#DearL, Keeping Memories Alive

Dear L,

Sekarang aku bingung mau membalas apa, tadi sudah kutulis balasan suratmu panjang lebar kemudian mati listri dan draftnya tidak tersimpan. *ngeles aja terus Dit*. Aku coba tulis ulang ya…

Setelah membaca suratmu kemarin, aku lantas berfikir bahwa ternyata barang-barangmu banyak juga ya yang masih ada di aku. Celana panjang coklat yang waktu itu aku pinjam untuk keperluan syuting temanku, dimana aku mendadak didaulat jadi make up artis dan fashion stylist-nya, serta kamera DSLR Nikon mu yang sudah hampir genap setahun nginep di kamarku, untung gak aku jadiin bahan kelonan. #eh

Kalau menuruku lebih mending kamu beli kamera daripada beli sepeda. Karena Car Free Day sekarang macetnya ampun-ampunan. Bukan macet oleh kendaraan bermotor, tapi oleh lautan manusia, sepeda dan abang-abang jualan. Sedangkan sepengetahuan aku, akhir-akhir ini kan kamu udah mulai sering traveling, jadi mending beli kamera aja. Tapi mungkin belinya yang lebih ringan dan kecilan kali ya, apakah kamera prosumer atau mirror-less, atau apalah itu istilahnya, aku juga kurang mengerti. Nanti kalau jadi beli kamera bareng ya, sepertinya aku juga akan membeli kamera.

Continue reading →