Princess and the Frog

Frog_official_poster_500Kemarin merupakan ketemuan pertama #klubfilm kami nonton bareng Princess & the frog lalu setelahnya mendiskusikan isi film tersebut.

Menurutku film ini merupakan film kartun Disney klasik. kenapa klasik? Karena kartunnya 2 dimensi. Sementara akhir-akhir ini Disney kalau bikin film kartun selalu menggaet Pixar dan jadilah animasi 3 dimensi. Sepanjang ingatan saya, film 2D terakhir Disney yang saya tonton adalah Enchanted. Itupun hanya kurang dari separuh cerita, sedang sisanya orang, bukan kartun.

By the way… Film ini sepertinya diangkat dari cerita The Frog Princess dan ternyata juga dari cerita The Frog Prince tapi dengan banyak modifikasi, perubahan, penyesuaian disana sini.

AWAS SPOILER!!

Dibuka dengan adegan masa kecil Tiana (berkulit hitam dan anak pelayan) dan Charlote La Bouff (berkulit putih, kaya, spoiled little girl, anak “majikan”) sedang mendengar dongeng tentang pangeran kodok yang berubah jadi manusia setelah dicium oleh putri, berlanjut hingga ke adegan dirumah Tiana yang bercita-cita mendirikan Restoran dengan sang ayah.

Lalu berlanjut ke scene mereka sudah dewasa, ayah Tiana sudah meninggal dan mereka tetap tidak punya restaurant, Tiana bekerja keras sekali seperti ayahnya agar cita-cita mereka kesampaian. Hingga datanglah Pangeran Naveen dari Maldonia.

Mulai dari sinilah, Stereotipe Disney yang biasa, hilang. Pangeran Naveen bukanlah pangeran kaya raya. Dia hanyalah seorang Pangeran manja yang hanya tau bersenang-senang dan menghambur-hamburkan duit orang tuanya, sehingga dia dihukum dengan sdistop pemasukan uang jajan nya kecuali dia bisa menghasilkan uang sendiri, dengan cara bekerja tentunya. tujuan sang Pangeran pergi ke New Orleans supaya bisa menikahi putri keluarga kaya disitu, yaitu Lottie, agar segala keinginannya bisa tercapai tanpa perlu kerja keras.

Pangeran akan datang ke pesta dansa dan “melamar” Charlote. Lottie sendiri yang sejak kecil di cekokin dongeng dan selalu dimanja, tentu amat senang dengan kedatangan pangeran, like’s dreams come true gitu loohh. Nah ternyata kedatangan pangeran juga ditunggu-tunggu oleh Dr. Facilier seorang dukun Vodoo yang berambisi menguasai kota tersebut. dengan taktik licik, dia berhasil memperdaya pangeran dan Lawrence pelayannya (yang emang juga licik atau ndak puas dengan kehidupannya yang selalu ditindas oleh orang-orang sekitarnya).

Tiana yang merupakan teman baik Lottie dimintai tolong untuk memasok Baggels paling enak buatan Tiana untuk hidangan pas Pesta agar sang pangeran bisa jatuh cinta sama Lottie. Disini salah satu sisi lain lagi ditampakkan oleh Disney, Lottie yang awalnya kta pikir salah satu tokoh antagonis, seperti misalnya kakak tiri Cinderella, ternyata tidak. dia kebetulan hanyalah tokoh manja, tapi tetap punya hati nurani. saat stan baggels Tiana jatuh berantakan dan Tiana juga ikut berantakan dan celemotan tepung, Lottie tidak marah, membentaknya atau apalah, tapi dia malah meminjamkan baju yang tak kalah indah untuk sahabatnya tersebut, sehingga malam itu, Tiana yang sebelumnya tidak pernah keluar untuk bersenang-senang, tampak seperti seorang putri.

Tiana yang kebetulan memohon pada bintang agar dia bisa membayar uang muka restorannya yang terancam gagal, tidak sengaja bertemu dengan seekor kodok. tak disangka, kodok tersebut adalah pangeran Naveen yang asli, yang telah diubah jadi kodok oleh Dr. Felicier, sedang pangeran yang berdansa dengan Lottie adalah Lawrence si pelayan. karena Naveen menganggap Tiana adalah seorang Putri maka dia meminta cium, ceritanya kayak yang di dongeng-dongeng gitu, kalau dicium dia bisa kembali jadi pangeran. N you know what!! bukannya jadi pangeran lagi, Tiana malah ikut berubah jadi kodok.

princess-tiana-and-paa4781Petualangan baru dimulai dari sini. Pangeran Naveen dan Tiana berusaha jadi manusia lagi. ditolong oleh seekor Buaya gendut yang pinter main terompet bernama Little Louis, Kunang-kunang bernama Ray, mereka mengarungi the Bayou (sungai) untuk sampai ke tempat mama Odie (dukun baik) agar bisa diubah jadi manusia kembali. satu lagi perubahan menarik dapat kita lihat, Louis si buaya gendut malah penakut, sedang Ray kunang-kunang sangat heroic dan pemberani.

lalu bagaimana hasil perjalanan mereka agar dapat kembali menjadi manusia? apakah akhirnya Tiana dapat berhasil membuka Restoran seperti yang dia impikan selama ini? ada baiknya kalian tonton film ini. sungguh penyegaran.

Luchu nya pesan moral yang saya dapat agak banyak.. Cukup mencengangkan karena film ini hanyalah film kartun disney.

Pertama-tama, jangan memohon kepada Bintang (atau hal lainnya kali ya, mungkin disini maksudnya berdoa) tanpa usaha keras, karena bintang ndak bisa mengabulkan permohonan kita.

Kedua, jangan bekerja terlalu keras, manusia tetap butuh hiburan. Hiduplah secara seimbang, macam work hard play hard gituh… >> Kalau sesat maap yaaa….

Ketiga, kata mama Odie Galilah apa yang menjadi tujuanmu. kadang kita stuck di dalam pikiran kita sendiri, bahwa inilah yang kita inginkan, padahal mungkin tidak, mungkin itu hanyalah apa yang ada di permukaan saja, kita harus pandai mengali dan mendalami maksud dan tujuan dari sesuatu yang benar-benar kita inginkan dari lubuk hati yang terdalam.

Keempat, Tiana sebagai tokoh utama, digambarkan berkulit hitam, dia merupakan satu-satunya Disney Princess yang berkulit hitam… *lirik bapak presiden Barrack Obama*. Tiana sendiri juga digambarkan sangat biasa saja dan bahkan tidak cantik selayaknya seorang putri. but, she have a pure Heart. so, tidak harus cantik dan jadi seperti orang lain to be stand out. just be your self. :) oh iya, pangeran Naveen sendiri juga digambarkan mempunyai kulit berwarna, kayak Hispanic gitu loh…

by the way, this is my Favorite quote:
Lottie: when girls said “later” that’s mean “NEVER”.

15 comments

  1. suprie says:

    aku gak kepikiran sampe barrack obama segala…

    waktu pertama kali liat tiana berkulit hitam , miskin … dan lottie berkulit putih dan kaya … aku rasa itu stereotip aja, bahwa kulit hitam itu biasanya lebih miskin daripada kulit putih.

    Tapi bukan princess and the frog aja yang jagoan wanitanya itu seorang kulih hitam, pocahontas juga berkulit hitam.

    Point ke tiga itu aku rasa bagaimana caranya kita berpikir out of the box, bisa dipake di kehidupan bukan cuma di percintaan aja :p . Kita hampir merasa tau apa yang kita inginkan tapi sebenarnya kita gak tau :D

  2. Jihan Syukriah says:

    betul, betul , betul gw setuju ma pean moralnya dit… tapi gw masih rada "oneng" tuh ma pesen mama o

  3. elia|bintang says:

    tiana berkulit hitam, presiden amerika di film 2012 juga kulit hitam.. amerika lagi mau ngebersihin kesan2 rasisnya kayaknya. eiya gue setuju kok dengan hidup seimbang itu. karet juga kl terlalu ditarik juga putus kan. yg pas pas aja :mrgreen:

    selamat dit! postingan lo kali ini ga ada typo hehe..
    .-= elia|bintang´s last blog ..Saran Gue: Berhentilah Menulis! =-.

Comments are closed.