata tua wanita itu. tangis yang telah ditahannya selama 25 tahun keluar tak tertahankan. Dia menggeleng perlahan.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Laras mengapa kamu menangis? tidak senang bertemu denganku?&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Wanita itu menggeleng semakin kencang, bagai mana dia bisa merasa senang atau sedih, dia sendiri bingung akan perasaan didadanya. Seharusnya dia marah, dan memaki lelaki itu. tapi suaranya tak keluar.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Laras, aku terus mencarimu, tapi kamu seperti raib ditelan bumi. Orang tua mu tutup mulut tidak mau mangatakan kemana diri mu pergi. Aku khawatir laras&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau kamu khawatir padaku, kenapa kamu kawin dengan wanita lain Prabu&#8230;&#8221; jawab Laras perlahan.</p>
<p>&#8220;Aku dipaksa kedua orang tuaku, kamu tahukan. Saat itu aku sedang butuh bantuan mereka buat memodali perusahaan yang sedang kubangun&#8221;</p>
<p>&#8220;itu kan buat kebahagian kita juga.&#8221;</p>
<p>&#8220;KITA!?!?&#8221; Wanita itu menjerit tak tertahankan. &#8220;Kamu kira aku apaan? wanita simpenan atau apa? kamu pikir aku bakal tega merebut mu dari sisi istri dan anak2 mu kelak hanya berbekal cinta monyet yang kita rasakan waktu itu? &#8221;</p>
<p>&#8220;Aku juga wanita Prabu! aku tau bagaimana rasanya sakit hati bila orang yang kita cintai diambil oleh orang lain&#8221; Laras menjawab sembari menahan derasnya air mata yang mengalir.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mereka berdua terdiam. lalu tau-tau HP si wanita berbunyi.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Oh, kamu sudah sampai? ibu kedepan aja ya, dhika ndak usah parkir&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Deg. Jantung Papanya Astrid berhenti berdetak sepersekian detik.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Siapa nama anakmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dhika. Adhika Pratama&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lha itu kok namanya sama dengan nama pacarnya Astrid, begitu perasaan Papa Astrid.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Salam buat anak mu&#8221; lanjutnya sambil tersenyum.</p>
<p>Laras sudah berjalan menjauhi si lelaki. dia menoleh pelan tersenyum dan berkata, &#8220;<strong>maksudmu Anak KITA</strong>.&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Gelegaarrrr&#8230;. Bak Petir menyambar disiang hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Papanya Astrid pulang dalam keadaan setengah sadar, untung saat itu dia membawa supir.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah akhirnya merenung dirumah, menghitung-hitung tahun yang telah berlalu, Prabu memutuskan untuik menyewa detektif untuk menyelidiki benar atau tidaknya Dhika itu anaknya dengan  Laras. Hasil yang didapat sudah tidak mengejutkan lagi. Bahwa benar Astrid dan Dhika adalah adik dan kakak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itulah sikapnya berubah total, Astrid tidak boleh sampai berhubungan dengan Dhika. Mereka masih saudara. Berbagai cara dilakukan untuk memisahkan mereka berdua, tapi Prabu tidak ingin mereka tahu alasan yang sebenarnya, hingga dikarangnyalah seribu satu alasan. Tapi tidak satupun bisa masuk ke otak anak gadisnya yang lagi kasmaran itu. Dia hanya takut kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kalau dia harus berkata jujur, dia takut kalau Istrinya nanti bisa sakit. saat ini Istrinya mengidap penyakit jantung. Daia takut kalau kesahatan istrinya akan terganggu, bila ia berkata jujur.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah sepertinya aku harus jujur juga dengan mereka.&#8221; Kata Papanya Astrid.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aku tidak mau kalau sampai berdosa, bila tidak mengatakan hal yang sesungguhnya. Dan Aku harus terima semua dampak yang bakal terjadi, karena Astrid pasti bakal marah besar, dan Istriku juga bakal mendapat serangan jantung&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan, Prabu memanggil istrinya untuk bersama-sama berbicara dengan Astrid yang sedang mengurung diri dikamar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mah, ada yang mau papa bicarakan, dan itu juga berkaitan dengan kenapa papa melarang Astrid berhubungan dengan Dhika.&#8221; Katanya perlahan sambil menggandeng tangan sang istri. Perlahan mereka berjalan kearah kamar Astrid.</p>
<p style="text-align: justify;">Diketoknya kamar itu, &#8220;Astrid. Keluar sebentar&#8230; ada yang papa mau bicarakan ke kalian berdua&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Sebenernya tadi bukan mau nulis ini, tapi ceritanya berubah ditengah jalan <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>ganbar sangat tidak nyambung, tapi berhubung kelihatannya bagus, maka saya pakai&#8230;<br />
</em></strong>
</p>
<p style="text-align: justify;">kesimpulannya, menyambung sedikit tulisan dita sebelomnya <a title="Single Mum or Married unhappy" href="http://di-ta.com/single-mum-or-married-unhappy/">disini</a> tentang pilihan menikah atau jadi single mum, semua sebab akan ada akibatnya. berani berbuat berani bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">disini diceritakan bahwa sang lelaki tidak menyadari kalau dia memiliki anak dengan wanita lain selain istrinya. tapi dalam kehidupan nyata tidak selalu begitu. Yang namanya Rahasia Besar seperti hal ini menurut saya tidak boleh ditutup-tutupi. sebab bila kelak, ternyata anak kita jatuh cinta pada saudara sedarahnya, dan orang tua ikut bertanggung jawab atas dosa yang akan terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Labih baik jujur kepada pasangan, apalagi bila itu menyangkut keturunan. Banyak kan kita denger cerita, orang menikah incest tapi tidak mengetahui hal tersebut dan baru diketahui setelah nasi jadi bubur.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah dari pada terlambat dan menjadi dosa, alangkah lebih baik nya jujur diawal, walau pasti pake acara marah2an, ambek2an  dsb, toh kalau benar cinta, masa lalu akanlah tetap masa lalu.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>So for the Girl, if you pregnant, tell the boys, masalah dia mau tanggung jawab atau tidak urusan belakangan, yang penting dia tau, kalo dia punya anak denganmu, sehingga kelak anak kalian tidak akan incest.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>for all the player outside there&#8230; just remember this carefully&#8230; hati2 menyebar benih, karena justru biasanya kelak yg saudara sedarah itu sangat gampang jatuh cinta (analoginya mereka sedarah gitu, jadi sudah pasti penyesuaian akan menjadi setengah dari yang bener2 gag ada hubungannya sama sekali)&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>eh tulisan ini tidak terlalu menyeramkan khan?? <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /><br />
</strong>
</p>
<p style="text-align: justify;"><em>*iya saya tau ini postingan lama saya di </em><a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/04/sayang-ternyata-aku-adikmu"><em>ngerumpi</em></a><em>*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/pacarmu-kakakmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#Aska</title>
		<link>http://di-ta.com/aska/</link>
		<comments>http://di-ta.com/aska/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 04:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[#aska]]></category>
		<category><![CDATA[cerpentweet]]></category>
		<category><![CDATA[oscar]]></category>
		<category><![CDATA[oscar lawalata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1766</guid>
		<description><![CDATA[Semalam diperjalanan pulang dari #JavaJazz2010 iseng membuka twitter, secara kebetulan timeline saya agak sepi (mungkin efek banyak yang lagi konsen di #JJF, dan disana sinyal agak sedikit bikin gregetan) mata saya menangkap sebaris tulisan yang agak misterius. Karena penasaran, maka tangan saya tertarik untuk meng-klik hashtag #Aska yang ditulis oleh seseorang  yang saya Follow. After [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semalam diperjalanan pulang dari #JavaJazz2010 iseng membuka twitter, secara kebetulan timeline saya agak sepi (mungkin efek banyak yang lagi konsen di #JJF, dan disana sinyal agak sedikit bikin gregetan) mata saya menangkap sebaris tulisan yang agak misterius. Karena penasaran, maka tangan saya tertarik untuk meng-klik hashtag #Aska yang ditulis oleh seseorang  yang saya Follow. After reading the #Aska story, completely I cried outloud.. shame on me :&#8217;( Yess! the main character in this story is so me&#8230; So I know how he will feel if he knows the truth..</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1766"></span>Baiklah, sebelum lebih bertele-tele, saya salin saja tweet kawan saya tersebut di sini (udah minta izin kok ke si empunya cerita) <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  btw, #Aska is a cerpentweet wrote by @<a href="http://twitter.com/senirupa">senirupa</a> based on true story</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>#Aska</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Who knows about that nite at Intan&#8217;s? Well, the morning after this guy who went all googoogaga called everyone who came to the party</p>
<p style="text-align: justify;">The morning after this guy called everyone who came to the party the nite before if they knew this beautiful girl named Aska,</p>
<p style="text-align: justify;">The guy had gone all googoogaga over Aska, the girl he met the nite before at Intan&#8217;s party. But no one else seemed to have seen this Aska girl.</p>
<p style="text-align: justify;">People asked this guy, &#8220;well, how did this Aska girl look like?&#8221; The guy answered, &#8220;she was the most beautiful woman I have ever seen!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;What did she look like?&#8221; they asked. He reminisced dreamily &#8220;oh she had the tall &amp; slender body of a model &amp; the heavenly face of an angel!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;oh, and she also have a long, beautiful, and silky hair.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">So intan tried hard to help her friend who was falling madly in love with this mysterious Aska girl. &#8220;Did you come with a woman named Aska?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Did you come wth a woman named Aska?&#8221; Intan asked all her friends who came to her party the nite before.</p>
<p style="text-align: justify;">No one remembered this girl who had a body of model and face of an angel. And no one remembered coming with such a girl either.</p>
<p style="text-align: justify;">But finally, someone cried&#8230; &#8220;Ohh! It must have been the person who came with Geumala!!&#8221; she said. Everyone tried to remember who Geumala came with.</p>
<p style="text-align: justify;">Well, Guemala came with an entourage of her friends. Although they were in the fashion industry they weren&#8217;t models.</p>
<p style="text-align: justify;">After thinking hard again if there might be someone among Geumala&#8217;s friends who might be Aska, they realized. Oh no.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh no. There in fact was someone who had the slender &amp; tall body of a model, &amp; a face that was angelic.</p>
<p style="text-align: justify;">the problem was, this person with slender &amp; tall body of a model, &amp; a face of an angel&#8230; was not a model, but a designer. wanna guess who?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/03/oscar_lawalata_0121.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1767" title="oscar_lawalata_012" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/03/oscar_lawalata_012-183x300.jpg" alt="oscar_lawalata_012" width="183" height="300" /></a>Yes, the Indonesian designer&#8217;s name was in fact Oscar. (and yes, this is all based on an actual, true story)</p>
<p style="text-align: justify;">I wonder who the poor guy was, &amp; how he felt when he found out that Aska was in fact Oscar. I guess he could have a much ruder awakening!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">Thank you @<a href="http://www.sidharta-auctioneer.com/">senirupa</a> for share a very beautiful, sad,  touchy but true story <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Well, after I&#8217;ve got home, I told my bestfriend about this story, and I told her &#8217;bout how I feel. I say, &#8220;It could happen to me rite?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nobody know the future, who knows what would happen tomorrow, rite?&#8221; (this line&#8217;s for those who knows my story) <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/aska/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#certwit, cerita via twitter (no tittle yet)</title>
		<link>http://di-ta.com/via-twitter-no-tittle-yet/</link>
		<comments>http://di-ta.com/via-twitter-no-tittle-yet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 18:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[#certwit]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[kamu]]></category>
		<category><![CDATA[penyihir]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[dan ketika penyihir itu mengayunkan tongkat nya. debu bintang dan kilatan bersemburan. bibirnya mengucap mantra. menghentikan sepersekian &#8211;detik hidup saya. lalu gelap. dalam gelap, sambil mengerlipkan mata. saya mencoba melihat. masih gelap. kepanikan melanda. dimana saya? DIMANA SAYA? seketika sejuta cahaya menyeruak. menyilaukan mata. lalu lalang manusia. bunyi alat bantu pernafasan. teriak panik suster. dokter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">dan ketika penyihir itu mengayunkan tongkat nya. debu bintang dan kilatan bersemburan. bibirnya mengucap mantra. menghentikan sepersekian &#8211;detik hidup saya. lalu gelap.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam gelap, sambil mengerlipkan mata. saya mencoba melihat. masih gelap. kepanikan melanda. dimana saya? DIMANA SAYA?</p>
<p style="text-align: justify;">seketika sejuta cahaya menyeruak. menyilaukan mata. lalu lalang manusia. bunyi alat bantu pernafasan. teriak panik suster. dokter berlari.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1453"></span>Bib. Bib. Bib. Bunyi mesin-mesin itu. Semakin lama semakin cepat. Lalu berhenti sama sekali. Semua panik. Aku terpaku. Tanpa sadar.</p>
<p style="text-align: justify;">Air mata mengalir deras. Seketika paru-paruku seperti dihimpit. Aku menggapai. Lalu semua menjadi lebih kabur.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti menonton film yang dipercepat. Aku tau persis adegan apa yg sedang berlangsung. Begitu juga adegan yang akan terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Panik menyerangku. Kupejamkan mata erat. Berharap bisa mengusir semua itu. Semakin erat kupejam. Semakin terlihat jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Haruskah aku mengulanginya lagi. Melewati semua tahap yg menyakitkan itu. Melihatnya menderita lagi. Berjuang. Lalu kalah? Tak cukupkah penderitaanku? Tak cukupkah?</p>
<p style="text-align: justify;">Tau-tau lokasi berubah. Dia ada dihadapan ku. Melihat wajahnya lagi. Dengan segala alat bantu. Tanganku ingin meraihnya. Merengkuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ternyata itu hanya ilusi. Sangat nyata. Hembus nafasnya terasa. Tapi aku. Seperti hantu. Dua dunia berbeda. Aku tau ini pasti mimpi.</p>
<p style="text-align: justify;">Puff. Semua hilang. Seperti pertama kedatanganku. Hitam. Gelap. Dalam ruang tak bertepi. Pasrah. Menanti kejutan berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu detik. Satu menit. Satu jam. Tak terasa. Apakah hitungan ruang dan waktu ini sama? Terasa seperti selamanya. Dimana saya? Sampai kapan</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kufikir nafas ku berhenti. Capek. Lahir bathin. Sinar itu datang lagi. Begitu terang. Kali ini disertai hujan. Basah. Langit cerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Seketika ku. Tertawa. Aku tau ini. Dulu. Ketika hujan tiba. Saya. Menari disini. Selalu. Menikmati tiap tetesnya. Tiap geraknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menjemputku. Payung berwarna lucu. Menunggu hujan reda. Dan selesainya tarianku. Diam. Tersenyum. Kadang tertawa. Dan aku semakin larut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai rintik terakhir. Dia setia berdiri mematung. Menantiku. Hingga akhirnya kami bergandeng. Berjalan di sisa hujan. Menuju cinta. Cita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dapat terlihat jelas. Terasa jelas. Tubuhku menggigil. Basah. Terasa di dada. Di hati. Tapi kali ini. Dia tak ada. Hampa. Sendiri. Membeku.</p>
<p style="text-align: justify;">Gelap. Terlempar kembali. Terasa makin sesak. Himpitan didada. Tangis kering. Air mata habis. Pasrah. Tanpa alasan. Jiwa saya direnggut.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyihir sial itu! Siapa dia? Mengapa dia? Mengapa saya? KENAPA? Kurang yg saya lalui? Penderitaan apa yg ingin ditambahnya? Teriakku.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum waktunya. Terdengar suara berat. Melirik ke semua arah. Tak ada bayang orang. Kemudian sunyi. Masih gelap. Tempat yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Seketika putih. Terang. Kemana lagi ku dibawa. Ah. Ini ketika kabur dari rumah. Saat itu puncaknya. Semua memuakkan. Kecuali kamu. Cuma kamu</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-1484" title="cute-food-twitter-cupcake" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/11/cute-food-twitter-cupcake-300x199.jpg" alt="cute-food-twitter-cupcake" width="300" height="199" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bersambung.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;
</p>
<p style="text-align: justify;">Mencoba menulis lewat media <a href="http://twitter.com/fairyteeth">twitter</a>. Tapi biar ndak berceceran, dikumpulin disini. Kalo gaya bahasa agak aneh, maklum maksudnya menyesuaikan dengan keterbatasan 140 character yg ada di twitter. <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  #certwit</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/via-twitter-no-tittle-yet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cerita sandal jepit</title>
		<link>http://di-ta.com/cerita-sandal-jepit/</link>
		<comments>http://di-ta.com/cerita-sandal-jepit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 17:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[funny]]></category>
		<category><![CDATA[sandal jepit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1410</guid>
		<description><![CDATA[gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="sandaljepit" src="http://ngerumpi.com/images/small/1889-sendaljepit.jpg" alt="" width="240" height="180" />gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani melirik ubertwit di blekberi nya. semakin lama, semakin santai dan yakin, bahwa dirinya ndak bakalan diusir keluar sama satpam.</p>
<p><span id="more-1410"></span>padahal sebelumnya, ia yakin banget bakalan diusir keluar, seperti beberapa waktu sebelomnya, gadis itu pernah menyaksikan sendiri, bagaimana petugas keamanan, &#8220;mengamankan&#8221; seorang bapak, yang mungkin berpakaian sedikit tidak layak, yang mungkin bisa dikatai gembel dan sebagainya, padahal, siapa yang tahu, hendak apa bapak itu kesana, siapa tahu dia ingin membeli sesuatu, toh kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya bukan?</p>
<p>ah, manusia memang hanya melihat penampilan, dengan nada suara tegas, nyaris membentak, si pengaman menyuruh bapak itu untuk pergi, dijawab oleh si bapak, tapi jawabannya tidak dapat terdengar, karena jarak diantara mereka begitu jauh, lalu tiba2 sang petugas sudah &#8220;menggandeng&#8221; si bapak nan malang itu, dan menggiringnya keluar.</p>
<p>sang gadis tadinya berfikir bahwa dia akan mengalami nasib naas yang sama, sial baginya terpeleset dan membuat sendal cantiknya putus, namun ia cerdik, dan kebetulan di warung terdekat ada yang menjual sendal jepit, maka memakai sendal jepit berwarna kuning gonjrenglah dia. makanya, ketika gadis itu mampir ke dept store, tempat dimana petugasnya pernah mengusir seorang bapak yang mengenakan sendal jepit, dia agak khawatir. apakah dirinya akan mengalami nasib yang sama? karena setahu nya, ada peraturan bahwa pengunjung dilarang menggunakan sendal jepit.</p>
<p>tapi rupanya dewi fortuna masih berpihak kepadanya, tidak ada satu orang petugas pun yang menyadari kalau si gadis hanya memakai sendal jepit. apakah karena ia berpakaian pantas, atau karena dia menggenggam blekberi?</p>
<p>ah, dimana-mana memang masih memandang sesuatu atau seseorang dari kulit luarnya saja&#8230; sungguh picik..</p>
<p>=============================================</p>
<p>ya, gadis itu saya. bahkan saya sempat memfoto kaki saya yang memakai sendal jepit itu ditengah keramaian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/cerita-sandal-jepit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Single mum or married unhappy?</title>
		<link>http://di-ta.com/single-mum-or-married-unhappy/</link>
		<comments>http://di-ta.com/single-mum-or-married-unhappy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 05:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[my opinion]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[others]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[married unhappy]]></category>
		<category><![CDATA[MBA]]></category>
		<category><![CDATA[single mum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akyunix.di-ta.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[kring&#8230; kringg&#8230; bunyi HP di dalam tas.  Resti mengangkatnya, diseberang terdengar suara yang sangat dikenalnya, ini suara Nadine. Nadine: Res, lo ada waktu ntar? ada yg mau gw omongin. Ntar kita bisa ketemu? Suara sahabatnya tersebut terdengar agak gemetar dan kalut. Resti melihat jam tangannya. Resti: Bisa Nad, tapi ntar sore aja yah, soalnya gw [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a title="3680950776_cba669b4b3_o by dita_blog, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/dita_blog/3814465162/"><img class="alignleft" src="http://farm3.static.flickr.com/2478/3814465162_6d1cba03c5_m.jpg" alt="3680950776_cba669b4b3_o" width="240" height="185" align="left" /></a>kring&#8230; kringg&#8230; bunyi HP di dalam tas.  Resti mengangkatnya, diseberang terdengar suara yang sangat dikenalnya, ini suara Nadine.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Nadine: Res, lo ada waktu ntar? ada yg mau gw omongin. Ntar kita bisa ketemu?</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Suara sahabatnya tersebut terdengar agak gemetar dan kalut. Resti melihat jam tangannya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><span id="more-503"></span>Resti: Bisa Nad, tapi ntar sore aja yah, soalnya gw siang ini ada meeting.</p>
<p>Nadine: Ok. di tempat biasa ya.</p>
<p>Resti: Sipp..</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jam demi jam berlalu, dan sampailah Resti di &#8216;tempat biasa&#8217; mereka. Dan terpanalah ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal duduk dengan perut sedikit membuncit. Dia berusaha positif thinking aja.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>HAMIL! Ah gak mungkin, paling Nadine gemukan. </em></p>
<p><em>Tapi kalo gemukan, kok pipinya tirus begitu. </em></p>
<p><em>Ah, mungkin dia sembelit kali. ah udah Res, jangan nebak2.</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nad.&#8221; sambil menepuk lembut bahu sahabatnya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Res.&#8221; Nadine tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu kemana ajaaa&#8230; lama gak kelihatan?&#8221; tanyaku setengah penasaran.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><em>Dilihat dari dekat kok ya, emang kayak orang hamil.</em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Adalah, membereskan beberapa urusan ini itu.&#8221; &#8220;kamu sehat Res? gimana si kecil?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Makin pinter dia.&#8221; &#8220;Sering nanyain kamu tuh, kok tante Nadine jarang dateng lagi?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Senyum Nadine makin lebar &#8220;Iya, gw juga kangen sama dia. ntar deh kalo sempet gw main ke rumah lo.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nad, lo ada masalah? lo tau gw khan, lo bisa cerita kapan aja, kalo gag bisa ketemu langsung kan bisa lewat telepon&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;gw tau Res, cuman belom nemu waktu yg tepat aja buat cerita, kemaren-maren banyak gw sibuk banget ngurus ini itu&#8230;&#8221; &#8220;bisa lo lihat sendiri khan gimana gw.&#8221; Kata Nadine sambil mengelus lembut perutnya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Yakin sudahlah saya kalo Nadine emang HAMIL.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kok lo merit gag undang-undang gw sih&#8230;&#8221; &#8220;sekarang gitu nih, gag temenan lagi&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Siapa bilang gw merit Res.&#8221; Ujar Nadine sambil tersenyum sinis.</p>
<p style="text-align: justify;">Resti terkejut mendengar ucapan sahabatnya. &#8220;Lho tapi&#8230;?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Emang kalo hamil <strong>harus kawin</strong> yah?&#8221; tanya Nadine menantang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu kedua sahabat itu larut dalam acara kangen-kangenan, sekaligus membahas apa yang terjadi sama Nadine dan mengapa ia sampai memutuskan untuk tidak menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Nadine dan lelaki itu, hanya bertemu beberapa kali, dan mereka terlibat hubungan yang lebih intim. Sang wanita tidak menyesali itu, termasuk dengan Hamilnya dirinya. Tapi ketika ditanya mengapa dia tidak mau menikah, hanya dijawab,</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Siapa sih yang gak kepingin nikah?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi aku gag cinta dia, begitu juga sebaliknya&#8221;</p>
<p>&#8220;Nikah itu perlu cinta Res, bukan karena gw hamil, maka gw harus nikah sama bapaknya nih anak.&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Resti terconclang mendengar jawaban sohibnya tersebut. Bagi Resti yang dibesarkan dilingkungan keluarga yang agamis, memiliki suami yag sayang padanya dan seorang anak yg manis, tentu saja tidak mengerti jalan pikiran sahabatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi Nad, anak lo kan juga butuh bapak..&#8221; ujar Resti perlahan.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Siapa bilang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Anak gw butuh orang tua yang bisa memberikan dia kasih sayang. dan gw rasa gw bisa memberikan semua itu buat dia.&#8221;</p>
<p>&#8220;Buat apa dia punya orang tua 2, tapi orang tuanya gag saling cinta!&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lalu gimana pendapat orang tua lo?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya gw disuruh kawin lah pasti.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Trus lo bilang apa?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kurang lebih sama lah ama yg gw bilang sama lo&#8221; jawab Nadine tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dan orang tua lo biarin aja gituh&#8221;</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Ya gak! tapi pendirian gw udah kuat, gw bisa menafkahi diri gw sendiri&#8221;</p>
<p>&#8220;Screw Them!!&#8221;</p>
<p>&#8220;Gw gag butuh, suami, gw gag butuh diceramahin mereka, dan kalo lo juga emang mau nyeramahin gw, gw juga gag perlu nerima itu, lebih baik gw pergi.&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Gak lah Nad, lo tau gw khan. Gw selalu bisa ngertiin lo.&#8221; Jawab Resti sambil menahan bahu temannya yang udah beranjak berdiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu Nadine melanjutkan curahan hatinya, Jadi ternyata, ketika dia mengetahui dirinya hamil, dia sudah berfikir masak-masak, apakah dia akan meminta pertanggung jawaban dari sang lelaki, atau tidak. Setelah itupun dia telah menghubungi si Lelaki untuk ngasih tau kalo dia hamil. dan dia tidak meminta pertanggung jawaban, hanya mengabari saja, karena bagaimanapun si Lelaki punya hak atas anak itu. Seperti juga perkiraannya, si Lelaki tidak punya itikad baik untuk mengawini sang wanita (kecuali mungkin kalau dipaksa).</p>
<p style="text-align: justify;">Resti tidak sabar dan memotong pembicaraan temannya, &#8220;Tapi lo tau kan resikonya Nad, kalo lo bisa hamil?</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Ya iyalah Res, emangnya gw anak TK apa? Gw sadar banget kok&#8221;</p>
<p>&#8220;Gw berhubungan dengan bertanggung jawab, buktinya adalah gw gag minta di kawinin dan gw gag menggugurkan anak ini&#8221;</p>
<p>&#8220;I know, It just for fun, what do you expect? a gentleman? nope&#8230; I had fun, he had fun, ya udah, selesai&#8221;</p>
<p>&#8220;mungkin menurut lo itu gag bertanggung jawab, tapi bagi gw itu bertanggung jawab. Kalau gw gugurin itu gag bertanggung jawab, NAMBAH2in Dosa yang udah gw buat. Kalo gw paksa dia kawinin gw, gw juga nambah dosa, sebab gw yakin 100% kalo gw dan dia gag bakalan langgeng, dari pada ntar juga harus cerai, ngabisin biaya, buat kawinnya, buat cerainya, mending gw tabung buat ni anak kelak&#8221;</p>
<p>&#8220;Kawin itu buat apa sih? demi gengsi? dosa yg udah gw buat juga gag ilang kan, kalo gw kawin sama bapaknya nih anak? jadi nikah bukan jawaban khan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Eh gw gag bermaksud yaaah&#8230; Gw juga pengen suatu saat menemukan pria yang bener2 cinta ke gw seperti suami mu itu Tapiii&#8230; itu nanti-nanti lah&#8230; sekarang nikmati aja dulu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Apalah artinya hidup kita kalo hanya mendengarkan kata orang tapi kita gag bahagia&#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya hari sudah semakin malam, dan mereka beranjak dari obrolan soal nikah-nikah itu&#8230; kembali membahas hal-hal ringan dan lain-lain. ketika akhirnya tak terasa restorannya sudah mau tutup, Resti mengajak Nadine nginep di rumah nya, sekalian temu kangen sama sang buah hati, yang kerap bertanya kemana tante Nadine-nya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Pertanyaannya, Kalau anda&#8230;</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Mending jadi Single Mum sambil mencari cinta yang lain. Tanpa memperdulikan perkataan orang sekitar anda?<br />
</strong></em>
</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Atau,</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Menikah dengan sang lelaki walaupun anda tidak cinta dia (atau sebaliknya) dan Menikah Terpaksa hanya karena anda Hamil,</strong></em> <strong><em>tanpa jaminan kebahagiaan maupun kelanggengan dimasa depan?</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>================================</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>dikopas dari tulisan sendiri di <a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/01/single-mum-or-married-unhappy.html" target="_self">ngerumpi[dot]com</a></em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/single-mum-or-married-unhappy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>what a day!</title>
		<link>http://di-ta.com/what-a-day/</link>
		<comments>http://di-ta.com/what-a-day/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 09:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[matahari bersinar terik ditambah kemacetan lalu lintas yang biasa ia  hadapi setiap hari, bising suara klakson terdengar diluar  bersahut-sahutan, mobil dan motor yang tak mau saling mengalah,  ditambah dengan lampu hijau yang bertukar begitu cepat. gadis itu berulang kali menatap jam yang terletak di dashboard mobil.  semakin lama, wajahnya semakin tertekuk. jarinya sibuk  menganti  channel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>matahari bersinar terik ditambah kemacetan lalu lintas yang biasa ia  hadapi setiap hari, bising suara klakson terdengar diluar  bersahut-sahutan, mobil dan motor yang tak mau saling mengalah,  ditambah dengan lampu hijau yang bertukar begitu cepat.</p>
<p>gadis itu berulang kali menatap jam yang terletak di dashboard mobil.  semakin lama, wajahnya semakin tertekuk. jarinya sibuk  menganti  channel radio. dia sudah pasrah. tak mungkin dia dapat tepat waktu tiba  di tempat janjian dengan kawannya.</p>
<p><span id="more-1098"></span>saat itu waktu menunjukan pukul 16.15 sedangkan dia belom menempuh  seperempat jarak yang harus ditempuh. waktu yang ditentukan adalah  16.50 dan sudah dapat dipastikan dia akan telat datang. perlahan rasa  pasrah menghinggapi gadis itu, dia semakin santai dan bisa duduk tenang  sambil menatapi lautan mobil diluar sana.</p>
<p>jari-jemarinya tidak lagi dimainkan di tombol radio, dan berpindah ke  tombol-tombol imut blackberry yang digenggamnya. diambilnya earphone  dan dipasang ke kupingnya. radio dimatikan dan lagu kesayanganpun mulai  mengalun. dia semakin rileks.</p>
<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/06/2008-chevrolet-spark-side-rear1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1100" title="2008-chevrolet-spark-side-rear" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/06/2008-chevrolet-spark-side-rear-300x225.jpg" alt="2008-chevrolet-spark-side-rear" width="300" height="225" /></a>begitu pusat kemacetan dilalui, perlahan tapi pasti ribuan kendaraan  diluar sana mulai bergerak. di lihatnya celah kecil, gadis itu langsung  menekan kuat gas mobilnya dan menderu mendahului mobil-mobil lainnya.  dengan kelincahannya, dia bermain kopling, gas dan rem.</p>
<p>akhirnya, ketika dirasa jalanan mulai bersahabat dan sang gadis hendak  bernapas lega, timbul satu masalah baru. sahabat sejatinya yang selalu  setia menemaninya kemanapun dia pergi, memutuskan untuk ngambek. dicoba di gas tapi kecepatan tidak bertambah.</p>
<p><strong><em>&#8220;Damn!&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em>&#8220;Ayolah, please. jangan sekarang!&#8221;</em></strong></p>
<p>si sahabat mungilnya itu tampak tidak mau mendengar. dia bersikeras untuk ngambek, mungkin lelah menamani kebrutalan sang gadis dalam berkendara.</p>
<p>raut wajah si gadis semakin buruk. habis sudah harapannya untuk bisa sampai, walau sudah pasti telat. akhirnya dia ikuti permainan sahabatnya itu. perlahan mereka melambat mengukur jalanan yang seakan tiada habisnya. untuk hujan pun tidak memutuskan untuk mencurahkan air matanya saat itu, jadi sang gadis masih punya sedikit harapan.</p>
<p>saat tempat tujuan sudah didepan mata, sang mentari sudah jauh berada diufuk barat mulai meninggalkan siang. dia memainkan jari-jari lentiknya di tombol mungil berry-nya, menghubungi sang kawan yang ingin ia temui.</p>
<p><strong><em>&#8220;aku udah mau nyampe&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em>&#8220;kamu dimana?&#8221;</em></strong></p>
<p><strong><em>&#8220;ok, tunggu ya. aku parkir dulu&#8221;</em></strong></p>
<p>setelah berputar mengelilingi gedung yang tempat parkirnya sangat aneh, seperti labirin yang tiada habisnya, akhirnya di suatu pojok, gadis itu melihat satu tempat kosong, dan dia langsung mengarahkan sahabat mungilnya kesana.</p>
<p>dimasukkannya karcis parkir ke tas pink yang setia menemaninya kemanapun, di tengoknya sebentar penampilannya setelah berjuang menembus kemacetan di kaca spion, lalu dia keluar.</p>
<p>dikuncinya mobil kecilnya itu, sambil berusaha tersenyum tuk perbaiki mood, dia langkahkan kakinya ke dalam. dan dilihatnya sang kawan sudah menanti.</p>
<p><strong><em>&#8220;hai&#8230;&#8221;</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/what-a-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Goodbye Hon&#8230;</title>
		<link>http://di-ta.com/goodbye-honey/</link>
		<comments>http://di-ta.com/goodbye-honey/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 13:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[Begitu ku melangkahkan kaki menaiki ferry yang kan membawaku ke Singapore, perasaan aneh mulai melingkupiku. Hon, masih ingatkah kau kepadaku? Memandang ombak diluar sana, diiringi kicau burung dan belaian lembut angin diwajahku, perlahan jatuh sebutir airmata. Tergesa kuusap sebelum ada yang melihatnya. Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali kumenapakkan kaki disini. Dulu&#8230; Setiap tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu ku melangkahkan kaki menaiki ferry yang kan membawaku ke Singapore, perasaan aneh mulai melingkupiku. Hon, masih ingatkah kau kepadaku?</p>
<p>Memandang ombak diluar sana, diiringi kicau burung dan belaian lembut angin diwajahku, perlahan jatuh sebutir airmata. Tergesa kuusap sebelum ada yang melihatnya. Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali kumenapakkan kaki disini.</p>
<p>Dulu&#8230; Setiap tahun kita pergi ke Singapore. Tanah impian kita.</p>
<p>Masih ingatkah kamu dengan janji-janji itu?</p>
<p>Alunan cinta yang kita rajut bersama. Sekarang menguap tinggal kenangan. Aku terlalu takut untuk membayangkan menginjak tanah ini tanpa dirimu. Rasanya sungguh menyesakkan.</p>
<p>Ah&#8230; Ferry ini sudah menepi. Sanggupkah ku bejalan tanpa terkenang akan dirimu?</p>
<p>Setiap langkah, setiap ke menengokkan wajah kebelakang, rasanya aku masih bisa melihat dirimu berdiri disana dengan senyum hangat mu. Kamu yang selalu berjalan dibelakangku, entah dengan alasan apa. Katamu, &#8220;Agar aku selalu dapat mengawasimu!&#8221;. Kamu tidak ingin kehilangan diriku. Benarkah begitu?</p>
<p>Lalu jika benar, dimana dirimu saat ini?</p>
<p>Mimpikah semua yang tlah kita lalui selama ini.</p>
<p>Hon, ingatkah bagaimana impian kita membangun keluarga kecil bahagia disini. Kamu ingin sekolah lagi mengambil spesialis, sementara aku berperan jadi ibu rumah tangga yang bahagia. Kita akan menjalani masa depan kita bersama anak-anak kita kelak. Kamu berangkat ke rumah sakit dimana aku mengantarkan anak-anak pergi kesekolah. ya&#8230; saat itu kamu berkata kalu sebaiknya aku jangan bekerja dulu sementara kamu sekolah lagi.</p>
<p>Sekarang semua itu tinggal angan yang tak sampai. Kita berpisah baik-baik dan semua mimpi itu sirna bersama perpisahan kita.</p>
<p>3 tahun Hon, aku tidak berani menapakkan kaki disini, karena takut airmata kan membanjiri wajah maupun hatiku.</p>
<p>Sekarang ku coba kembali ketempat ini. Tak tahu apakah diriku dapat melupakanmu ataukah S&#8217;pore tetap menjadi tempat impian kita. I must try Harder&#8230; Sekarangpun mataku telah basah.</p>
<p>Hon, aku tidak tahu apakah rasa itu masih ada, yang pasti every time I close my eyes, You always there. Smile at me.</p>
<p>I know you&#8217;re with someone now, but me&#8230; I&#8217;m still alone. Not because I can&#8217;t forget you. tapi karena aku masih terlalu nyaman dengan kesendirianku. Terlalu banyak mimpi indah yang telah kita rajut bersama.</p>
<p>Hon, mungkin memang perpisahan yang terbaik. Kita sama-sama keras kepala, sama-sama egois. Walaupun rasa cinta dan kasih yang kita miliki pun begitu besar, tidak dapat menjembatani perbedaan besar yang seperti jurang menganga dihadapan kita. Betapapun besarnya cinta itu takkan dapat mengalahkan itu.</p>
<p>Hon, bila waktu itu kita tidak berpisah. Akan seperti apakah kita sekarang? Apakah kita telah memiliki putra-putri cantik yang waktu itu kita impikan. Terkadang aku masih memikirkan itu.</p>
<p>Andai&#8230; waktu itu kita tidak berpisah&#8230; Andai kamu mau berpindah keyakinan, atau andai rasa cinta yang kita miliki begitu besar sehingga perbedaan itu tidak menghalangi kita untuk bersatu. Ya, tapi toh semua itu sudah ada yang mengatur. Mungkin aku memang bukan yang terbaik untukmu, begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Hon&#8230; Aku harap akupun dapat segera menemukan kebahagianku, sebagaimana yang kamu akui telah kau temukan bersamanya. Dengan mencoba melangkahkan kaki di negri impian kita ini, aku harap dapat mengusir semua bayangmu dari relung hati ku.</p>
<p>Goodbye Hon&#8230; I will allways remember you&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/goodbye-honey/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

