Fashion 1 Hari

Masih tentang Film Fashion 1 Hari. Jadi tanggal 26 kemarin pukul 11, digelar presscon Fashion 1 Hari sekalian screeningnya. Film yang disutradarai oleh Syahmedi Dean yang memang sudah berkarir sebagai wartawan fashion sejak tahun 1996, diproduseri oleh Boedi Basoeki dan dibintangi oleh Samuel Mulia sebagai pemeran utama. Pemeran pendukungnya pun bukan sembarang orang, melainkan para insider fashion seperti Dewi Utari, Andreas Odang, Fitria Yusuf, Jeffry Tan, Quartini Sari dan masih banyak lagi. Yang seru adalah penampakan fashion people luar negeri seperti Anna Wintour, Karl Lagerfeld dan lain-lain.

Bagi penikmat fashion (baca: orang awam yang cuman baca majalah, nonton fashion tv, nonton film yang bertemakan fashion) mungkin tahunya kalau fashion itu indah, fashion itu cantik, fashion itu menyenangkan, tapi kenyataan dibaliknya ternyata tidak seindah hasil yang dapat kita lihat. Oleh karena itu, kehadiran film Fashion 1 Hari ini membuka mata tentang bagaimana wartawan fashion bekerja dibalik layar. Film ini bukan lah berisi sesuatu yang mengada-ada, karena yang membuat serta yang mendukung didalamnya adalah para pekerja industri fashion itu sendiri yang memiliki passion dan berdedikasi dibidang fashion, apalagi bentuknya semi dokumenter. So… This is the first semi-documentary film project that leads everything about Indonesian fashion journalism unsealed.

Selama ini orang mungkin tahu fashion itu hanya perancang busana, model-model cantik berbadan bagus yang melenggak lenggok diatas runway, brand-brand terkenal, artis dan bintang film, tapi fashion tidak berhenti hanya disitu. Tanpa adanya wartawan fashion, kita tidak dapat menyaksikan keindahan fashion itu sendiri. Maka seperti yang sudah dituliskan diatas, film ini bukan bercerita tentang gemerlapnya dunia fashion, tetapi film ini membaca fashion dari sudut pandang si wartawan. Jarang banget bisa ditemukan dokumentasi tentang fashion dari sisi pekerja wartawan. Hingga akhirnya sejumlah wartawan fashion Indonesia bersama-sama membuat, menuangkannya dalam bentuk semi documenter. Behind the scene dari proses sebuah majalah fashion. Didalamnya terlihat sibuknya para wartawan fashion ketika bekerja, proses pembuatan fashion spread, suasana redaksi, proses pemotretan, juga ada bagian yang menceritakan peliputan fashion week diluar negri. Sayangnya film ini durasinya sangat pendek dan tidak sampai 40 menit. Film yang proses pembuatannya sekitar 8 bulan ini dikemas dalam potret kerja wartawan fashion selama satu hari dari pagi sampai malam hari, begitu tutur Boedi Basoeki. Dalam film ini Samuel Mulia berperan sebagai pemain utama yaitu menjadi editor-in-chief di Majalah Maga dalam film tersebut. Kalau yang pernah baca tetraloginya Syahmedi Dean pasti tau Majalah Maga.

Pesan yang ingin disampaikan dalam film ini, bahwa seseorang juga bisa berkarier di bidang fashion. Bahwa dunia wartawan tidak melulu di bidang politik, ekonomi, kesehatan, olahraga, ataupun otomotif saja. Selama ini banyak wartawan yang memilih bidang lain selain fashion karena mereka tidak mengerti. Dikiranya jadi wartawan fashion tidak berbobot dan tidak dapat dijadikan karier, sehingga akhirnya wartawan fashion dia lagi-dia lagi, begitu kata Dean. Selama ini, banyak yang menganggap pekerjaan di fashion hanyalah fashion designer atau boutique owner. Walau sekarang sudah mulai banyak yang melirik pekerjaan menjadi fashion editor di sebuah majalah, sayangnya mereka tertarik karena melihat dari sisi gemerlapnya saja karena fashion identik dengan orang orang yang gaya, necis selalu pakai baju bagus, datang ke acara-acara wah. Padahal dunia fashion bukan hanya yang bagus-bagusnya saja. Wartawan fashion tetap harus menjunjung tinggi etika pemberitaan. Jurnalis is about fakta dan kebenaran, kalau anda bekerja sebagai wartawan fashion anda adalah seorang wartawan, begitu cuplikan di trailer Fashion 1 Hari. Walau sekarang teknologi semakin canggih, segala sesuatu bisa didapatkan di internet. Yang awalnya wartawan harus pergi ke perpustakaan buat riset dan belajar, sekarang mereka tinggal guggling, dan akibatnya jadi gampang lupa dan kurang mendalami, karena toh mencarinya gampang, Padahal dalam menyajikan berita “fashion” tidak bisa main asal jeplak dan sok tau tanpa menggali lebih dalam terlebih dahulu. Satu lagi, kata Samuel Mulia, Jangan cuman bisa tampil gaya, dan jangan ngaku wartawan fashion, kalo sampe mewawancara fashion insider dgn pertanyaan ‘apa trend fashion tahun ini?’

Oh iya, satu lagi yang menarik adalah karena tujuan utamanya memperkenalkan dunia fashion jurnalism maka, film ini akan ditayangkan gratis untuk mahasiswa (iya GRATIS, anda tidak salah baca), khususnya mahasiswa jurusan komunikasi, di Taman Ismail Mazuki. Dan juga dapat ditunggu di kampus, karena film ini akan roadshow keliling kampus yang memiliki jurusan komunikasi. Lalu bagi yang bukan mahasiswa tenang saja, karena film ini juga akan segera dapat ditonton di Blitzmegaplex terdekat pada akhir Juli.

One comment

Leave a Reply

CommentLuv badge