Mengejar si Cabe Ijo

Beberapa waktu yang lalu saya mengetahui bahwa ada beberapa tempat yang telah menyediakan menu Indomie Cabe Ijo. Bosan memasak sendiri mie instan di rumah, saya memutuskan untuk nyicipin gimana sih rasanya kalau dimasakin orang lain.. #lhah. Maka berangkatlah saya dan Ipul ke Roti Bakar Eddy cabang Senayan, padahal lokasi pasnya aja ada dimana kita gak tau.

Anyway, kenapa harus Cabe Ijo Dit?

cabe ijo1

Sebagai orang minang, di meja makan rumahku gak afdol kalau gak ada sambel cabe ijo entah itu bikinan ibu sendiri, atau beli di Rumah Makan Padang langganan. Hayo, siapa yang gak pernah makan sambel ijo minang? Pasti rata2 pernah kan ya.. Nah oleh sebab itu ketika Indomie akhirnya mengeluarkan varian rasa Cabe Ijo, saya sekeluarga bahagia sekali, apalagi varian yang persis sebelum Cabe Ijo adalah Indomie Rendang yang gak kalah Yummy. Sebagai orang Minang lidah kami merasa sangat dimanjakan oleh Indomie… *Ngeces.. Brb bikin Indomie ke dapur*

Maka di sore menjelang malam yang basah sehabis hujan, masih sedikit gerimis bahkan sebenarnya, berangkatlah kita menuju senayan hanya berdasarkan petunjuk Roti Bakar Eddy, Lapangan ABC Gelora Bung Karno depan TVRI. Padahal kalau ngikutin petunjuknya udah jelas banget ya, tapi saya malah ngotot pergi ke lapangan ABC nya instead masuk melalui pintu di seberang TVRI. Karena lapangan ABC itu dekat dengan JCC, kami memutuskan untuk parkir di sekitar situ, kemudian kami menyisiri para pedagang makanan yang ada di pinggir lapangan ABC, ternyata tak ada tanda-tanda kehadiran Roty Bakar Eddy tersebut, karena sudah bolak-balik mencari, akhirnya kami bertanya pada bapak penjual di warung. Ternyata lokasinya persis di sebrang TVRI alias di sebelah kiri pintu masuknya. Kembali memasuki kendaraan, pindahlah kami ke posisi yang dibilang bapak penjaga warung, berhubung saya pribadi gak pernah makan disana, agak kaget juga karena ternyata disamping tempat makan tersebut ada tempat parkir yang cukup luas.

rbe

Dengan PD nya kami masuk, toh lokasi sudah tepat, tapi setibanya didalam, ndilalah kok ndak ada spanduk Indomie Cabe Ijo nya! Jangan-jangan mereka tidak menjual Indomie goreng Cabe Ijo yang kami cari-cari. Tadinya kami sudah hampir putus asa dan hampir saja memutuskan untuk pulang, tapi karena saya penasaran, isenglah saya bertanya kepada mas yang sedang membakar roti,

“Mas, disini jual Indomie Cabe Ijo gak?”

“Jual mba, mau yang special atau yang biasa?”

“Kok gak ada spanduknya mas?”

Oh, ada. Tapi gak dipasang mbak. Soalnya tadi hujan. Mau foto ya? Nanti saya pasangkan.

cabe ijo5

Alhamdulillah.. Horeee! Ternyata ada, hanya saja spanduknya diturunkan kalau hujan. Akhirnya kami duduk dan memesan. Mesen apa Dit? Mesen Indomie goreng Cabe Ijo spesial pakai kornet, keju dan telur. Maklum soalnya kalau dirumah selalu bikin polosan dan gak ditambahin macem-macem kalau bikin indomie goreng, masa udah susah-susah nyari ke Roti Bakar Eddy, mau pesen yang biasa juga, yang spesial donk ah.

cabe ijo2

Setelah pesanan datang, selayaknya jamaah instargamiyah yang khafah, tak lupa saya memfoto pesanan saya tersebut. Dari aromanya saja sudah tercium bau khas sambel Cabe Ijo nya dan sontak membuat terbit air liur saya membayangkan pedas nikmat Cabe Ijo di dalam mulut. *glek*

cabe ijo4

Cukup poto-potonya, setelah itu Mie langsung diaduk menjadi satu dan segera melahapnya. Pedesnya pas, seger sekali dimakan panas-panas sehabis hujan dalam sekejap mangkuk kami langsung licin tandas bak orang kelaparan. Tentu saja seperti biasa, serba salah, dimakan satu kurang banyak bawannya pengen nambah lagi, pesen dua takut gak habis, untunglah kami juga memesan Roti Bakar Eddy yang sudah terkenal luas rasanya itu.

Terakhir kali saya makan Indomie di warung (bukan bikin sendiri dirumah) adalah ketika SMA, Kebetulan saya bersekolah di Al-Azhar dimana letak Roti Bakar Eddy yang sesungguhnya, dan saya suka memesan Indomie Kari Ayam disana. Walau pengalaman makan Indomie di luar sudah berlangsung lama sekali, tapi dirumah mah tetap setia. Ketika perut lapar dini hari, saya langsung saja merebus air dan membuat Indomie rasa apapun yang kebetulan sedang ada stok di rumah. Stok terakhir sih Indomie Rendang dan Cabe Ijo favoritku.

Kalian pasti juga suka bikin Indomie malam-malam kan? Biasanya suka ditambah topping apa? kalau saya sih sawi, telur setengah matang dan bawang goreng. :D

14 comments

  1. Vonda Buckner says:

    Roti Bakar Eddy Blok M mendarat di kawasan Asrama Haji Pondokgede. Tampilannya masih gressss. Lokasinya di sebuah rumah di seberang Rumah Sakit Haji, diapit Gedung PRSSNI dan Gedung Pertemuan Sejahtera. Outlet ini buka mulai pukul 11.30 sampai jam 1 pagi pada hari biasa. Sampai jam 2 pagi kalau weekend. Menu outlet Roti Bakar Eddy yang satu ini masih seperti biasa: roti bakar, bubur ayam, tape/pisang bakar, mie ayam, mie goreng, bebek goreng, nasi goreng, mie goreng, mie tek tek, dan kawan-kawan.
    Vonda Buckner recently posted..No last blog posts to return.

Leave a Reply

CommentLuv badge