Financial Planning by Prita Ghozie

prita3Jadi begini, belakangan ini, saya lagi suka banget dateng ke acara-acara seminar, talkshow atau bahkan workshop apapun asal tema nya menarik dan berguna bagi kehidupan nusa dan bangsa. Eh, salah, maksudnya asal beguna bagi kelangsungan dan kelancaran sama depan saya. Nah, Sabtu dua minggu lalu (9 Maret 2013) Entrepreneur Festival 2013 mengadakan #RoadShow2 nya di Marco Padang Grill, Setiabudi One, yang bertema Financial Planning for Entrepeneur by Prita Ghozie. Berhubung, saya selalu takut untuk memulai usaha karena salah satu alasannya adalah urusan dana dan modal, maka saya bersikukuh, untuk mendaftar dan mencoba memetik sedikit ilmu sekaligus untuk meyakinkan diri saya bahwa everything is gonna be alrite.

Sebelum kita menuju Financial Planning for Entrepreneur, mari kita bahas sisi Financial Planning-nya dulu. Menurut mba Prita, ada 7  Tahap keuangan yang sebaiknya dimiliki oleh setiap individu, sebelum dia mulai melakukan hal-hal lainnya, ketujuh tahap tersebut adalah:

- Punya rencana keuangan,
– Hapus utang (kartu kredit),
– Siapkan dana darurat (besarnya setiap individu berbeda),
– Mulai investasi (bukan tabungan ya),
– Membangun aset aktif,
– Menerima penghasilan pasif, dan
– Tetap sejahtera.

Lalu, setelah kita mendapatkan penghasilan/gaji, tapahan apa saja yang harus kita lakukan? Mengatur penghasilan keuangan. Gimana caranya, mulailah dengan membaginya menjadi beberapa hal dibawah ini..

- Zakat
– Assurance
– Present consumtion -> kebutuhan rutin
– Future spending -> tabung dulu, beli kemudian
– Investment -> beda dengan tabungan

Setelah itu, mulailah Membuat Plan. Cara yang paling sederhana, mulaih dengan bermimpi. Dan jangan takut untuk bermimpi, kata mba Prita, suami istri aja bisa punya mimpi beda. Nah kalau kita menghadapi perbedaan-perbedaan tersebut, berarti kita harus berkompromi. Gak hanya sama suami loh ya, berteman, pacaran aja juga gak harus seimbang seirama, seiya sekata kan? :)

Setelah itu baru deh tentukan apa mimpimu, biasanya sih setiap orang akan memimpikan lima hal dibawah ini, hanya saja urutannya mungkin akan berbeda:

- Rumah tinggal
– Dana pendidikan anak
– Kendaraan
– Dana pensiun
– Liburan

Nah untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut dibutuhkan: Waktu, Strategi & Sumber daya.

Lalu bagaimana menghitung Dana darurat? Kata mba Prita, Dana darurat tidak selalu tergantung seperti bila kita Single maka dana daruratnya 3 kali gaji, sedang bila kita berkeluarga dan memiliki anak, maka dana daruratnya 6 kali gaji. Nah seberapa besarnya dana darurat itu tergantung unik expenses, jenis kendaraan, living arrangement, reguler expenses. Baru setelah itu disesuaikan sama “profesi” mu, sebagai Student, Single, Couple, Family atau High income family.

Lalu bijaklah dengan Kartu Kredit. Menurut perhitungan, CC yang bunganya 2,95% itu efektif perbulannya adalah 4% dan setahun menjadi bunga 48%.

Last but not least, tidak takut untuk berinvestasi dan mengambil resiko. Asal, resiko yang diambil adalah resiko yang terukur, atau resiko pasar.

Mba Prita mengeluarkan sebuah angka: Rp. 644,029,517. Angka apakah itu? Angka tersebut adalah saldo dana pensiun seseorang yang sejak umur 30th rajin nabung 1 juta tiap bulan di tabungan yg memberikan bunga 5% selama 15 tahun. Tapi sayangnya setelah anda pensiun, angka tersebut jumlahnya kurang lebih sama dengan Rp. 250.000/bulan. Oleh karena itu, jangan nabung di tabungan. Selain itu, bagilah rekening jadi 3 macam: Living, saving & playing. Rekening yang untuk LIVING tidak apa memakai ATM, karena akan digunakan untuk membeli barang/kebutuhan harian, sedangkan rekening SAVING jangan pakai ATM, biar kita tidak tergoda untuk selalu mengambilnya diam-diam. Oh iya, rekening yang buat LIVING, kalau kita narik duit buat bayar ini itu, tuker ke BANK dengan pecahan kecil. Biar semua uang yang kita keluarkan jelas juntrungannya. Dan uang kita cenderung lebih boros, kalau kita membeli barang yang nominalnya kecil dengan uang bernominal besar. Buat SAVING, bila jumlah uang di rekening kita sudah cukup untuk berinvestasi selain di tabungan, maka ambil kemudian belikan emas, reksadana, atau berbagai bentuk investasi lainnya.

Terlambat berinvestasi? it’s okey, Start SMALL & Start NOW. coz, the best time to invest is 10 years ago, but second best time is now. Tapiii… Jangan beli produk invetasi tanpa tau informasi nya apa.

prita1

Nah, sekian sedikit sharing dari #RoadShow2 EntrepreneurFes mengenai Financial Planning, nah kalau yang FinPlan for Entrepreneurnya akan saya teruskan di postingan berikutnya. :mrgreen:

——————–

Photo taken from: http://entrepreneurfestival.co.id/

One comment

Leave a Reply

CommentLuv badge