Latih Sarafmu, Kurangi Risiko Neuropati

Tau gak kalau dokter gigi adalah satu profesi yang para pekerjanya berisiko terkena neuropati? Dalam suatu kesempatan, ketika sedang berbincang dengan seorang dokter gigi senior, beliau menasehati kami para dokter gigi muda agar sering berolah raga. Entah yoga, aerobik, yang penting gerak badan ya (bukan olah raga ekstrim loh). Selain itu beliau juga berkata agar sering melemaskan pergelangan tangan, karena beliau sendiri ternyata menderita CTS.

Badannya di jaga ya. Terutama tangan, karena gimanapun tangan itu aset bagi praktisi kedokteran gigi (dokter gigi). ~ Begitu pesan seorang dokter gigi senior itu.

Eh apa itu Neuropati? Penyakit jenis apapula CTS itu?

Jadi, hari Kamis minggu lalu (28 Mei 2015), Neurobion mengadakan “Media Workshop” di Singosari Room Hotel Borobudur. Sebagai dokter gigi tentunya saya sih sering mendengat dua istilah tersebut, namun belum tentu buat kalian yang awam. Di Media Workshop tersebut tentunya dijelaskan apa itu Neuropati dan bagaimana cara menghindarinya. Saya selalu seneng dateng ke acara yang pembicaranya ada dokternya. Anggep nambah2in ilmu lah, soalnya ilmu kedokteran lintas bidang masih bersinggungan. Saya sendiri terus terang pernah beberapa kali meresepkan Neurobion bagi pasien saya di klinik.

Jadi neuropati itu adalah kondisi ganguan dan kerusakan saraf yang ditandai dengan gejala kesemutan, kebas dan kram. Menurut penelitian yang diadakan oleh PT Merck, bahwa 1 dari 2 orang (42%) berisiko terkena Neuropati, bahkan 38% dari kelompok usia 20-29 tahun juga telah berisiko, yang mana meningkat jauh angkanya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selanjutnya, 1 dari 4 orang mulai merasakan kesemutan dan kebas di usia 26-30 tahun. Dulu yang berisiko terkena Neuropati adalah orang-orang diatas usia 40 tahun, tapi sekarang kita-kita yang masih muda juga berisiko. Kenapa? Karena gaya hidup masyarakat jaman sekarang, dan juga karena awareness terhadap Neuropati masih sangat minim.

Kenapa bisa timbul Neuropati?

Lebih dari 50% masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko neuropati. Neuropati bisa timbul akibat gaya hidup masyarakat sehari-hari dalam bentuk berulang seperti bermain gadget, mengendarai motor/mobil, mengetik di komputer, duduk yang lama di posisi yang sama, main games, memasak, sampai memakai high heel dan lainnya.

Hanya 25% masyarakat yang mengerti vitamin neurotropik. Selain itu juga rendahnya pengetahuan mengenai tindakan mengatasi gejala neuropati dan vitamin neurotropik. Tindakan yang dilakukan masyarakat awam kalau merasakan tanda-tanda neuropati biasanya membiarkan saja, menggunakan balsem, melakukan pemijatan di area yang sakit, relaksasi, stop beraktifitas, dan membengkokan/meluruskan area yang sakit. Boro-boro sampe minum vitamin neurotropik.

Neuropati dapat mengenai saraf Sensorik, Motorik, Otonom, bahkan Campuran. Selain gelaja-gelaja yang sudah dijabarkan diatas (kesemutan, kebas, kram), sebenernya gejala neuropati masih banyak lagi, seperti:

rasa terbakar, kaku-kaku, mati rasa, kulit hipersensitif, kulit mengkilap, dan kelemahan anggota badan. Bila tidak langsung di atasi bisa sampai pada kelumpuhan anggota badan.

Nah, disana kita diberi kesempatan untuk ngecek saraf-saraf di kaki kita masih oke atau tidak di Neurobion Neuropathy Check Points. Dan aku deg-degan juga bwok, soalnya gampang banget kesemutan kalau kelamaan duduk.. Lagi termenung di kloset aja kesemutan..

Deg2an nih ngantri setelah mba @sabaiX, mau di cek syaraf2 di kaki masih oke atau ndak di @Neurobion_indo #neuromove

    

Hore udah cek di Neuropathy Check Points @Neurobion_indo. Hasilnya masih oke katanya.. #neuromove

Ngomong2 Neurophaty Check Points akan hadir di 15 kota di Indonesia, jadi yg gak dateng skrg bisa ngecek juga di kotanya masing-masing. Disana selain bisa melakukan pengecekan juga bisa mendapatkan edukasi kesehatan saraf secara gratis.

Pembicara selanjutnya dr. Mandaluthy Hakim, SpS(K). Mengenai siapa saja yg bisa terkena resiko Neuropati.

Masih inget kan di atas tadi, ada kata CTS. CTS itu adalah Carpal Tunnel Syndrome. Disebabkan oleh gerakan berulang naik turun atau getaran yang terus menerus pada pergelangan tangan yang mengakibatkan pembengkakan tendon (otot) dan menekan saraf medianus pada daerah tersebut. CTS banyak dialami pada usia muda dan produktif karena repetitive action atau gerakan berulang secara terus menerus.

v

Gimana cara kita tau kita terkena CTS? Apa saja gejalanya dok?

Bila kamu merasakan nyeri pada pergelangan tangan, kesemutan, kebas serta menurunnya kekuatan menggenggam pada tangan yang terkena, berarti harus mulai waspada. Gejala tersebut juga cenderung memburuk pada malam hari. Kadang gerakan mengibas-ngibaskan tangan dapat mengurangi gejala meski hanya untuk sementara.

Lalu siapa saja sih yang bisa terkena CTS?

Seperti yang sudah di jelaskan diatas juga, dokter gigi adalah salah satu profesi yang memungkinkan (bahkan sering) terkena CTS. Kenapa? Karena dalam prakteknya sehari-hari, seorang dokter gigi bekerja sambil memegang instrumen seperti kaca mulut, sonde, handpiece, dll.

dokter gigi bekerja dengan memegang banyak instrumen

Selain itu CTS juga berisiko untuk orang-orang yang bekerja dengan paparan getaran di tangan seperti mengendarai motor/mobil, mengetik di komputer, menggunakan mouse, mencuci baju dengan tangan, memasak, dll.

Lalu apakah Neuropati dapat dicegah?

Baik Neuropati atau CTS spesifiknya tentu dapat di cegah. Gimana caranya?

  • Istirahat yang cukup
  • Gizi seimbang & konsumsi vitamin neurotropik sejak dini secara teratur
  • Olah raga secara teratur

Vitamin neurotropik itu apa sih dok?

Vitamin neurotropik adalah vitamin yang sangat diperlukan untuk menjaga sistem saraf supaya dapat bekerja dengan baik. Vitamin Neurotropik terdiri dari vitamin B1, B6 dan B12. Nah vitamin-vitamin tersebut cara kerjanya menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dengan memberi asupan yang dibutuhkan oleh sel saraf agar saraf dapat bekerja dengan baik. Selain itu juga baik untuk mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa penyembuhan penyakit.

Hei, saya sendiri di rumah mengkonsumsi Neurobion yang warna putih secara rutin loh. Seperti tadi yang sudah saya bilang, kalau saya itu gampang kesemutan, makanya mencoba mencegahnya dengan cara mengkonsumsi vitamin Neurotropik.

Oke dok, saya akan konsumsi vitamin neurotropik, tapi berapa banyak dosis yang dianjurkan?

Untuk dosis sebenarnya tergantu usia, kondisi kesehatan dan gaya hidup. Semakin tua usia, atau ketika sedang menderita suatu penyakit sistemik seperti diabetes, maka diperlukan lebih banyak vitamin B12. Kenapa? Karena vitamin B12 yang masuk ke tubuh kita hanya diserap kurang dari 2% nya. Jadi jangan takut over dosis vitamin B ya.. Bila untuk upaya pencegahan, konsumsi vitamin neuritropik 1 x sehari sejak dini secara teratur sudah cukup kok.

Oh iya, mengkonsumsi alkohol dan merokok juga dapat sebabkan neuropati loh. Karena alkohol dapat mengganggu penyerapan vitamin B dan juga gangguan pada hati. Sedangkan rokok mempengaruhi langsung sistem saraf secara perlahan, sehingga fungsi saraf akan terganggu dan akan timbul plak-plak di pembuluh darah. Jadi pembuluh darah halus yang bertugas memberikan nutrisi pada sistem saraf tepi akan mengalami gangguan dan kekurangan kekurangan nutrisi.

Istirahat cukup sudah, konsumsi vitamin neurotropik sudah, lalu olah raga seperti apa yang dianjurkan agar tidak terkena risiko Neuropati dok?

Nah…. PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) bersama Merck mencipkatan suatu aktifitas fisik yang praktis dan mudah untuk memelihara kesehatan saraf dan mencegah neuropati. Kumpulan gerakan tersebut diberi nama NEUROMOVE.

NeuroMove

Neuromove diciptakan karena prvalensi neuropati yang semakin tinggi sebagai upaya prefentif neuropati sejak dini. Gerakan Neuromove terdiri dari gerakan aerobik dan stretching untuk melatif saraf, melemaskan ketegangan otot, serta mengurangi back pain akibat duduk terlalu lama.

Salah satu gerakan inti neuromove adalah gerakan menyilang atau gerakan cross antara gerak tangan dan bola mata. gerakan ini dibuat untuk mengaktifkan saraf-saraf, baik saraf tepi (perifer) maupun saraf pusat, sehingga dapat meningkatkan kecepatan reaksi seseorang dan meningkatkan daya ingat.

Neuromove ini kedepannya akan disosialisasikan ke berbagai klub senam dan pusat kebugaran, agar semakin banyak masyarakat yang teredukasi. Kan selama ini kita udah tau ada senam kesehatan jantung tuh.. Kenapa gak bisa ada senam untuk kesehatan saraf? :D

Selain itu gerakan-gerakan didalam Neuromove juga bermanfaat untuk:

  • meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot dengan latihan fleksibilitas,
  • meningkatkan peredaran darah di seluruh tubuh,
  • meningkatkan fungsi kerja otak kanan dan kiri sehingga kemampuan konsentrasi lebih baik,
  • menjaga dan meningkatkan fungsi saraf tepi sehingga terhindar dari neuropati,
  • meningkatkan kebugaran jantung-paru dengan latihan aerobik,
  • meningkatkan keseimbangan dengan latihan balance,
  • meningkatkan fungsi kognitif (memori, atensi, persepsi dan emosi) dengan tambahan gerakan khusus yang menyilang tubuh dan mengaktifkan bola mata.

Susah gak sih latihannya?

Gak susah kok. Malah gampang dan menyenangkan. Caranya bisa dilihat pada video dibawah ini, atau di sarafsehat.com

Yuk kapan-kapan kita senam saraf (Neuromove) sama-sama. Soalnya makin rame makin seru!

Photo taken by myself, and from this website: wikipedia, emerywebb.com,

5 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge