<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve&#187; dentist</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/dentist/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:58:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Rejeki Itu Terletak dalam Restu Mama</title>
		<link>http://di-ta.com/rejeki-itu-terletak-dalam-restu-mama/</link>
		<comments>http://di-ta.com/rejeki-itu-terletak-dalam-restu-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 20:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[dental]]></category>
		<category><![CDATA[dentist]]></category>
		<category><![CDATA[dokter gigi]]></category>
		<category><![CDATA[kepaniteraan klinik]]></category>
		<category><![CDATA[ko-as]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=2574</guid>
		<description><![CDATA[Saya mahasiswa kedokteran gigi angkatan 2002, iya tau itu sudah 8 tahun saya kuliah dan masih belum lulus juga. Lulus S1 dalam waktu 7 semester, dengan IPK 3 kurang sedikit sekali. Tentu ke-2 orang tua saya bangga, dan mereka berharap saya bisa menyelesaikan jenjang pendidikan berikutnya, yaitu kepaniteraan klinik juga dalam waktu sesingkat-singkatnyanya. Saya sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/BIG_TS_Dentistry_Tools1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2580" title="BIG_TS_Dentistry_Tools" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/BIG_TS_Dentistry_Tools1-300x218.jpg" alt="" width="300" height="218" /></a>Saya mahasiswa kedokteran gigi angkatan 2002, iya tau itu sudah 8 tahun saya kuliah dan masih belum lulus juga. Lulus S1 dalam waktu 7 semester, dengan IPK 3 kurang sedikit sekali. Tentu ke-2 orang tua saya bangga, dan mereka berharap saya bisa menyelesaikan jenjang pendidikan berikutnya, yaitu kepaniteraan klinik juga dalam waktu sesingkat-singkatnyanya. Saya sendiri tentu juga mengharapkan hal yang sama. Apalagi saya sempat mendapatkan beasiswa dari <em><strong>Listerine</strong></em> di tahun pertama kepaniteraan klinik saya. Tetapi seperti yang kita ketahui bersama kadang kenyataan tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 3 tahun di kepaniteraan, saya mulai mempertanyakan banyak hal, seperti apa arti hidup ini, salahkan pilihan dan keputusan yang pernah saya ambil dan lain sebagainya. Karena satu dan beberapa hal, saat itu saya merasakan tekanan dalam hidup. Saya merasa gamang dan bimbang, apakah memang saya ditakdirkan jadi dokter gigi? Apalagi melihat beberapa teman dekat saya sudah sukses menyelesaikan kepaniteran dan jadi dokter gigi. Padahal namanya juga kehidupan, yang rodanya selalu berputar, harusnya saya tidak terlalu mengambil hati. Saya seharusnya tetap berjuang menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Tapi disanalah jiwa pemberontak saya meronta. Selama 4 semester kemudian saya tidak pernah masuk kampus buat menyelesaikan kepaniteraan saya. Saat itu saya mencoba terjun kedunia lain yang sebelumnya tidak saya geluti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2574"></span>Selain beralasan karena bosan, saya juga ingin mencoba mencari uang sendiri dengan bekerja diluar kedokteran gigi. Ditambah lagi keadaan agak sedikit kacau dan Papa sayapun sudah pensiun, semakin memantapkan saya untuk tidak melanjutkan kepaniteraan karena tidak ingin menyusahkan orang tua. Terhanyut dalam hal-hal lain yang saya jalani, menjadi dokter gigi perlahan sudah saya hapus dari ingatan saya. Sudah melupakan sama sekali <em>passion</em> saya dulu, cita-cita saya dulu yang ingin jadi spesialis Prostodonti, impian saya punya klinik dan cafe yang disampingnya berdiri butik hasil rancangan saya sendiri, sudah saya kubur diingatan terdalam saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk beberapa orang-orang yang kenal baik sama saya, pasti tau sifat saya yang keras kepala. Bila saya sudah berkata A, sampai matipun akan tetap A. Karena saya tipe orang yang teguh pada pendirian ataupun pendapat pribadi, sekalipun itu bertentangan atau berbeda dengan pendapat mayoritas masyarakat lainnya.  Selain itu saya juga terkenal <em>vocal</em> dalam mengungkapkan apa yang saya rasakan, walau itu terkadang menyakiti diri saya sendiri terlebih orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada masanya hampir setiap hari saya berantem sama Mama, yang tentunya masih menginginkan saya menjadi seorang dokter gigi. Mama selalu berkata bahwa sebagai satu-satunya anaknya, dia ingin melihat saya menjadi dokter gigi. Permintaannya cuma satu itu saja, dan dia terus mempertanyakan kenapa saya tega tidak meluluskan permintaannya tersebut. Walau akhir-akhir ini, Mama sudah lebih lunak dan mengalah dengan tidak terlalu memaksa saya lagi, sejenak saya bahagia karena berfikir Mama mengikhlaskan saya untuk memilih jalan saya sendiri. Terlebih ketika Dita memutuskan untuk meninggalkan semua masa lalu dibelakang, maka seharusnya itulah yang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya, sekali berkata tidak, saya akan selalu berkata tidak. Sekali saya memutuskan sesuatu saya tidak akan menjilat ludah saya sendiri. Sampai pada suatu titik dimana Papa meminta saya untuk melakukan sesuatu untuknya, yang bagi saya itu berarti saya harus pindah ke Batam (yang waktu itu sempat membuat heboh itu loh), dan menjadi penerusnya menjalankan perusahaan keluarga. Saya sedari dulu sudah sadar sepenuhnya, bahwa menjadi anak satu-satunya itu berarti harus siap menanggung resiko apapun juga. Saya tidak punya saudara laki-laki yang bisa meneruskan usaha keluarga. Toh selama ini juga kurang &#8220;laki&#8221; apa saya? Sudah lama, saya meminta agar papa meminang saya untuk jadi pewaris perusahaannya tapi Papa selalu menolak, dengan alasan saya perempuan, bahwa pabrik/usahanya bukan sesuatu yang layak dipegang seorang perempuan. So, keputusan tersebut tentu saja <em>like a dream come true</em>. saya sangat bersemangat menanti kepindahan saya ke Batam, apalagi Mama tampak mensupport saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga pada suatu hari mendekati rencana kepindahan, Mama mengungkit kembali keinginannya melihat saya disumpah jadi dokter gigi. Mama tiba-tiba tidak merestui saya ke Batam kalau tidak menamatkan dokter gigi dulu. Kami kembali bertengkar dan berdebat, dan saya tentu saja masih kokoh pada pendirian saya. Saya malah lebih memilih kalau kampus men<em>Drop Out</em> saya saja, agar pilihan hidup saya lebih mudah. Toh saya sudah tidak menjalani kepaniteraan selama 4 semester tanpa mengambil cuti resmi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu sahabat-sahabat saya bahkan telah berani terang-terangan meminta agar saya melelang segala alat kedokteran gigi saya yang lumayan lengkap sebagian hasil hadiah beasiswa dari <em><strong>Listerine</strong></em>. Para sahabat saya tidak segan melakukan itu karena mereka tahu bahwa saya lebih bahagia dengan hidup saya sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, entah apa yang merasuki saya. <em>Everywhere I go, I see the sign</em>. Entah tanda apa itu, tapi yang jelas tanda itu membuat saya befikir. Apakah keputusan saya selama ini sudah benar? Apakah yang saya lakukan ini yang paling tepat bagi masa depan saya? Apakah yang saya lakukan ini dapat membahagiakan orang tua saya? Terus terang saya memang sudah bekerja. Disini dan disana, freelance dan partimer di berbagai tempat dan bidang, yang kadang membuat tercengang orang yang bertanya, karena tidak ada nyambungnya sama latar pendidikan saya sama sekali. So, saya senang karena tidak harus meminta uang lagi sama orang tua saya. Lalu kenapa saya sekarang menjadi bimbang? Sampai akhirnya, disalah satu sholat, saya tersungkur dan menangis. Apalah artinya saya? Apalah hebatnya saya? Kalau membuat Mama bahagia saja saya tidak bisa. Selama hati Mama tidak bahagia, hidup saya pun tidak akan bahagia bukan? Mama setiap hari sholat tahajud, katanya demi melembutkan hati Dita agar memenuhi keinginannya. Masa iya saya tega?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/apdc-2011.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2576" title="apdc-2011" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/apdc-2011-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sampai pada suatu titik, Saya merasa malu sama beasiswa yang pernah saya terima. Saya malu sama alat-alat kedokteran gigi milik saya dirumah yang hampir lengkap sepenuhnya, yang saya cicil pelan-pelan dari titik darah dan keringat sendiri semenjak semester awal kepaniteraan klinik. Saya malu sama karya ilmiah saya yang tercetak di <em>Asia Pacific Dental Congress Journal</em>, apa kata orang kalau suatu saat mereka mengetahui bahwa sang penulis karya ilmiah tersebut menyerah ditengah jalan dan tidak melanjutkan profesi dokter giginya?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/sholat.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-2577" title="sholat" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/sholat-298x300.jpg" alt="" width="171" height="173" /></a>Akhirnya saya memutuskan buat sholat tahajud dan istikharah. Bagi saya yang sholatnya aja masih bolong-bolong, sholat tahajud merupakan suatu anomali. Dalam sholat itu, saya meminta tolong beri petunjuk. Bila saya memang masih ditakdirkan buat jadi dokter gigi, bila memang itu jalan hidup saya, tolong beri tanda dan petunjuk. Dan mudahkan jalan saya buat meneruskan kepaniteraan klinik tersebut. Bila memang bukan takdir saya buat jadi dokter gigi tolong berikan tanda yang jelas, semisal di DO langsung atau apalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai kejadian setelah itu menunjukan kalau saya memang harus membahagiakan Mama dengan menjadi dokter gigi. Ketika saya kembali menginjakkan kaki dikampus yang telah hampir 2 tahun saya tinggalkan, saya terus diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Saat ini saya memang belum jadi dokter gigi, tapi paling tidak saya sudah kembali ke jalan yang benar, kembali meneruskan kepaniteraan saya yang sudah saya tinggalkan. Segala sesuatu seperti dimudahkan, bukan hanya masalah kampus. Banyak hal lucu lain yang terjadi setelah itu, baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam pekerjaan. Pas banget sebelum saya kembali aktif di kepaniteraan klinik, kontrak kerja saya di kantor lama habis. Lucunya, setelah saya berusaha memenuhi keinginan Mama, banyak tawaran pekerjaan masuk. Bahkan jauh lebih banyak dari ketika saya fokus bekerja dibidang tersebut. Sekilas saya heran, angin apa yang bertiup? Kok tau-tau saya bisa mendapatkan pekerjaan bertubi-tubi, padahal sebelumnya tidak seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Belakangan baru saya sadar, kalau rejeki itu terletak dalam restu mama. Semenjak saya memutuskan untuk meneruskan kepaniteraan seperti keinginan mama, pintu rejeki terbuka lebar untuk Dita. Saat ini saya bahagia, karena bisa membahagiakan mama seperti keinginan mama selama ini, juga dari sisi saya tidak kehilangan sumber keuangan yang selama ini saya pikir bakal hilang bila saya melanjutkan kepaniteraan klinik.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/dental.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2581" title="CB050016" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/05/dental-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Sekarang saya bahagia dengan pilihan saya yaitu memilih meluluskan keinginan terbesar mama saya. Semoga Dita bisa lekas menjadi dokter gigi beneran (Juni ini insyaallah), dan setelah itu, Dita akan memberikan periksa dan konsultasi gigi gratis untuk kalian semua teman-teman saya, tapi kalau ada tindakan bayar yaaa&#8230; Secara udah gemes juga kalau ngeliatin gigi kalian yang kadang ada banyak masalahnya,  gemes karena saat ini belum legal buat menangani secara langsung, padahal tangan udah gatel :p</p>
<p style="text-align: justify;">So&#8230; next time we&#8217;ll met at Dental Clinic 2.0 rite? <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Btw, anyway busway, Dita Sarjana loh, sejak 2006 lalu&#8230; Yang belum itu Profesi Dokter Gigi nya, soalnya banyak yang masih mempertanyakan status ke sarjanaan saya bagi yang gak paham tentang kuliah kedokteran sama kedokteran gigi. Jadi sekarang gelar nya baru SKG., belum jadi drg. Kalau kedokteran umum itu SKed. dulu baru jadi dr.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Oh, well sebenarnya postingan ini Dita buat untuk diikutsertakan dalam majalah <strong>Cita Cinta</strong><em>Writing Contest</em> bulan Januari lalu, tapi sama seperti nasib postingan <a href="http://di-ta.com/this-is-my-story-dentist-2-0/">Dentist 2.0</a> yg terkurung dalam batasan jumlah kata, DAN yang ini jauh melebihi 300 kata yang diwajibkan, akhirnya saya batalkan dan diputuskan untuk ditulis di blog saja <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/rejeki-itu-terletak-dalam-restu-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>This Is My Story: Dentist 2.0</title>
		<link>http://di-ta.com/this-is-my-story-dentist-2-0/</link>
		<comments>http://di-ta.com/this-is-my-story-dentist-2-0/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 14:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bahasa inggris di EF]]></category>
		<category><![CDATA[dental clinic]]></category>
		<category><![CDATA[dentist]]></category>
		<category><![CDATA[english first]]></category>
		<category><![CDATA[this is my story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=2442</guid>
		<description><![CDATA[*) Disclaimer: Berhubung postingan ini gak masuk 16 besar lomba #MyStory, maka saya edit jadi extended version nya, dan konteks nya saya ubah sedikit (300 kata tak cukup buat menceritakan mimpi saya ). Pada tahun 2016 (5 tahun lagi ya, soalnya 20 tahun kelamaan), saya telah menjadi Dentist yang memiliki Dental Clinic 2.0. yang bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>*) Disclaimer: Berhubung postingan ini gak masuk 16 besar lomba <strong><a href="http://www.emangfun.com/mystory/">#MyStory</a></strong>, maka saya edit jadi <strong>extended version</strong> nya, dan konteks nya saya ubah sedikit (300 kata tak cukup buat menceritakan mimpi saya <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  ).</em></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/03/dentist-dita.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2447" title="dentist dita" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/03/dentist-dita-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2016 (5 tahun lagi ya, soalnya 20 tahun kelamaan), saya telah menjadi <em>Dentist</em> yang memiliki <em>Dental Clinic</em> 2.0. yang bukan sembarang klinik dokter gigi biasa. Klinik saya nanti akan menjadi klinik gigi digital pertama, semuanya terintegrasi sama internet. Saat ini kemacetan sudah menjadi makanan sehari-hari kita, dengan adanya Klinik gigi saya akan memudahkan calon pasien dalam melakukan <em>appointment</em> dengan dokter giginya. Selain itu klinik saya memberikan <em>discount</em> khusus bagi pasien yang menjadi follower twitter ataupun fans di FB page klinik tersebut. Adanya <em>socmed account</em> selain untuk mendapatkan discount juga dapat dijadikan sarana komunikasi antar dokter dengan pasien. Sehingga pasien bisa mendiskusikan keluhannya terlebih dahulu atau mendaftarkan kunjungan sebelum bertemu fisik dengan dokternya, sehingga dapat mengurangi terbuangnya waktu. Ketika melakukan registrasi melalui form, ada kolom keluhan yang bisa diisi, sehingga kita bisa mengelompokkan jenis sakit yang diderita, untuk mempermudah memasukkannya ke list dokter gigi umum, atau spesialis (tergantung kebutuhan dan kasus).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-2442"></span><a href="http://www.homedosh.com/serendipity-cafe-with-unique-and-lively-design/"><img class="size-medium wp-image-2443 alignright" title="cafe" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/03/serendipity-cafe3-300x104.jpg" alt="" width="300" height="104" /></a>Ruang tunggu klinik saya disulap menjadi cafe, sehingga para pasien yang menanti tidak tegang. Dengan adanya cafe, pasien yang menunggu tidak perlu meninggalkan klinik bila ingin makan atau minum, tentunya yang disajikan harus makanan sehat serta minuman yang baik untuk gigi. Selain itu di Cafe tersebut juga ada <em>free wi-fi</em> agar para pekerja yang sibukpun tetap bisa bekerja di klinik saya. Di tengah ruanganpun tersedia perangkat komputer yang bisa digunakan secara bergantian bagi para pasien yang sedang menunggu selain tentunya majalah-majalah seperti yang biasa tersedia di ruang tunggu klinik dokter.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.phuminlab.com/index.php?lay=show&amp;ac=article&amp;Id=538692580&amp;Ntype=777"><img class="size-medium wp-image-2444 alignleft" title="dental clinic" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/03/ningbo_vogue_dental_clinic_default-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Untuk membentuk suasanya nyaman, ruangan klinik/cafe saya itu<em> full music</em>. Musik sendiri sudah terkenal ampuh dalam membuat tubuh menjadi rileks. Selain itu ruangan kliniknya juga dibuat menghadap taman dimana ada kolam kecil yang menambah kesan sejuk dan nyaman bagi pasien melalui bunyi gemericik air.</p>
<p style="text-align: justify;">Karte pasien yang tidak ditulis secara manual, tetapi komputerisasi, sehingga data-data pasien tersimpan dengan baik dan dapat diakses hanya melalui 1 klik saja. Selain itu komputerisasi karte pasien juga dapet mempermudah bila pasien akan di konsul ke bagian lain karena semuanya telah terintegrasi. Tentunya di klinik saya itu, terdapat berbagai jenis spesialisasi dokter gigi, bukan hanya general practitioner saja. Tujuannya tentu saja mempermudah pasien agar tidak perlu pindah lokasi bila perlu mendapatkan tindakan lebih lanjut dari spesialis yang berwenang.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://daycareinnorfolk.com/"><img class="alignright size-medium wp-image-2454" title="day-care" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/03/day-care-in-norfolk-300x200.jpg" alt="" width="270" height="180" /></a>Selain itu bagi pasien yang membawa anak kecil tidak perlu takut, karena di klinik ini juga ada tempat bermain bagi anak-anak. Tempat bermain bagi anak-anak itu tentunya penuh dengan mainan dan buku bacaan yang mendidik bagi anak, tempatnya nyaman dan membuat anak-anak betah, tidak takut dan tidak ingin cepat-cepat minta pulang kepada orang tuanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.jeffreycammdmd.net/"><img class="alignleft size-full wp-image-2456" title="pedodontik" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2011/03/pedodontik.jpg" alt="" width="220" height="275" /></a>Selain tempat bermain bagi anak, ruang klinik yang buat menangani pasien anak-anak, juga memiliki bentuk dan interior yang berbeda bagi pasien dewasa. Ruangan tersebut memiliki dinding yang dipenuhi cat/mural berbentuk binatang, tumbuhan, ataupun hewan bawah laut, dimana di langit-langitnya ditempeli bintang yang gemerlapan yang dapat menenangkan perasaan anak kecil yang hendak dilakukan perawatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi untuk menjadi dentist yang memiliki dental clinic seperti ini tentunya diperlukan pengetahuan bahasa yang luas. Gak mungkin kalau harus membatasi pasien yang hanya orang Indonesia/harus bisa berbahasa Indonesia. Paling tidak bahasa Internasional yaitu bahasa Inggris harus dikuasai. Untuk itu saya perlu <a href="http://www.englishfirst.co.id/">belajar bahasa inggris di EF</a> agar dapat berkomunikasi dengan lancar sama pasien Internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Dear judges <a href="http://twitter.com/venustweets">@venustweets</a> and <a href="http://twitter.com/pitra">@pitra</a>, Now I&#8217;m writing my very own future story. There’s nothing impossible, and I’ll proved that again. Just like you said to me once mbok, &#8220;never stop dreaming and believing!&#8221; So, here I am. <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">* * * * * * * * * * * * * * *</p>
<p style="text-align: justify;">Btw, walau sudah gugur dan ndak masuk 16 besar, tulisan ini beneran ingin saya wujudkan dalam waktu dekat, so&#8230; Kali-kali yang membaca ada yang tertarik mau ngasi sponsor, atau mau ngemodalin saya buka klinik&#8230; #banciSponsor <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/this-is-my-story-dentist-2-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gigi Bungsu aliyas Wisdom Teeth&#8230;</title>
		<link>http://di-ta.com/gigi-bungsu-aliyas-wisdom-teeth/</link>
		<comments>http://di-ta.com/gigi-bungsu-aliyas-wisdom-teeth/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 14:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>
		<category><![CDATA[dentist]]></category>
		<category><![CDATA[medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[hey&#8230; lagi pengen posting sesuatu tentang gigi nih, kali ini topiknya apa yah&#8230;?? ah, gigi bungsu aja deh, itu loh gigi geraham kita yang paling belakang&#8230; yang tumbuh paling akhir, suka bikin kepala pusing saat dia mau tumbuh&#8230;.. okeh, back to topic&#8230; in english&#8230; Wisdom teeth emerge years after all other teeth are in place. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hey&#8230; lagi pengen posting sesuatu tentang gigi nih, kali ini topiknya apa yah&#8230;??<br />
ah, gigi bungsu aja deh, itu loh gigi geraham kita yang paling belakang&#8230; yang tumbuh paling akhir, suka bikin kepala pusing saat dia mau tumbuh&#8230;..</p>
<p>okeh, back to topic&#8230;</p>
<p><a style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" href="http://4.bp.blogspot.com/_BwE3xgImZio/SQGqH3sd3wI/AAAAAAAAATQ/cFwmbbj2lic/s1600-h/p_wisdom_tooth.gif"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_BwE3xgImZio/SQGqH3sd3wI/AAAAAAAAATQ/bKVUcIhv8vc/s320-R/p_wisdom_tooth.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<div class="fullpost">
<p><strong>in english&#8230;</strong></p>
<p>Wisdom teeth emerge years after all other teeth are in place. They develop when most individuals become adults (around after 17 years of age).</p>
<p>Why do wisdom teeth need to be removed?</p>
<p>Because our jaw is smaller than those of our earliest ancestor, our wisdom teeth do not have enough room to fit in our mouths properly therefor our wisdom teeth may become impacted, which can crowd other teeth.</p>
<p>Wisdom teeth can cause gum disease, and can also decay due to difficulty in cleansing them.</p>
<p>They may also cause cysts, which can destroy the jaw or teeth surrounding the wisdom teeth.</p>
<p>Very rarely do wisdom teeth grow properly and remain healthy. If wisdom teeth are removed, the rest of your mouth can remain healthy and your other teeth will be properly positioned.</p>
<p>What is the procedure for removal?</p>
<p>First, your dental and medical history will be evaluated, and then your dentist will perform a tooth examination and take a panoramic X-ray of your teeth.</p>
<p>Wisdom teeth removal is a straight forward procedure and is usually performed through minor surgery by an oral surgeon.</p>
<p><strong>comment <a href="http://fairyteeth.wordpress.com/2009/02/25/gigi-bungsu-aliyas-wisdom-teeth/" target="_blank">here&#8230;</a></strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/gigi-bungsu-aliyas-wisdom-teeth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pake ortho laghi&#8230;. haruskah??</title>
		<link>http://di-ta.com/pake-ortho-laghi-haruskah/</link>
		<comments>http://di-ta.com/pake-ortho-laghi-haruskah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 12:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[dentist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[June 29, 2007 iya nih&#8230; bukannya dita bandel, dita udah dua kali giginya dikawat&#8230; tapi sekarang ada kemungkinan untuk dikawat laghi&#8230; mengapa begitu?? duluuuuuu&#8230;. dita di orto waktu masih sd. saat itu yang dikawat cuman gigi atas doank&#8230; karena dokternya bilang &#8220;gigi bungsunya belum tumbuh, jadi kita liat aja nanti perkembangannya&#8221; cukup lama juga dita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2008/10/look-of-love1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-105" title="look-of-love" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2008/10/look-of-love1.jpg" alt="" width="160" height="120" /></a>June 29, 2007</p>
<p>iya nih&#8230; bukannya dita bandel, dita udah dua kali giginya dikawat&#8230; tapi sekarang ada kemungkinan untuk dikawat laghi&#8230; mengapa begitu??</p>
<p>duluuuuuu&#8230;. dita di orto waktu masih sd. saat itu yang dikawat cuman gigi atas doank&#8230; karena dokternya bilang &#8220;gigi bungsunya belum tumbuh, jadi kita liat aja nanti perkembangannya&#8221; cukup lama juga dita di kawat&#8230; tapi saat itu dita tidak rajin datang kontrol dan ogah2an dalam menerima keadaan bahwa sekarang dita giginya lagi di rawat supaya bagus&#8230; yang ada dipikiran dita saat itu cuma kenyataan bahwa mulut dita ranya jadi ga enak, makan susah, ngomong susah, sariawan terus, dsb, dsb&#8230; sehingga ketika perawatannya kelar dita enggan memakai retainernya (alat yang dipakai agar gigi yang telah dirapihkan tidak kembali ke keadaan semula). ketika kuliah dan masuk ke fakultas kedokteran gigi, dita mulai berfikir untuk mengenakan kawat gigi kembali dan pada saat itu ke empat gigi bungsu dita (wisdom teeth) telah tumbuh walau dua diantaranya impaksi alias tidak tumbuh sempurna&#8230; setelah dilakukan pemeriksaan sebelum dilakukan perawatan, dokternya berkata bahwa gigi dita harus dicabut 4&#8230; and I&#8217;m fine with it&#8230; so dicabut lah gigi dita&#8230; lalu dita kembali mengenakan kawat gigi untuk waktu yang tidak sebentar (persis 2,5 tahun) saat akan dilepas, emang sih dita sedikit men buru2 in dokternya untuk segera melepas kawat itu, karena saat itu dita mau di wisuda S1 dan dita ingin terlihat tidak mengenakan kawat pada saat difoto&#8230; pada saat itu keadaan gigi dita telah rapih, tapi mungkin belum stabil&#8230; sehingga masih gampang berubah posisi&#8230; dita rajin mengenakan retainernya hingga tiba pada suatu ketika alat orto lepasan itu tertinggal di mobil dan dibuang oleh supirku karena disangka sampah&#8230; sehingga samai saat tulisan ini turun&#8230; gigi dita yang tadinya udah rapih mulai sedikit tidak rapih kembali, sehingga kedua ortu dita memutuskan untuk menyuruh dita kembali meng orto gigi dita&#8230; sebelumnya dita udah pernah kembali ke dokternya untuk dibuatkan retainer lagi&#8230; tapi sepertinya dokternya ngambek karena alatnya dihilangin dan berkata &#8220;tidak perlu&#8221;.</p>
<p>iya sih&#8230; dita pengennya pada saat dita jadi dokter gigi nanti, gigi dita udak bener2 rapih se rapih2nya&#8230;</p>
<p>tapi?? haruskah dita di ortho laghi&#8230;.</p>
<p>dita yang lagi dilanda kebingungan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/pake-ortho-laghi-haruskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cita-cita ku</title>
		<link>http://di-ta.com/cita-cita-ku/</link>
		<comments>http://di-ta.com/cita-cita-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 11:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[dentist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[June 20, 2007 aneh&#8230; kenapa sih hampir semua orang bilang cita2 ku tu aneh&#8230; padahal menurutku sederhana dan simpel ajah&#8230; yah sebenernya ga sesederhana itu juga sih. pertama, dita cuma pengen jadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak2ku kelak, lalu, dita pingiiiiiin banget punya anak 7 (TUJUH), yah itu juga tergantung dikasihnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2008/10/meraih-cita-cita1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-88" title="meraih-cita-cita" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2008/10/meraih-cita-cita1.jpg" alt="" width="245" height="245" /></a>June 20, 2007</p>
<p>aneh&#8230; kenapa sih hampir semua orang bilang cita2 ku tu aneh&#8230; padahal menurutku sederhana dan simpel ajah&#8230; yah sebenernya ga sesederhana itu juga sih.</p>
<p>pertama, dita cuma pengen jadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak2ku kelak,</p>
<p>lalu, dita pingiiiiiin banget punya anak 7 (TUJUH), yah itu juga tergantung dikasihnya sama yang di ATAS, selain itu juga kalo ekonomi keluarga mendukung&#8230; kalo tinggalnya di pinggir kali mana bisa punya anak 7 yah&#8230; ntar hanyut seperti kata adin, kira2 juga kaliii&#8230; kenapa tujuh??  selalu ditanya gitu&#8230; kalo mo banyak kenapa ga 11 aja sekalian, khan bisa bikin kesebelasan tuh. kenapa 7? karena: langit ada 7 lapis, surga ada 7 tingkat, neraka ada 7 tingkat, bumi ada 7 lapis, hari ada 7 hari, bumi diciptakan dalam 7 hari, so&#8230; menurut dita 7 itu merupakan angka baik deh&#8230; kenapa ya.. banyak banget yang bilang kalo keinginan dita yang satu ini tu muluk banget&#8230; padahal kah pengen punya anak banyak itu bagus khan&#8230; emang si populasi dunia udah padet banget, tapii&#8230; banyak anak banyak rejeki.. Hahaha.. g juga ga terlalu percaya sih sama pepatah yang satu ini, karena toh tiap anak membawa rejekinya masing2, jadinya ga ngepek juga kan dengan rejeki total ortu.. Hahaha.. mungkin sebab utama yang bikin dita pengen banget punya anak banyak adalah karena dita anak tunggal.. selama ini dita selalu ngerasa kesepian, ga punya temen maen, temen berantem, dll.. tapi semua itu kembali lagi kepada yang di ATAS, kalo di kasinya cuma 1 ya tetep Alhamdulillah, ntarannya dikasi berapapun ya tetep bersyukur dunk pastinya&#8230; &#8220;alaaah&#8230; kamu gaya bener&#8230;&#8221; kata temen ku, yang udah punya anak.. &#8220;kamu bisa bilang gitu kan karena belum ngerasain&#8230; ntar juga kalo udah satu, bilangnya bakal, udah cukup segini ajah&#8230;&#8221;. tapi dita mah kekeuh pada pendirian dita.. punya anak banyak deh ,paling ga&#8230;</p>
<p>Eitss&#8230; kalo soal punya rumah di pinggir kali tu bukan termasuk cita2 dita lho.. cuman itu maksudnya.. dita rela tinggal dipinggir kali asal dengan orang yang mencintai dan dicintai dita, karena dita percaya, kalo dita tuh termasuk orang yang bisa hidup dengan cinta, tanpa materi&#8230; yah asal jangan pengangguran ajah&#8230; (kan biar dipinggir kali tetep rumah sendiri.. hehehe), kalo ke2 ortu ku ajah dulu bisa hidup sangat-sangat sederhana waktu baru nikah (ngontrak rumah yang cuma 1 kamar n 1 dapur), masa dita ga sanggup&#8230;</p>
<p>truss.. dita pengen banget punya klinik sendiri dan juga pengen punya boutique, coffee house dan restauran jappanesse italian foood&#8230; untuk yang 4 serangkai ini emang pastinya diperlukan uang n efford yang tidak sedikit, so&#8230; yang paling penting bagi dita untuk meraih yang 4 ini adalah kerja yang baik selepas meraih gelar dokter gigi, PTT yang bener, bis tu kalo ada rumkit yang nerima, kerja di rumah sakit&#8230; trus kalo udah kekumpul biayanya baru deh pelan2 diwujudkan satu-persatu&#8230; tul ga??</p>
<p>yah seperti kata pepatah &#8220;gantungkan cita2mu setinggi langit&#8221; masalah nyampe apa ga, kan toh manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, semuanya Allah SWT juga yang menentukan&#8230; seperti halnya jodoh, kalo semua cita2 itu berjodoh dengan ku, maka semua itu kan jadi milik ku&#8230; tul ga?? (kok perasaan dari tadi pada bilang ga semua, ga ada yang bilang betul&#8230; hiksss)</p>
<p>20 June 07</p>
<p>-dita-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/cita-cita-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

