Resital Piano Wibi Soerjadi at Erasmus Huis

Ketika dalam perjalan menuju/dari Pameran Foto Raden Saleh 16 Juni lalu, Sambil lalu Saya mengatakan kepada Yudhi kalau ingin sekali melihat Pentas Ballet. Dia bertanya, “Kalau Resital Piano gitu suka gak?”, “Oh suka banget!! Aku punya beberapa anime dan live action tentang musik, seperti Nodame Cantabile.” Saya jawab.

Hingga akhirnya pada tanggal 20 Juni lalu, pergilah kami ke Eramus Huis untuk melihat Resital Piano nya Wibi Soerjadi. Berikut salah satu lagu yang dia mainkan Berjudul: Reminiscences de Robert le Diable, Valse Infernale S.413 (Meyerbeer) by Franz Liszt. Sebenernya Saya ingin menuliskan Songlist yang beliau mainkan, tapi sayang kertasnya ketelingsut… :|

Siapa sih Wibi Soerjadi?

Wibi Soerjadi adalah seorang pianis telah mendapat pengakuan Internasional. Lahir pada tahun 1970 di Leiden, Belanda. Mulai belajar piano pada tahun 1981. Selanjutnya ia belajar di bawah bimbingan guru piano, di antaranya Bob Brewer dan Jan Wijn.

Sebagai mahasiswa tingkat paling muda pada usia 20 tahun, ia meraih gelar Master lebih awal di Konservatorium Sweelinck di Amsterdam dan mendapat nilai tertinggi, sepuluh dengan pujian.

Wibi pernah menerima berbagai penghargaan, termasuk hadiah pertama pada pertama kompetisi piano Putri Christina di Den Haag, hadiah pertama di Kompetisi Eurovision Nasional untuk musisi muda, hadiah ketiga pada kompetisi piano Frans Liszt di Utrecht, hadiah Elisabeth Everts yaitu penghargaan untuk musisi yang sangat berbakat, Penghargaan Echo Klassik dari Deutsche Phonoakademie dan orang pertama yang menerima penghargaan Edison Musik Publieksprijs.

Wibi pernah mengadakan banyak konser di tempat-tempat bergengsi baik di dalam –maupun diluar negeri, termasuk di Concertgebouw Amsterdam, Musik Verein dan Konzerthaus di Wina, Musikhalle di Hamburg, Valencia, Verona, Berlin, Beijing, Guan Zhou dan di Ruang Utama Carnegie Hall di New York.

Wibi pernah bermain bersama orkestra-orkestra terkemuka termasuk Residentie Orkest, Rotterdam Philharmonic Orchestra, Orquesta de Valencia, Orquesta Simfonica Ciudad de Oviedo, Tchaikovsky Symphony Orchestra Moskow, Leipzig Gewandhaus Orchestra dan London Philharmonic Orchestra.

Selain itu CD dan DVD nya mengalami cetak ulang berkali-kali, hingga mendapat Emas dan Platinum, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di dunia musik klasik.

Resital yang unik pada Rabu malam ini adalah resital pembuka Wibi di Jakarta. Sebagai bagian dari rangkaian tur konser dan program pembinaan pianis-pianis, selama 3 minggu, setelah ini Wibi akan berkeliling Indonesia untuk memberikan pelatihan bagi 50 pianis muda berbakat.

Bermain di atas Imperial grand piano bertuts 97 (lebih banyak 9 dari piano normal), Wibi bermain dengan penuh wibawa. Nada-nada yang menggetarkan, nada atas yang manis dan merdu dipadu dengan virtuositas yang prima. Setiap nafas dibangun dengan virtuositas dan musikalitas dengan rentang dinamika yang luar biasa luas namun tidak terkesan kasar dan memaksa. Setelah mendengar permainan piano nya malam itu, detik itu juga saya memutuskan untuk menjadi penggemar (permainan piano) nya dan berencana untuk mencari CD Album lagu gubahannya. ;)

One comment

Leave a Reply

CommentLuv badge