#certwit, cerita via twitter (no tittle yet)

dan ketika penyihir itu mengayunkan tongkat nya. debu bintang dan kilatan bersemburan. bibirnya mengucap mantra. menghentikan sepersekian –detik hidup saya. lalu gelap.

dalam gelap, sambil mengerlipkan mata. saya mencoba melihat. masih gelap. kepanikan melanda. dimana saya? DIMANA SAYA?

seketika sejuta cahaya menyeruak. menyilaukan mata. lalu lalang manusia. bunyi alat bantu pernafasan. teriak panik suster. dokter berlari.

Continue reading →