"Public Announcement" by LaSalle alumnus at JFW 10/11

Setelah di hari sebelum nya ada Reuni ESMOD, dan CLEO Fashion Award, serta show dari Level One dan Grazia: Celebrity meets Fashion, yang penuh dengan bakat-bakat muda. Pada 10 November lalu di hari ke-5 Jakarta Fashion Week 2010/2011 lalu, suatu acara Fashion show bertajuk “Public Announcement”, para alumni LaSalle Collage International Jakarta menunjukan bahwa mereka siap bersaing di dunia fashion tanah air. Delapan brand milik mereka siap memperagakan karya terbaik hasil rancangan mereka. Entah kenapa saya selalu tertarik melihat show disainer muda, entah karena sifat eksperimental mereka yang masih menggebu, sedangkan kalau melihat show karya disainer senior unsur kejutan nya agak kurang. Of course disainer senior punya hal lain yang ingin saya lihat, tapi itu kita bahas nanti saja.

Di buka oleh koleksi O2M by Sarah Callista yang bertema Gnosis yang memiliki makna pencerahan mistis atau pengetahuan spiritual. Menggabungkan knowledge, serta reverse engineering dan liquid technology. Memilih warna-warna kontras, disain yang dekonstruktif dan arus organik dari kain serat modifikasi dari headdresses yang direkayasa dengan mengunakan chipset. Menyasar target market young adult (21-35) O2M menbuat pakaian ready to wear yang tampil beda namun sangat nyaman dikenakan.

Jujur, sebenernya saya kurang menyukai tipe-tipe pakaian dekonstruktif, soalnya tampak agak acak adul dan terburai in my perspective. But in this collection I felt an attraction with those pink skirt and red pants.

SeaM by Krista Rompas yang mengusung tema The Reality She Keeps. Menampilkan koleksi yang terinspirasi dari seorang wanita sukses Hollywood yang bernama Georgia Durante, seorang model yang menikah dengan Mafia. Kental terasa sentuhan mafia dalam setiap pieces nya, memberi efek wanita yang kuat. Detail busana yg terkesan compang-camping, taburan beads yang melambangkan pecahan peluru dan tambahan rantai serta kawat memberi kesan keras dan edgy. Busana yang ditampilkan pun memiliki khas seperti busana yang sering dikenakan oleh mafia, seperti suit, blazer dan coat.

Jadi inget tahun lalu, SeaM masih beranggotakan Krista dan Yosafat, tahun ini mereka jalan sendiri-sendiri, but I still love both of them. I love their detail. For SeaM collection, I love how detail she made her blazer and coat, especially the black blazer with detail also on the back. So fierce!

Brand baru Argyle & Oxford by Velda & Rebecca yang berciri khas androginy, casual, comfortable dan colorful, menampilkan pakaian siap pakai (ready-to-wear) yang memiliki potongan unik serta berwarna-warni ceria dan fun yang bertema: Adolescence with a Twist. Koleksi ini terinspirasi dari karakter dan sifat remaja perempuan yang riang, ceria, polos dan terkadang naif. Menggunakan warna warni ceria dan juga diramaikan oleh potongan scallop dan detail tassel mampu menghadirkan koleksi sederhana dengan detail dan warna yang lucu serta menarik.

Entah kenapa sepertinya detail tassel sedang in ya? Selain cotton ink yang memakai detail tassel buat Holy Month 2010 Collection, Argyle & Oxford kali ini juga memakai detail tassel. Ok… the point is I always love detail, apapun macam nya, jadi pas ngeliat busana pertama turun ke runway I was scream! Because there are so cute with the blue color of the ocean, a tassel as a necklace, and wear a peach short with scallops detail. GOSH! full of detail, in a good way. Semakin kebelakang semakin shock dengan detail yang mereka tampilkan, bukan detail yang over atau apa gitu, tapi ini detail-detail kecil yang nyaris tersembunyi, seperti di photo di atas, di mana ada detail garis-garis dibagian lutut dari celana panjang yang dikenakan. Awsome!

Next Yosafat Dwi Kurniawan mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari buku “The Women” karya T.C. Boyle yang mengangkat romantisme seorang arsitek ternama dimasanya Frank Lloyd Wright terhadap wanita-wanita dan kecintaan nya pada dunia arsitektur yang tak pernah pudar. Sehingga akhirnya dihasilkanlah koleksi yang bercirikan struktur dan arsitektur gedung-gedung di olah sebagai baju wanita yang dinamis dan sensual, bertemakan Erotic Architecture. Didominasi oleh warna abu-abu dalam berbagai macam shade, menampilkan keberagaman tekstur dengan penggunaan teknik yang beraneka ragam seperti rajutan serta pengunaan detail yang tidak biasa dari bahan metal yang mengambarkan kaca-kaca gedung pencakar langit. Koleksi ini ditujukan untuk wanita modern yang mandiri dan kuat, namun memiliki sisi sensitif dan romantis.

Sebelumnya saya sudah tahu kalo koleksi Yosafat yang juga beredar di twitter sebagai @yosafat_k , selalu konstruktif banget. Masih inget banget waktu saya mendapatkan hadiah dress dari nya dan Ayu Utami, saya sempet menunda mengambil hadiah tersebut dikarenakan saya takut baju nya gak ada yang muat sama saya, secara dress-dress nya tampak mungil, jangan2 gak cukup, kan malu-maluin kalo sampe L aja gak muat. Ternyata saudara-saudara! M saja cukup sama saya! :lol: jadi rupanya, seperti yang pernah Yosa bilang sama saya, kalo dress nya itu emang seakan-akan tampak kecil padahal sebenernya tidak, itu benar. And thanks GOD daku tampak kurusan kalo pake dress nya dia, yaaay! Tentu saja saya memakai dress nya pas datang ke Show ini. Baju-baju nya Yosa itu pattern banget deh, bukan tipe-tipe drapping gitu. Tapiiii… koleksi kali ini benar-benar membuat tercengang (dalam artian yang baik), kaya akan detail, OMG itu batu-batu yaa? lalu apa itu yang disamping? peniti kah? sungguh mencerahkan! btw, I love all those platform shoes, yang konon made by Weda Agustino (Wed’s Shoes)

Magistus House by Magistus Miftah mempersembahkan koleksi dengan tema Arachnophilia yang terinspirasi oleh laba-laba yang merepresentasikan ketakutan dan ikemandirian. ditujukan untuk pria berusia 22-35 tahun. Menggunakan material bahan baju pria yang unik seperti spider web laceserta chiffon. Koleksi ini memiliki potongan yang simpel dan unik tapi tetap disesuaikan untuk laki-laki modern, aktif namun ingin tampil beda dan menarik.

Ada satu hal yang membuat saya tertawa ketika sedang menonton LaSalle Show ini, yaitu ketika model pertama dari Magistus House jalan di runway, fotografer yang duduk disebelah saya nyeletuk “Yaaahh, lanang kabeh”. Berhubung saya wanita, tentu saja saya senang melihat model pria berjalan di runway, lumayan buat cuci mata sejenak. Lucu nya dari semua koleksi pakaian ini, saya malah suka pakaian yang dikenakan oleh Magistus Miftah nya sendiri.. Secara merah membara dan sungguh eyecatching.

Berikutnya Lime Garden by Gayatri Adria & Chitra Utami yang memiliki tema Untouchable Garden terinspirasi oleh kekayaan warna yang terdapat di alam. Pada dasarnya alam diciptakan oleh Tuhan Semesta dengan kaya akan warna. Maka duo Gayatri dan Chitra mengambil pesan tersebut dan mengejewantahkan nya dalam koleksi ini.

Warna-warni nya membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama, detail bulu-bulu, batu-batu dan flowy chiffonnya sungguh mencolok mataku. Colorful! Apalagi ngeliat shrug orange nya. Cuman 1 kata, love it!

Andhita Siswandi mengeluarkan koleksi cocktail dress yang feminin tapi flirty dengan tema Daddy’s Little Girl. Tampil dalam warna-warna ceria, terinspirasi dari pemikiran sederhana tentang hubungan ayah dan anak perempuannya yang selalu penuh kasih sayang dan keceriaan. Siluet fit and flare menggambarkan childhood memories yang selalu terekan dalam ingatan semua perempuan.

Koleksi dari Andhita yang di twitter dikenal juga sebagai @nengdhytajones dan pemilik butik Mrs. Jones, membuat saya kembali berfikir, ada apa dengan tema “anak-anak” atau masa kecil? Beberapa kali melihat koleksi yang bertemakan seperti ini tidak membuat saya bosan, karena tema ini menarik terutama dari warna-warna pastel (atau permen menurut istilah saya) bikin seger mata yang menandang. Apalagi detail pita dan bentuk hati ataupun permainan dari rok baloon, tutu look alike dan sebagai nya. Seolah-olah kita dibawa kembali ke masa kanak-kanak kita. *colek Yosa, “yosaaaa… aku mau donk dikenalin sama Dhitaaa”*

Last but not least, Atelier Maha by Soko Wiyanto menampilkan gaun malan yang elegan dan glamour bertemakan La Belle. Perpaduan antara imajinasi kreatif dengan permainan bahan yang bervariatif seperti tulle dan taffeta, dan terinspirasi dari sisi feminin wanita yang anggun serta glamour sehingga koleksi ini dibuat untuk menonjolkan kecantikan si pemakainya.

Again, Am amaze with detail. And this evening dress/wedding dress full of details. aksen bunga dari sulam pita, atau bahkan aksen pita yang bertaburan pada seluruh permukaan rok membuat saya menahan nafas, selain tentu saja karena berat nya pakaian yang dikenakan para model sehingga mereka sukar sekali berjalan. Tapi ya secara ini wedding dress, si pengantin juga gak bakalan jalan-jalan kesana kemari kan… lebih ke memamerkan indah nya gaun yang dikenakan dengan berdri manis ditempat saja… But, I realy love those wedding dress.. Membuat si pemakai nya merasa jadi Putri beneran >_<

By the way, at the and of the night after the show is over, Yosafat memperkenalkan saya denga Soko Wiyanto. He’s realy a nice person, kita bertiga ngobrol soal show hari itu, termasuk LaSalle show. Kesimpulan nya I love LaSalle Public Announcement Show. Lebih variatif dari show tetangga kemarin :lol:

#klik gambar untuk memperbesar

#untuk melihat koleksi foto yang lebih lengkap bisa cek di sini

2 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge