Menjebak atau Membebaskan?

A: kenapa kamu bilang cinta itu abu2
D: Ketika terjebak dalam cinta, kita sukar melihat mana yang bener. Baik buruk konon bisa tertutup sama kata “cinta” nya.
A: Kalau terjebak, itu bukan cinta. Cinta itu seharusnya menerangi, mengayomi, membahagiakan, dan membebaskan. Bukan menjebak…
D: Berarti kalau aku merasa terjebak, aku belum berada dalam cinta yang sesungguhnya donk ya? #kusut
A: I believe so…

Jadi, sudahkah kamu terjebak dalam cinta malam ini?

Atau cinta telah membebaskanmu dan menerangi jalanmu dari semua hal yang sebelumnya kau takuti?

This entry was posted in love and tagged .

8 comments

  1. Ivan Prakasa says:

    Agak sulit dijelaskan :((
    Tak selamanya cinta itu menjebak dan tak selamanya cinta itu membebaskan…

    Di SATU SISI memang kadang cinta memBUTAkan kita… misal tidak bisa membedakan baik dan buruk.
    Tapi di SISI LAIN misalnya kita nekat melakukan sesuatu yg berbahaya demi cinta … (menyelamatkan pasangan saat akan tertabrak mobil misalnya)

    Dan cinta yang membebaskan juga sama… Tentu kita membebaskan pasangan melakukan hal yang disukainya… Tapi tentunya juga kita tidak akan membebaskan pasangan kan untuk bebas melakukan apa saja… (ambil contoh selingkuh misalnya… apa dibebaskan?!)

    Jadi intinya IMHO persoalan cinta itu kompleks dan tidak hanya sebatas menjebak membebaskan…
    Tapi yg jelas dengan cinta semuanya itu akan saling memberi kelebihan dan kekurangan, saling menerangi dan menutupi, mengayomi diayomi, membahagiakan dan dibahagiakan… Walau sejatinya tidak sesimple itu…
    *eh sorry panjang banget jadinya*
    Ivan Prakasa recently posted..Mari Wujudkan Indonesia Soft Power (2)

Leave a Reply

CommentLuv badge