Anne Hathaway in a Dress Inspired by Ancient Egypt

Postingan kali ini masih menampilkan Anne Hathaway dalam berbagai busana, kali ini busana yang dikenakannya saya anggap terinspirasi dari kebudaan Mesir kuno. Anyway, kenapa saya memilih Anne Hathaway sebagai icon yang akan ditampilkan? Karena sejak dia tampil pertama kali di film Princess Diary, saya langsung jatuh cinta seketika.. Dan benar saja, makin kesini aktingnya makin bagus, dan dia juga tampil semakin cantik dan gorgeous. :)

SAG Awards 2009 in Azurro-thumb-480x721-135780a-horz

annehathaway-SAG-Awards-red-carpet-photos-01252009-091. Azzaro 2009

Continue reading →

Anne Hathaway in a Dress Inspired by Ancient Greece

Menyambung postingan sebelumnya di postingan sebelumnya yang membahas Pakaian bangsa Yunani kuno, sesuai janji, maka di postingan ini saya akan menampilkan Anne Hathaway yang mengenakan busana yang menurutku terinspirasi dari Ancient Greece.

83rd Annual Academy Awards - Arrivals1. Valentino Fall 2002 Couture

devil2006valentino (1)-horz2. Valentino 2006

Continue reading →

Fashion in Ancient Sumerian

Pakaian apa yang dipakai oleh bangsa Sumeria (Peradaban awal Mesopotamia) kuno?

Bangsa Sumeria membuat pakaian mereka dengan menggunakan sumber daya alam yang tersedia disekitar mereka. Pakaian-pakaian itu terbuat dari kulit, wol dan rami yang bisa mereka tanam/pelihara dan panen sendiri. Wol adalah kain yang paling umum digunakan untuk membuat pakaian di Mesopotamia dan digunakan untuk hampir setiap jenis pakaian dari jubah ke sepatu. Tebal dan tipis pakaian yang dibuat dan dikenakan tergantung musim yang sedang berlangsung. Seperti kita sekarang, pakaian yang lebih tebal akan dikenakan di musim dingin dan pakaian yang tipis akan dikenakan di musim panas. Bangsa Sumeria mengenal tehnik ‘Globelin’ dalam memberi ornamen pada kain, yaitu perpaduan antara menenun dan menyulam

tassels

Pria Sumeria awal biasanya memakai cawat kecil. Kemudian rok mulai diperkenalkan, sehingga kaum pria bertelanjang dada dan mengenakan rok selutut atau lebih rendah yang diikat di pinggang oleh sabuk  tebal bulat yang terikat di belakang. Rok ini biasanya dihiasi dengan rumpai pada pinggirnya atau potongan kain yang dipotong dalam bentuk kelopak. Semua kelas laki-laki di Sumeria memakai jenis rok seperti ini. Pria berstatus tinggi, seperti raja dan perwira militer, juga mengenakan jubah wol biru dicelup, merah, ungu, atau putih.

assyrian_huntingdress assyriacup Continue reading →

Fashion in Ancient Egypt

Ragam busana Mesir Kuno (Ancient Egypt) terdiri dari berbagai warna dan umumnya dihiasi dengan permata dan perhiasan. Mode Mesir kuno dibangun untuk tujuan kenyamanan, bagi mereka, bukan berarti untuk tampil indah, mereka harus mengorbankan kenyamanan.

Pakaian Mesir kuno biasanya sangat sederhana dan praktis terutama terdiri dari kain yang dilipat, termasuk kaftan lurus ataupun tidak lurus, dan juga tunik yang disebut Kalasiris. Sepanjang sejarah Mesir selama 3000 tahun hanya sedikit sekali perubahan yang terjadi. Hanya saja pada periode awal, Kalasiris bentuknya pendek dan ketat (Skenti), sedang di periode akhir kalasiris dibuat panjang dan belipit-lipit. Pakaian tersebut dapat berlengan pendek ataupun panjang, tapi cukup umum bila kalasiris dibuat hanya berlengan setali tipis untuk menyeseuai dengan kondisi cuaca dan iklim mereka yang panas.

schenti

(Skenti)

Continue reading →

Fashion in Ancient Greece

Pakaian Yunani Kuno (Ancient Greece) biasanya merupakan kain tenunan buatan sendiri, terbuat dari wol atau linen. Kain-kain mereka sangat berwarna dan sedikit memiliki disain yang agak rumit, terlihat dari vas dan patung-patung mereka. Bahan yang digunakan untuk memproduksi pakaian dicelup oleh tanaman alami. Wol diimport dari India pada abad ke 5, kemudian diproduksi dan dijual dengan harga mahal. Keluarga miskin membuat pakaian mereka sendiri, sementara yang kaya yang bisa membelinya.

Pakaian untuk wanita dan pria terdiri dari dua macam pakaian utama, yaitu tunik (baik peplos atau chiton) dan jubah (himation). Peplos adalah kain persegi panjang besar yang berat, biasanya terbuat dari bahan wol, dilipat sepanjang tepi atas sehingga lipatannya (Apoptygma) akan mencapai pinggang. Itu ditempatkan di sekitar tubuh dan diikat di bahu dengan pin/bros (fibula). Ada lubang untuk kedua tangan di setiap sisi, dan sisi terbuka kain itu dibiarkan saja menjuntai, disematkan pin atau dijahit untuk membentuk jahitan.

 peplos-drawingSmall           peplos2

Continue reading →

Ancient Fashion and Nowadays Fashion

Jadi begini, sejak September 2012 lalu, Dita kan mencoba untuk sekolah lagi, nah karena dari dulu pengen banget ambil sekolah fashion, maka masuklah Dita ke ESMOD di bilangan cipete sana. Esmod sendiri sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1996 (udah lumayan lama ya), long story cut short, cerita soal sekolah lainnya akan ada di postingan lain, nah sekarang, Dita akan membahas soal salah satu mata kuliah komplementer di sekolah.

Selain mendapat mata kuliah utama Pattern Drafting dan Fashion Design, di ESMOD juga di ajarkan, Fashion Textille and Technology, Fashion Marketing, Life Drawing dan Fashion Culture & History. Nah tugas semester pertama dari Fashion Culture & History adalah:

Find from the ancient world what you really like/pictures that talks to you directly (Egyptian, Mesopotamian, Greece and Roman, Byzantium). Choose three subjects. 

  • Find your own celebrities/icons wearing fashion items connected/influenced by your selected 3 ancient world.
  • Design some apparels (dress, pants, overall, tunic, anything you could think about) influenced by your chosen ancient subjects
  • Draw details to put on your designs

2. Search deeply one designer that you like the most. Vary from very modern fashion designers to traditional designers, even to dead-already-centuries-ago fashion designer.What influenced them?

  • Their design, sketches, fragments, check volume, etc
  • Final products and details
  • Sketches connected to this designers

Continue reading →