Jenius: Inovasi Digital untuk Berbagai Kemudahan

Siapa yang tak kenal detikcom, portal berita nomor satu di Indonesia yang selalu memberi yang terbaik bagi pembaca setianya. Semakin tingginya penetrasi internet di Indonesia dan meningkatnya peran dunia digital dalam kehidupan masyarakat dengan total pengguna internet di Indonesia telah mencapai 132,7 juta, atau naik 51,8% dari angka 2014, berdasarkan hasil survei internet 2016 yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Maka inovasi produk detikcom dalam hal mengemas berita tidak bisa dikesampingkan.

detikcom berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk baru dan terus berinovasi, seperti 20detik, detikX, Hoax or Not, dan Pasang Mata cukup berhasil memanjakan pembaca setia detikcom di tahun 2016. “Visi detikcom bukan hanya menjadi media online yang fastest, leading, and trusted, melainkan lengkap dengan digital ecosystem-nya.” tutur Sena Achari.

Inovasi digital tentunya bukan hanya monopoli media digital. BTPN memiliki visi mengubah hidup jutaan rakyat Indonesia dan yakin bahwa inovasi digital dalam dunia perbankan juga sangatlah penting. Kenapa? Untuk mengadaptasi perilaku masyarakat terutama generasi millenials yang selalu menginginkan kemudahan dan keamanan dalam melakukan kegiatan perbankan.

Lalu apa langkah yang diambil oleh BTPN untuk menjawab keinginan tersebut, pada Agustus 2016, BTPN meluncurkan Jenius. Jenius merupakan sebuah REVOLUSI dalam bidang perbankan dengan proses digitalisasi yang dimulai sejak awal. kita-kita sih nyebutnya digital banking! Dengan Jenius, kita bisa melakukan pembukaan rekening, mengatur limit kartu, blokir dan buka blokir kartu, serta mengatur keuangan sendiri dengan menggunakan smartphone baik Android maupun iOS. Continue reading →

Rahasia Sukses Yasa Singgih Pendiri Men’s Republic

Kenapa Yasa Singgih terjun ke dunia fashion padahal tidak memiliki latar belakang dunia bisnis terlebih di bidang fashion?

Ternyata alasan ekonomi adalah salah satu penyebab Yasa Singgih terjun ke dunia usaha. Awalnya, saat Yasa mau masuk SMA dan kakaknya mau masuk kuliah tentunya butuh banyak uang, eh disaat yang sama keluarganya mengalami kesulitan ekonomi karena bapaknya mengalami serangan jantung tapi tidak punya uang untuk operasi. “Saya masuk ke dunia fashion nggak sengaja, saya nggak ngerti fashion, orang tua saya dua-duanya karyawan biasa,” ujar Yasa, di acara d’Preneur yang digelar detik finance.

Di saat sulit seperti itu, Yasa yang pusing berfikir gimana caranya untuk mencari uang biaya sekolah, mendapatkan saran dari temannya untuk menjadi reseller barang dari Pasar Tanah Abang. Yasa yang pada saat itu bahkan belum memiliki KTP awalnya gak tahu dimana itu tanah abang padahal setiap hari itu naik angkot 09 Kebayoran Lama-Tanah Abang, akhirnya jadi berani blusukan di Tanah Abang, nyari toko yang mau minjemin baju nya buat dijual lagi.

Continue reading →

Move On dengan Berbisnis Fashion bersama Luna Maya

Hari Selasa 25 Oktober 2016 lalu, detikFinance kembali menggelar acara d’Preneur, acara dengan hashtag #dpreneurFashion tersebut menghadirkan dua pengusaha mode, Luna Maya pemilik Luna Habit dan Yasa Singgih selaku pendiri Men’s Republic.

Selain sebagai seorang aktris, saat ini Luna juga merupakan pelaku fashionpreneur yang sukses. Luna fokus ke busana ready to wear, dan penjualan produknya dilakukan melalui toko online. Sedangkan Yasa adalah pengusaha mode yang sudah merintis bisnis sejak remaja. Jatuh bangun di dunia usaha sudah banyak ia rasakan. Berawal dari jual kaos secara online, kini Yasa sudah punya merek sendiri yang menjual berbagai produk seperti celana dalam, jaket hingga sandal.

Karena ingin kecipratan ilmu sukses mereka, maka saya datang menghadiri acara tersebut. Ppsstt.. Postingan ini akan terbagi 2 untuk mengantisipasi panjangnya tulisan. bagian pertama akan membahas tips-trik dari Luna Maya, dan postingan berikutnya cerita dari Yasa. Selain itu, karena materi yang mereka sampaikan bisa dibilang sedikit bertolak belakang, jadi alangkah baiknya kalau saya pisah saja agar lebih nyaman dibaca. Continue reading →