Macabre (rumah dara)

6572_135181823704_68654138704_2395384_4481365_n-390x275Sebelum menonton film nya saya telah mempunyai ekspektasi yang tinggi akan bagus nya film Rumah Dara, akibat promo nya yang jitu dan ulasan-ulasan, serta review yang bertebaran dimana-mana termasuk di bicarafilm semakin memantapkan hati saya untuk menontonnya. Film bergenre Slasher sebagaimana film Hostel, Saw dan lainnya, film ini menyuguhkan banjir darah, adegan potong-memotong anggota tubuh manusia.

rumah daraFilm besutan Mo Brothers ini dibuka dengan apik, menampilkan 3 anak kecil, yang kelak diketahui di belakang siapa mereka bertiga. Pemain-pemainnya yang terkenal paling tidak dapat menutupi apabila ternyata film yang disuguhkan tidak bagus, tapi ternyata bagus. Adegan perkenalan para tokohpun berlangsung singkat, to-the-point dan tidak bertele-tele. Dan segera saja kita dibawa ke ketegangan pertama, dan terus berlanjut sampai akhir cerita. Terus-terang untuk film anak negri saya salut. Akting yang kuat, dari Sareefa Daanish dan Arifin Putra yang berperan sangat psiko dan sadis patut di acungi 4 jempol.

Alur cerita, penokohan sih standart film-film slasher/thriller biasa (luar) tapi cerita yang sebenernya sederhana, ditambah gimmick yang tidak biasa membuat saya cukup terpikat untuk tidak memalingkan mata saya hingga berakhirnya film tersebut. Sekelompok remaja (Adjie, Artrid, Dara, Jimmy, Eko dan Alam) diiring ke rumah pembantaian tanpa tahu. Lalu dimulainya adegan bunuh-bunuh, cincang-cincang dan seterusnya, persis seperti plot cerita slasher pada umumya, tapi dengan twist yang mengejutkan (seperti SAW series) yang justru  membuatnya berbeda adalah jalan ceritanya.

ouroboros1twist nya adalah… Cerita yang unik tentang keluarga DARA yang menjadi pemasok jual beli organ tubuh ilegal, dan kenyataan mengejutkan lainnya, bahwa dara sekeluarga (paling ndak dara nya saja) sudah berumur sangat tua sekali (ditengah film ada adegan yang memperlihatkan foto dara ketika muda dan wajah serta penampilannya masih persis sama seperti saat ini padahal tahun yang tertera dibelakang fotonya bertuliskan 1889). Kelak akhirnya terkuak mengapa mereka bisa awet muda karena mengkonsumsi daging manusia, dan darah bayi/atau sama daging nya sekalian. sama logo ular yang jadi kalung ibu dara dan sekaligus logo di film hitam putih (aduh lupa apa istilahnya) yg muter tentang masa kecil Adam, Maya dan Arman itu loh, gambar ular itu bertuliskan Projecteren Onsterfelijk Slang (Serpentif Immortales) yang artinya kurang lebih ular abadi.. atau the end is the beginning yang kaitannya pasti sama makan-memakan manusia tersebut… apakah itu artinya mereka termasuk sekte apapun itulah… :lol:

dan adegan endingnya, adalah pertarungan antara Final Girl (Ladya) dengan The Killer (Dara), ya seperti biasa masih khas film-film slasher lain nyaaa… tapi ciamik deh.. plus musik (keroncong) jadul yang jadi beckground musik ketika kegiatan sadis nya berlangsung bener-bener bikin perasaan merinding gimana gituu..

btw, saya suka banget akting Arifin Putra disiniiii… jadi macho banget deh.. *smooch*

ini trailernya yaaa… buat yang masih belom nonton juga.. (saya udah mau nonton untuk yang ke-2 kali nyaa, bersama 2 pria ganteng ini)

32 comments

  1. antown says:

    film ini memang menarik secara posternya juga sudah menantang, tapi saya belum nonton kecuali thrillernya. lalu pelajaran dari film ini apa dit?

Comments are closed.