#DearL, Pilihan

Dear L,

Dua hari belakangan ini aku sedang tidak enak badan, tapi aku bahagia sekali ketika kamu mengingatkan bahwa pekan ini ada hari libur tambahan. Kadang aku merasa mulai lelah dengan semua hal yang sedang aku jalani saat ini, tapi tentu saja kita harus menyelesaikan apa yang telah kita mulai bukan?

Hidup ini pilihan, dan ketika kita telah memilih sesuatu, kita juga harus belajar ikhlas dengan segala resiko yang terbentang di depan. Tidak semua perjalanan yang ditempuh akan mulus, kadang ada batu sandungan, lobang galian, tanjakan curam, atau turunan tajam. Yang penting bagaimana kita menjalani dan terus berusaha tanpa menyerah.

Akhir-akhir ini aku sering kali mempertanyakan tindakan-tindakan yang telah aku lakukan dan akan aku lakukan, segala pilihan yang ada untuk dipertimbangkan, dan segala kemungkinan yang akan menghadang di depan, serta segala kemungkinan buruk yang terjadi dari semua keputusan dan pilihan yang pernah aku ambil.

I tried to lived with it. Pertama karena aku tipe orang yang impulsif, dan cenderung mengambil keputusan ketika tidak berkepala dingin, kedua aku kadang terlalu keras kepala untuk mengakui bahwa pilihan yang pernah aku ambil itu salah. Dan sekarang belajar untuk lebih arif dan realistis ketika menginginkan sesuatu atau menjalani sesuatu. Tapi kadang aku bingung, realistis sama ingin sekedar logis itu tipis bedanya. Karena kisah hidup kita bukanlah romansa yang tayang di layar kaca. Lalu aku harus bagaimana?

L, apakah kamu pernah melakukan pilihan yang kau sesali setelahnya?

Maaf kalau aku membuat soremu kusut, Aku tau bahwa kamu pasti tau apa yang aku maksud.

Sincerely,

D, yang untuk kesekian kalinya sedang terserang psikosomatis.

4 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge