Mentoring Bootcamp #1000StartupDigital Day 1

Hai, ketemu lagi kita di rangkaian acara Gerakan 1000 Startup Digital yang panjang dan berliku ini. Setelah sebelumnya tim saya Roo! mendapatkan peringkat 2 di acara Hacksprint pada bulan Oktober lalu, tanggal 11-13 November ini, Roo! kembali masuk ke tahapan selanjutnya, yaitu Bootcamp. Di tahap ini, hanya tersisa 17 kelompok dari 56 kelompok yang ada di tahapan Hacksprint, super sekali ya jumlah tim yang tereliminasi. Nah, di Bootcamp ini kami diberi materi yang padat sekali, dan juga sesi mentoring yang bertubi-tubi selama 3 hari.

Hari pertama, temanya adalah Product dan Business Model. Sebelum masuk ke sesi mentoring, 2 Mentor memberikan materi yang terkait dengan tema harian, mentor pertama adalah Alamanda Shantika (Chief Activist, FemaleDev) membawakan materi Start Up Playbook,  dan Bang Jay Andreas Senjaya (CEO iGrow) dengan materi Lean Usability Testing.

Postingan kali ini belum akan membahas materi yang diberikan oleh kedua mentor diatas, melainkan akan menceritakan bekal apa yang saya bawa pulang setelah sesi mentoring dengan 3 orang mentor (yang sudah dipilihkan oleh panita sesuai dengan kebutuhan startup kami). Roo! mendapatkan sesi mentoring dari mas Rama Mamuaya (CEO Daily Social), Bang Jay Andreas Senjaya (CEO iGrow), Indrasto Budisantoso (CEO Jojonomic).

Berikut rangkuman dari sesi mentoring hari pertama: Continue reading →

HAI Youth Creative Festival with USBI

Hari Sabtu, 22 Februari 2014 lalu, Eva mengundang saya untuk datang ke USBI Youth Festival di lokasi USBI Pancoran sana. USBI itu apa sih? USBI merupakan singkatan dari Universitas Siswa Bangsa International, salah satu unit bisnis Putera Sampoerna Foundation (PSF) dalam bidang pendidikan. Lalu PSF itu apa? PSF adalah sebuah organisasi yang menjalankan bisnis sosial.

Through four pillars of activities, Putera Sampoerna Foundation is committed to create Indonesian future leaders and entrepreneurs of high caliber with strong moral fiber to meet global challenges.

PSF mempunyai 4 pilar yaitu: pendidikan (salah satunya adalah USBI ini), pemberdayaan wanita, kewirausahaan, dan bantuan kemanusiaan. Setiap pilar mempunyai unit bisnis dan kegiatannya masing-masing.

Lalu apasih USBI Youth Festival ini? Jadi USBI dan majalah HAI berkolaborasi membuat acara untuk mewadahi kegiatan, minat dan bakat para pelajar tanpa meninggalkan edukasi formal. Selain itu juga memberikan pengarahan bagi siswa-siswi SMA yang ingin masuk perguruan tinggi.

Flyer USBI Youth Festival

Continue reading →

Financial Planning for Business by @QM_Financial

Logo_sajaKemarin, tanggal 13 November 2013, Saya ikutan Financial Clinic Series nya QM Financial demi menambah wawasan dalam membina usaha kecil yang sedang saya rintis (tentang ini akan ada postingan tersendiri). Masih inget banget daftar #FinClicSeries ini sejak sebelum bulan puasa karena di mention Muty di twitter.

Acara berlangsung selama 3 jam dari jam 18:00 hingga 21:00, sebenernya masih bisa lebih kalau mau nanya-nanya sama para Financial Plannernya QM, tapi saya memutuskan pulang saja, soalnya belum punya cukup banyak contoh kasus buat ditanyakan. Basa-basinya gak usah panjang-panjang ya, Financial Clinic kali ini di isi oleh Benny Raharjo SE , MM, AEPP, CFP® membahas tentang dasar-dasar Financial  Planning for Business.

BY81N-3CEAA-Q0I

Ada beberapa Entrepreneurship Fact, menurut orang Eropa entrepreneur biasanya berasal dari golongan menengah, golongan yang paling cerewet. :lol: Konon hanya 25% usaha baru di Amerika yang bisa bertahan sampai 15 tahun lebih (Forbes, 2013). Agar bisa jadi Entreprenuer yang bertahan lebih dari 15 tahun harus memiliki 2 kriteria: tangguh dan kaya ide. Salah satu penyebab kegagalan bisnis adalah buruknya pelaporan keuangan (The New York Times). Nah biasanya usaha-usaha baru sering gagal karena uang usaha tercampur sama uang pribadi, so sebaiknya PISAHKAN rekening. Menurut QM, 78,26% klien mereka yang berwirausaha memiliki saving ratio yang rendah, kurang dari 10% dari penghasilan bulanannya. Continue reading →

#AkberJKT Entrepreneurship oleh @LucyWiryono

akberjktOke, well isi postingan yang akan saya share ini mungkin emang udah lama banget, karena ngerasa belum nemu moment yang pas aja, berhubung akhir-akhir ini saya lagi hobi ngebahas soal finansial atau entrepreneur, maka mungkin sekaranglah saat yang tepat untuk melanjutkan post yang tertunda ini. Jadi 11 Oktober 2012 lalu, saya ikut kelas #AkberJKT mengenai Entrepreneurship oleh Lucy Wiryono. Berhubung saya hobi livetwit, maka postingan ini saya rangkum dari livetwit saya ketika mengikuti kelas tersebut.

Bisnis apa ya?

Kelas @lucywiryono malam itu dibuka dengan pertanyaan yang paling banyak ditanyakan sebelum memulai usaha: Bisnis apa?

Orang-orang awalnya mikir pengen punya usaha sendiri kenapa sih? Karena mereka pikir: Banyak duit, flexible time & dapat membuka lapangan pekerjaan. Pada kenyataannya, jadi pengusaha tuh lebih capek karena ga ada jam kerjanya. Semua hasil tergantung kita, makin rajin hasilnya makin banyak, kalau kita males ya ga dapat apa-apa.

Tapi sayangnya, banyak orang yang terkena “jebakan” untuk berusaha sendiri!

Jebakan!

- Latah, contohnya, Rainbow cake booming, semua ikut berbondong-bondong jual rainbow cake. Kalau ngikut doank, nanti “produk” lo gak keliatan dong, soalnya semua jualan produk yang sama.
Continue reading →

Financial Planning for Entrepreneur by Prita Ghozie

prita3Menyambung postingan sebelumnya mengenai Financial Planning by Prita Ghozie di #RoadShow2 nya Entrepreneur Festival 2013, kali ini Dita bakal menuliskan mengenai FinPlan for Entrepreneurnya.

Kata mba Prita Ghozie, kalau mau investasi sekaligus nabung buat modal usaha, harus bisa menyisihkan 50% dari penghasilan / bulan, sontak di ikuti oleh teriakan TIDAAAAAK oleh peserta. Kenapa? Karena pembagiannya: 10% dana darurat, 10% dana pensiun, 30% buat bisnis.

Kalau kita mau bikin bisnis plan, yang pertama harus diketahui adalah “driver nya apa? (Beban langsung nya apa?)”

Contoh: Kalau buat kue, beban langsung: bahan buat kue & transport; Beban umum: gaji pegawai, listrik, dll; Variable cost: marketing, dll.

Lalu buat proyeksi. “Kalau saya berhasil jualan 10 efeknya ke driver cost-nya berapa agar tau margin laba kotor”. Margin laba kotor gak boleh berubah berapapun jualan kita, sedangkan laba operational bisa berubah.

Continue reading →