Maison Martin Margiela

“Fashion is a craft, a technical know-how and not, in our opinion, an art form. Each world shares an expression through creativity though through very divergent media processes.” ~ Maison Martin Margiela.

Martin Margiela terkenal karena penolakannya dalam sorotan dan karena karyanya yang terpengaruh dari dekonstruksionis di tahun 1990an. Dia telah mempengaruhi sejumlah desainer dengan filosofinya, serta menciptakan beberapa tren, dari jeans yang robek sampai memberi penonjolan pada bantalan bahu.

mmm1

mmm2

mmm3

Pada koleksi Spring 2006 Margiela terlihat model berdiri diatas platform, mengenakan setengah dari pakaian yang telah selesai dan setengah lainnya masih menempel pada gulungan kain. Hal ini memberi perhatian  terhadap proses penciptaan dengan gagasan spontanitas atau kekurangan.

Filosofi desain fashion Margiela yang telah terkenal, untuk pertama kali nya dulu dieksplorasi melalui arsitektur dekonstruksionis, yang terkenal karena melihat seolah-olah itu runtuh atau akan jatuh berantakan. Hal ini juga dapat dilihat ketika unsur-unsur yang harusnya ada di dalam, seperti pipa atau bahan bangunan, ditampilkan di luar – atau dalam kasus desain Margiela ini, memperlihatkan kupnat dan bantalan bahu.

Diyakini lahir pada tanggal 9 April tahun 1957 atau 1959 di Genk, Belgia. Margiela menolak untuk mengkonfirmasi fakta-fakta tersebut. Lulus dari Royal Academy of Fine Arts (Antwerp) pada tahun 1979. Setelah lulus ia bekerja sebagai desainer freelance selama lima tahun. Sekitar tahun 1985 dan 1987 ia bekerja untuk Jean Paul Gaultier , sebelum meluncurkan koleksi pertamanya di bawah label sendiri pada tahun 1989. Antara 1997-2003 ia menjadi direktur kreatif dari Hermès womenswear, meskipun disain-disainnya non-tradisional.

Pada tahun 2002 Renzo Rosso, pemilik perusahaan pakaian Diesel Italia, membeli mayoritas saham di Maison Martin Margiela, sehingga memungkinkan Margiela untuk memperluas secara internasional. Selama beberapa tahun kemudian, toko Margiela terbuka di seluruh Eropa dan di Amerika Serikat, Jepang, Taiwan serta Hong kong. Berhenti bekerja di Hermès pada tahun 2003. Meluncurkan merk Kacamata di tahun 2007. Membentuk kemitraan dengan raksasa kosmetik L’Oreal Prancis untuk membuat parfumes pada tahun 2008. Masih di tahun yang sama, Margiela muncurkan merk perhiasan . Dan merayakan ulang tahun ke-20 dari “House of Maison Martin Margiela”.

mmm1

mmm2

mmm3

mmm4

Koleksi Spring 2009 Maison Martin Margiela menandai ulang tahun ke-20 rumah fashion yang Margiela didirikan. Karya ini terinspirasi oleh koleksi Margiela Spring di tahun 1999, di mana asisten memegang foto format besar dari pakaian. Konsep ini ditinjau kembali sepanjang karir Margiela itu, mengekspos hubungan busana dengan individualitas yang ditekan dan didikte gaya saat itu.

Di tahun 2009, buku Maison Martin Margiela diterbitkan, berisi arsip dari seluruh karya Margiela. Ditahun itu terdengar gosip Raf Simons dan Haider Ackermann ditawarkan posisi sebagai kepala perusahaan, keduanya menolak untuk berkomentar. Mengikuti spekulasi tersebut, diumumkan bahwa Margiela tidak memberikan kontribusi sama sekali untuk koleksi terbaru mereka, dan koleksi tersebut telah ditangani oleh tim desainer yang telah bekerja bersamanya di masa lalu. Kemudian diumumkan bahwa Margiela telah meninggalkan perusahaan.

Proyek terbarunya Margiela di tahun 2012, berkolaborasi dengan H&M. Koleksi Maison Martin Margiela untuk H & M baik untuk pakaian laki-laki dan pakaian perempuan-akan tiba di November 15 toko. Dari sketch dibawah terlihat bahwa estetika dari kolaborasi ini akan lebih konservatif, dibanding beberapa pekerjaan avant garde Margiela sebelumnya. Pakaian pria menunjukkan sketsa mantel mobil mantel-dirakit menggunakan ide-ide dan fitur yang dikumpulkan dari berbagai mantel mobil klasik, produk akhir nya tentu saja baik dan benar-benar dpt dipakai, namun memiliki sedikit twist (perhatikan kantong-klasik Margiela yang asimetris). Pakaian perempuan mengungkapkan sketsa tunik-sweater yang tampaknya memiliki kupnat di bagian badan dan lengan ekstra panjang (Margiela suka segala sesuatu yang kebesaran).

hm (1)

Garis rancangan Margiela dipercaya terpengaruh oleh Cristobal Balenciaga, Madeleine Vionnet, Jean Paul Gaultier, Ann Demeulemeester, Rei Kawakubo dan Yohji Yamamoto.

Balenciaga adalah pribadi yang sangat tertutup, dan menolak untuk berpartisipasi dalam keriuhan media yang sering terfokus pada desainer bukan karyanya. Margiela memperlakukan workshopnya sebagaimana yang Balenciaga lakukan – sebuah tempat untuk bereksperimen dan menghasilkan karya kreatif – interaksi dengan publik hanya terfokus pada produk yang dihasilkan.

Vionnet menghabiskan seluruh karirnya menciptakan inovasi teknis dan meneliti hubungan sense of touch pakaian pada tubuh, hal-hal tersebut yang dihormati dan dipelajari oleh Margiela darinya.

Margiela adalah asisten Gaultier selama dua tahun, dan selama waktu itulah tidak diragukan lagi dia mulai merumuskan filosofi identitasnya melalui pakaian.

Sebagai disainer yang sezaman, baik Margiela dan Demeulemeester saling mempengaruhi satu sama lain, tidak hanya di estetika, tetapi juga dalam cara pengertian mereka soal gaya.

Kawakubo memberi pengaruh besar pada awal karir Margiela dalam hal dekonstruksi dan penempatan kain yang mengelilingi tubuh. Dia juga memiliki efek pada filosofi nya. Desakan keras kepala Kawakubo bahwa tidak ada pertanyaan memiliki jawaban yang pasti, serta analisisnya akan keindahan, mungkin telah menjadi ide yang paling berpengaruh ke permukaan dalam pekerjaan Margiela.

mmm1

mmm2

mmm4

Pakaian yang di/tergantung dari depan model pada koleksi Margiela Spring 2004, mengukur kemampuan pakaian untuk mewakili individualitas pemakainya, jika kita selamanya menggunakan pakaian untuk memanipulasi pandangan orang lain dari identitas kita, lalu apa kebenaran dari tentang siapa kita sebenarnya.

Margiela mengadopsi filosofi Yamamoto bahwa kain yang mengelilingi tubuh tidak perlu mendefinisikan bentuk tertentu. Kedua desainer juga berbagi rasa gothic romantic.

Demikian ulasan mengenai Maison Martin Margiela, berikut disain yang Dita buat seakan-akan Saya mendisain buat dia dengan gaya Margiela mendisain baju-bajunya, seperti yang sebelumnya sudah diterangkan di postingan ini. :D

mmm

2 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge