Syndrom OCD

Pagi-pagi sudah ada aja kejadian yang membuat galau dan moody sampai hari itu berakhir. Penyebabnya adalah sabun cuci tangan yang terisi penuh di kamar mandi. Entah merk nya apa, Ibuku tampaknya mengganti nya dengan merk yang tidak biasa kami pakai. Bukannya merk baru itu jelek, saya hanya tidak terbiasa dengan aroma nya.

Suatu kebiasaan (entah buruk atau baik) yang saya miliki adalah mencuci tangan secara berulang. harum sabun setelah selesai mencuci tangan bisa membuatku tenang. Tanganku adalah bagian tubuhku yang paling “penting”, ketika rumah kehabisan air bersih pun, saya lebih baik tidak mandi seminggu daripada tidak cuci tangan sama sekali.

Seorang teman mengatakan, kalau yang saya alami itu sesungguhnya adalah Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Apakah OCD itu?

Menurut Wikipedia, Obsesif-kompulsif (OCD) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan pikiran mengganggu yang menghasilkan kegelisahan, ketakutan, atau kekhawatiran, oleh perilaku berulang yang ditujukan untuk mengurangi kecemasan terkait, atau oleh kombinasi seperti obsesi dan kompulsi.

Gejala gangguan tersebut meliputi tindakan mencuci atau membersihkan secara berlebihan; pengecekan berulang; menyimpan sesuatu dengan ekstrim; keasyikan dengan pikiran seksual (ini aku ndak loh), kekerasan atau keyakinan membabi buta terhadap agama; phobia terhadap angka tertentu, dan kalau lagi nervous melakukan ritual-ritual, seperti membuka dan menutup pintu sejumlah kali sebelum memasuki atau meninggalkan ruangan.

Tindakan mereka yang memiliki OCD dapat muncul sebagai paranoid dan berpotensi menjadi psikotik. Namun, penderita OCD umumnya mengakui memiliki kecenderungan obsesi dan kompulsi mereka itu sebagai tindakan yang tidak rasional, dan mungkin membuat mereka jadi tertekan oleh kenyataan itu.

OCD itu sendiri termasuk gangguan mental keempat paling umum, dan didiagnosis sesering penyakit diabetes mellitus dan asma. Di Amerika Serikat, satu dari 50 orang dewasa menderita OCD. Obsesif-kompulsif juga mempengaruhi anak-anak dan remaja serta sebagaimana orang dewasa. Jadi sebenarnya OCD sendiri tidak berbahaya dan belum bisa disebut penyakit sebelum menggangu produktifitas dan mengganggu orang lain. OCD adalah kumpulan gejala atau disebut juga syndrom. hampir setiap orang  memiliki syndrom tersebut, tapi tidak semuanya termenifestasi dengan nyata.

Dalam Bahasa Inggris sendiri ungkapan obsesif-kompulsif telah menjadi bagian dari leksikon,  sering digunakan secara informal untuk menggambarkan seseorang yang terlalu teliti, perfeksionis dan terlalu terikat/tenggelam dalam sesuatu yang dikerjakannya. Walaupun gelaja-gejala diatas itu merupakan gelaja dari OCD, tapi orang yang menunjukkan tanda/gejala tersebut tidak lalu mesti mengidap OCD.

Mengenyampingkan perilaku mereka yang irasional, penderita OCD sering memiliki ciri-ciri kepribadian seperti perhatian yang tinggi terhadap detail, menghindari risiko, perencanaan yang matang, rasa bertanggung jawab yang berlebihan  dan kecenderungan untuk berfikir lama dalam memutuskan sesuatu.

Lalu bedanya Obsesi dan Kompulsi itu apa?

Obsesi (keinginan yang tidak disengaja) adalah pikiran yang terus muncul kembali dan bertahan dan tak terkendali meskipun telah dilakukan upaya untuk mengabaikan atau menghadapi pikiran tersebut. Dapat berupa gambar, atau impuls yang terjadi belulang-ulang. Orang  OCD  tidak ingin memiliki ide-ide ini tetapi tidak bisa menghentikannya. Sayangnya, pikiran obsesif sering mengganggu.

Kata ibu saya, sejak kecil saya memiliki rasa keinginan yanag begitu kuat. kalau menginginkan sesuatu akan terus dikejar sampai dapat, tidak peduli ganjelan, rintangan yang dihadapi. Apapun yang saya inginkan harus saya dapatkan (untungnya ndak sampai menghalalkan segala cara loh). Keinginan tersebut bisa bermacam-macam bentuknya, dari sekedar ingin memiliki benda sampai ingin memiliki orang. #HereWeGoAgain :lol: Masih ada yang ingat bagaimana saya kekeuh mencari seseorang yang bahkan ndak saya kenal selama 3 bulan tanpa menyerah? Saya rasa saat itu Obsesif dari OCD sayalah yang sedang mengambil alih tubuh ini. *berasa diculik alien kali ya?*

Kompulsi adalah perilaku atau ritual yang Anda merasa terdorong untuk bertindak lagi dan lagi. Biasanya, dorongan dilakukan dalam upaya untuk membuat rasa obsesi  pergi. Misalnya, jika Anda takut kontaminasi, Anda mungkin mengembangkan ritual pembersihan yang rumit. Namun, hal itu tidak pernah berhasil. Bahkan, pikiran obsesif biasanya datang kembali kuat. Dan perilaku kompulsif sering berakhir menyebabkan kecemasan itu sendiri karena mereka menjadi lebih menuntut dan akhirnya akan semakin memakan waktu. Orang tersebut mungkin merasa bahwa tindakan ini entah bagaimana caranya akan mencegah terjadinya hal yang mereka takuti. Contoh tindakan kompulsif, menggaruk/mengelupas kulit secara berlebihan (dermatillomania) atau mencabut rambut (trikotilomania) dan menggigit kuku (onychophagia).

Beberapa dorongan umum kompulsif diantaranya menghitung hal-hal tertentu (seperti langkah kaki), melakukan tindakan repetitif lainnya, seringkali berhubungan dengan nomor atau pola. Orang-orang berulang kali mencuci tangan mereka atau membersihkan tenggorokan mereka (berdeham), memastikan hal tertentu dalam garis lurus, berulang kali memeriksa bahwa mobil yang diparkir telah terkunci sebelum meninggalkannya, terus-menerus mengatur dengan cara tertentu, menghidupkan dan mematikan lampu, menjaga agar pintu ditutup setiap saat, berjalan dengan cara tertentu seperti hanya menginjak warna tertentu *I did this*.

Tipe-tipe dalam OCD

Washer or Cleaner: Orang yang memiliki ketakutan irasional terkontaminasi kuman, sehingga secara kompulsif akan berusaha menghindarkan diri dari kontaminasi tersebut, misalnya selalu membersihkan diri. Walaupun sudah berkali-kali mencuci, ia tidak kunjung merasa aman.

Checkers: Orang yang terobsesi untuk selalu memeriksa. Penyebabnya adalah kecemasan yang irasional. Misalnya, bila ia tidak mengecek berulang kali (oven dimatikan, pintu terkunci, dll) dia merasa bahaya mengintai setiap saat dan bisa mencelakasi diri dan sekelilingnya. Jika hal buruk tersebut terjadi, maka ia menganggap dialah orang pertama yang harus disalahkan.

Doubters and sinners: Merupakan orang yang memiliki perasaan obsesif dan intruktif, bahkan terkadang menakutkan jika dirinya tidak melakukannya maka akan mengakibatkan kemalangan atau kecelakaan.

Orderers: Merupakan orang yang fokusnya mengatur segala sesuatu agar tepat pada tempatnya. Mereka akan menjadi sangat tertekan apabila benda-benda tersebut dipindahkan, dipegang, atau ditata dengan orang lain. Mereka mungkin memiliki takhayul tentang angka tertentu, warna,atau pengaturan.

Hoarders: Merupakan orang yang senang mengumpulkan barang-barang yang tidak berharga. mereka takut sesuatu yang buruk akan terjadi jika mereka membuang apa pun.

Meskipun beberapa orang melakukan hal-hal tertentu berulang-ulang, mereka tidak selalu melakukan tindakan-tindakan kompulsif. Seperti jam tidur di malam hari dan bangun dipagi hari, jalan yang dilewati setiap hari ketika pergi bekerja, dan lainnya disebut kebiasaan. Dengan kata lain, kebiasaan cenderung membawa efisiensi dalam kehidupan seseorang, sementara dorongan/kompulsi cenderung mengganggu.

Dalam beberapa kasus, perilaku ini juga dapat menyebabkan gejala fisik yang merugikan. Misalnya, orang yang obsesif mencuci tangan dengan sabun antibakteri dan air panas bisa membuat kulitmerah dan mentah dengan dermatitis. Untungnya saya ndak begitu.

Pemilik syndrom OCD sebenarnya memahami betul bahwa gagasan mereka tidak rasional,tetapi mereka merasa terikat untuk mematuhi demi menangkis perasaan panik atau ketakutan. Dalam OCD berat, obsesi bisa pindah ke delusi (waduh gawat). Orang dengan OCD sebenarnya menggunakan rasionalisasi ketika harus menjelaskan perilaku mereka, namun, ini tidak berlaku untuk perilaku secara keseluruhan dan berbeda bagi tiap individual.

Misalnya, seseorang kompulsif memeriksa pintu depan mungkin berpendapat bahwa waktu yang dibutuhkan dan stres yang disebabkan oleh pemeriksaan yang lebih dari sekali pintu depan jauh lebih sedikit dibandingkan waktu dan stres yang terkait bila kemudian dirampok, dan dengan demikian memeriksa adalah pilihan yang lebih baik. Dalam prakteknya, setelah mengecek, orang tersebut masih tidak yakin dan menganggap masih lebih baik untukmelakukan cek satu kali lagi, dan alasan ini dapat terus selama diperlukan.

Penderita OCD merasa sangat terganggu dengan perilaku kompulsifnya, namun tidak berdaya untuk menghindarinya. Dengan OCD, pikiran dan perilaku anda  dapat menyebabkan penderitaan yang luar biasa, menyita banyak waktu mu, dan mengganggu kehidupan sehari-hari dan serta kehidupan sosial mu.

Setelah membaca sana sini, sebenernya ada 4 cara untung membantu mengurangi gejala-gejala OCD tersebut, menurut Westwood Institute for Anxiety Disorders.

Relabel - Mengakui bahwa pikiran obsesif mengganggu dan mendesak yang dirasakan adalah hasil dari OCD. Misalnya, melatih diri untuk mengatakan, “Saya tidak berpikir atau merasa bahwa tangan saya kotor. Saya mengalami obsesi bahwa tangan saya kotor.” Atau,“Saya tidak merasa bahwa saya memiliki kebutuhan untuk mencuci tangan Saya mengalami dorongan kompulsif untuk melakukan paksaan mencuci tangan..”

Reattribute – Sadarilah bahwa intensitas dan campur tangan dari pikiran atau dorongan disebabkan oleh OCD, itu mungkin berhubungan dengan ketidakseimbangan biokimia di otak. Katakan pada diri sendiri, “Itu bukan aku-itu OCD-ku,” untuk mengingatkan Anda bahwa OCD adalah pikiran mendesak tidak bermakna, dan merupakan pesan yang salah dari otak.

Refocus – Fokuskan perhatian Anda pada sesuatu yang lain, setidaknya untuk beberapa menit ketika sedang mengalami gejala OCD. Lakukan hal lain yang berguna. Katakan kepada diri sendiri, “Aku mengalami gejala OCD. Saya perlu melakukan hal lain.”

Revalue – Jangan ambil serius OCD yang sedang Anda alami. Katakan pada diri sendiri, “Itu hanya obsesi bodoh saya itu tidak ada artinya.. Itu hanya otak saya. Tidak perlu untuk memberi perhatian padanya.” Ingat: Anda tidak dapat membuat pikiran itu pergi, tapi tidak perlu Anda memberi perhatian padanya. Anda dapat belajar untuk melanjutkan ke perilaku berikutnya.

Konon salah satu cara untung menolong diri sendiri mengatasi atau bahkan menantang gelaja OCD yang ada di dalam diri adalah dengan menuliskannya. Bawa terus sesuatu yang bisa dipakai untuk menuliskannya (bisa apa aja, pensil dan kertas, smartphone, tablet, laptop, apapun!) Ketika Dirimu merasa mulai terobsesi, tuliskan semua dorongan tersebut.

Kenapa menuliskannya?

Selain untuk merekam segala obsesi dan kompulsimu, menulis pikiran bawah sadar juga merupakan pekerjaan yang lebih sulit daripada hanya memikirkannya, sehingga lama kelamaan pikiran obsesifmu cenderung menghilang lebih cepat. Selain itu menuliskan kalimat yang sama puluhan atau bahkan ratusan kali akan membantu kalimat tersebut kehilangan kekuatannya. Selain itu dengan menuliskannya akan bantu menyadarkan dirimu betapa selama ini kamu terlalu terobsesi dengan hal tersebut.

So far, Syndrom OCD ku adalah:

1. Mencuci tangan terus menerus, tidak suka memiliki tangan yang bau walaupun itu bau makanan, lebih suka makan pakai sendok daripada pakai tangan.

2. Selalu merasa lupa mengunci pintu mobil, yang mengharuskan saya untuk terus menerus kembali ke mobil hanya untuk melihat sudah terkunci atau belum.

3. Memiliki rasa terikat sama barang yang begitu besar, bukan tipe yang rela memberikan barang yang telah dimiliki kepada orang lain, dan bahkan tidak rela untuk menjual kembali barang-barang yang telah tidak digunakan.

4. Keinginan yang begitu kuat untuk menggunting kuku, bahkan bisa tiap hari meluangkan waktu hanya untuk menggunting kuku, termasuk kuku orang lain yang berada disekitar saya.

5. Memiliki kecenderungan untuk menggigiti bibir, kuku, pensil atau pulpen ketika gelisah atau nervous.

Terakhir, ingat hanya karena Anda memiliki pikiran obsesif atau melakukan perilaku kompulsif TIDAK berarti bahwa Anda memiliki gangguan obsesif-kompulsif.

So, siapa disini yang merasa memiliki Syndrom Obsesif-kompulsif Disorder? Lalu apa saja Obsesi atau Kompulsifmu? Share donk :D

—————

Sumber: Wikipedia, Helpguide, Web MD, Health Age.

42 comments

  1. pencarianjatidiri says:

    bapak saya sepertinya OCD
    dia suka mencuci tangan atau mandi hingga berjam-jam kadang saya jadi telat bekerja gara2 nungguin dia selesai mandi -_- kamar mandinya cuma satu T_T
    dan kalau mengerjakan apapun lama sekali sampai berjam2 karena terlalu teliti -_- malah kalau di bantuin kerjaannya dia akan marah dan ngatain orang yang bantuin dia itu bodoh…dia ga percaya orang lain seteliti dia..
    Dan kebiasaannya dia yang aneh lagi mengatur bukunya sampai sangat rapi,baju disetrika sangat licin (dulu waktu belum tau OCD saya kira dia genit -_-)
    saking parahnya OCD nya saya tidak tegur sapa dengan dia sampai lebih 1 tahun (karena dia terlalu ngatur : kadang urusan sepele bgt seperti saya cuci kaki sebentar aja dia marah2)
    dan parahnya lagi ibu saya juga OCD akut
    OCD ibu saya lebih kearah mengepel lantai berulang2 merapikan tumpukan baju berulang2 juga capee liatnya -_-
    dan ibu saya suka ngatur dimana saya harus parkir motor biar bannya ga kena bekas tai ayam

    saya sendiri sebagai keturunannya mungkin OCD, saya punya kebiasaan aneh suka menjumlah2kan angka terutama jika sedang stress…waktu stress karena belum bekerja saya mencoret2 genting rumah dgn penjumlahan matematika sampai saya malu sendiri saat sadar (aneh bangat kan tapi itu buat saya tenang -_-)..dan waktu membuat lamarn kerja saya membuat daftar detail lengkap dengan jam dan ongkos perjalanan..
    saya tidak suka merobek buku atau mencoret tulisan yang salah..
    pernah waktu di kampus ada temen cewe yg bantuin nulis pelajarn kampus saya malah kesel karena tulisannya beda dgn saya..saya laki laki tapi tulisan tangan saya sangat rapi..
    kebiasaan aneh saya yang lain saya suku berkumur2 setiap melihat keran air -_- (tapi saya tidak punya kebiasaan mencuci tangan) dulu waktu belum tau OCD saya pikir itu wajar..
    dan saya juga punya kebiasaan pelupa yang berlebihan …

    boleh tanya ga? psikolog mana yang bagus dan berapa biaya konselingnya?
    terima kasih
    di tunggu feedback nya ^_^

  2. Maria krispina says:

    Ada bbrapa ciri2 ocd dlm dri sya,sprti
    1.slalu ngcek pntu sdh d kunci atau blm,ngcek air sdh d matiin atau blm brulang2 smp cape
    2.ngpel stiap hari,ga bsa tdur kl kmar kos ga d pel
    3.pntu hrs slalu d tutup rapat
    4.ga bsa liat bnda yg udh d tata rapih tiba2 brgser cm bbrp centi aj
    5.trobsesi bgt sm nyuci bju,kdang bju2 yg udh ada d lmari d cuci lgi,krn ngrasa msih ktor
    6.dan yg pling bkin cpe,sya ga bsa lihat ada helaian rambut d lantai,wlupun cm ada 1 helai,sya bela2n bwt buang k tmpt smpah
    Kira2 ada cra bwt bntu ngilanin atau seenggakny ngurangin klakuan2 sya yg sprti itu ga y? Rasany cpe dh,

  3. Sultan Yazid says:

    Assalamualaikum wr wb
    Saya merasa punya sindrom ituu -__- gasengaja lagi search tentang diet OCD malah ketemu sindrom OCD xD

    Kalo sayaa sii ada ritual setiap mau pup harus liat sudut ruangan ,, entah kenapa,, tau itu gamasuk akal tapi harus dilakuin sebelum pup,, wkwkw
    Ato kala saya lagi nonton yg pake subtittle,, kalo gakebaca saya ulang ulang terus adegannya sampe saya mengerti apa maksud omonganna xD

    • Sultan Yazid says:

      Oh iya saya juga sangat terobsesi dengan angka 5 dan 7,, klo volume TV saya gaboleh genap harus ganjil wkwk,, klo saya galakuin saya gatenang,, tapi makin sini saya coba buat galakuin hal aneh itu xD meskipun sebagian masih dilakuin karna udh jadi kebiasaan
      Sultan Yazid recently posted..2013 -1-

  4. Rosaline says:

    Assalamu’alaikum…
    Sepertinya ada beberapa kebiasaan saya yang bisa digolongkan ke dalam OCD syndrom. Diantaranya:
    1. Kalo lagi jalan di lantai yang berubin, selalu ada perasaan tidak ingin menginjak garis perbatasan ubin. Jadi sebisa mungkin waktu melangkah, kaki saya harus menginjak bagian tengah ubin. Saya juga ga tau kenapa. Tapi saya sudah melakukan ini sejak kecil.
    2. Saya ini pelupa dalam urusan membawa barang-barang. Karena inilah sebelum pergi saya selalu cek tas saya berkali-kali. Kadang nggak cuma sekali ngeceknya, tapi berulang-ulang. Tapi akhir-akhir ini kebiasaan ini agak berkurang dan memang harus saya hentikan karena bikin nggak tenang. Caranya, ketika ngecek satu kali, saya harus konsen di saat mengeceknya, jadi nggak perlu ngecek ulang.
    3. Saya suka menggerakkan jari-jari saya berulang-ulang, terutama jari telunjuk dan jari tengah. Biasanya kalo sedang diam, menunggu, atau bosan, tanpa sadar dua jari itu bergerak mengetuk-ngetuk meja, lutut saya, atau pipi saya. Kadang saya coba hentikan, tapi seperti ada dorongan kuat untuk tetap menggerak-gerakkan jari2 itu.
    4. Saya suka aroma sabun mandi tertentu dan saking sukanya sampe sering dilama-lamain kalo cuci tangan biar saya bisa hirup lama-lama wanginya. Bahkan saya bawa sabun yang masih dalam kemasan ke tempat tidur. Ga tau kenapa kalo uda menghirup aroma sabun tersebut, perasaan jadi lega. Kayak jadi semacam aroma terapi gitu. Tapi kemudian saya jadi berpikir jangan2 sabunnya dikasi narkoba. : D Karena takut bahaya ketagihan bahan kimia dan semacamnya saya hentikan cepat-cepat. Untuk yang satu ini saya tidak yakin apa ini merupakan gejala OCD. Tapi saat itu selalu ada keinginan kuat gitu buat menghirup aromanya.

    • indriani maulida says:

      saya mungkin menderita OCD juga… ada beberapa hal yang sangat mengganggu saya bahkan memang sangat menyita waktu saya..
      1. setiap malam saya selalu ingin mengecek pintu berulang-ulang nyampe kaki saya suka pegel.. walau pun saya sudah berbaring di tempat tidur. saya pasti akan bangun lagi untuk mengecek kembali pintu. padahal saya tahu pasti kalo pintu itu sudah saya kunci..
      2. setiap abis matiin laptop saya selalu gak yakin.. yang barusan saya pencet itu tombol shut down atau tombol SLEEP.. nyampe saya suka nyalain lagi laptopnya..
      3. setiap mau berangkat kuliah dan udah ngunci pintu.. saya selalu balik lagi ke kamar karna selalu ingin memastikan lagi kalo semua barang elektronik sudah saya cabut…dan ketika saya balik lagi ke kamar, kenyataan yang selalu saya hadapi adalah “semua barang elektronik saya memang sudah saya cabut semua”
      4. saya selalu ingin keadaan dikamar saya RAPIH.nyampe waktu saya lebih banyak tersita oleh membersihkan kamar dari pada untuk belajar :((
      5. saya selau memastikan berulangkali tugas yang telah saya kumpulkan ada di tumpukan tugas yang telah dikumpulkan.
      rasanya cape banget hidup kaya gini.. tapi dorongannya buat ngelakuin semua itu kuat banget. saya sudah seperti tidak berdaya lagi .. :((

  5. chemy says:

    hi saya juga mau share…
    saya bingung sih sama diri saya sndiri sbnernya..
    saya rasa saya punya sindrom OCD, sperti cuci tangan berulang kali sampe kulit tangan kisut, mencabuti rambut, terobsesi sama air yg bersih, kalo ga bersih ga mau pake air itu, dan suka sayang mau buang barang2 gak penting..
    tp yg saya heran, saya ga bisa menata kembali barang2 yang sudah saya berantakin secara tidak sadar,,terkadang saya ga sadar di kasur saya sudah berantakan barang2 artsy saya, setiap hari, tp ketika saya mau mengembalikan ke posisi semula saya tidak bisa memanage dengan tepat…dan itu selalu terjadi setiap hari sampai saya harus tidur dengan barang2 saya di kasur :(..

  6. Ayesha says:

    Saya pikir OCD saya berasal dri keturunan ibu & tekanan hidup saya.
    Ibu saya terlalu ‘gila’ akan kebersihan sampai terkadang saya sendiri juga merasa jenuh. Dan itu semua menurun ke saya.. Saya memiliki obsesi & kompulsif tipe checkers & orderers. Saya sering bahkan setiap hari melakukan hal2 :
    1. Saya tidak bisa pergi/meninggalkan rumah jika saya tidak mengunci lemari saya sebanyak 5 kali dan setelah itu saya harus mengunci pintu rumah 5 kali juga lalu dicek lagi dengan cara mendobraknya. Jika saya rasa itu sudah cukup maka saya bisa pergi.
    2. Saya terobsesi mengecek kompor berulang kali. Melihat apa apinya sudah mati.
    3. Saya sering mengecek setrika. Apa kabelnya sudah dilepas apa belum.
    4. Saya suka mengecek hape berulang kali. Terutama jika ada goresan di hape yg belum pernah saya temui atau jika seseorang membuat hape saya gores atau bahlan jatuh. Maka saya akan cemas alan hal itu berhari2. Sampai2 saya marah sendiri dengan obsesi saya. Tp saya tdk bisa menghentikannya.
    5. Saya paling cemas & takut jika suruh memegang pisau, gunting, atau semacamnya. Saya setelah memegang benda seperti itu pasti akan menghitung jumlah jari saya. Berulang kali bahkan saya sampai minta orang untuk menghitungkannya agar saya berhenti menghitung.
    6. Untuk tipe orderers, saya merasa saya harus menata sendiri semua barang saya berdasar ukuran. Saya akan tahu jika barang yang sudah saya tata bergerak 1 inci saja. Itu membuat saya melakukan hal yang sangat mendetail. Maka terkadang saya benci jika ada orang memindah atau memegang barang saya tanpa sepengetahuan saya. Tp saya tidak bisa memarahi mereka.
    7. Saya menulis sesuatu jika saya belum ‘srek’ . Maka saya akan mengahpus dan menuliskannya lagi. Sampai terkadang teman saya menegur saya. Maka dari itu ketika ujian sekolah saya selalu jadi yg terakhir mengumpulkan karena kecemasan tak berarti itu.
    8. Saya mengulang kata/kalimat ketika saya berbicara dg orang lain.

    Hmm.. ketika saya bilang ke teman saya jila saya jenuh akan OCD saya. Mereka tidak percaya. Mereka bilang itu imajinasi saya karena saya juga seorang penulis. Ketika saya bilang ke orang tua saya.. jangankan percaya.. mendengarkan sajapun tidak..
    Saya ingin mengobati OCD saya T.T

    • Annline says:

      Teman2, kita buat Grup Diskusi utk penderita OCD yuk, sbg wadah utk saling sharing dan membantu/menguatkan klo kt bs bangkit dan ga merasa sendiri. Apakah disini ada tmn2 yg mau dan berminat?

Leave a Reply

CommentLuv badge