#DearL, Don’t Judge Me!

Dear L,

Aku membaca suratmu sambil tersenyum kecil. Aku tipe orang yang sangat terbuka, ketika aku menyukai seseorang (bahkan belum cinta ya..) aku akan dengan senang hati menyimpan foto-foto atau bahkan videonya di galeri foto handphone ku, kalau di wallpaper tentunya disiapkan untuk diisi oleh orang yang sangat dekat di hati. Tidak harus selalu pacar, bisa keluarga, sahabat, atau bahkan teman sekolah. Tapi kalau pas punya pacar, udah pasti walpaper dan bahkan background whatsapp ku pun, memajang wajahnya… <3 Maaf saat ini fotomu tidak terpampang di wallpaper iPhoneku, kecuali kamu ingin jadi someone specialku…

Ah karena kamu menyinggung soal share di social media, aku jadi teringat betapa social media sedikit banyak mempengaruhi kehidupan kita. Bagaimana social media mempengaruhi pola pikir seseorang dalam menilai orang lain. Aku sebagai seseorang yang hubungannya pernah beberapa kali gagal karena socmed, akhir-akhir ini sering merasa ingin diam saja. Gak ada hasrat untuk cuap-cuap terlalu sering lagi. Aku suka merasa serba salah. Socmed itu kan hanya media, tidak berarti sesuatu yang kita tuliskan itu lantas menggambarkan pribadi kita. Lalu kalau dibilang gitu, nanti di cap bohong, atau pencitraan.. Pencitraan itu sendiri kan gak harus selalu berkonotasi negatif! Aku jadi males.

Continue reading →