Local Heroes Goes International

Dalam rangka memperingati ulang tahun JNE yang ke-26 dan bertemakan “Menginspirasi Negeri”, JNE ingin menginspirasi negri dan membuat para pengusaha UKM menjadi Local Heroes yang Go Internasional. Nah, sesuai dengan tema JNE yang baru, sesi yang paling saya tunggu, dan menjadi alasan saya datang ke JNE Media & Blogger Gathering 2016 tanggal 22 November lalu adalah sesi berbagi inspirasi dari Mas Jaya Setiabudi pakar UKM sekaligus pemilik YukBisnis.com dan mba Ria Sarwono founder dari Cotton Ink.

Pemilik akun @JayaYEA mengajak anak muda untuk membangun brand-nya sendiri dengan strategi Rename-Repackaging-Repotioning. Sekilas info, yukbisnis.com adalah layanan toko online instan, bedanya sekaligus memberi peluang bisnis terintegrasi kepada para UKM dan banyak sekali workshop. Apasih branding itu?

Branding : suatu aktivitas untuk membuat pelanggan loyal dan menaikkan value di mata konsumen.

RENAMING

Untuk mempermudah Branding produk yang akan kita pasarkan. Buat nama yang mudah diingat, disebut, dan menjual serta logo yang menarik dan eye catching. Indonesia kelamaan jadi bangsa tukang jahit, bukan jadi pemilik merk. “Jangan bangga kalau hanya ‘Made in Indonesia’ banggalah kalau mereknya merek Indonesia” sebut  .

REPACKAGING

Buat packaging semenarik mungkin dan tentunya yang berkelas. Kuasai produk tersebut, product knowladge, jangan sampai kita sebagai owner malah gak tau apa-apa tentang produk yang kita jual.

REPOSITIONING

Dalam berbisnis harus memiliki diferensiasi yg jelas agar laku, mulailah dengan survey melihat pasar sekitar kita, cari sesuatu yang beda dan unik. Create brand, not just sell. Inovasi, sangat penting dalam mengembangan bisnis UKM. Apalagi saat ini mau mulai usaha apapun sudah banyak saingannya. Terutama dalam bisnis fashion jadilah pembuat trend, jangan jadi pengikut. Jangan hanya mikirin omzet, tapi bangun data base. Pastikan anda memantau penjualan produk anda, siapa yang sering membeli dan dimana, itu bisa menjadi acuan untuk kemajuan bisnis anda.

Salah satu pesan dari Mas jaya dalam berbisnis Belajar, Praktek dan berbagi Sepatu Nike, Kaos Kaki Varia Shocks, dan Kalung Sarah Beekmans Eco Jewelry menjadi bahan studi kasus proses membangun brand.

Itu beberapa point yang Mas Jaya katakan, beliau selalu ingat ucapan sang Ayah yang selalu mengajarkan dirinya untuk menjadi owner, bukan cuma jadi pedagang. Wejangan tersebutlah yang menjadikan YukBisnis.com telah menggandeng lebih dari 1000 UKM hingga saat ini.

Narasumber berikutnya adalah Ria Sarwono salah satu dari duo founder Cotton Ink berperan sebagai Brand and Marketing Director di Cotton Ink. Cotton Ink berawal di tahun 2008 dan berjualan t-shirt, hanya bermodalkan satu juta rupiah (patungan berdua dengan Carline Darjanto), dan mulai ber-partner dengan JNE mulai November 2008. Senada dengan materi Mas Jaya tadi, ternyata selama perjalanannya Cotton Ink telah mengalami penggantian logo.

Yang beli t-shirt dan shawl cotton ink adalah teman-temannya Ria dan Carline sendiri dan Cotton Ink memanfaatkan FB dan blog untuk penjualannya. Penggunaan Facebook membuat bisnis ini tumbuh terbilang cepat. Baju yang di buat pertama di cottonink adalah baju design sendiri yang pembuatannya di bandung, di bantu teman-teman untuk mencari penjahit dan memasarkan produk. Kenapa menutuskan bikin brand sendiri? Yang terpikir awalnya adalah “Kayaknya Enak Kalau Punya Duit Sendiri” maka munculah ide untuk menjual Obama T-shirt.

Lalu di tahun 2010 Cotton Ink punya website sendiri, Nah, penggunaan website juga penting nih, semakin bagus web nya, semakin menarik, semakin banyak orang belanja. “E-commerce bukan trend, tapi merupakan masa depan” Ria sepakat dengan Mas Jaya. Walaupun terkesan terlambat di INDONESIA, namun sekarang penjualan online trus berkembang. Selama 10 tahun belakangan perkembagan e-commerce UKM melesat dan aktornya orang muda di usia 30

Dalam 8 tahun perjalanannya brand cottonink sudah dikenal masyarakat, dulu belum ada produk ready to wear dan Cotton Ink bertekad untuk jadi top of mind ready to wear di Indonesia. Delapan tahun tersebut dilalui dengan modal melihat dan mempelajari apa saja trend yang terjadi di luar negeri termasuk berjualan online (di tahun tersebut jualan online belum semenjamur saat ini). Investasi terbesar suatu bisnis adalah Brand It Self bagi Ria dan partner! Sampai saat ini Cotton Ink sudah mengirim ke 300 kota di Indonesia bahkan ke negara tetangga. Nah, pada bagian inilah sangat berperan dalam pendistribusian barang. Per bulan Cotton Ink bisa menjual sampai 3000an paket.

“Orang yang pertama kemedan perang, adalah yang menang” ~ Pepatah Cina yang dipegang Ria

Banggalah menggunakan brand Indonesia. Istrinya Kemal aja (pembaca acara event ini) pelanggan setia Cotton Ink, dengan alasan bangga dengan produk negeri sendiri. Kalian juga ga?

——————————-

Hingga saat ini JNE memiliki lebih dari 6000 jaringan di seluruh Indonesia dan telah melayani 16 juta kiriman. Untuk melakukan itu semua tentunya harus didukung oleh sumber daya yang besar juga, dan perkembangan bisnis JNE telah menyerap 25 ribu tenaga kerja di berbagai bidang baik di kantor pusat dan cabang, maupun mitra dan agen JNE. Tahun ini kapabilitas untuk pengiriman keluar negeri semakin ditingkatkan agar lebih efisien secara waktu maupun secara segi biaya.

Presiden Direktur JNE, M.Feriadi

Salah satu tujuan dan harapan JNE adalah turut aktif memajukan bangsa dan negara dengan berbagai program (pemberdayaan komunitas, UKM dan masyarakat memalui seminar dan workshop) maupun CSR. Salah satu cara JNE membantu UKM adalah melalui program PESONA (pesanan Oleh-Oleh Nusantara) sekitar 600 vendor produsen makanan di daerah dalam hal pengiriman, sehingga masyrakat bisa menikmati makanan khas di seluruh di indonesia dengan mudahnya sekalipun jauh. Sejauh ini sudah sekitar 4000 makanan di kirim oleh JNE.

Terus terang saya juga pemilik dua buah online shop, satu milik saya pribadi jualan baju muslim yang jualannya on and off (sesuai mood), yang satu lagi online shopnya klinik gigi saya di Tokopedia yang menjual berbagai produk Oral Care. Pilihan pengiriman barangnya (terutama yang di tokopedia) adalah melalui JNE dan Go-Jek. Walau teman banyak sekali yang memiliki keluhan terutama yang berjualan makanan dan pengguna jenis kiriman YES, sejauh ini kiriman saya selalu sampai walau gak pernah ngitung jumlah harinya sesuai yang di janjikan atau tidak. Ditanggapi atau tidak, sudah menjadi kewajiban kita juga sebagai pengguna untuk selalu mengingatkan/komplen kalau misalnya service JNE ada yang belum oke.

Yuk kita sama-sama jadi brand owner!

Leave a Reply

CommentLuv badge