LifeHouse at Arthur’s Day

Hari Sabtu minggu lalu tanggal 4 Desember saat diantara dilemma pengen ngelihat Irfan Bachdim pemain bola yang konon ganteng banget ituuu, tapi ya saya bukan penggemar bola, dan lagi Persepak Bolaan Indonesia yang ada di pikiran ku pasti rusuh. Maka bermalam minggulah saya di Epicentrum Walk, Kuningan sambil menyaksikan Guinness Arthur’s Day.

Kalau di tiket nya sih acara mulai jam 17.59 tapi karena acara puncak nya pasti malam, jadi saya baru berangkat dari rumah jam 6. Sesampai nya disana dari luar jendela, saya melihat mba Chic sama Simbok Venus sudah duduk manis di kopi luwak, buru-buru saya parkir terus naik menyusul mereka. Ternyata selain mereka berdua juga ada Chika, mba Sabai dan Sharon. Setelah kita semua selesai menyantap makan malam, maka kita langsung pindah ke lokasi. Saat itu kontingen kami bertambah dengan kedatangan Farah dan Suprie. Sambil jalan, belakangan saya tahu kalau seharus nya Kemal anaknya Simbok yang paling tua juga ingin banget nonton live LifeHouse, cuman karena yang ngadain Guinness, maka acara ini ditujukan untuk kalangan yang berusia 21+, jadinya dia gak bisa ikutan nonton.

Pas kita sampai di venue, masing-masing dikasih gelang berlogokan Guinness (yang didalam nya ada chip nya) yang bisa kita pakai buat check in di Wooz.in. Gelang tersebut tinggal kita lewatin di mesin check in di setiap lokasi yang berbeda di dalam venue dan langsung otomatis ke shout ke FB, twitter, dan Foursquare kita.. Lucu yaaa \(^o^)/ Selain itu juga bisa dituker dengan free drink *Guinness tentu nya*

Selain LifeHouse, ada 3 band lainnya yang manggung di situ, yaitu Pure Saturday, Superman is Dead (SID) dan Rivermaya. Tapi waktu masuk ke dalam venue, sayangnya cuman sempat kebagian Pure Saturday satu atau dua lagu sebelum akhirnya SID muncul di panggung. Saya yang tidak terlalu suka musik rock yang berat, ketika Superman Is Dead tampil, bisa ikut bergoyang *walau cuman kepala nya saja* sampai akhir penampilan mereka. Ketika MC naik keatas panggung sebelum pergantian band yang akan manggung, kami pindah ke Starbucks sekalian mencari minum. Walau kita duduk manis di Sbux, tapi alunan lagu Rivermaya masih dapat terdengar.

Setelah kenyang kopi, kamipun kembali ke venue. dan untunglah Rivermaya nya masih ada. Band asal Philippine yang menurut saya vokalisnya yang bernama Jayson Fernandez ini ganteng bwook, menyanyikan lagu nya yang berjudul You’ll Be Safe Here, dan baru saat itulah banyak penonton yang terlihat bernyanyi bersama nya, padahal kalau menantau hashtag #arthursday di twitter pas kita duduk di sbux, banyak yang menyebutkan para penonton pura-pura saja ikut bernyanyi padahal gak apal lagu-lagu mereka. Setelah Rivermaya mengakhiri penampilan nya, penonton mulai terlihat gelisah dan tak sabar untuk menyaksikan Lifehouse.

Waktu pun sudah semakin larut, penonton makin gak sabar. DAN setelah menunggu lama akhirnya LifeHouse pun muncul di panggung, kurang lebih pukul 23.30, dan penonton langsung heboh teriak-teriaaaaakkk… Yang paling mencolok mata adalah sang vokalis ganteng bertubuh cihuy si Jason Wade. Drooling bwook ngeliat nyaaa… *lap iler*

LifeHouse memainkan beberapa lagu andalah mereka, dan penonton serempak ikut bernyanyi hampir disetiap lagu yang mereka bawakan, seperti Everything, Crawling, Moved By You, You and Me dan Hanging By The Moment… Sayang nya hari sudah semakin pagi (lewat dari jam 12) dan mobil biru saya akan berubah jadi labu kalau saya gak pulang juga, maka saya memutuskan pulang sebelum mas ganteng LifeHouse menyelesaikan seluruh penampilan nya… Makasih Guinness karena sudah mendatangkan LifeHouse dan Rivermaya ke sini dan saya bisa melihat dua Jason yang ganteng… Sering-sering yaaa… :lol: Saya senang dan puwaaaassss \(^o^)/

All photo taken by Suprie

8 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge