<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve&#187; family afair</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/family-afair/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 01:26:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sayang.. pacarmu itu kakakmu!</title>
		<link>http://di-ta.com/pacarmu-kakakmu/</link>
		<comments>http://di-ta.com/pacarmu-kakakmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 03:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[ficfact]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[family afair]]></category>
		<category><![CDATA[secret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1848</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Papa kan udah pernah bilang kalau kamu gak boleh deket-deket dia lagi!&#8221; &#8220;emangnya kenapa sih pa? Dhika kan baik!&#8221; Teriak Astrid. &#8220;nilai-nilainya selalu bagus, wajahnya juga tidak jelek, dia selalu mengantar Astrid pulang. Dia peduli dan sayang sama Astrid&#8221; &#8220;Dia selalu ada buat Astrid! gag kayak papa!&#8221; Astrid berlari ke kamar lalu membanting pintu. &#8220;Selalu! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/05/secret1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1849" title="secret" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/05/secret-207x300.jpg" alt="secret" width="207" height="300" /></a>&#8220;Papa kan udah pernah bilang kalau kamu gak boleh deket-deket dia lagi!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;emangnya kenapa sih pa? Dhika kan baik!&#8221; Teriak Astrid.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;nilai-nilainya selalu bagus, wajahnya juga tidak jelek, dia selalu mengantar Astrid pulang. Dia peduli dan sayang sama Astrid&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dia selalu ada buat Astrid! gag kayak papa!&#8221; Astrid berlari ke kamar lalu membanting pintu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selalu! kamu selalu lari kalau papa lagi ngomong!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Terdengar teriakan dari dalam kamar &#8220;Astri bosen, denger papa ngomong jelek mulu tentang Dhika! Astrid pusiiiiiinggg!!!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi yang papa bilang itu kan bener.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bodo!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Astrid menangis didalam kamar, tidak mengerti mengapa papanya akhir-akhir ini selalu marah soal Pacarnya itu. padahal sebelumnya papa sangat baik pada Dhika, ntah kenapa sejak sebulan belakangan sikap papa berubah 180 derajat. Papa yang tadinya juga sayang sama Dhika, sekarang menjadi sangat benci seakan-akan Dhika merupakan kutu yang harus diinjek sampai mati.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1848"></span>Astrid sungguh tidak mengerti, dan merasa tidak ada kekeliruan yang telah diperbuat sang pacar terhadap ayahanda. Tapi sikap papa justru semakin keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dengan rasa sebal masih menggondok, astri bangun dan mencuci muka, sambil membayangkan kembali pertemuan pertamanya dengan Dhika.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu Astrid masih anak baru dikampusnya&#8230; Karena Astrid tidak banyak mengenal teman-teman kuliahnya, dia jadi terbiasa menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan, disanalah ia berkenalan dengan Adhika. Senior 2 tingkat diatasnya. Orangnya ramah, supel, baik, pinter pula. Beberapa mata kuliah yang agak sulit dirasakan Astrid, dapat dengan mudah diajarkan oleh Dhika. Dhika selalu menyempat kan diri untuk belajar bersama, mengantarkan Astrid pulang dengan sepeda motor bututnya. Dan mamapun langsung suka dengannya, begitu jugalah papa pada awalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bisa dibilang kami berdua sangat mirip satu sama lain, baik sifat, maupun &#8216;kata orang&#8217; wajah kami berdua. ketika itu kupikir, &#8220;Ah itu mungkin artinya kami emang jodoh&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berdua terlalu sehati, kalau Astrid merasa susah, tau-tau Dhika nelepon bilang kalau perasaannya gag enak. Baru kali ini Astrid ngerasa aada orang yang bener-bener bisa ngertiin dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sejak sebulan yang lalu, sikap papa ke Dhika berubah total. Tidak tahu karena apa, papa mulai mengungkit-ungkit masalah orang tua Dhika.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, Dhika pernah bilang kalau ia dibesarkan hanya oleh Ibunya, dan menurut ibunya, Ayahnya meninggal ketika ia masih dalam kandungan. Tapi entah kenapa sekarang ayah bilang kalau latar belakang keluarga Dhika bermasalah. Yang katanya gag punya bapak lah, yang katanya ibunya wanita nakal lah. Padahal sepengetahuan Astrid ibu nya Dhika adalah wanita yang bersahaja.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada, aja alasen papa untuk memisahkan kami. Dimulai dari membelikan mobil, dan menggajikan supir untuk mengantar jemput, menyewa mata-mata biar kami tidak bisa bertemu, dan lain sebagai nya. Sungguh aneh!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan yang lalu. di suatu pusat perbelanjaan</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Papanya Astrid sedang berbelanja, dan tau-tau dia merasa seperti melihat orang yang dulu sangat dia kenal. Pelan-pelan dia dekati, dan hendak menyentuh bahu perempuan setengah baya itu, ketika tiba-tiba wanita itu membalik badanya sehingga mereka berdua saling berhadapan.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Laras?&#8221;</p>
<p>&#8220;Prabu?&#8221; kata wanita itu kaget, hingga menjatuhkan kantung belanjaan yang sedang dia pegang.</p>
<p>&#8220;Laras. Sudah 25 tahun kita tidak pernah bertemu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak pernah bisa melupakan mu. Kamu tidak berubah Laras. tetap cantik seperti Laras yang aku kenal dulu&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Wajah wanita itu memucat, dia sungguh tidak percaya, bahwa lelaki yang dulu pergi meninggalkannya begitu saja, sekarang berdiri dihadapannya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Kamu masih inget aku kan? Aku Prabu.&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja Laras masih ingat. Prabu adalah satu-satunya pria dihatinya, seluruhnya telah dia persembahkan untuk lelaki itu, hidupnya, jiwanya, cintanya sampai tubuhnya. Tapi apa yang ia dapatkan kekecewaan. Lelaki itu pergi meninggalkannya untuk menikah dengan wanita lain. Dia Meninggalkannya beserta anak yang ada dalam kandungannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan air mata jatuh menitik dari mata tua wanita itu. tangis yang telah ditahannya selama 25 tahun keluar tak tertahankan. Dia menggeleng perlahan.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Laras mengapa kamu menangis? tidak senang bertemu denganku?&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Wanita itu menggeleng semakin kencang, bagai mana dia bisa merasa senang atau sedih, dia sendiri bingung akan perasaan didadanya. Seharusnya dia marah, dan memaki lelaki itu. tapi suaranya tak keluar.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Laras, aku terus mencarimu, tapi kamu seperti raib ditelan bumi. Orang tua mu tutup mulut tidak mau mangatakan kemana diri mu pergi. Aku khawatir laras&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau kamu khawatir padaku, kenapa kamu kawin dengan wanita lain Prabu&#8230;&#8221; jawab Laras perlahan.</p>
<p>&#8220;Aku dipaksa kedua orang tuaku, kamu tahukan. Saat itu aku sedang butuh bantuan mereka buat memodali perusahaan yang sedang kubangun&#8221;</p>
<p>&#8220;itu kan buat kebahagian kita juga.&#8221;</p>
<p>&#8220;KITA!?!?&#8221; Wanita itu menjerit tak tertahankan. &#8220;Kamu kira aku apaan? wanita simpenan atau apa? kamu pikir aku bakal tega merebut mu dari sisi istri dan anak2 mu kelak hanya berbekal cinta monyet yang kita rasakan waktu itu? &#8221;</p>
<p>&#8220;Aku juga wanita Prabu! aku tau bagaimana rasanya sakit hati bila orang yang kita cintai diambil oleh orang lain&#8221; Laras menjawab sembari menahan derasnya air mata yang mengalir.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mereka berdua terdiam. lalu tau-tau HP si wanita berbunyi.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Oh, kamu sudah sampai? ibu kedepan aja ya, dhika ndak usah parkir&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Deg. Jantung Papanya Astrid berhenti berdetak sepersekian detik.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Siapa nama anakmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dhika. Adhika Pratama&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lha itu kok namanya sama dengan nama pacarnya Astrid, begitu perasaan Papa Astrid.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&#8220;Salam buat anak mu&#8221; lanjutnya sambil tersenyum.</p>
<p>Laras sudah berjalan menjauhi si lelaki. dia menoleh pelan tersenyum dan berkata, &#8220;<strong>maksudmu Anak KITA</strong>.&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Gelegaarrrr&#8230;. Bak Petir menyambar disiang hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Papanya Astrid pulang dalam keadaan setengah sadar, untung saat itu dia membawa supir.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah akhirnya merenung dirumah, menghitung-hitung tahun yang telah berlalu, Prabu memutuskan untuik menyewa detektif untuk menyelidiki benar atau tidaknya Dhika itu anaknya dengan  Laras. Hasil yang didapat sudah tidak mengejutkan lagi. Bahwa benar Astrid dan Dhika adalah adik dan kakak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itulah sikapnya berubah total, Astrid tidak boleh sampai berhubungan dengan Dhika. Mereka masih saudara. Berbagai cara dilakukan untuk memisahkan mereka berdua, tapi Prabu tidak ingin mereka tahu alasan yang sebenarnya, hingga dikarangnyalah seribu satu alasan. Tapi tidak satupun bisa masuk ke otak anak gadisnya yang lagi kasmaran itu. Dia hanya takut kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kalau dia harus berkata jujur, dia takut kalau Istrinya nanti bisa sakit. saat ini Istrinya mengidap penyakit jantung. Daia takut kalau kesahatan istrinya akan terganggu, bila ia berkata jujur.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah sepertinya aku harus jujur juga dengan mereka.&#8221; Kata Papanya Astrid.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aku tidak mau kalau sampai berdosa, bila tidak mengatakan hal yang sesungguhnya. Dan Aku harus terima semua dampak yang bakal terjadi, karena Astrid pasti bakal marah besar, dan Istriku juga bakal mendapat serangan jantung&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan, Prabu memanggil istrinya untuk bersama-sama berbicara dengan Astrid yang sedang mengurung diri dikamar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mah, ada yang mau papa bicarakan, dan itu juga berkaitan dengan kenapa papa melarang Astrid berhubungan dengan Dhika.&#8221; Katanya perlahan sambil menggandeng tangan sang istri. Perlahan mereka berjalan kearah kamar Astrid.</p>
<p style="text-align: justify;">Diketoknya kamar itu, &#8220;Astrid. Keluar sebentar&#8230; ada yang papa mau bicarakan ke kalian berdua&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Sebenernya tadi bukan mau nulis ini, tapi ceritanya berubah ditengah jalan <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>ganbar sangat tidak nyambung, tapi berhubung kelihatannya bagus, maka saya pakai&#8230;<br />
</em></strong>
</p>
<p style="text-align: justify;">kesimpulannya, menyambung sedikit tulisan dita sebelomnya <a title="Single Mum or Married unhappy" href="http://di-ta.com/single-mum-or-married-unhappy/">disini</a> tentang pilihan menikah atau jadi single mum, semua sebab akan ada akibatnya. berani berbuat berani bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">disini diceritakan bahwa sang lelaki tidak menyadari kalau dia memiliki anak dengan wanita lain selain istrinya. tapi dalam kehidupan nyata tidak selalu begitu. Yang namanya Rahasia Besar seperti hal ini menurut saya tidak boleh ditutup-tutupi. sebab bila kelak, ternyata anak kita jatuh cinta pada saudara sedarahnya, dan orang tua ikut bertanggung jawab atas dosa yang akan terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Labih baik jujur kepada pasangan, apalagi bila itu menyangkut keturunan. Banyak kan kita denger cerita, orang menikah incest tapi tidak mengetahui hal tersebut dan baru diketahui setelah nasi jadi bubur.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah dari pada terlambat dan menjadi dosa, alangkah lebih baik nya jujur diawal, walau pasti pake acara marah2an, ambek2an  dsb, toh kalau benar cinta, masa lalu akanlah tetap masa lalu.<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>So for the Girl, if you pregnant, tell the boys, masalah dia mau tanggung jawab atau tidak urusan belakangan, yang penting dia tau, kalo dia punya anak denganmu, sehingga kelak anak kalian tidak akan incest.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>for all the player outside there&#8230; just remember this carefully&#8230; hati2 menyebar benih, karena justru biasanya kelak yg saudara sedarah itu sangat gampang jatuh cinta (analoginya mereka sedarah gitu, jadi sudah pasti penyesuaian akan menjadi setengah dari yang bener2 gag ada hubungannya sama sekali)&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>eh tulisan ini tidak terlalu menyeramkan khan?? <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /><br />
</strong>
</p>
<p style="text-align: justify;"><em>*iya saya tau ini postingan lama saya di </em><a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/04/sayang-ternyata-aku-adikmu"><em>ngerumpi</em></a><em>*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/pacarmu-kakakmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kumpulan RUMPIan minggu ke-2 July</title>
		<link>http://di-ta.com/rumpian-minggu-ke2-july/</link>
		<comments>http://di-ta.com/rumpian-minggu-ke2-july/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 18:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[article]]></category>
		<category><![CDATA[my opinion]]></category>
		<category><![CDATA[ngerumpi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[family afair]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan]]></category>
		<category><![CDATA[relationship]]></category>
		<category><![CDATA[secret]]></category>
		<category><![CDATA[sexual harrasment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akyunix.di-ta.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Sayang, ternyata aku adikmu! &#8220;Papa kan udah pernah bilang kalau kamu gag boleh deket-deket dia lagi!&#8221; &#8220;em angnya kenapa sih? Dhika kan baik!&#8221; Teriak Astrid. &#8220;nilai-nilainya selalu bagus, wajahnya juga tidak jelek, dia selalu mengantar Astri pulang. Dia peduli dan sayang sama Astrid&#8221; &#8220;Dia selalu ada buat Astri! gag kayak papa!&#8221; Astrid berlari ke kamar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Sayang, ternyata aku adikmu!</h2>
<blockquote><p>&#8220;Papa kan udah pernah bilang kalau kamu gag boleh deket-deket dia lagi!&#8221;</p>
<p>&#8220;em</p>
<p>angnya kenapa sih? Dhika kan baik!&#8221; Teriak Astrid.</p>
<p>&#8220;nilai-nilainya selalu bagus, wajahnya juga tidak jelek, dia selalu mengantar Astri pulang. Dia peduli dan sayang sama Astrid&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia selalu ada buat Astri! gag kayak papa!&#8221; Astrid berlari ke kamar lalu membanting pintu.</p>
<p><span id="more-541"></span>&#8220;Selalu! kamu selalu lari kalau papa lagi ngomong!&#8221;</p>
<p>Terdengar teriakan dari dalam kamar &#8220;Astri bosen, denger papa ngomong jelek mulu tentang Dhika! Astrid pusiiiiiinggg!!!!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi yang papa bilang itu kan bener.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bodo!&#8221;</p></blockquote>
<p>Astrid menangis didalam kamar, tidak mengerti mengapa papanya akhir-akhir ini selalu marah soal Pacarnya itu. padahal sebelumnya papa sangat baik pada Dhika, ntah kenapa sejak sebulan belakangan sikap papa berubah 180 derajat. Papa yang tadinya juga sayang sama Dhika, sekarang menjadi sangat benci seakan-akan Dhika merupakan kutu yang harus diinjek sampai mati.</p>
<p>Astrid sungguh tidak mengerti, dan merasa tidak ada kekeli</p>
<p>ruan yang telah diperbuat sang pacar terhadap ayahanda. Tapi sikap papa justru semakin keras.</p>
<p>Akhirnya dengan rasa sebal masih menggondok, astri bangun dan mencuci muka, sambil membayangkan kembali pertemuan pertamanya dengan Dhika.</p>
<p>Saat itu Astrid masih anak baru dikampusnya&#8230;</p>
<p>to be continued at <a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/04/sayang-ternyata-aku-adikmu">ngerumpi</a>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>================================</em></p>
<h2>Cinta Vs Agama</h2>
<p style="text-align: justify;">
<p>semua pada setuju ndak&#8230; kalau Agama merupakan salah satu batu sandungan paling mengganjal dalam setiap percintaan&#8230;</p>
<p>Lihat lah kesekitar kita, pasti ada aja khan, orang yang pacaran</p>
<p>bahkan sampai menikah beda Agama, kalau mau diambil contoh yang paling nyata sebut saja Titi Kamal sama Christian Sugiono, Dewi Sandra sama Glenn Fredly (ini masih nikah apa udah cerai ya?) Lidya Kandau sama Jamal Mirdad, Amara dan Frans Lingua, dll dan tidak menutup kemungkinan, kalau pasangan beda agama tersebut adalah teman, sahabat atau bahkan saudara kalian semua&#8230;</p>
<p>biasanya kalau masih pacaran, banyak yang cuek, mereka bilang &#8220;lihat ntar lah&#8230;&#8221; <em>lha apanya ini yang lihat ntar???</em> liat ntar soal agamanya, liat ntar mau nikah apa ndak? lihat ntar bagaimana kata orang tua? lo lo loh&#8230;. jadi pacaran buat main-main ajaa?</p>
<p>atau justru &#8220;ntar kan salah satu pindah agama sebelom nikah&#8230;&#8221; <em>Lalu agama buat main-main aja gituuuhhhh, bisa pindah-pindah cuman karena nikah&#8230;</em></p>
<p>*lha ini kok malah kayak gag memberikan solusi* <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>dan rasanya kalau mau setia terhadap dua-duanya, sayang sekali belom diperbolehkan di Negara Indonesia tercintah kita ini,,, jadi kalau mau nikah beda agama kudu harus ke luar negri dulu, yang notabene banyak makan biaya juga domz ah..</p>
<p>Nah balik lagi ke masalah pacaran beda agama, biasanya saat kita punya pacar yang beda agama sama kita, kita dihadapkan pada 4 pilihan:</p>
<p>to be continued at <a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/08/cinta-vs-agama">ngerumpi</a>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>================================</em></p>
<h2>Monster Disekeliling Kita!</h2>
<p>Bagi yang suka membaca komik-komik jepang tentu pernah tau tentang sexual harassment yang suka terjadi di kereta&#8230; tokohnya adalah gadis imut berpayudara (maaf) besar, dan memakai rok mini <em>(seragam sekolah sana epa emang begitu atau tidak?)</em> dan seorang bapak-bapak bertampang mesum, botak berkacamata, gendut, dll. si bapak lalu meremas payudara si gadis dengan muka mesumnya, atau meremas bokong. ada juga yang sedikit keterlaluan dan mengeluarkan <strong>&#8220;senjatanya&#8221;</strong> lalu&#8230;. <em>*lanjutkan sendiri*</em></p>
<p>ya ya ya&#8230; si gadis emang tidak diperkosa, lalu?? tahukah anda, sekecil apapun kekerasan seksual yang <strong>ANDA (para pria)</strong> lakukan akan membekas diingatan sang perempuan sampai waktu yang lama.</p>
<p>dan ternyata hal tersebut <strong>(Sexual Harassment)</strong> banyak terjadi disekitar kita.</p>
<p>Wanita mungkin hanya mahluk yang lemah, selalu me</p>
<p>njadi korban, dan nyaris tidak bisa melakukan apa-apa saat dilakukan pelecehan seskual (Sexual Harassment). biasanya mereka sudah cukup merasa malu dan takut untuk sekedar berteriak apalagi beraksi <em>(seperti menampar atau mencakar sang pelaku).</em> dan lagi-lagi lingkungan, orang-orang yang mendengar cerita seperti ini selalu melecehkan dengan komentar-komentar seperti</p>
<blockquote><p><strong>Tapi kadang cewenya suka mancing, dengan pake baju yang ketat dan terbuka sih &#8230;</strong></p></blockquote>
<p>to be continued at <a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/07/09/monster-disekeliling-kita">ngerumpi</a>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>================================</em></p>
<p><img class="alignleft" title="ngerumpi" src="http://farm3.static.flickr.com/2673/3874657431_43acd3d5b4_m.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>dikopas dari tulisan sendiri di </strong><a href="http://ngerumpi.com/" target="_self"><strong>ngerumpi[dot]com</strong></a></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>kalau pengen lihat semua postingan di-ta di ngerumpi, bisa baca <a href="http://ngerumpi.com/profil/dita_gigi/artikel" target="_self">disini</a> <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</em></strong>
</p>
<p style="text-align: justify;">kalau ingin lihat rumpian yang seru-seru langsung aja ke <a href="http://ngerumpi.com/" target="_blank">TKP</a>, dan kalo pengen komen postingan ini disana (biar lebih seru karena bisa memberi rating segala) lansung menuju link diatas yah&#8230; (evilsmirk)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/rumpian-minggu-ke2-july/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

