Hujan

rain-love2

Hujan. membawa sejuta angan.

Tetes hujan yang turun sejak pagi, berhasil memporak porandakan hati yang sudah ku susun rapi.

Hujan memang suka datang tiba-tiba, seperti kenangan yang menyeruak tak kenal waktu kunjung tiba.

Hujan yang turun sedari pagi, rintik rinai menyusup ke sanubari. Membasahi sudut hati membongkar memori, pelan tapi pasti.

Hujan yang juga tak kunjung reda, seperti debar di dada setiap kamu ada maupun tak ada.

Hujan turun terus, aku punya payung, tapi mengapa diriku tetap basah? Oh aku lupa, itu air mata.

Gerimis di luar jendela meringis miris, cerminan hatiku yang teriris.

Aku seperti tanah yang merindukan belaian hujan, setiap tetes yang turun tak pernah terasa cukup memuaskan angan.

Teguk, rengkuh, sebanyak yang kau bisa. Sesak, penuh, isilah selagi ada. Hujan.

Siapa yang tahu, mungkin ini hujan terakhir yang dapat kau rasa. Sebelum kemarau panjang tiba, dan jarak kembali memisahkan kita.

#certwit, cerita via twitter (no tittle yet)

dan ketika penyihir itu mengayunkan tongkat nya. debu bintang dan kilatan bersemburan. bibirnya mengucap mantra. menghentikan sepersekian –detik hidup saya. lalu gelap.

dalam gelap, sambil mengerlipkan mata. saya mencoba melihat. masih gelap. kepanikan melanda. dimana saya? DIMANA SAYA?

seketika sejuta cahaya menyeruak. menyilaukan mata. lalu lalang manusia. bunyi alat bantu pernafasan. teriak panik suster. dokter berlari.

Continue reading →

Aku, Kalian dan NERAKA

heaven-or-hell-cartoonAku mungkin bukan orang baik.
Aku mungkin tidak seperti yg kalian inginkan
Aku mungkin menyebalkan
Aku mungkin hina dan berdosa
Aku mungkin suka membangkang

Kalian mungkin merasa paling benar
Kalian mungkin merasa berkuasa
Kalian seenaknya berbuat dan menyalahkan org lain
Kalian berteriak, memaki, membentak, menyakiti
Kalian saling tuding, saling membunuh, satu sama lain maupun diriku

Continue reading →