SARIAWAN apa, mengapa dan bagaimana?

Sebenernya udah lama banget mau nulis tentang ini, cuma karena satu dan lain hal (termasuk karena hampir satu tahun yang lalu saya dan partner di Difa OHC di SOMASI sama suatu obat dengan merk A), jadilah di tunda terus. Namun, akhir-akhir ini menemukan masih banyak sekali orang yang salah kaprah mengenai sariawan, mau ndak mau, sebagai dokter gigi, saya merasa berkewajiban untuk meluruskan rumor/hoax/mitos yang berkembang di masyarakat.

Apa sih sariawan itu? Luka seperti apa yang bisa disebut sariawan? Kenapa bisa ada orang yang sering mengalami sariawan dan ada yang tidak? Terus gimana cara mengobati sariawan? Nah, postingan ini bertujuan untuk membuka mata masyarakat tentang apa itu Sariawan serta seluk beluknya dari sisi medis. Oh iya, berhubung salah satu partner saya di Difa Oral Health Center adalah seorang dokter gigi spesialis Penyakit Mulut, jadi poster-poster yang akan ada di postingan ini adalah milik DifaOHC dan konten nya dibuat oleh beliau.  

 

Berdasarkan cuplikan dari wawancara drg. Widya Apsari, Sp. PM dengan salah seorang warkes Liputan6.com tahun lalu, “Sariawan adalah jenis penyakit di dalam mulut yang paling sering dijumpai (di Indonesia), berjumlah hingga 80%. Dan termasuk penyakit yang etimologinya (penyebabnya) tidak diketahui.”  

Selain itu sariawan jarang dan hampir tidak pernah ada pada anak kecil. Baru mulai timbul di usia awal 20-an.

 

Orang umum menganggap semua luka di dalam mulut adalah sariawan, padahal sebenarnya tidak. Sariawan ada gambaran klinik yang khas, yakni berwarna putih, memiliki tepi dan pinggir bewarna kemerahan. Sebenarnya bila di biarkan sariawan atau yang biasa dikenal sebagai Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) akan sembuh sendiri setelah 14 hari.

 

Apakah kamu termasuk yang beranggapan jika sariawan itu disebabkan oleh kekurangan vitamin C?

Timbulnya sariawan itu tidak ada hubungannya dengan kekurangan vitamin C loh.. Tapi kok kalau sariawan bisa cepat sembuh dengan suplemen vitamin C? Itu karena vitamin C memang memiliki peranan dalam mempercepat penyembuhan luka didlm mulut seperti sariawan ini.. Tapi tidak ada hubungannya sama penyebab timbulnya sariawan.

Lalu apa donk penyebab timbulnya sariawan? Sering banget nih munculnya..

 

Bagi yang penasaran sama penyebab sariawan, mungkin poster diatas ini bisa menjawab..

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, sariawan BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA, tapi ada beberapa faktor predisposisi timbulnya sariawan

predisposisi/pre·dis·po·si·si/ /prédisposisi/ n 1 kecenderungan khusus ke arah suatu keadaan atau perkembangan tertentu; 2 kecenderungan untuk menerima atau menolak sesuatu berdasarkan pengalaman dan norma yang dimilikinya; 3 Dok keadaan mudah terjangkit oleh penyakit

Sariawan paling banyak dibawa oleh genetik. Jadi kalau bapak ibu nya sering sariawan, ya anak-anaknya bakal punya bakat yang sama. Bagi yang karena genetik, rajin banget deh kambuh. Kesodok sikat gigi kambuh, makan gorengan kambuh, kegigit kambuh, bahkan teman saya ada yang ngomong aja bisa sariawan.. Jadi bisa dipastikan hampir tiap bulan kambuh, bahkan mungkin bisa lebih dari sekali sebulan. Kalau punya bawaan genetik, stress dikit sariawan, kena apaan dikit langsung jadi sariawan, tidak demikian sama orang-orang yang gak punya keturunan sariawan.

Faktor lain penyebab sariawan adalah trauma (kegigit, ketusuk, kesodok sikat gigi) dan stress. Trauma mekanik bisa berkaitan sama hal-hal diatas, bisa juga tidak. Saya termasuk yang ini. Biasanya sariawan karena kegigit, kesodok sikat gigi, atau ketusuk wire nya ortho. Tapi setahun 2x aja sariawan belum tentu soalnya emang gak ada bakat genetiknya. Sehingga kalau luka di mulut belum tentu jadi sariawan, bahkan tidak setiap trauma menimbulkan luka. Wow, bebal banget mulutmu Dit..  Bagi yang sariawan karen pemicunya stress, kurang istirahat.. Kambuh pas load kerjaan lagi banyak, skripsi, putus sama pacar, dll.

Penyebab lainnya yang karena hormon, biasanya ibu hamil, atau wanita yang lagi menstruasi. Inipun masih terkait sama kekurangan asam folat/zat besi/vit B12. Kalau contoh yang Alergi, biasanya kambuh setiap habis makan gorengan.

Nah, kan udah tahu nih seluk beluk sariawan, sekarang gimana cara ngobatinnya? 

Goal terapi dalam pengobatan sariawan ada tiga, yaitu:
1. Mempercepat penyembuhan
2. Mengurangi intensitas nyeri
3. Mengurangi kekambuhan

Bagaimana caranya agar 3 hal ini tercapai dalam pengobatan?

Untuk mengurangi kekambuhan, kita harus mencari dan mengatasi faktor pencetus timbulnya sariawan pada diri masing-masing.
Sedangkan untuk mengurangi intensitas nyeri dan mempercepat penyembuhan luka, dapat menggunakan obat-obatan oles sariawan yang dijual dipasaran dan mengandung antibiotik, kortikosteroid, analgesik maupun yang mengandung hialuronic acid..

Tapi ingat, sebelum memakai obat sariawan, pastikan dulu sariawanmu adalah sariawan sebenarnya, bukan infreksi virus, jamur, bakteri, ataupun bukan termasuk kanker mulut.

Sariawan atau yang disebut e biasanya terjadi pada mukosa mulut yang bergerak, seperti: bibir, lidah, dan bawah lidah serta bagian dalam pipi. Bila kamu merasa memiliki sariawan pada bagian bagian yang tidak bergerak seperti gusi atau langit-langit, kemungkinan besar lesi tersebut bukanlah sariawan, bisa jadi pre-kanker ataupun jenis penyakit lainnya. So better be checked by Oral Medicine Specialist.

Pesan terakhir dari saya, “Jadiah #PasienCerdas. Untuk kesehatan kok coba-coba, nanya ke ahlinya kan gak sulit ya, apalagi di jaman digital seperti sekarang.”

 

2 comments

  1. cK says:

    Wah berarti aku bukan sariawan ya. Biasanya tuh kayak bengkak kalau abis kesodok sikat atau kegigit.

    Terus biasanya aku kasih garem aja biar cepet kempes. :)))

Leave a Reply

CommentLuv badge