Empowering the Next Generation: The Role of Youth in Poverty Eradication

Hari Jumat tanggal 18 Desember lalu, sebagai anak muda yang peduli dengan empowerment dan ingin jadi anak muda yang bisa berkontribusi juga kepada sesama muda saya menghadiri acara Empowering the Next Generation: The Role of Youth in Poverty Eradication di Balai Kartini. Acara ini adalah salah satu bentuk kerjasama pemerintah (Bappenas) dengan pihak swasta yang peduli dengan perekonomian dan perkembangan generasi muda Indonesia. 

Panel diskusi Empowering the Next Generation: The Role of Youth in Poverty Eradication merupakan bagian dari Action Forum for Indonesia Responsible Business “Doing Partnership to Leave Poverty Behind”, yang diselenggarakan selama dua hari 17-18 Desember 2015. Forum ini menciptakan ruang berbagi tentang bagaimana membangun aksi dan tindakan nyata, memahami urgensi dan tantangan dalam pendekatan antargenerasi, serta memastikan bahwa upaya mencapai kesejahteraan tidak hilang karena korupsi dan bencana.

Dalam kurun waktu kurang dari satu sepuluh tahun belakangan, Indonesia akan memasuki era dimana lebih dari 2/3 populasi penduduknya berada di usia produktif. Dengan adanya keuntungan ini, tantangan terbesar Indonesia adalah untuk memaksimalkan potensi generasi muda sebagai penggerak utama pertumbuhan dan pembangunan perekonomian bangsa. Kondisi ini menguntungkan ketika melihat optimisme yang sangat tinggi dari generasi muda Indonesia terhadap pertumbuhan dan prospek ekonomi.

Citi Foundation dan the Economist Intelligence Unit (EIU) melakukan survei ‘Accelerating Pathways’. Riset ini terkait pentingnya penguatan ekonomi generasi muda untuk memberantas kemiskinan dan memperkuat perekonomian kota. Jakarta sebagai ibu kota, berhasil menempati posisi ke-5 dari 35 kota besar di dunia yang memiliki generasi muda dengan tingkat optimisme yang tinggi, 87% kaum muda di Jakarta memiliki optimisme yang tinggi terhadap prospek ekonomi dan masa depan mereka. Prosentase ini termasuk mereka yang berlatar  belakang ekonomi rendah. Selain itu, survei ini juga menunjukkan bahwa 79% anak muda di kawasan Asia Pasifik, termasuk Jakarta, menunjukkan ketertarikan yang besar untuk berwirausaha.

Elvera N. Makki, SVP, Head of Country Corporate Affairs Citi Indonesia memberikan hasil suvei Accelerating Pathways kepada Sri Rosidayati, Kasubdit Pendukung Pasar Kerja, Bappenas. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi acuan Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam membuat kebijakan serta program-program pemberdayaan pemuda di Indonesia.

Kaum muda memiliki peran yang sangat penting sebagai roda penggerak perekonomian suatu bangsa. Survei yang diinisiasi oleh Citi ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki potensi yang luar biasa untuk dapat berkembang pesat apabila anak muda di kota ini diberdayakan secara tepat. “Melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya) sebagai payung dari seluruh kegiatan kemasyarakatan Citi Indonesia, tahun ini menggandeng 3 lembaga nirlaba guna melaksanakan berbagai program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi bagi kaum muda, mulai dari penguatan ketrampilan dan kesempatan kerja hingga kewirausahaan.

Program Pemberdayaan Pemuda Citi Indonesia

Di tahun 2015 ini, Citi PEKA Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Business Links (IBL), Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dalam memberikan pendidikan serta membuka kesempatan ekonomi bagi generasi muda di Indonesia. Ketiga organisasi nirlaba tersebut memiliki fokus program dan wilayah kerja yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai organisasi nirlaba yang bergerak di bidang CSR, IBL membangun kemitraan melalui berbagai program pemberdayaan untuk pengentasan kemiskinan. Dengan Citi Peka, IBL menjalankan Youth Skilled Program yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesempatan kerja serta kewirausahaan­ bagi pemuda di daerah Cikarang, Jawa Barat.  Mnurut Yanti Triwadiantini, Executive Director Indonesia Business Links, IBL gembira karena Citi Indonesia memiliki kepedulian terhadap peningkatan kapasitas dan kesempatan ekonomi kaum muda. Hal ini sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial dan lingkungan yang baik dimana perusahaan memberikan kontribusi dan manfaat bagi lingkungan dimana mereka beroperasi. Tentunya kita semua berharap kedepannya generasi muda dapat semakin maju berkat kerjasama berbagai pihak mulai dari pemerintah, sektor swasta dan nonprofit.

Sama halnya dengan IBL, PJI menjalankan program Youth Entrepreneurship Initiatives yang  bergerak dalam hal pendidikan kewirausahaan dan peningkatan kesempatan kerja. Sementara itu Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) aktif dan fokus pada bidang pemberdayaan pemuda untuk memandirikan anak muda Indonesia melalui pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi.

Bappenas pun tidak ketinggalan menginisiasi program Indonesian Youth Employment Network – IYEN “JEJAKMU” (Jejaring Lapangan Kerja bagi Kaum Muda) dan beberapa program beasiswa lainya dinilai survei ini sebagai bentuk upaya dan dukungan pemerintah Indonesia dalam memberikan kesempatan ekonomi generasi muda.

Dr. Maliki ST MsiE, Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja, Bappenas mengatakan dibutuhkan peran berbagai pihak guna meningkatkan kapasitas kaum muda di Indonesia. “Kami mengapresiasi komitmen dan upaya Citi Indonesia bersama organisasi nirlaba lainnya dalam membantu meningkatkan kualitas serta kesempatan generasi muda di Indonesia, terutama membuka kesempatan akses terhadap aktivitas ekonomi yang produktif. Hasil riset yang dikeluarkan oleh Citi Foundation ini, dapat  menjadi salah satu acuan bagi pemerintah dan institusi lainya untuk menciptakan program-program pemberdayaan pemuda yang tepat guna, sehingga  mereka dapat semakin  siap untuk menghadapi tantangan global”

Yanti Triwadiantini, Executive Director, Indonesia Busines Links, Elvera N. Makki, SVP, Head of Country of Corporate Affairs Citi Indonesia, Veronica Colondam, CEO & Founder dari Yayasan Cinta Anak Bangsa, Sri Rosidayati, Kasubdit Pendukung Pasar Kerja, Bappenas, Utami Anita Herawati, Program Manager, Prestasi Junior Indonesia, Mirthley Apono, Associate Director, Indonesia Business Links dan moderator Tommy Tjokro.

IYEN “JEJAKMU” memiliki fokus untuk mempersiapkan dan meningkatkan efisiensi job market, yaitu dengan cara memperkuat keahlian dan keterampilan generasi muda yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di Indonesia, bahkan mempersiapkan mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui kewirausahaan. JEJAKMU dibuat untuk membantu kaum muda mengatasi gap antara pekerjaan yang tersedia dan keahlian yang dipunyai. Disana banyak info lapangan kerja, lowongan magang, layanan mentoring bisnis online dan banyak video serta artikel bermanfaat yang bisa di akses.

SurveiAccelerating Pathways’ dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2015 dan  melibatkan lebih dari 5.000 anak muda dari 35 kota besar di dunia. Pengukuran dilakukan melalui 31 indikator  yang berhubungan dengan perkembangan ekonomi generasi muda. Hasil survei kemudian dibagi kedalam empat kategori indeks,  yaitu: Dukungan Pemerintah dan Kerangka Institusi bagi Kaum Muda; Kesempatan Kerja dan Kewirausahaan; Pendidikan dan Pelatihan Kerja; serta Modal Sosial dan Sumber Daya Manusia.

Di area acara berlangsung tampak beberapa booth berisikan jualan dari anak-anak SMK, dan juga dari beberapa partner acara. Menjual beberapa paket coaching bisnis, ataupun buku-buku yang dapat menunjang suatu bisnis biasa maupun sosial bisnis.

Berkat lama berkecimpung jadi relawan Akademi Berbagi, jadi seneng bergerak di bidang social, tapi tentunya disesuaikan dengan kemampuan yaa.. Sehingga akibat hadir di acara ini, saya malah jadi kepikiran untuk bikin social business. Kenapa? Karena yang namanya bisnis, selain untuk mendapatkan keuntungan, mengembalikan ke linkungan sekitar, dan juga menciptakan lapangan pekerjaan.

5 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge