Setiap pagi aku terbangun, dengan bayang suram wajahmu dalam mimpiku. Samar. Sulit untukku memastikan siapa kamu yang selalu hadir di mimpi itu.
Apakah aku mengenalmu? Atau kamu hanyalah khayalanku? Semua terasa begitu sempurna, we’re a perfect couple, hingga aku tersadar bahwa itu hanya mimpi.
Siapa kamu sebenarnya? Dimana aku bisa menemukanmu? Seseorang dari masa laluku, atau datang dari masa depan?
Hanya wajahmu yang selalu terlupakan di pagi hari. Aku ingat renyah suaramu. Harum tubuhmu, gelak tawamu. Rengkuh lenganmu di tubuhku. Ah, aku lupa, ternyata namamu juga aku tak tahu.
Aku memanggilmu kakak, dalam mimpiku. kita begitu dekat di hati, namun jauh dalam jarak. [Read more...]



gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani melirik ubertwit di blekberi nya. semakin lama, semakin santai dan yakin, bahwa dirinya ndak bakalan diusir keluar sama satpam.





























