Belajar Skin Care Natural bersama Skin Dewi

Perjalananku mempelajari skin care natural atau skin care organik dimulai sekitar 2-3 bulan yang lalu. Semua dimulai dari Ajeng yang memberiku racikan oil blends untuk mengurangi alergi dan anxiety ku. Bila sebelumnya saya memang sudah penasaran dengan proses pembuatan produk-produk organik, oil blends dari Ajeng seperti memberiku triggers untuk kembali semangat mempelajari dan mencari tahu lebih dalam tentang skin care natural/organik. Karena sebagai seorang dokter (gigi) saya terbiasa mengkonsumsi obat untuk meredakan sakit saya, jadi gak kepikiran tuh sebelumnya sama segala sesuatu yang natural/herbal/organik.

Di salah satu pencarian saya, tanpa sengaja saya menemukan Skin Dewi di salah satu hashtag di Instagram, ketika itu Skin Dewi sedang membuka kelas formulasi selama 3 hari di bulan Agustus kemarin. Karena harganya cukup lumayan, dan kebetulan waktunya masih lama (saya buka sekitar bulan Juni), jadi saya pikir, “ntar aja ah daftarnya pas udah deket.” Eh ndilalah pas saya mau daftar sudah full booked!

Kalau ditanya alasan kenapa saya mau/semangat mempelajari skin care natural, padahal saya gak punya masalah yang berat banget, paling kulit kusem, bekas jerawat susah hilang, pori-pori besar, sama agak kering gitu deh, jadi kalau make-up an suka patchy; saya suka bingung jawabnya gimana. Cuma belakangan memang sudah mulai “pintar” membaca ingredients yang ada di dalam suatu produk jadi mulai bisa menghindari kandungan yang agak menimbulkan alergi/sensitifitas, kebetulan kandungan tersebut adalah dimethicone (golongan silicone). Saya kalau menggunakan mousturizer atau serum yang mengandung itu langsung besoknya jerawatan. Masalahnya kalau beli produk-produk skin care terkenal pasti rata-rata ada kandungan tersebut. Nah, kalau bisa bikin skin care kita sendiri yang cocok sama kulit kita kenapa tidak?

Walau saya sudah ikutan beberapa workshop dari guru/provider lain, saya masih penasaran banget sama workshopnya Skin Dewi, kenapa? karena selain materinya segambreng, waktunya juga panjang (3 hari). Eh, kebetulan banget dapat kesempatan untuk ikut Mini Workshopnya Skin Dewi bersama foundernya langsung mba Dewi Kauw, di rumah beliau pulaaaak! Bersama Ajeng, mba Ani Berta dan 8 teman blogger lainnya.

Sejarah Terbentuknya Skin Dewi

Mba Dewi cerita awal mulai Skin Dewi, karena anak keduanya sejak lahir kulitnya bermasalah dengan kondisi kulit yg namanya Atopic Dermatitis, atau eksim/eczema. Dari lahir mba Dewi bingung sekali kenapa anaknya klitnya merah-merah alergi dan gatal dan tidak sembuh-sembuh walau sudah dibawa ke berbagai dokter bahkan ke spesialis dermatologi. Anak dengan kondisi kulit mengalami atopic dermatitis atau eczema klasifikasinya banyak sekali. Biasanya anak yang atopic dermatitis orang tuanya (salah satu atau dua-dua nya) ada yang alergi. Alerginya bisa macem-macem dari makanan, debu, apa aja, kemungkinan besar anaknya akan punya penyakit ini, dan biasanya tingkat alerginya juga tinggi dan beraneka ragam.

 photo P1180684_zpswiua7ewq.jpg

Mba Dewi ngerasain punya bayi rewel, gak bisa tidur, pagi siang sore malem nangis karena gatel. Sebagai orang tua juga melihat itu pasti gak nyaman karena kita tau rasanya pasti perih, dan gatel. Yang paling sedih setiap saya ketemu orang, semua orang nanyain, “anaknya kenapa?” “Kenapa gak dibawa ke dokter?”, “Mungkin gak cocok sama dokternya, coba bawa ke dokter lain”. Mereka langsung menilainya kita sebagai orang tua yang gak bener dalam mengurus anak, padahal siapa sih ortu yang mau anaknya sengsara.

Akhirnya mikir, wah gak bisa nih kayak gini. Ketika pakai obat dari dokter gatal dan merahnya hilang,, tapi kalau obatnya berhenti dipakai muncul lagi. Akhirnya saya tau ini obat ini adalah steroid, obat ini hanya menekan penyakitnya, bukan menghilangkan penyebabnya (menyembuhkan). Mau sampe kapan pake salep dari dokter 2x sehari, dan makin lama dosisnya makin nambah karena kulit menjadi resisten. Oleh sebab itu sebenarnya steroid tidak boleh digunakan dalam jangka waktu panjang.

Melalui hasil baca dan riset, Mbak Dewi menemukan kalau jaman sekarang banyak banget anak-anak yang mengidap eczema. Kalau jaman dulu perbandingannya hanya 1:10, jaman sekarang bisa 1:4 lho. Kenapa sekarang bisa tambah banyak? Salah satu penyebabnya adalah pola makan, produk perawatan atau kosmetik yang digunakan, dan polusi, dll. Eczema ternyata juga merupakan salah satu indikasi kalau dalam badan kita ada sistem yang tidak benar, dan akan timbul reaksi alergi berupa merah dan gatal-gatal.
Baik obat natural maupun sintetis gak ada baik atau jelek, kita sebagai manusia yang menggunakan harus bisa menemukan balanced nya. Mba Dewi hanya tidak ingin anaknya ketergantungan steroid seumur hidup, oleh sebab itu mba Dewi mencari solusi buat anaknya salah satunya melalui Skin Dewi.
Saya mungkin tidak memiliki alergi terlalu banyak, tapi sepertinya cukup banyak reaksi sensitifitas. Oh iya, sensitif sama alergi berbeda ya, karena sensitif belum tentu alergi, tapi alergi sudah pasti sensitif. Reaksi sensitifitas bila di pupuk akan berubah menjadi reaksi alergi. Jadi walau misalnya saya sembarang menggunakan kosmetik ataupun skin care saya tidak perlu terlalu takut terjadi reaksi sensitifitas yang berlebihan, CUMA, saya juga beberapa waktu mengalami atopik dermatitis, walau bentuknya lebih ke bentol-bentol macam digigit serangga. Eczema saya biasanya terjadi bukan karena alergi, tapi timbul karena anxiety, stress, kurang tidur, banyak pikiran. Ketika sudah timbul, saya biasanya pusing nyari cara buat mengobati. Nah disinilah ilmu natural skincare berperan.

Trial and Error

Mbak Dewi terinspirasi untuk membuat produk sendiri pada saat beliau pergi ke Jerman, Mbak Dewi sangat terkesan karena produk berbahan alami dan organik di sana dijual di supermarket selayaknya produk pabrikan biasa. Padahal Jerman terkenal sebagai negara modern dan produsen serta tempat riset berbagai paten dan obat-obatan, tapi kenapa masih menghargai produk natural dan organik? Berarti produk-produk tersebut bagus digunakan dan memiliki khasiat yang gak kalah dengan obat pabrik.

Walau latar belakang Mbak Dewi adalah lulusan Chemical Engineering di University of Washington, tapi ketika kuliah tidak mempelajari formulasi untuk produk-produk skincare, akhirnya Mbak Dewi mengambil kelas diploma di School of Natural Skincare untuk belajar mengenai natural skin care, kemudian lanjut di Formula Botanica untuk mengambil advanced diploma dan kelas-kelas sertifikasi lainnya. Selain itu, Mbak Dewi juga sertifikasi di bidang minyak atsiri (essential oils) untuk kulit dari Tisserand Institute by Robert Tisserand dan sertifikasi Perfumery di Grasse Institue Perancis.

Siapa bilang kalau semua yang natural atau organik pasti bagus dan cocok? Ketika Mba Dewi pertama kali belajar cara pembuatan skin care natural dan belajar mengenai bahan bakunya, dan mencoba menggunakan bahan Shea Butter yang katanya bagus untuk eczema, karena mampu mengurangi gatal dan memiliki efek melembabkan, ketika dicoba ke anaknya, ternyata gak cocok dan alergi, memperparah kondisi eczema anak mba Dewi saat itu. Tidak ada bahan yang cocok untuk semua orang, yang cocok di satu ornag belum tentu cocok digunakan dengan orang lain, dan bukan berarti bahan tersebut tidak bagus. Setiap orang itu unik dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Pesan dari mba Dewi kalau kita memakai suatu produk lalu kulitnya bereaksi menjadi kemerahan atau gatal-gatal, segera hentikan pemakaian produk tersebut. Bisa jadi itu adalah reaksi alergi karena tidak cocok dengan kandungan bahan di dalamnya. Jangan percaya kalau ada yang bilang, “gak papa purging, paling kulitnya lagi detox”. Segera hentikan pemakaian!

Dari sana setelah Mba Dewi mengalami berbagai trial and error, ternyata saya merasa terpanggil untuk membantu orang-orang yang kulitnya (atau kulit keluarganya)bermasalah. Karena sekarang tidak hanya bayi dan anak kecil saja yang memiliki eczema atau kulit bermasalah dan sensitif, remaja, orang dewasapun bisa terkena banyak masalah kulit. Sejak itu mba Dewi mulai ngajar dan membuka workshop karena ingin berbagi ilmu.

Kebanyakan orang-orang yang kulitnya bermasalah sudah mencoba berbagai produk yang tak terhitung jumlahnya, semua yang orang bilang bagus akan dicoba, akhirnya tidak satupun cocok sehingga merasa mentok dan capek karena tidak sembuh-sembuh. Ketika punya masalah seperti ini kita harus take charge, in control. Jadi tujuan diadakannya workshop untuk membantu orang yang bermasalah agar dapat mencari solusinya sendiri. Kenapa? Karena dari workshop kita bisa kenal bahan dasar dan cara meracik bahan tersebut menjadi suatu produk.

Ibarat kita makan nasi goreng, kita tau lah kira-kira isinya apa saja. Tapi kenapa bisa ada nasi goreng yang enak adan yang gak enak? Nah, kalau kita masak sendiri nasi gorengnya kan kita tau pasti apa isinya. Kalau keasinan, garamnya tinggal dikurangin, kalau kemanisan ya kecap manisnya dikurangin, bisa tambahin telor, dll. Begitu juga kalau misalnya kulit kita sensitif, dengan sendirinya kita akan takut coba produk baru karena kita gak tau isinya apa, sedangkan bila produknya kita yang bikin kan kita sendiri yang masukin bahan bakunya. Kalau gak cocok, berarti penyebabnya salah satu di antara bahan baku yang dimasukan. Tinggal eliminasi saja satu persatu. Kalau kita coba produk orang kan kita gak bisa eliminasi.

Kita bisa alergi terhadap apapun, natural maupun sintetis. Jadi mencari skincare yang cocok udah seperti pencarian jati diri saja. Ada salah satu peserta workshop yang di kelas langsung timbul reaksi sensitifitas seperti merah dan gatal-gatal, kemudian langsung catat apa bahan yang menimbulkan reaksi sensitifitas tersebut, jadi kedepannya kalau mau beli produk jangan yang ada bahan tersebut. Jadi itu tujuan Mba Dewi bikin workshop di Skin Dewi, agar kita bisa tahu bahan bakunya apa saja, lalu apa yang bikin tubuh kita reaksi.

Rangkaian Skin Dewi

Kalau kamu punya masalah kulit, bisa langsung hubungi Mbak Dewi melalu situs Skin Dewi. Karena Skin Dewi juga bisa merekomendasikan produk yang sesuai dengan masalah kamu, bahkan membuat custumize produk khusus untuk masalah kulitmu. Berikut beberapa produk Skin Dewi

 photo P1180721_zps9r4yjpq6.jpg  photo P1180723_zpssp9axqlk.jpg

 photo P1180720_zpsq1r34kep.jpg

Selain produk jadi, workshop dan konsultasi, Skin Dewi tentunya juga menjual bahan-bahan agar kita bisa meracik sendiri skin care natural kita di rumah. Bahkan bila bahan yang kita inginkan tidak ada, kita bisa rikues loh dan nanti akan dicarikan. Seru banget ya! Skin Dewi import semua bahan bakunya dari seluruh dunia, tergantung produsen dan tanamannya tumbuh dimana. Misalnya tea tree yang biasa digunakan untuk jerawat, tanamannya tumbuh di Australia, masa Mba Dewi akan import dari sana. Atau argan oil kan dari Morocco, Shea butter dari Africa. Memang agak repot karena harus import bahan baku secara terpisah, cuma semua itu kan demi mendapatkan bahan dengan kualitas terbaik.

Mini Workshop

Setelah mendengarkan kisah yang melatarbelakangi Mba Dewi membuat Skin Dewi, masuklah kita ke sesi mini workshop! Kami akan mempraktekan membuat produk scrub yang hasilnya akan kami bawa pulang. Produk scrubnya buat muka atau badan kami sendiri yang akan menentukan. Karena scrub kopi lagi terkenal nih, salah satu bahan yang bisa digunakan ketika mini workshop ini adalah bubuk kopi. Untuk alternatifnya ada bubuk bambu dan bunga rosella. Saya dan Ajeng memilih untuk membuat scrub yang berbeda, saya membuat scrub kopi untuk selulit, Ajeng membuat scrub Bamboo-Rosella untuk wajah. Kenapa beda? Biar kami bisa saling nyobain. Nanti akan ada postingan khusus tentang proses pembuatan scrub ini.

 photo P1180754_zpsuqchdxlq.jpg

Sebelum postingannya menjadi terlalu panjang, workshop Skin Dewi batch berikutnya ada di bulan November tanggal 24-26 dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore ya. Bagi yang mau ikutan langsung aja cek ke webnya Skin Dewi. Kenapa harus ikutan workshop mahal-mahal padahal di youtube dan internet (modal googling) banyak? Karena kita gak bisa mempertanggung jawabkan ilmu yang di dapat free dari hasil gugling, apalagi kalau yang nge-post bukan ahlinya. Bukan berarti ilmu yang bener gak ada yang gratis ya! Banyak kok online course yang memberikan free trial, ataupun special course secara gratis kepada subscribernya. Pintar-pintar saja memilah dan memilih, tapi kalau saya sih mending bayar, trial and errornya langsung diawasi sama gurunya, gak cuma sekedar nyoba-nyoba sendiri dirumah.

 photo P1180792_zpsooadnc65.jpg

Sebelum berpisah tak lupa kami berfoto bersama… Terima kasih Mba Dewi Kauw, Skin Dewi dan Komunitas ISB yang sudah memberi kesempatan ikutan Mini Workshop yang seru dan penuh ilmu ini…

One comment

Leave a Reply

CommentLuv badge