Jimmy Choo profile

“Siapa saja bisa membuat sketsa sepatu, tapi memahami cara membuat nyaman, pas di kaki dan seimbang, itu yang penting.”

Siapa yang belom kenal Jimmy Choo? Sebagai sebuah label yang sangat wanita, bermutu tinggi dan nyaman dikenakan serta tentu saja sebagai High Fashion shoes. Tapi ketika diawal karir nya dulu, mungkin tidak semua orang langsung mengenali dirinya dan mengetahui sesungguhnya dari mana ia berasal. Jimmy Choo adalah keturunan China Malaysia, yang aslinya bernama Jimmy Chow Yeang Kiat tapi karena ada kesalahan nama pada pencatatan akte lahir sehingga namanya menjadi Jimmy Choo. Lahir di Penang pada tahun 1961 dan bersekolah di Shih Chung Primary School.

Buah tak jatuh jauh dari pohonnya, sepertinya pepatah lama itu berlaku pada dirinya. Memiliki ayah sebagai pemilik dan pengelola perusahaan Chow Kee Yin Shoemakers yang memproduksi sepatu di loteng mereka, dan juga seorang ibu yang juga trampil membuat sepatu, Jimmy kecil sudah belajar membuat sepatu. Sepatu pertamanya dibuat pada usianya yang ke sebelas tahun.

Pada tahun 1980-an, Choo pergi ke London untuk berjumpa dengan keluarganya, dan disana ia menemukan sebuah sekolah yang mengajarkan cara membuat sepatu, yaitu Cordwainer’s Technical Collage. Dasar darah pembuat sepatu mengalir begitu kental dalam dirinya, Choo memutuskan untuk tetapĀ  tinggal di London dan tidak pulang ke kampung halaman sebelum berhasil menyelesaikan studinya. Sebagaimana mahasiswa lainnya yang membiayai kuliah sendiri, Choo pun menjalani beberapa pekerjaan seperti pelayan restoran, ataupun tenaga pembersih di pabrik sepatu. Setelah lulus tahun 1983 dengan nilai yang baik dan mendapatkan penghargaan, Choo sempat bekerja di pabrik sepatu orang, hingga akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri di Hackney, London Timur.

Label pertamanya adalah ‘Lucky Shoes’. Lalu setelah beberapa tahun, Choo akhirnya mendirikan perusahaan sepatu dengan namanya sendiri ‘Jimmy Choo’ seperti yang kita kenal sekarang, di tempat bekas rumah sakit Metropolitan masih di Hackney. Choo membuat sepatunya secara handmade menggunakan bahan kulit yang dapat menyerap warna dengan baik. Sedang dalam pemilihan warna Choo agak selektif. Ia menyukai warna-warna kristal, aqua, fushcia dan oranye. Tentu saja ia juga menggunakan bahan selain kulit dalam membuat dan menghias sepatunya, seperti sutra dan shantung dan beragam batu berharga. Pelanggannya saat itu adalah wanita-wanita fashionista yang super chic dan perfeksionis serta sanggup membayar mahal. ‘Dainty and deadly’, alias memiliki ‘kecantikan maut’, begitu orang menjuluki sepasang sepatu stiletto karya desainer ini.

Keistimewaan rancangannya Jimmy Choo mulai dikenal mendunia ketika koleksi sepatunya dimuat sebanyak delapan halaman pada majalah Vouge Inggris di tahun 1988. Sepatu-sepatunya yang dipamerkan di majalah tersebut menggunakan berlian 30 karat dan bernilai sekitar satu juta dolar. Sejak saat itulah namanya mulai dikenal dunia. Dan kemudian kliennya pun bertambah banyak, merambah ke nama-nama tenar, salah satunya Almarhum Putri Diana. Setelah Putri Diana memakai sepatunya, maka semakin populerlah citranya sebagai perancang sepatu.

Rupanya Tamara Melon, mantan editor aksesoris Vogue Inggris, mampu mencium bakat Choo dan juga ciri rancangannya yanh menggabungkan gaya, kualitas dan kenyamanan. sehingga ia menawari Choo untuk bekerja sama merintis bisnis sepatu siap pakai. Pada tahun 1996 berdirilah perusahaan di Oxford Street yang menjual sepatu-sepatu bermutu tinggi. Jimmy sendiri memberikan namanya sedang Tamara yang menjabat sebagai direktur pelaksana. Selain Tamara, Sandra Choi, keponakan Jimmy Choo, juga ditempatkan sebagai direktur artistik, sehingga koleksi sepatunya lebih banyak menampilkan gaya dengan sentuhan perempuan hingga menjadi sangat cantik membungkus kaki. Sepatu-sepatu siap pakai ini dibuat di Italia.

Tahun 2001 perusahaan ini kembali melakukan langkah besar yaitu bermitra dengan Equinox Luxury Holding Ltd. Seluruh sisa saham Choo dibeli Equinox dan Robert Bensoussan menjadi CEO nya. Well, itu artinya Jimmy sama sekali tidak terlibat lagi dangen merk yang memakai namanya tersebut. Tapi bukan berarti dengan itu Choo berhenti berkarya. Choo memfokuskan dirinya pada label London Jimmy Choo Coutoure esklusif yang masih diproduksi dibawah lisensi Jimmy Choo Ltd. Jadi sekarang sepatu-sepatu Jimmy Choo terbagi dua, Jimmy Choo Ready-To-Wear atau Jimmy Choo saja, dibawah pimpinan Tamara Melon dan hanya bisa didapatkan secara ekslusif. Gimana cara membedakannya? Lini Jimmy Choo ‘saja’ di bawah sol sepatunya ada tulisan ‘handmade’. Harga sepasangnya sekitar 1.100-12.725 dolar, sedangkan Jimmy Choo Ready to wear berkisar 400-1.200 dolar.

—bersambung—

——————————–

crossposting from shoeshood

0 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge