Hikmah Mempelajari Sejarah

Belakangan baru saya mengerti mengapa kita harus mempelajari sejarah, baik sejarah nasional maupun sejarah internasional a.k.a sejarah dunia. Karena dari sejarahlah kita bisa belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah dibuat para pendahulu kita dimasa lalu, melalui sejarah pula lah, kita bisa belajar tentang kunci kesuksesan orang-orang besar yang lahir jauh sebelum kita. Bisa dibilang, sekarang saya sangat menyesal. Dulu saya sangat tidak suka sejarah, dan semasa SMA, nilai sejarah saya banyakan merah nya daripada hitamnya. Saat itu saya berfikir buat apa belajar sejarah, toh saya mau masuk IPA ini, saat inilah baru berasa nyeselnya. Yang namanya penyesalan memang selalu datang belakangan.

Belajar sejarah jangan selalu diartikan dengan pelajaran sejarah ketika sekolah, membaca buku yang baru satu paragraf saja mampu membuat saya terkantuk dan jatuh tidur dengan pulasnya, bejalar sejarah bisa melalui cerita dari orang lain, yang pernah berada di era tersebut, bisa melalui film (asal beneran sejarah, dan bukannya rekasaya), melalui buku-buku sejarah populer atau bahkan komik. Sejarah jangan pula diidentikan dengan menghafalkan tahun-tahun perang Diponegoro, kapan Remus dan Romulus lahir, Dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan, dan masih banyak hal-hal membosankan lain yang saya yakin pada dihapalkannya hanya agar memperoleh nilai baik pada ujian sekolah.

Bagi saya, mengetahui cerita tentang keluarga dan nenek moyang itu juga merupakan bagian kecil dari sejarah, dan bagian besar dari sejarah diri sendiri. Coba dengarkan cerita tentang orang tua kalian ketika pertama mereka bertemu dulu, gimana mereka berpacaran, cerita tentang pernikahan mereka, cerita tentang kakek nenek kalian, siapa tau kalau dirunut-runut kebelakang kalian cicit buyut dari Pahlawan mungkin? Siapapun dan bagaimanapun sejarah dan latar belakang keluarga kalian, harus ditanamkan dan dicamkan baik-baik, bila sejarahnya kelam, berarti tugas kalian agar tidak terpesok ke dalam kesalahan kakek moyang, atau bahkan orang tua kalian. Bila sejarah dan masa lalu keluarga kalian baik, maka berusahalah agar kalian melakukannya lebih baik lagi, tapi bukan jadikan itu sebagai patokan supaya kalian melakukannya dengan cara yang sama.

Selain itu, bila kalian masih sekolah, cobalah tanya dan pelajari sejarah tentang sekolah kalian. Siapa pendirinya, tahun berapa didirikan, apa visi dan misinya, karena semua itu menurut saya berguna dalam menanamkan pesan dan perasaan yang mendalam serta kedekatan emosional dengan kita sebagai murid/mahasiswanya. Bila sudah bekerja, bisa juga dengan mempelajari sejarah dan riwayat yang ada di kantor tersebut. Kenapa dulu kantor/perusahaan itu diberi nama demikian, siapa-siapa sajakah orang hebat dan sukses yang pernah bekerja disana, lau apa saja kunci kesuksesan mereka. Semua itu patut untuk diteladani, bila kantor/perusahaan tersebut pernah mengalami masa-masa sulit, pelajari, agar kalian tidak mengalami masa yang sama, karena kesalahan yang dibuat sampai berulang-ulang itu sesungguhnya lebih bodoh dari seekor keledai.

Dari segala sesuatu film yang berbau-bau sejarah yang pernah saya tonton, Sejarah lahirnya minuman pengganti Ion tubuh, Pocari Sweat, sungguh menginspirasi. Dari menonton filmnya banyak hikmah yang bisa kita ambil, termasuk kenapa minuman tersebut dinamakan Pocari Sweat. Buat yang belum pernah lihat videonya, bisa dilihat dibawah ini:

Lucu, betapa Mr. Rokuro Harima (penanggung jawab pengembangan minuman) mengusulkan kepada Kepala Pabrik Mr. Akihiko Otsuka (yang kelak akan menjadi President Director Otsuka) untuk membuat minuman menggunakan cairan infus berdasar pengalamannya di Mexico. Disana Mr Harima yang terkena diare teringat peristiwa seorang dokter yang meminum cairan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah melaksanakan operasi dapat menginspirasi dibuatnya suatu minuman, yang sekarang ini sangat akrab sama kita.

Dari video diatas pula, dapat saya tangkap bahwa suatu tekad yang besar patut dimiliki oleh orang yang ingin maju sebagaimana Mr. Akihiko Otsuka bertekad mengembangkan produk yang dapat menjadi pilar perusahaan itu dengan tangannya sendiri dan mencipatakan produk yang belum pernah ada, patut kita contoh bila kita benar-benar ingin sukses dalam pekerjaan kita.

Hal selanjutnya yang saya tangkap melalui video diatas, adalah jangan takut untuk bereksperimen. Seperti saat minuman yang dibuat oleh Akihisa Takaichi dicoba oleh Mr Akihiko rasanya belum sempurna, dicampur dengan minuman serbuk instan yang sedang dikembangkan oleh bagian lain yang rasanya sama-sama masih jauh dari sempurna, maka rasanya menjadi enak.

Jangan ragu sama pendapat kita, tapi terima masukan dari orang lain dan percaya sama insting. Didalam video diatas digambarkan, ketika Presiden direktur Akihiko mendapat tanggapan negatif dari para direktur senior, Mr. Akihiko tetap memutuskan untuk memproduksi minuman tersebut dengan alasan yang kuat.

Lalu terakhir, berani mengambil resiko, jangan mudah menyerah dan tetap optimis. Ketika pada awal penjualan Pocari Sweat mendapat tanggapan negatif dari para pengecer maupun konsumen, Mr. Akihiko mengambil keputusan untuk membagi-bagikan Pocari Sweat secara gratis kepada konsumen agar konsumen mengerti keunggulan Pocari Sweat walaupun kerugian perusahaan tinggi, Mr Akihiko memutuskan untuk tetap melaksanakan pembagian gratis sepanjang tahun. Namun pada akhirnya penjualan mulai meningkat karena konsep dan rasa yang telah dimengerti para konsumen.

Inspiratifkan?

Nah sebenarnya banyak hikmah yang bisa kita petik kalau kita suka mempelajari sejarah, dan belajar sejarah bisa dimulai dari hal yang kecil dan sepele, gak perlu ngerasa harus pergi ke museum dulu bila mau belajar sejarah. Nggak susah kan… :)

Tambahan:

FB Pocari: http://fb.me/PocariID
Twitter Pocari: http://twitter.com/PocariID

13 comments

  1. jensen99 says:

    Saya lumayan bagus kalo soal sejarah. Selama sekolah, pengetahuan sejarah saya sering lebih banyak dari yang tersedia di buku cetak (sejarah versi orde baru gitu lhoo). :lol:

    Tapi kalo sejarah pada level yang lebih kecil, seperti sejarah kantor, sekolah atau keluarga, saya kurang tertarik, kecuali sedang investigasi sesuatu.
    jensen99 recently posted..Dirgahayu Israel

  2. Domba Garut says:

    Belajar sejarah dan memahaminya serta mengambil hikmah dari itu semua ibarat menggunakan jangkar pada sebuah biduk, dimana tengah mengarungi samudera kehidupan, acapkali ombang-ambing dinamika kehidupan dapat mengacaukan keteguhan diri dalam berpijak…

    Dengan faham akan sejarah dan menjadikannya pedoman agar tidak tersesat, faham akan identitas diri, bangsa dan komunitas dimana kita berada dan berasal.. kelak dapat mampu menguatkan pendirian dan menyesuaikan perilaku agarkompeten dengan situasi terkini..

    Sejarah itu punya tendensi berulang, apalagi sisi buruk dari sebuah event yang notabene kembali diulang oleh pelaku yang tidak belajar baik dari masa lampau…

    Teruslah menulis karena tulisanmu terbaca sampai jauh.. salam hangat dari Irak.. ya Irak yang masih meledak-ledak itu…

  3. Lysa says:

    Generasi muda itu wajib membaca sejarah silam agar mereka tahu akan dibawa kemana Negeri ini…

    Mantap nih min aktikelnya.
    Thanks for sharing

Leave a Reply

CommentLuv badge