Rancangan Baju Muslim di JFW hari ke 3 part1

Senin, 16 November 2009,

Pada hari ke 3 Show APPMI, terdapat 2 pagelaran yang menampilkan busana muslim, yaitu pada show pertama dan show ketiga, berhubung terlalu panjang bila ditampilkan dalam satu postingan, maka akan dibagi 2. :)

Show pertama, yang menampilkan 8 desainer, hanya 4 yang memperagakan busana muslim, dan ragamnya pun bermacam, seperti pada show hari sebelumnya, dari yang Indonesia Banget, sampai yang warna-warni bak permen. Siapa sajakah mereka, dan seperti apa rancangannya?

1. LA BELLA ETNICA by Najua Yanti

“Saya terpesona oleh sosok Frieda Kahlo (pelukis wanita asal Meksiko dengan gaya Latinas-Gypsian Look-nya yang kental) yang terkenal. Gaya berbusananya yg mengandung unsur etnik, rumahnya yang bergaya la caza azzura dan lukisan-lukisan surealistis. Cerah, artistik sekaligus romantis.” Tutur Najua. Hal tersebutlah yang mengilhaminya dalam membuat koleksi ini. Dengan menggabungkan 2 budaya Indonesia dan Latin melalui batik dan tenun ikat dipadu gaya Maxican Coyoacan dengan warna-warna gelap, cayenne red, turqouis, hijau tua, dan hitam sebagai ornamen, dan broken white.

2. LOVE STORY by Tuty Adib

“Saya ingin menampilkan desain-desain yang merupakan perpaduan berbagai etnis di Indonesia, khususnya untuk muslim party dress yang elegan sekaligus feminin.” Kata Tuty menjelaskan. Perjalanan cinta dari latar belakang yang berbeda, menghadirkan batik yang di proses dengan perpaduan warna-warna pencampuran yg menyatu dan harmonis serta menggunakan detail lilit bunga dan pita-pita bergaya Victorian.

3. THE MYSTICAL BEAUTY OF BALI by Nieta Hidayani

Terinspirasi dari keindahan alam pulau dewata, daun-daun dan bunga-bunga yang terjatuh dari dahannya menjadi ide dasar koleksi kali ini. “Kain tenun ikat (endek), sutra bali dan tumpukan siffon yg berpadu dalam siluet daun dan taburan payet, dan pemilihan warna hijau pupus dan hijau toska, menghasilkan koleksi busana muslim ekslusif yang sarat nuansa dan pesona Bali” jelas Nieta.

4. TURKISH DELIGHT by Dian Pelangi

Mendapatkan inspirasi dari budaya maroko mulai dari siluet, pola dan style, ditampilkan dalam warna-warna khas turki seperti biru kobalt, turqouis, dan terakota. Menggunakan kaftan dengan siluet yang edgy, colorful, dan sedikit berkesan kotor. Penggunaan songket Palembang, Jumputan palembang, songket ATBM, sutra Thailand dan lainnya yang berwarna dan pola khas Maroko.

Ternyata kain-kain Indonesia sangat cantik ya bila dipadukan dengan kain lain dengan proporsi yang tepat. Seperti 4 rancangan diatas, apalagi yang Mystical Beauty of Bali nya Nieta Hidayani. Sekilas liat aja, udah keliatan Bali banget. Bangga ndak sih jadi orang Indonesia? Kalo saya bangga banget. Dari sabang sampai merauke, kita punya berjuta-juta kebudayaan, termasuk didalamnya kekayaan kain Nusantara, so kenapa ndak dimanfaatin, ketimbang di aku sama negara tetangga. ada beragam, dari batik, tenun ikat, songket dan maish banyak lagi… :D La Bella Etnica nya  Najua Yanti menggunakan kain tenun ikat sebagai perpaduannya, dan tampil cantik ya, menggabungkan budaya indonesia sama meksiko, tapi tetep pake kain Indonesia…

kalau favorit saya Love Story nya Tuty Adib sama Turkish Delight nya Dian Pelangi. Love Story sangat romantis dan feminin… ngeliatnya aja udah bikin hati berbunga-bunga, apalagi memakainya.. :) apalagi warna-warnanya memakai warna yang saya sukai. Kalau Turkish Delight yang sangat kental budaya Maroko, turki nya dengan warna ceria bikin seger, begitu juga desainnya yang agak sedikit tidak biasa. Etnik banget. :D

bersambung ke hari ke 3b

————————————————

silahkan klik gambar-gambar diatas untuk melihat resolusi yang lebih baik… :D

mau lihat foto-foto yang lain, bisa intip di FB page ini… atau Photobucket album ini :)

2 comments

  1. cara pakai hijab says:

    In just about every tradition and culture, there is a idea of “appropriate dress.” In the west we have dress codes at restaurants, there’s enterprise attire, casual clothing, formal wear and so forth. Inside the Islamic tradition, a single important principle relating to dress is that it not be indecent. Muslim guys possess a responsibility to dress modestly just as a lot as Muslim lady. In reality, “modesty” is not limited to clothes either. Muslim men are obligated to treat girls with respect, dignity and honor. Ogling or leering at females is forbidden. Inappropriate touching or remarks are also forbidden. Creating a woman feel that she is becoming objectified or harassed in any way just isn’t only against Islamic principles and values, it really is thought of a severe character flaw.

Leave a Reply

CommentLuv badge