Merawat kulit!

Bukan! Bukan saya bukan mau ngomongin masalah merawat kulit wajah ataupun kulit tubuh. “Kulit” yang disebut dijudul diatas, maksudnya kulit sepatu. Punya uang berlebih untuk membeli sepatu-sepatu cantik bermerk, tapi gak tau cara merawatnya, ya sama aja bohong. Kulit, disini dimaksud kulit sepatu secara lebih khususnya, beda jenis, beda pula cara menanganinya agar tetap awet dan berharga. Sebab, sepatu itu aset! Hehehe… :lol: Nah, sebelom terlanjur melakukan perawatan yang salah dan malah membahayakan sepatu kesayangan anda, mungkin beberapa tips dibawah ini dapat berguna…

1. Grain Leather
Biasanya terbuat dari kulit sapi. Bila diraba terasa lentur dan teksturnya menyerupai kulit aslinya. Umumnya anda akan merasakan tekstur seperti kulit jeruk. Kulit jenis ini, masih dibagi lagi kebeberapa grade: full-grain, top-grain, corrected grain, yg dibedakan oleh banyaknya proses kimia yang dilakukan sampai mendapatkan hasil akhir.Cara merawatnya:

  • Bersihkan sepatu setelah digunakan. Gunakan sikat khusus sepatu atau lap lembab, bukan basah loh. Lalu sebelum dimasukan ke kotak penyimpanan, jangan lupa di angin-anginkan hingga kering.
  • Kalau sepatu terkena noda basah, pastikan nodanya sudah kering sebelum digosok atau disikat agar menghindari perluasan noda yang tidak dinginkan.
  • Jangan menggunakan hairdryer untuk mengeringkan, sebab akan merusak kulit.
  • Gunakan Shoewax untuk melindungi dan melembabkan kulit sepatu.
  • Ketika disimpan, masukan tulang penyangga sepatu, atau disumpal dengan kertas bersih agar sepatu anda bentuknya tetap bagus.
  • Jangan lupa gunakan sendok sepatu pada saat mengenakan, agar bentuk belakang sepatu anda pun tetap terjaga.

2. Calfskin/lambskin
Calfskin itu terbuat dari kulit anak sapi, kalau lambskin terbuat dari kulit domba atau kambing. Teksturnya sangat halus, lembut dan tipis.

  • Warnanya mudah pudar, jadi hindari paparan sinar matahari yang terlalu sering.
  • Bahannya agak mudah sobek, hindari jalan di permukaan yang tidak rata.

3. Patent leather
Kulit yang permukaannya dilapisi pewarna atau lapisan yang mengkilapkan.

  • Bersihkan dengan kain lap yang lembut dan lembab, gosok seluruh permukaaan sepatu, lalu dilap dengan lap kering.
  • Bila terdapat noda ringan, lap pakai lap basah dan sedikit sabun, lalu keringkan dengan lap kering.
  • Gunakan kain lap bertekstur halus agar tidak menyebabkan lecet pada kulit ketika menggosoknya.
  • Jauhkan dari kertas, benda atau kain bermotif, karena mudah menempel dan meninggalkan noda pada permukaan kulit.

4. Snakeskin
Terbuat dari kulit ular, jenis yang umum adalah ular phyton atau kobra. Memiliki sisik-sisik halus pada permukaannya, menyebabkan kulit tipe ini agak ringkin dan sulit pemeliharaannya.

  • Hindari paparan matahari terus menerus, karena akan mengakibatkan kulit mengering, menguning dan mengelupas.
  • Bungkus dengan acid free tissue paper dan masukkan dalam kotak karton agar tetap dapat bernafas.
  • Hindari kontak dengan cairan, terutama body lotion, aceton, dan alkohol.
  • Biar permukaannya tetap lembab dan berkilau oleskan leather conditioner khusus perawatan kulit.

5. Suede
Terbuat dari bagian bawah kulit, bisa kulit apa saja, domba, kambing, sapi, babi, rusa atau anak sapi. Bisa juga terbuat dari kulit sapi yang tebal dan dibelah dua. Teksturnya lembut dan sedikit berbulu seperti beludru.

  • Siapkan suede brush yang terdiri dari beberapa jenis, yaitu: sikat berbahan halus (terbuat dari rambut kuda), sikat yang terbuat dari besi, dan yang berbahan karet. Sikatlah sepatu agar merapikan struktur suede sekaligus menghilangkan noda.
  • Setelah dikenakan, lap dengan handuk halus dan kering, agar tetap bersih dan lembut.
  • Bila terkena noda air, basahi seluruh permukaan luar dengan sikat, lalu serap kelebihan airnya dengan spon atau kain halus, lalu angin-anginkan hingga kering.
  • Bila sepatu anda terkena noda, bersihkan dengan suede eraser (penghapus khusus), bisa tidak punya atau dalam keadaan darurat, penghapus pinsil yang lembut dapat dijadikan pengganti.

Selain kulit yang telah disebutkan diatas, ada beberapa macam lagi, yaitu:
1. Stingray Leather: Kulit ikan Pari, tidak kaku, memiliki daya tahan yang baik, kuat dan tidak mudah sobek, memiliki tekstur bulat-bulat, dan agak rapat.
2. Ostrich Skin: Kulit burung Unta, diproses hingga agak keras, memiliki motif bulatan-bulatan kecil menonjol yang berjarak.
3. Alligator/Crocodile Skin: Kulit Buaya, teksturnya beragam, mulai dari yang halus dan bermotif kotak-kotak, sampai yg kaku dan keras dan memiliki tonjolan-tonjolan yang tidak merata.

Ketiga kulit diatas memiliki kekuatan lebih, dikarenakan ketebalannya, tapi bukan berarti perawatannya dapat lebih disepelekan, terutama jangan sampai tertekuk atau tersayat.

Apapun kulitnya, ada hal-hal tertentu yang harus kita hindari, seperti:

  • Noda minyak dan tinta, karena kulit memiliki sifat menyerap, sehingga noda apapun yg telah terserap bakal susah menghilangkannya.
  • Air dan kosmetik, karena dapat menimbulkan noda atau malah membuat kulit menjadi kering dan retak.

Nah setelah membaca tips-tips diatas, coba diingat-ingat, sudah tepatkah perawatan sepatu para sisters n brothers selama ini? Jangan sampai sepatu mahal yang kalian miliki rusak cuman karena salah perawatan yaaa… Yuk, yang rajin merawat sepatu-sepatu kita, biar tampak bagus terus dan tidak lekas rusak… :)

————————————

crossposting dari Shoeshood

One comment

Leave a Reply

CommentLuv badge