pake ortho laghi…. haruskah??

June 29, 2007

iya nih… bukannya dita bandel, dita udah dua kali giginya dikawat… tapi sekarang ada kemungkinan untuk dikawat laghi… mengapa begitu??

duluuuuuu…. dita di orto waktu masih sd. saat itu yang dikawat cuman gigi atas doank… karena dokternya bilang “gigi bungsunya belum tumbuh, jadi kita liat aja nanti perkembangannya” cukup lama juga dita di kawat… tapi saat itu dita tidak rajin datang kontrol dan ogah2an dalam menerima keadaan bahwa sekarang dita giginya lagi di rawat supaya bagus… yang ada dipikiran dita saat itu cuma kenyataan bahwa mulut dita ranya jadi ga enak, makan susah, ngomong susah, sariawan terus, dsb, dsb… sehingga ketika perawatannya kelar dita enggan memakai retainernya (alat yang dipakai agar gigi yang telah dirapihkan tidak kembali ke keadaan semula). ketika kuliah dan masuk ke fakultas kedokteran gigi, dita mulai berfikir untuk mengenakan kawat gigi kembali dan pada saat itu ke empat gigi bungsu dita (wisdom teeth) telah tumbuh walau dua diantaranya impaksi alias tidak tumbuh sempurna… setelah dilakukan pemeriksaan sebelum dilakukan perawatan, dokternya berkata bahwa gigi dita harus dicabut 4… and I’m fine with it… so dicabut lah gigi dita… lalu dita kembali mengenakan kawat gigi untuk waktu yang tidak sebentar (persis 2,5 tahun) saat akan dilepas, emang sih dita sedikit men buru2 in dokternya untuk segera melepas kawat itu, karena saat itu dita mau di wisuda S1 dan dita ingin terlihat tidak mengenakan kawat pada saat difoto… pada saat itu keadaan gigi dita telah rapih, tapi mungkin belum stabil… sehingga masih gampang berubah posisi… dita rajin mengenakan retainernya hingga tiba pada suatu ketika alat orto lepasan itu tertinggal di mobil dan dibuang oleh supirku karena disangka sampah… sehingga samai saat tulisan ini turun… gigi dita yang tadinya udah rapih mulai sedikit tidak rapih kembali, sehingga kedua ortu dita memutuskan untuk menyuruh dita kembali meng orto gigi dita… sebelumnya dita udah pernah kembali ke dokternya untuk dibuatkan retainer lagi… tapi sepertinya dokternya ngambek karena alatnya dihilangin dan berkata “tidak perlu”.

iya sih… dita pengennya pada saat dita jadi dokter gigi nanti, gigi dita udak bener2 rapih se rapih2nya…

tapi?? haruskah dita di ortho laghi….

dita yang lagi dilanda kebingungan….