<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dita&#039;s Pensieve &#187; bandung</title>
	<atom:link href="http://di-ta.com/tag/bandung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://di-ta.com</link>
	<description>a place to store and review my random memories</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 02:59:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Oleh-oleh liburan!</title>
		<link>http://di-ta.com/oleh-oleh-liburan/</link>
		<comments>http://di-ta.com/oleh-oleh-liburan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 19:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[mie nyemek]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sate wekwek]]></category>
		<category><![CDATA[spbu]]></category>
		<category><![CDATA[sppbe]]></category>
		<category><![CDATA[tanda nomer kendaraan bermotor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=1521</guid>
		<description><![CDATA[Selama 8 hari, kami sekeluarga (saya, bapak dan ibuk) ceritanya pergi berlibur akhir tahun. Kenapa saya bilang &#8220;ceritanya&#8221;? karena ternyata pulangnya kami semua pada tepar, dari yang varises nyokap kumat, pinggang, punggung dan betis saya dan bokap yang serasa dilindes Stomwalsh, karena kami bergantian nyupir sebagai pilot dan co-pilot *saya menyebutnya begitu agar terdengar keren*, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selama 8 hari, kami sekeluarga (<em>saya, bapak dan ibuk</em>) ceritanya pergi berlibur akhir tahun. Kenapa saya bilang<em> &#8220;ceritanya&#8221;</em>? karena ternyata pulangnya kami semua pada tepar, dari yang varises nyokap kumat, pinggang, punggung dan betis saya dan bokap yang serasa dilindes Stomwalsh, karena kami bergantian nyupir sebagai pilot dan co-pilot <em>*saya menyebutnya begitu agar terdengar keren*</em>, serta Flu tahunan saya kambuh. Dan karena satu dan banyak hal lainnya, kami bahkan ndak sempat blanja blenji yang mengakibatkan perjalanan kali ini tampak kurang afdol. Jadi mohon maaf kepada teman-teman, handai taulan, tidak ada buah tangan dari perjalanan kami kali ini <em>*akan dijelaskan dibawah*</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1521"></span>Kota tujuan adalah <strong>Jogjakarta</strong> (4 malam), pergi melalui <strong>Bandung</strong> (nginep 2 malam), dan pulang melalui <strong>Cirebon</strong> (1 malam). Berangkat tanggal 26 Pagi, kembali tanggal 2 malam (ditahun depannya). Terus terang ini merupakan perjalanan terjauh saya mengendarai mobil, selama ini jarak terjauh yang pernah saya tempuh hanyalah Jakarta-Bandung, serta Jakarta-Anyer. Tapi kali ini bokap tampaknya ingin menguji kemampuan saya menyetir dengan mengizinkan saya bergantian dengannya dalam mengemudikan si besar (panggilan saya untuk mobil Teranno bokap). Walau mba <a href="http://restlessangel.wordpress.com/">Memeth</a> mengatakan saya cocoknya jadi <strong>AKDP</strong> aja dulu (Antar Kota Dalam Propinsi) tapi berhubung ketika perjalanan menuju Jogja, saya yang mengantarkan kami bertiga melalui Propinsi Jawa Barat menuju Jawa Tengah, maka dengan bangga saya menahbiskan diri saya sendiri resmi jadi supir <strong>AKAP</strong> &gt;&gt; Antar Kota Antar Propinsi. <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sedang tidak menyupir, saya duduk manis di kursi cadangan sebagai co-pilot yang baik, yaitu mengamati rambu lalu lintas, tanda petunjuk arah jalan, membaca peta, memberi bisikan arah tujuan seperti kekanan atau kekiri, terta memiliki tujuan mulia lainnya seperti menanyakan kepada pilot apakah dia haus, atau ingin mengemut permen?</p>
<p style="text-align: justify;">Oh iya, kenapa perjalanan liburan kali ini menjadikan sesuatu yang sangat menarik sekaligus menggembirakan buat saya pribadi, sebab seumur-umur saya ndak pernah ngerasain namanya Pulang Mudik. Maklum, walau lahir dan dibesarkan di Jakarta, tapi kedua orang tua saya berasal dari Padang Asli, dan menurut adat kami, tidak ada kata Mudik dalam kamus. seperti kata film Merantau, Merantau asli orang Padang itu, artinya mencari peruntungan di negri orang (tempat orang) hingga sukses. Bukan berarti ndak inget sama kampung halaman dan orang tua, tapi yang namanya pulang ke Kampuang Halaman tidak musti dilakukan pada satu Hari saja Hari Raya Lebaran. Pulang Kampuang dapat dilakukan kapan saja, dan tidak terikat aturan, bahkan banyak orang Padang yang serta merta memboyong kedua orang tuanya ke Kota (baca: tempat dia mencari nafkah) sehingga tidak lagi perlu direpotkan sama yang namanya urusan mudik. atau bila dia benar-benar merasa telah sukses, banyak yang kembali ke Kampuang Halaman untuk membesarkan dan membangun kampung halamannya tercinta tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ok, stop. sekarang saya terdengar sangat seksis dan facis. Back to the topic.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya menjadi co-pilot, saya mengatakan pada diri saya sendiri supaya jangan tertidur dan tetap mengajak sang pilot sesekali berbincang agar beliau tidak mengantuk. Salah satu cara agar tidak kehabisan topik, saya memperhatikan lingkungan sekitar, adakah yang luchu atau apalah buat dijadikan topik pembicaraan. setelah mengamati banyak hal, saya menemukan beberapa yang luchu, dan saya catat di PinkBerry tercinta agar tidak lupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, hanya dalam melintasi 3 Propinsi saja, DKI Jakarta-Jawa Barat-Jawa Tengah, saya menemukan banyak sekali Plat mobil yang jarang-jarang bisa saya temukan di Jakarta, tepatnya 23 macam (itu yang terlihat, dan saya yakin masih banyak lagi yang terlewat). Sedikit rasa penasaran dan mendapatkan bantuan dari bertanya di <a href="http://twitter.com/fairyteeth">twitter</a> serta membuka situs <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_Nomor_Kendaraan_Bermotor">ini</a>, akhirnya berhasil menemukan berasal dari kota mana saja kah, plat-plat nomer kendaraan yang saya temui itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/plat-nomor1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1524" title="plat-nomor" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/plat-nomor-254x300.jpg" alt="plat-nomor" width="254" height="300" align="right" /></a>Sumatera</strong><br />
BD = Bengkulu<br />
BE = Lampung</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat</strong><br />
B = DKI Jakarta, Kab/Kota Tangerang, Kab/Kota Bekasi, Kota Depok<br />
D = Kab/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab Bandung Barat<br />
E = Kab/Kota Cirebon, Kab Indramayu, Kab Majalengka, Kab Kuningan<br />
F =  Kab/Kota Bogor, Kab Cianjur, Kab/Kota Sukabumi<br />
T = Kab Purwakarta, Kabu Karawang, sebagian Kab Bekasi, Kab Subang<br />
Z = Kab Garut, Kab/Kota Tasikmalaya, Kab Sumedang, Kabu Ciamis, Kota Banjar</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jawa Tengah, DI Yogyakarta</strong><br />
G = Kab/Kota Pekalongan, Kab/Kota Tegal, Kab Brebes, Kab Batang, Kab Pemalang<br />
H = Kab/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kab Kendal, Kab Demak<br />
K = Kab Pati, Kab Kudus, Kab Jepara, Kab Rembang, Kab Blora, Kab Grobogan, Kec Cepu<br />
R = Kab Banyumas, Kab Cilacap, Kab Purbalingga, Kabn Banjarnegara<br />
AA = Kab/Kota Magelang, Kab Purworejo, Kab Kebumen, Kab Temanggung, Kab Wonosobo<br />
AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kab Bantul, Kab Gunung Kidul, Kab Sleman , Kab Kulon Progo<br />
AD = Kota Surakarta, Kab Sukoharjo, Kab Boyolali, Kab Sragen, Kab Karanganyar, Kab Wonogiri, Kab Klaten</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jawa Timur</strong><br />
L = Kota Surabaya<br />
N = Kab/Kota Malang, Kab/Kota Probolinggo, Kab/Kota Pasuruan, Kab Lumajang, Kota Batu<br />
P = Kab Bondowoso, Kab Situbondo, Kab Jember, Kab Banyuwangi<br />
W = Kab Sidoarjo, Kab Gresik<br />
AE = Kab/Kota Madiun, Kab Ngawi, Kab Magetan, Kab Ponorogo, Kab Pacitan<br />
AG = Kab/Kota Kediri, Kab/Kota Blitar, Kab Tulungagung, Kab Nganjuk, Kab Trenggalek</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bali, Nusa Tenggara</strong><br />
DK = Bali</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sulawesi</strong><br />
DD = Sulawesi Selatan</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selain memperhatikan Plat kendaraan, tentu ada juga beberapa hal remeh-temeh lainnya yang saya perhatikan, seperti:</p>
<p style="text-align: justify;">Disekitar Cilacap sana (Majenang, Wangon, Rawalu, Buntu, dan seterusnya) disepanjang jalannya saya melihat adanya rambu seperti ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Awas Pipa BBM Bertekanan Tinggi / Awas Sepanjang Jalur BBM Pertamina</p>
<p><em>Dilarang:</em><br />
1. Mendirikan Bangunan<br />
2. Membakar Sampah<br />
3. Menanam Pohon Keras</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saya bertanya sama bapak, kenapa begitu? kata bapak saya, kalau mendirikan bangunan, dikhawatirkan ketika menggali buat pondasi akan mengenai pipa, bila membakar sampah dikhawatirkan panasnya akan meninggikan suhu BBM dalam pipa sehingga dapat timbul hil-hil yang ndak diinginkan, sedang menanam pohon keras dapat mengakibatkan pipa rusak oleh akarnya (pohon keras itu pohon-pohon yang memiliki akar tunggak luruk ke bawah).</p>
<p style="text-align: justify;">ada poster yang berisi pengumuman:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kambing Hilang!! Harap Lapor</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&gt;&gt; sepertinya warga situ ada yang kehilangan Kambing</p>
<p style="text-align: justify;">ada juga berbagai rumah makan seragam, yang bila di satu daerah ada menjual suatu makanan maka dijamin satu daerah tersebut akan penuh rumah makan yang menyajikan makanan serupa, contohnya:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Sate wek-wek</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-1525" title="sate-wek-wek" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/800px-Sate_bebek_071006-0267_tbk-300x155.jpg" alt="sate-wek-wek" width="300" height="155" /></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&gt;&gt; sate bebek pasti ini maksudnya</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Mie Nyemek</p>
<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG01032-20091020-19401.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1526" title="mie-nyemek" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2010/01/IMG01032-20091020-1940-300x225.jpg" alt="mie-nyemek" width="300" height="225" /></a></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">&gt;&gt; adakah yang tau??? Terus terang saya ndak tau apa itu mie nyemek. Kata nyokap mie nyemek itu keras, setengah matang dan belum empuk, entah benar atau tidaknya ndak diketahui, sebab kami tidak mampir tuk mencicipi</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, ada juga jembatan <strong>timbang barang</strong>, yang tentu saja fungsinya menimbang truk-truk yang akan lewat apakah memenuhi standar atau kelebihan muatan, dan luchunya ternyata ada juga <strong>tempat Periksa Hewan Ternak</strong>, mungkin fungsinya memeriksa apakan mobil yang memuat ternak, ternaknya itu sehat atau tidak, kali-kali bisa menularkan ke ternah setempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir, saya melihat gedung-gedung yang di luarnya bertuliskan <strong>SPPBE</strong>. Apa pula itu?? selama ini saya taunya hanya <strong>SPBU</strong> (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), ituloh tempat kita biasa ngisi bensin. Ternyata setelah gugling, barulah saya mengetahui bahwa SPPBE itu adalah <strong>Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji</strong>, tempat pengangkutan LPG curah hingga ke pengisian tabung Gas Elpiji.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah segitulah oleh-oleh yang dita bawa dari perjalanan kali ini, lumayan bikin timbul banyak pertanyaan di otak saya, dan bikin juga sibuk menggugling ketika sempat&#8230; untung ada yang namanya teknologi&#8230; <img src='http://di-ta.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">oh iya, soal kenapa pulang ndak bawa oleh-oleh fisik, disambung di postingan berikutnya aja deh&#8230; :mgreen:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/oleh-oleh-liburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyari makan kok nyampe Bandung??</title>
		<link>http://di-ta.com/nyari-makan-kok-nyampe-bandung/</link>
		<comments>http://di-ta.com/nyari-makan-kok-nyampe-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 15:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairyteeth</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://di-ta.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Keburu lupa, mending di posting sekarang saja&#8230; jadi begini ceritanya&#8230; di hari minggu sore nan lumayan cerah dan panas, jam didinding menunjukan pukul 3 sore, tiba-tiba, papaku mengatakan, &#8220;cari makan yok!&#8221; saat itu dita sama mama memang sedang kelaperan. duh&#8230; tapi walau sambil mengeluh, dita sama mama masuk untuk tuker pakaian, intinya kurang lebih jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keburu lupa, mending di posting sekarang saja&#8230;</p>
<p>jadi begini ceritanya&#8230; di hari minggu sore nan lumayan cerah dan panas, jam didinding menunjukan pukul 3 sore, tiba-tiba, papaku mengatakan, &#8220;cari makan yok!&#8221; saat itu dita sama mama memang sedang kelaperan.</p>
<p>duh&#8230;</p>
<p>tapi walau sambil mengeluh, dita sama mama masuk untuk tuker pakaian, intinya kurang lebih jam 4 kami siap sudah rapi jali dan pergi mencari makan (dita yang nyupir soalnya papa bilang capek). tadinya kami berencana untuk jalan-jalan di dalem kota saja. (kebetulan papa dita ini hobinya muter-muter ndak karuan, pergi ke kota trus ke priok trus ke bogor, pokokna asal jalan-jalan ae.) saat melewati restoran ikan bakar cianjur, mama sudah tergiur untuk meminta dita berhenti saking lapernya, tapi papa lalu berkata, &#8220;kita makannya di rest area aja yg waktu itu kita makan soto babat bening.&#8221;<span id="more-504"></span></p>
<p>wakss&#8230; makan di rest area itu terjadinya pas kita mau pergi ke bandung, daaannnn&#8230; kita bertiga ndak ada yang inget letak percisnya ada di mana. setelah nekat aja, dengan harapan rest area tersebut bakal deket sama jakarta (bukan deket sama bandung). setelah menempuh berkilo-kilo dan beberapa rest area, kami belom juga menemukan rest area yang kita idam-idamkan, akhirnya karena tak kuasa menahan lapar dan dahaga (halagh gaya bener), kami <em>*dita lebih tepatnya*</em> memutuskan untuk berhenti saja di RA terdekat (capek euy nulis rest area mulu, selanjutnya disingkat RA aja yah&#8230;). dita berpikir kalo itu adalah RA yang sama, tapi ternyata bukan, untung nemu resto yang kira-kira makanannya bakal enak.</p>
<p>nama restonya warung bandung, disana dita sama papa pesen bebek goreng (sayang lupa dipoto), sedang mama pesen iga bakar. setelah pesenannya nyampe, dita nyesel kenapa ndak pesen iga bakar saja&#8230; soalnya pas nyobain punya mama, ampe kalap saking enaknya. di RA tersebut kita cuman sebentar, soalnya udah mule sore, n tadi perjanjian awalnya ndak boleh sampe malem, soalnya dirumah, dita lagi ngerendem pakaian, kalo kemaleman nyuci kan ndak enak sekali.</p>
<p>lalu rencana selanjuatnya tentu saja mencari puteran balik menuju jakarta (posisi saat itu belom memasuki cipularang). tetapi sekali lagi papa kuw nakal, beliau memutuskan untuk tancap ke bandung saja tanpa memikirkan bagaimana cucian dita yang sudah direndem dari tadi.</p>
<p><a href="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/01/page_12.jpg"><img class="size-medium wp-image-505 alignleft" title="bandung_pink" src="http://di-ta.com/wp-content/uploads/2009/01/page_1-231x300.jpg" alt="bandung_pink" width="231" height="300" align="left"/></a>setelah sampai dibandung, matahari udah mulai ngumpet, sehingga kita memutuskan untuk segera pulang setelah membeli oleh-oleh bandung, tapi ternyata bansin udah tiris, jadilah mengisi bensin dulu. abis itu berhubung dita rada ngantuk, dan dita pengen ngupi sekaligus melapar kembali, maka ciwalk adalah tujan berikutnya <em>*ngidam J.co*</em>. disana cuman beli capucinno over ice sama donat 1/2 lusin, trus pas mau jalan balik ke parkiran nemu sandal luchu (tentu saja berwarna pink) trus beli deh&#8230; udah gitu mama ngeluh kedinginan pengen beli jaket, ada nya warna merah sama pink, dita tentusaja langsung berkata, &#8220;yang pink aja mah&#8230; jadi kalo di jakarta bisa buat dita&#8230;&#8221;</p>
<p>huhuhu&#8230; dasar maunya. trus disitu (tenpat jaket tadi) ada kaos warna shocking pink bergambar monyet <em>*cocok nih sama tas baru yg kemaren ntu*</em> jadilah ituh kaos ikut dibeli juga. lalu kami ndak jadi beli oleh-oleh bandung karena ternyata jam sudah menunjukan pukul 7 malem, hyak perjalanan masih panjang.</p>
<p>perjalanan pulang papa yg nyetir&#8230; aje gile 110 km/jam. ngebutnya zigzag kayak jason di pelem Redline di adegan pembuka. sesuai dengan keterangan di tret <a href="http://www.plurk.com/p/dd9a7" target="_blank">plurk dita</a> bahwa nyupir di cipularang itu LANCAR WASPADA, lancar karena kecepatan mobil bisa selalu diatas 90-110 km/jam, tapi juga waspada karena orang-orang nyupirnya pada seenak udele dewek. membuat buku-buku tangan ku memucat semua saking kuatnya pegangan.</p>
<p>alhamdulillah nyampe dijakarta jam 10 malem&#8230; lumayan seneng karena dita mendapatkan 3 rampasan perang. lumayan sedih karena malem-malem mengetahui fakta bahwa dita harus mencuci baju&#8230;</p>
<p>kesimpulan&#8230; nyari makan aja bisa nyampe bandung, udah gitu di bandung cuman buat ngopi n ngedonat di J.co yang notabene bisa dilakukan di jakarta, serta mambeli rampasan perang dita diatas, yang pastinya juga bisa dilakukan di jakarta. dan total waktu yang dihabiskan di bandung hanya 1,5 jam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://di-ta.com/nyari-makan-kok-nyampe-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
