Level One: Surga Belanja Karya Desainer Lokal Independen

Siapa yang hobi berbelanja?

Jujur saya suka sekali Shopping dan atau Window Shopping. Kalau ada yang mengatakan bahwa belanja itu merupakan salah satu terapi kesehatan, saya yang akan tunjuk tangan paling dulu. Ketika suntuk, stress dan lagi banyak masalah, saya biasanya lari ke pusat perbelanjaan terdekat untuk sekedar refreshing atau memang buat shopping. Bagi saya belanja tidak mengenal tempat dan waktu, tidak harus branded, atau merk buatan luar negeri yang terkenal. Bila memang niat saya bisa pergi belanja bersama teman-teman ke pasar Jatinegara mencari aksesori lucu atau ke pasar Senen buat mencari barang-barang second yang masih layak pakai dan bentuknya bagus serta unik. Saya juga termasuk penggemar Garage Sale, karena bagi saya barang bagus tidak mesti melulu harus mahal, baru dan up to date modelnya. Penting bagi saya untuk tetap bisa menjadi diri sendiri ketika berbelanja dan tidak hanya terjebak dalam arus trend mode masa kini.

Tapi dari semua itu, satu yang terpenting, bagi saya ketika saya dihadapkan diantara dua pilihan, antara membeli barang asli atau tiruan, maka saya sudah dipastikan tidak akan membeli barang yang palsu, karena bagi saya, buat apa gaya tapi palsu, toh bagi orang yang mengerti fashion pasti langsung ngeh apakah barang yang kita pakai asli atau tidak. Asli itu harga mati. Ketika kita sadar kita belum mampu membeli barang bermerek luar yang asli dengan harga selangit, agaknya harus mawas diri dengan membeli produk asli buatan desainer lokal yang mutu dan kualitasnya tidak kalah dari barang buatan luar negeri nan bermerek dan harga jual selangit.

Rasa jengah dengan himpitan dan serbuan brand-brand luar negeri sedikit terobati dengan banyaknya desainer lokal yang tumbuh. Barang-barang buatan desainer lokal independent, yang awalnya susah dicari dan ditemukan di kehidupan nyata atau hanya bisa ditemui pada saat Bazaar Urban, akhirnya mendapatkan tempat di salah satu Shopping Town besar di Jakarta, yaitu Grand Indonesia.

Terus terang, ketika sebuah Concept Store LevelOne (@Level1project) pertama kali di buka di Grand Indonesia (@GrandIndo) East Mall lantai 1, saya excited sekali. Produk dan barang beragam dari para Desainer Lokal nan Independent yang selama ini hanya bisa kita lihat karyanya di Fashion Spread majalah Fashion, kini bisa kita lihat langsung dan tentunya kita beli. Dan kita bisa datang ke sana setiap hari! tidak perlu menunggu setiap berapa bulan sekali seperti ketika masih zamannya Bazar Urban tersebut.

Tau tidak apa menyenangkannya berbelanja karya para desainer lokal? Desainnya yang edgy, dan cutting yang unique. Saya bosan melihat dress bunga-bunganya Zara, atau kaos garis-garisnya GAP. Ketika kita masuk ke store dari para desainer yang ada di LevelOne langsung terasa bedanya dengan brand-brand ternama dari luar negeri. Dan Uniknya, setiap brand memiliki dan mengusung tema tertentu yang berbeda dari “toko sebelah”. Jadi LevelOne mencukupi selera semua orang. Dari yang batik sampe kaos, ada pula kaos batik, dari baju sampai aksesori, sepatu, segala macem dress dari cocktai dress sampai ke dress santai buat hang out asik sama sobat, ada kamera lomo bagi pecinta fotografi, ada urban and ugly toy, ada pula interior rumah, bermacam jam yang berbentuk unik, busana formal, non formal, dan masih banyak lagi. Bagusnya, semua itu bukan hanya monopoli wanita, tapi juga banyak barang untuk pria, jadi bagi para wanita, jangan takut membawa pasangan anda berbelanja ke LevelOne, karena disana juga banyak pakaian, tas dan sepatu untuk para pria anda.

Awalnya ada 22 partisipan di LevelOne dengan 28 brand, namun sekarang dibuka beberapa butik baru, berikut adalah butik yang dapat kita temukan bila kita pergi ke area LevelOne: 16DS, Abacus, Alibi, Ciel, Cocomomo, Damn! I Love Indonesia, Danjyo Hiyoji, Deer, Eightshop, Foot Republic, Geulis, Happa by Mel Ahyar, Harrington Home, House of Jealouxy, Hunting Fields, Ichwan Thoha, Kaligula, Kamali & Lane, KLÉ, LOMOGRAPHY by Lomography Embassy Store, Magic Happens, Mimsy, Monday To Sunday, MYE, Naima, No’om and No’mi, Nur Zahra, Picnic, Plastic Culture, Rebel For A Cause, Robinet, Rock And Rose, Satcas, Saint And Sinner, Silla Home, Soe.Hoe, Tik Shirt, Tick Tock, Tosavica, Venom, Wondershoe.

Uniknya di lokasi LevelOne tersebut, selain toko-toko juga terdapat sebuah area mini exhibition yang dapat dipergunakan sebagai ruang pameran dan fashion show, dan tentunya juga ada cafe. Buat yang sekedar suka cuci mata, bentuk dan feel yang ditimbulkan dari deretan toko-toko di LevelOne terasa berbeda, karena eksterior dan interior toko tersebut dihias secara unik dan berkelas, serasa lagi jalan di luar negeri gitu.

So… Bagi yang belum pernah ke LevelOne ada baiknya segera menyempatkan diri untuk berbelanja disana, tapi selain mempersiapkan diri yang lebih perlu dipersiapkan adalah dompet anda, sebab dijamin bakalan kalap deh belanja di surga karya desainer lokal independent. Oh tapi tenang saja, walau saya bilang kalap dan perlu mempersiapkan dompet, harga-harganya masih masuk akal dan affordable kok, lagian kalau prinsip kita adalah memajukan karya dan desainer bangsa, sudah sewajarnya kita lebih membeli produk desainer lokal, ketimbang belanja merek luar negeri cuman karena gengsi atau pengen sok-sok ikutan tren mode.

Pssstt… toko favorit yang paling sering saya kunjungi adalah: Damn! I Love Indonesia, Geulis, Hunting Fields, Satcas & Sash, Monday To Sunday sama Nur Zahra.

LETS SUPPORT OUR LOCAL BRAND!! :D

10 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge