Oleh-oleh liburan!

Selama 8 hari, kami sekeluarga (saya, bapak dan ibuk) ceritanya pergi berlibur akhir tahun. Kenapa saya bilang “ceritanya”? karena ternyata pulangnya kami semua pada tepar, dari yang varises nyokap kumat, pinggang, punggung dan betis saya dan bokap yang serasa dilindes Stomwalsh, karena kami bergantian nyupir sebagai pilot dan co-pilot *saya menyebutnya begitu agar terdengar keren*, serta Flu tahunan saya kambuh. Dan karena satu dan banyak hal lainnya, kami bahkan ndak sempat blanja blenji yang mengakibatkan perjalanan kali ini tampak kurang afdol. Jadi mohon maaf kepada teman-teman, handai taulan, tidak ada buah tangan dari perjalanan kami kali ini *akan dijelaskan dibawah*

Kota tujuan adalah Jogjakarta (4 malam), pergi melalui Bandung (nginep 2 malam), dan pulang melalui Cirebon (1 malam). Berangkat tanggal 26 Pagi, kembali tanggal 2 malam (ditahun depannya). Terus terang ini merupakan perjalanan terjauh saya mengendarai mobil, selama ini jarak terjauh yang pernah saya tempuh hanyalah Jakarta-Bandung, serta Jakarta-Anyer. Tapi kali ini bokap tampaknya ingin menguji kemampuan saya menyetir dengan mengizinkan saya bergantian dengannya dalam mengemudikan si besar (panggilan saya untuk mobil Teranno bokap). Walau mba Memeth mengatakan saya cocoknya jadi AKDP aja dulu (Antar Kota Dalam Propinsi) tapi berhubung ketika perjalanan menuju Jogja, saya yang mengantarkan kami bertiga melalui Propinsi Jawa Barat menuju Jawa Tengah, maka dengan bangga saya menahbiskan diri saya sendiri resmi jadi supir AKAP >> Antar Kota Antar Propinsi. :lol:

Ketika sedang tidak menyupir, saya duduk manis di kursi cadangan sebagai co-pilot yang baik, yaitu mengamati rambu lalu lintas, tanda petunjuk arah jalan, membaca peta, memberi bisikan arah tujuan seperti kekanan atau kekiri, terta memiliki tujuan mulia lainnya seperti menanyakan kepada pilot apakah dia haus, atau ingin mengemut permen?

Oh iya, kenapa perjalanan liburan kali ini menjadikan sesuatu yang sangat menarik sekaligus menggembirakan buat saya pribadi, sebab seumur-umur saya ndak pernah ngerasain namanya Pulang Mudik. Maklum, walau lahir dan dibesarkan di Jakarta, tapi kedua orang tua saya berasal dari Padang Asli, dan menurut adat kami, tidak ada kata Mudik dalam kamus. seperti kata film Merantau, Merantau asli orang Padang itu, artinya mencari peruntungan di negri orang (tempat orang) hingga sukses. Bukan berarti ndak inget sama kampung halaman dan orang tua, tapi yang namanya pulang ke Kampuang Halaman tidak musti dilakukan pada satu Hari saja Hari Raya Lebaran. Pulang Kampuang dapat dilakukan kapan saja, dan tidak terikat aturan, bahkan banyak orang Padang yang serta merta memboyong kedua orang tuanya ke Kota (baca: tempat dia mencari nafkah) sehingga tidak lagi perlu direpotkan sama yang namanya urusan mudik. atau bila dia benar-benar merasa telah sukses, banyak yang kembali ke Kampuang Halaman untuk membesarkan dan membangun kampung halamannya tercinta tersebut.

Ok, stop. sekarang saya terdengar sangat seksis dan facis. Back to the topic.

Ketika saya menjadi co-pilot, saya mengatakan pada diri saya sendiri supaya jangan tertidur dan tetap mengajak sang pilot sesekali berbincang agar beliau tidak mengantuk. Salah satu cara agar tidak kehabisan topik, saya memperhatikan lingkungan sekitar, adakah yang luchu atau apalah buat dijadikan topik pembicaraan. setelah mengamati banyak hal, saya menemukan beberapa yang luchu, dan saya catat di PinkBerry tercinta agar tidak lupa.

Pertama, hanya dalam melintasi 3 Propinsi saja, DKI Jakarta-Jawa Barat-Jawa Tengah, saya menemukan banyak sekali Plat mobil yang jarang-jarang bisa saya temukan di Jakarta, tepatnya 23 macam (itu yang terlihat, dan saya yakin masih banyak lagi yang terlewat). Sedikit rasa penasaran dan mendapatkan bantuan dari bertanya di twitter serta membuka situs ini, akhirnya berhasil menemukan berasal dari kota mana saja kah, plat-plat nomer kendaraan yang saya temui itu.

plat-nomorSumatera
BD = Bengkulu
BE = Lampung

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat
B = DKI Jakarta, Kab/Kota Tangerang, Kab/Kota Bekasi, Kota Depok
D = Kab/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab Bandung Barat
E = Kab/Kota Cirebon, Kab Indramayu, Kab Majalengka, Kab Kuningan
F =  Kab/Kota Bogor, Kab Cianjur, Kab/Kota Sukabumi
T = Kab Purwakarta, Kabu Karawang, sebagian Kab Bekasi, Kab Subang
Z = Kab Garut, Kab/Kota Tasikmalaya, Kab Sumedang, Kabu Ciamis, Kota Banjar

Jawa Tengah, DI Yogyakarta
G = Kab/Kota Pekalongan, Kab/Kota Tegal, Kab Brebes, Kab Batang, Kab Pemalang
H = Kab/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kab Kendal, Kab Demak
K = Kab Pati, Kab Kudus, Kab Jepara, Kab Rembang, Kab Blora, Kab Grobogan, Kec Cepu
R = Kab Banyumas, Kab Cilacap, Kab Purbalingga, Kabn Banjarnegara
AA = Kab/Kota Magelang, Kab Purworejo, Kab Kebumen, Kab Temanggung, Kab Wonosobo
AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kab Bantul, Kab Gunung Kidul, Kab Sleman , Kab Kulon Progo
AD = Kota Surakarta, Kab Sukoharjo, Kab Boyolali, Kab Sragen, Kab Karanganyar, Kab Wonogiri, Kab Klaten

Jawa Timur
L = Kota Surabaya
N = Kab/Kota Malang, Kab/Kota Probolinggo, Kab/Kota Pasuruan, Kab Lumajang, Kota Batu
P = Kab Bondowoso, Kab Situbondo, Kab Jember, Kab Banyuwangi
W = Kab Sidoarjo, Kab Gresik
AE = Kab/Kota Madiun, Kab Ngawi, Kab Magetan, Kab Ponorogo, Kab Pacitan
AG = Kab/Kota Kediri, Kab/Kota Blitar, Kab Tulungagung, Kab Nganjuk, Kab Trenggalek

Bali, Nusa Tenggara
DK = Bali

Sulawesi
DD = Sulawesi Selatan

Selain memperhatikan Plat kendaraan, tentu ada juga beberapa hal remeh-temeh lainnya yang saya perhatikan, seperti:

Disekitar Cilacap sana (Majenang, Wangon, Rawalu, Buntu, dan seterusnya) disepanjang jalannya saya melihat adanya rambu seperti ini:

Awas Pipa BBM Bertekanan Tinggi / Awas Sepanjang Jalur BBM Pertamina

Dilarang:
1. Mendirikan Bangunan
2. Membakar Sampah
3. Menanam Pohon Keras

Saya bertanya sama bapak, kenapa begitu? kata bapak saya, kalau mendirikan bangunan, dikhawatirkan ketika menggali buat pondasi akan mengenai pipa, bila membakar sampah dikhawatirkan panasnya akan meninggikan suhu BBM dalam pipa sehingga dapat timbul hil-hil yang ndak diinginkan, sedang menanam pohon keras dapat mengakibatkan pipa rusak oleh akarnya (pohon keras itu pohon-pohon yang memiliki akar tunggak luruk ke bawah).

ada poster yang berisi pengumuman:

Kambing Hilang!! Harap Lapor

>> sepertinya warga situ ada yang kehilangan Kambing

ada juga berbagai rumah makan seragam, yang bila di satu daerah ada menjual suatu makanan maka dijamin satu daerah tersebut akan penuh rumah makan yang menyajikan makanan serupa, contohnya:

Sate wek-wek

sate-wek-wek

>> sate bebek pasti ini maksudnya

Mie Nyemek

mie-nyemek

>> adakah yang tau??? Terus terang saya ndak tau apa itu mie nyemek. Kata nyokap mie nyemek itu keras, setengah matang dan belum empuk, entah benar atau tidaknya ndak diketahui, sebab kami tidak mampir tuk mencicipi

Selain itu, ada juga jembatan timbang barang, yang tentu saja fungsinya menimbang truk-truk yang akan lewat apakah memenuhi standar atau kelebihan muatan, dan luchunya ternyata ada juga tempat Periksa Hewan Ternak, mungkin fungsinya memeriksa apakan mobil yang memuat ternak, ternaknya itu sehat atau tidak, kali-kali bisa menularkan ke ternah setempat.

Terakhir, saya melihat gedung-gedung yang di luarnya bertuliskan SPPBE. Apa pula itu?? selama ini saya taunya hanya SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), ituloh tempat kita biasa ngisi bensin. Ternyata setelah gugling, barulah saya mengetahui bahwa SPPBE itu adalah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji, tempat pengangkutan LPG curah hingga ke pengisian tabung Gas Elpiji.

Nah segitulah oleh-oleh yang dita bawa dari perjalanan kali ini, lumayan bikin timbul banyak pertanyaan di otak saya, dan bikin juga sibuk menggugling ketika sempat… untung ada yang namanya teknologi… :lol:

oh iya, soal kenapa pulang ndak bawa oleh-oleh fisik, disambung di postingan berikutnya aja deh… :mgreen:

23 comments

  1. Hanny Purba says:

    Pasar Tambak — Antara Cilacap Jogja. Bebek nya emang enak enak.Nyemek = Lembek, berkuah sedikit. Jadi ibarat mie instant nyemek itu mie instant yang kuahnya sedikit, selain itu mie nya udah jenuh air alias mengembang penuh. sehingga sudah tidak bisa menyerap air

  2. Fenty says:

    Alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat ^^
    kapan2 jalan-jalan ke surabaya ya, bu :)
    oleh2nya adalah foto2 denganku *hasyah* :p

  3. Hanny Purba says:

    Pasar Tambak — Antara Cilacap Jogja. Bebek nya emang enak enak.Nyemek = Lembek, berkuah sedikit. Jadi ibarat mie instant nyemek itu mie instant yang kuahnya sedikit, selain itu mie nya udah jenuh air alias mengembang penuh. sehingga sudah tidak bisa menyerap air lagi.

  4. antown says:

    banyak oleh2nya, aku juga liburan pulang ke surabaya dit, baliknya lewat cirebon. sama2 remek soalnya naik bus belasan jam :(

    btw, mie nyemek itu kayaknya setengah basah deh

  5. Billy Koesoemadinata says:

    ohoo.. jadi dita orang padang toh, pantes jarang pulang kampung #ganyambung

    anyway, kalo dikau seperti diriku, yang orangtuanya campuran jawa-sunda, liat plat nomor sampe beragam, plang penunjuk jalan dan area bermacam-macam, bakal jadi makanan yang rutin – minimal, sebulan sekali :P

    tapi.. diriku belum pernah perjalanan jauh sampe 4 provinsi begituh.. jakarta-jabar-jateng-yogya..

    kapan2 kalo mau jalan jauh lagi, ajak2 dongs.. :D
    .-= Billy Koesoemadinata´s last blog ..ukuran =-.

  6. elia|bintang says:

    harusnya apa yang terjadi saat lo nyetir diceritain lebih panjang dan lebih jelas lagi, dit.. haha! jadi kangen keliling jawa.. udah lama ga bermobil ria keliling jawa, tidur di jalan, ban kempes :mrgreen:

    happy new year dita!

Comments are closed.