Rebonding?

Pertama-tama, diriku agak sediri terganggu dengan status beberapa orang di twitter tentang statement ibu ex-Mentri Mutia Hatta soal Rebonding. Di suatu situs berita, terpampang suatu judul,

Mutia Hatta: Perempuan Rebonding Makin Jelek

Okey. that’s quite a HUGE statement. But, you have to read it first, before you make any comments.

Dari pada saya salah kutip, lebih baik saya salin saja semuanya disini

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengatakan tren rebonding cenderung membuat penampilan kaum Hawa makin jelek. Lebih indah dan menawan, kata dia, jika perempuan asli tapi dirawat.Tapi, ia tak menghalangi orang untuk bergaya dengan meluruskan rambut yang keriting maupun mengecat dengan aneka warna.

“Beberapa orang dekat yang saya tanya, apa tujuan rebonding, mereka mengatakan untuk membantu meningkatkan percaya diri. Tidak untuk dilihat seksi oleh lelaki. Jadi, tidak selamanya rebonding untuk maksiat,” ujar Meutia di Makassar, Senin

Lihat yang saya cetak tebal. Si Ibu bahkan berkata, bahwa dia tidak mengahalangi orang lain buat melakukan hal tersebut. Bila dia berkata, di Rebonding membuat perempuan tampak lebih jelek, itu kan pendapat pribadinya dia. Trus apa hubungannya dengan kalian? Toh kita semua boleh berpendapat kan? kita boleh punya keinginan atau pandangan sendiri tentang sesuatu.

Lalu, diriku juga sempat menuliskan ini di twitter, “but, I do agree. Perempuan makin jelek kalau di rebonding… wait, don’t look at me like that. but I do totally agree. sorry girls… :D” and, that’s very true. Karena semua itu kembali ke masalah selera. Kalau kalian suka (rebonding), ya lanjutkan. Kan ada yg suka/nyaman berambut lurus, ada yg suka/nyaman berambut keriting, berombak, ikal, dan seterusnya. Selain itu juga kembali ke masalah keberagaman, and don’t angry with other people choices, or other people statement. Just be your self, and do what ever you like.

For me, the idea of hair do, is to make you look better n comfortable. You have to embrace your inner beauty, ‘n not tryin to be somebody else. Terus terang, rambut masih merupakan masalah yang sangat krusial buat sebagian wanita. Memang ada wanita-wanita tertentu yang kebetulan di berkahi rambut surgawi, rambut yang nurut, gampang diatur, atau paling tidak rambut yang kebetulan sesuai dengan yang di idam-idamkan seseorang sejak lahir. Kaum Pria kebetulan, tidak perlu repot oleh masalah rambut. No bad hair day for man. But for girls, it’s like crazy day. Gak kepikir kali ya sama cowo kalau untuk rambut saja, ada banyak wanita yang rela mengeluarkan uang berjuta-juta. Dan juga karena pada dasarnya manusia adalah mahluk yang TIDAK PERNAH PUAS, hampir semua wanita yang ada (coba aja tanya) pasti minimal pernah melakukan sesuatu pada rambut nya. Coba tanya, yang keriting pasti pernah minimal sekali meluruskan rambutnya, yang lurus minimal pernah sekali mengeriting rambutnya.

WHY?? karena mereka iri melihat teman nya, saudaranya, orang tuanya, atau cuman sekedar ingin mencoba hal lain, selain yang mereka miliki selama ini. But, to be pretty ndak harus meluruskan rambut yang tidak lurus, atau mengeriting rambut yang tidak keriting. Menurut saya, tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Sesempurna apapun seseorang kita lihat, itu kan hanya yang terlihat. mungkin wajahnya cantik, penampilannya menarik, tapi siapa yang bisa jamin, dia juga punya sifat yang cantik sebagaimana wajahnya. Kita harus bangga dengan diri kita apa adanya.

hair-rebonding

Terus terang, saya juga sudah melalui hari-hari seperti itu. Kebetulan sekali, rambut saya tidak seperti yang saya bayangkan tentang rambut. Ayah saya berambut ikal yang indah. Ibu saya memiliki rambut keriting curly yang indah. Tapi……. saya tidak memiliki kedua nya. rambut saya buyar amburadul. ikal tidak, lurus tidak, keriting tidak. Kentang banget deh. Tapi toh pada akhirnya saya bisa menerimanya apa adanya, daaaannnn setelah itu, saya merasa kalau rambut saya tidaklah jelek. :D

it’s always better that way. Ternyata memang rambut seperti inilah yang cocok dengan bentuk wajah saya. :D

so… bukan masalah rebonding itu halal atau haram. boleh atau tidak. jelek atau cantik. itu cuman masalah pilihan. Kalau kalian nyaman dengan rebonding dan tujuannya untuk mempercantik diri, kenapa tidak? Ada teman saya yang pilih rebonding, padahal rambutnya sendiri sudah lurus, lalu saya tanya kenapa di rebonding lagi? dia jawab, soalnya rambut saya suka agak susah diatur, dengan saya rebonding mereka akan lebih nurut dan saya ndek perlu terlalu repot dipagi hari untuk menyisir nya. Dan saya magut-magut aja setuju. Tapi kalau kalian rebonding untuk merubah apa yang telah Tuhan berikan untuk kalian, maka saya akan berkata keras TIDAK. tapi kan kembali lagi ke masalah pilihan. Lha hidup ini aja sudah merupakan pilihan kok.

Untuk saya, cara paling gampang adalah menghargai diri kita apa adanya. seperti yang saya tulis diatas. Temukan cara untuk membuat apa yang ada di dirimu kelihatan menarik dan cantik tanpa perlu kehilangan jati diri sendiri. Istilahnya sama saja, Orang berkulit hitam ingin putih atau sebalik nya, orang yang kebetulan memiliki tubuh tidak terlalu tinggi, ingin jadi tinggi semampai, yang pesek pengen mancung, yang kurus ingin gemuk, yang gemuk sibuk diet. Alhasil kalian hanya menyakiti diri sendiri, tanpa benar-benar mengetahui makna sesungguhnya dibalik semua usaha keras yang kalian lakukan..

Just be yourself. And proud of it. :)

33 comments

  1. intan rawit says:

    kalo aku sih ga perlu rebonding2an deh, udah pake kerudung gini..hihi..padahal rambutku juga ga bagus2 amat, malah adikku yang rambutnya rebonding like,,panjang berkilau lurus..Lha aku??kebalikannya,,hehe..tapi tetep menerima diriku apa adanya kok..proud to be myself..
    salam kenal yah
    .-= intan rawit´s last blog ..Pohon mimpiku kini tlah berbuah =-.

Comments are closed.