Rahasia Sukses Yasa Singgih Pendiri Men’s Republic

Kenapa Yasa Singgih terjun ke dunia fashion padahal tidak memiliki latar belakang dunia bisnis terlebih di bidang fashion?

Ternyata alasan ekonomi adalah salah satu penyebab Yasa Singgih terjun ke dunia usaha. Awalnya, saat Yasa mau masuk SMA dan kakaknya mau masuk kuliah tentunya butuh banyak uang, eh disaat yang sama keluarganya mengalami kesulitan ekonomi karena bapaknya mengalami serangan jantung tapi tidak punya uang untuk operasi. “Saya masuk ke dunia fashion nggak sengaja, saya nggak ngerti fashion, orang tua saya dua-duanya karyawan biasa,” ujar Yasa, di acara d’Preneur yang digelar detik finance.

Di saat sulit seperti itu, Yasa yang pusing berfikir gimana caranya untuk mencari uang biaya sekolah, mendapatkan saran dari temannya untuk menjadi reseller barang dari Pasar Tanah Abang. Yasa yang pada saat itu bahkan belum memiliki KTP awalnya gak tahu dimana itu tanah abang padahal setiap hari itu naik angkot 09 Kebayoran Lama-Tanah Abang, akhirnya jadi berani blusukan di Tanah Abang, nyari toko yang mau minjemin baju nya buat dijual lagi.

Tips Sukses Jualan ala Yasa Singgih

Yasa Singgih, pendiri Men’s Republic, mempromosikan dan memasarkan produknya ke masyarakat menggunakan berbagai sosial media seperti Facebook, Twitter, hingga Instagram. Selain itu,Men’s Republic jugamemiliki website untuk sarana penjualan produk dan juga melalui kurang lebih 4000 distributor.

Saran dari Yasa mengenai cara mempromosikan produk lewat sosial media, pilih sosial media yang tepat untuk digunakan sesuai target market. Misalnya untuk target usia di atas 40 tahun, sebaiknya pemilik usaha menggunakan Facebook untuk promosi, ibu-ibu saat ini masih lebih cocok di Facebook, sedangkan untuk target pasar anak muda usia 18-27 tahun sebaiknya menggunakan Instagram.

Tahu donk ya, bagi pebisnis pemula, apalagi dalam industri fashion, menentukan produk yang akan laris terjual saat merintis bisnis bisa jadi hal yang paling menentukan dan menakutkan, sehingga banyak membuat bingung barang seperti apa saja yang bisa laris terjual. Nah, berbeda dengan Luna Maya, pendiri Men’s Republic, Yasa Singgih yang bukan pakar fashion ini, punya cara unik untuk mencari ide desain produk yang hendak dijualnya dan entah kenapa selalui digandrungi orang.

Yasa lebih menyukai pembelajaran di jalanan, karena merasa tidak tahu desain, Yasa datang ke pengrajin sepatu dan bertanya ke bapak pengrajin, “Sepatu yang paling laku kaya apa?” ucapnya.

Sama bapaknya dikasih pilihan sepatu-sepatu yang paling laku, terus di pilih beberapa oleh Yasa. Kalau dipikir-pikir kok sepatu yang disaranin si bapak jelek banget, tapi kok ya laku-laku aja. “Jual apa yang market suka, bukan apa yang kamu suka,” pungkas Yasa.

Banyak pengusaha pemula gagal karena membuat produk yang sesuai seleranya, namun rupanya tak disukai pasar. Karena apa yang kita suka belum tentu orang suka ketika dilempar ke pasar. Tentunya jangan lupa tentukan segmen pasar yang ingin disasar sejak awal berbisnis. Tes dulu, dengan berjualan ke teman, nggak perlu jual (massal) dulu.

Jalani Usaha Sambil Kuliah Raih Omzet Ratusan Juta

Yasa saat ini menjalankan bisnisnya sambil menjalankan kuliah Marketing Komunikasi di Universitas Bina Nusantara. Yasa tidak merasa mengalami kesulitan menjalankan dua profesi sekaligus, sebagai mahasiswa dan pengusaha. Pemilik Men’s republic tersebut mengatakan bahwa menjalankan usaha sekaligus kuliah merupakan dua hal yang sama-sama penting. “Jadi saya mau mematahkan jargon bisnis ngapain kuliah. Dulu Bill Gates kuliah drop out tapi sukses. Saya merasa tetap perlu kuliah,” kata Yasa. Untuk memulai sebuah bisnispun tidak harus sama dengan jurusan kuliah, karena semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk memilih bisnis yang ia sukai.

Di usia yang sangat muda saat memulai bisnis, Yasa ketika masih SMA sempat hampir tertipu karena tidak memiliki pengetahuan seluk-beluk kaos, atau desain. Yang saat itu ia tahu hanyalah dia bisa membeli kaos di pasar untuk kemudian bisa dipasarkan secara online.

Ia sempat hampir melakukan bisnis reseller dengan salah satu Kementerian yang ingin membeli baju dalam jumlah besar. Namun, ternyata ia selama ini menjual barang-barang tiruan (atau KW). Untung Yasa tidak jadi mengambil kesempatan itu, kalau sempat diambil mungkin Yasa sudah masuk penjara atau bayar denda mahal karena menjual barang tiruan.

Kapok, lalu Yasa memutuskan menjual merk sendiri. Awalnya merk baru tersebut hanya memproduksi sepatu saja karena pas mahasiswa mau beli sepatungerasa kalau sepatu kulit pasti mahal banget, akhirnya terinspirasi untuk membuat sepatu yang murah. Modalnya dari mana? Yasa meminjam uang sekitar Rp 4,8 juta kepada salah satu pabrik untuk mengambil bahan baku. sebelum pada akhirnya ia berhasil menjual produk sepatu tersebut.

Hingga saat ini, Men’s Republic menghasilkan rata-rata penjualan 700 hingga 1000 pcs/bulan. Dengan harga produk berkisar Rp 200 hingga Rp 300 ribu, memiliki omzet perbulannya hampir sama dengan punya Luna (sekitar Rp 300 juta).

Gagal Bisnis itu Hal Biasa

Owner Men’s Republic, Yasa Singgih, pernah gagal membuat kedai kopi pas masih SMA, kedai kopi tersebut hanya bertahan 10 bulan saja, dan menghabiskan 150 juta, yang mana angka tersebut besar sekali untuk pelajar kelas 3 SMA. Tapi Yasa tidak kapok dan punya cara sendiri untuk bisa ‘move on’ dari masalah tersebut.

Menurutnya banyak pengusaha yang saat ini sukses, bisa jadi sebelumnya pernah memiliki kegagalan dalam bisnisnya. Namun banyak yang menjadikan alasan kegagalan tersebut menjadi ‘kapok’ berbisnis. Padahal orang gagal dalam merintis bisnis kemudian depresi atau adalah hal yang biasa. Cara Yasa memotivasi diri sendiri dengan anggapan bahwa di luar sana banyak orang yang lebih ‘sial’ dari dirinya.

Yasa pun menyarankan orang yang mulai merintis bisnis agar sering-sering menyempatkan waktu mengikuti seminar atau training wirausaha. Di event-event tersebut, kita akan sering bertemu sesama wirausaha yang mungkin juga pernah gagal berbisnis, bahkan tidak sedikit yang lebih parah.

Yasa Singgih dan Luna Maya in action… #dpreneur #dpreneurfashion

A photo posted by drg. Dita Firdiana (@fairyteeth) on

Nah, lengkap sudah sharing ilmu berbisnis fashion dari Luna Maya dan Yasa Singgih. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bikin kamu-kamu-kamu jadi punya hasrat berbisnis juga…

Leave a Reply

CommentLuv badge