Men’s Wear Fashion Show at JFFF

Siapa bilang cuma wanita yang boleh ngikutin tren Mode. Para Pria masa kini, tentunya tidak ingin ketinggalan tampil keren, selalu up to date tapi tanpa meninggalkan sisi kemaskulinitasnya. Nah, untuk pertama kalinya di Jakarta Fashion & Food Festival, pada hari Minggu 16 Mei 2010, diadakan show khusus pria, yaitu karya dua desainer Vincent Fac dan Luwi Saluadji, yang bertemakan “Living Eclectism”.

Free Spirit by  VINCENT FAC

Vincent ingin menyampaikan lewat karyanya bahwa masyarakat modern saat ini telah menjadi masyarakat yang mandiri, independent, mempunyai kebebasan untuk menampilkan ekspresi individual. Mereka tidak lagi mau di dikte, keluar dari pakem yang berlaku, mempunyai semangat untuk tampil menjadi pribadi yang unik. Sehingga gaya hidup kaum urban ini menjadi sumber inspirasi untuk tema koleksi pakaian pria tahun 2010.

Didominasi oleh perpaduan berbagai warna, tanpa memperhatikan kaidah teori warna, mix and match secara bebas namun tetap selaras, seperti red, navy, black, purple, green, white, yellow, blue dan dusty pink bercampur dengan harmonis. Diperkaya dengan berbagai motif flora, fauna dan geometris. Bahan yang digunakan paduan antara woven, knit, corduroy dan denim. Tampil dalam berbagai styling casual sportif dengan gaya tumpuk. Jacket, bermuda, kemeja, pullover, t’shirt dan berbagai bentuk lain diberi aksen dengan tehnik sulam, crochet dan print.

Ya, siapa bilang kaum pria tidak pantas menggunakan warna-warna seperti diatas yang kita lihat, para model tampak manis mengenakan shawl berwarna ungu, celana pink, jacket baby blue, warna-warna yang selama ini banyak didominasi kaum wanita. Begitu juga dengan motif yang agak Beda di rajutan, sulaman yang terpampang di sweater maupun celana justru terlihat menggemaskan.

Dari Show ini, look favorite ku adalah hampir semua sweater ataupun kaos yang berhiaskan sulaman benang dangan motif ceria.. :D

Egocentric by LUWI SALUADJI

Luwi ingin menampilkan pakaian sehari hari yang menunjukan jati diri secara menyeluruh. Dengan design yang unik (Centric) namun casual dan memiliki design yang mapan, berkarakter dan penuh percaya diri. “Saya adalah untuk saya dan Hanya saya dan Bukan Siapapun “ (I am for Me and Only Me and No One Else), itulah tema yang diangkat olehnya.

Show yang beda dengan adanya nyanyian live persetiap sesi dari rancangan-rancangan karya Luwi Saluadji. Memiliki perbedaan disain dengan Vincent, yang lebih LAKI , dan juga penggunaan warna-warna yang lebih laki serta natural, seperti penggunaan blue jeans, kemeja putih dengan detail disana-sini, dan jas/jacket hitam dengan detail kotak-kotak dan ruitsleting yang ditempatkan di daerah-daerah yang tidak biasa menjadikan karya tersebut unik. Belum lagi para pria yang keluar telanjang kaki dan telanjang dada, membuat saya sempat celegug menelan air liur.

Kalau ditanya pendapat saya, kalau saya punya pacar, bakal saya suruh pakai jacket hitam karya Luwi ini, soalnya unik dan macho, tapi tidak sepaket dengan legging hitamnya yaaa :mrgreen:

Kalau kalian suka yang mana? :)

————————————————

silahkan klik gambar-gambar diatas untuk melihat resolusi yang lebih baik… :D

mau lihat foto-foto yang lain, bisa intip di FB page ini… atau Photobucket album ini :)

0 comments

    • fairyteeth says:

      @sofie: menurutku yg vincent fac masih adorable… walau motif sulam nya rasanya pengen buat kita aja gitu.. agak2 gak rela kalo cowo yg make.. :D

  1. to Ra nt says:

    This is why men’s fashion are boring . Nggak ada yang cukup nekat bikin inovasi, dan sekalinya nekat, nekatnya salah sasaran jadi segerombolan cowo pake celana Romeo yang bukan DiCaprio.

    Dari semua karya Luwi, nggak ada yang bener-bener baru, itu cuma kemeja dan jas, dengan sedikit variasi di detailnya tapi potongan dasarnya sama-sama aja.

    Vincent’s are bit better, even though I don’t know what kind of man will wear pants with flowery pattern. Paduan warnanya juga bagus sih, meskipun sendal kulitnya nggak banget. No man under 40 should wear that thing :-|.

    Seriously.

  2. missmaharrani says:

    Sehati sama to Ra nt: Tapi me myself is a bit conservative when it comes to men’s fashion. Salah dikit aja, they will end up lookin’ like gay…

    Luwi’s yang kemeja putih & khakis is great for summer. err tapi kemejanya dikancingin ya hohoho!

  3. to Ra nt says:

    @missmaharrani: Indonesian “summer” ?

    Honestly, kenapa nggak ada satupun fashion designer Indonesia (yang male) bikin barang-barang kayak yang di Men’s Knuckle, gitu . Manly dan cocok buat cowo-cowo berkulit tan.

    • fairyteeth says:

      @to Ra nt: kalau dirimu nonton show JFFF yg masih berlangsung saat ini.. dijamin bakal terjengkang dari kursi… *ntar bakal di post juga kok*

      btw, menurutku justru men under 40 (masa kini alias metromini, eh, metrosexual) justru ada kemungkinan memakai baju2 nya Vincent, terutama kalo misalnya cewe nya yg ngasih kado soalnya menurut ku to cute to be true :lol:

  4. to Ra nt says:

    fairyteeth: Warnanya nggak cocok dengan tone kulit orang indo *kebanyakan*, IMO. Ntar jatohnya ngalay kalo mukanya rada ngepas.

    eh, yang foto-foto awal-awal warnanya masih masuk, cuma… yah tadi itu, sendal kulit. Itu personal preference sih tapi :D

Leave a Reply

CommentLuv badge